Anda di halaman 1dari 3

BAB VI

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian yang telah peneliti lakukan dan

menguraikan hasil penelitian dalam pembahasan mengenai kesiapan

STIK Famika dalam menghadapi uji kompetensi ners Indonesia, maka

peneliti dapat mengambil kesimpulan:

1. Metode pembelajaran STIK Famika Makassar sudah siap dalam

menghadapi uji kompetensi dengan beberapa metode khusus

seperti memberikan ujian soal – soal kasus setelah pembahasan

departemen dan juga pihak kapro ners memanfaatkan aplikasi

sosial media yag disebut whatssapp dalam memberikan bimbingan

khusus untuk mahasiswa profe ners.

2. Sarana prasarana merupakan salah satu media ataupun tempat

yang telah disediakan oleh STIK Famika Makassar dalam

menghadapi uji kompetensi seperti laboratorium komputer. Saat ini

laboratorium komputer telah menyediakan soal – soal latihan uji

kompetensi. Berdasarkan hasil penelitian yang telah di dapatkan

menunjukkan bahwa STIK Famika siap terhadap sarana

prasarananya, tetapi untuk saat ini belum digunakan secara khusus

dalam menghadapi uji kompetensi ners.

3. Selain kesiapan metode pembelajaran dan sarana prasarana,

peneliti juga mencari tahu tentang kesiapan yang dilakukan STIK

71
72

Famika terhadap pelaksanaan try out. Dari hasil penelitian

didaptkan dari semua informan yang mengatakan bahwa STIK

Famika Makassar sering memberikan arahan kepada mahasiswa

profesi ners untuk selalu mengikuti pelaksanaan try out. Akan

tetapi, peneliti juga mendapatkan informasi bahwa STIK Famika

Makassar sudah membuat wacana untuk melaksanakan try out

yang khusus dalam menghadapi uji kompetensi ners Indonesia.

Berdasarkan beberapa kesimpulan yang telah di narasikan,

peneliti menarik kesimpulan bahwa STIK Famika Makassar sudah

siap dalam menghadapi uji kompetensi ners hanya saja belum

maksimal. Sebagian informan dari pihak mahasiswa profesi ners

juga mengatakan STIK Famika belum siap dalam menghadapi uji

kompetensi ners. Hal ini disebabkan adanya beberapa hambatan

dalam melaksanakan hal tersebut. Seperti hambatan dengan

kurangnnya tenaga pengajar untuk dapat melakukan bimbingan

khusus pada profesi ners, dan hambatan dari mahasiswa profesi

nersnya yang sampai saat ini masih sibuk melakukan praktek di

rumah sakit serta kurangnnya bisa mengatur waktu mereka untuk

datang ke kampus sehingga sebagian mahasiswa kurang informasi

perihal tentang kesiapan yayasan dalam menghadapi uji

kompetensi ners Indonesia.


73

B. SARAN

1. Untuk STIK Famika Makassar khususnya dosen yang berperan

dalam profesi ners perlunya dipertahankan dan ditingkatkan lagi

dalam kesiapannya seperti mengadakan bimbingan khusus yang

bukan hanya melalui grup di sosial media, tapi melakukan

bimbingan dengan jadwal yang sudah ditentukan.

2. Untuk mahasiswa khususnya kepada mahasiswa profesi ners agar

lebih memperhatikan masa depan yang akan dihadapi setelah

menjenjang pendidikan profesi yaitu lebih sigap dan siap dalam

menghadapi uji kompetensi seperti melatih diri sendiri, menjawab

soal – soal latihan dan memanfaatkan sarana prasarana yang

sudah disediakan oleh kampus. Mahasiswa profesi ners juga perlu

membagi waktu dalam melakukan berbagai kesiapan dan juga

sering datang ke kampus agar tidak ketinggalan informasi tentang

kesiapan STIK Famika Makassar dalam menghadapi uji

kompetensi ners.

3. Kepada peneliti selanjutnya agar mengembangkan dan menggali

lebih dalam lagi mengenai tentang uji kompetensi ners Indonesia

(UKNI).