Anda di halaman 1dari 2

K em enterian K oordinator

Bidang Pem bangunan M anusia dan K ebudayaan


Republik Indonesia


Siaran Pers Nomor : 26/HumasPMK/II/2017

Kemenko PMK Koordinasikan Penyusunan SKB 4 Menteri untuk Percepatan Pelaksanaan UU Desa

Jakarta (28/02) –Tahun 2017 merupakan tahun ketiga pelaksanaan Undang-Undang No.6 Tahun 2014
tentang Desa. Terdapat berbagai capaian keberhasilan pelaksanaan Undang-Undang tentang Desa ini dalam
tiga tahun pelaksanaannya meskipun terdapat pula kekurangan dan kelemahannya. Tugas dan fungsi
Kemenko PMK yaitu Koordinasi, Sinkronisasi, dan Pengendalian dalam pelaksanaan Undang-Undang Desa,
kemudian menginisiasi penyusunan Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri yang bertujuan untuk
menyelaraskan dan memperkuat kebijakan peraturan pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014
tentang Desa.
Hari ini, Kemenko PMK melalu Kedeputian bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat, Desa, dan
Kawasan, menggelar rapat koordinasi tingkat Eselon I dan hasilnya adalah menyepakati bahwa SKB 4
menteri ini akan mengatur mengenai Dana Desa dan Alokasi Dana Desa (ADD); Pendampingan;
Penghentian Sementara Penambahan Jumlah Desa; Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) danKoperasi;
Pembangunan Desa dan Kawasan Perdesaan; dan Pembinaan, Pengawasan, dan Penguatan. Nantinya, SKB
ini akan ditandatangani oleh Menteri Dalam Negeri, Menteri Keuangan, Menteri Desa, Pembangunan
Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, serta Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan
Perencanaan Pembangunan Nasional.
Deputi bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat, Desa, dan Kawasan, I Nyoman Shuida, dalam rakor
menekankan bahwa SKB 4 menteri ini bersifat lintas sektor, punya terobosan, dan adanya keberpihakan
untuk daerah tertinggal, daerah perbatasan, dan daerah kepulauan. SKB ini juga mengamanatkan
Kementerian Keuangan untuk menganggarkan Dana Desa pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara
(APBN) sebesar 10 persen dari dan di luar Dana Transfer ke Daerah (on top) pada tahun 2018.
Sejak tahun 2015, Dana Desa selalu mengalami peningkatan yaitu Rp20,7 Triliun di tahun 2015 menjadi
Rp46,9 Triliun di tahun 2016 sementara di 2017 ini meningkat lagi sebesar Rp60 Triliun. Dana Desa di tahun
2017 akan diberikan kepada 74.954 Desa atau setiap Desa rata-rata menerima Rp800 juta. Sesuai
ketentuan yang tercantum dalam SKB, dana yang besar ini jika dimanfaatkan atau digunakan tidak sesuai
dengan aturan, kabupaten/ kota tempat desa itu berada akan diberikan semacam sanksi. Sanksi dapat
berupa pemotongan Dana Alokasi Umum (DAU) dan/atau Dana Bagi Hasil (DBH) kepada pemerintah
kabupaten/kota yang tidak menganggarkan Alokasi Dana Desa (ADD) paling sedikit sebesar 10 persen dari
Dana Perimbangan setelah dikurangi Dana Alokasi Khusus (DAK) dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja
Daerah (APBD) Kabupaten/Kota.
Penegasan lain yang terdapat dalam SKB 4 Menteri adalah Kemenko PMK dalam rakor hari ini menyatakan
akan mendorong Kementerian Dalam Negeri untuk menerbitkan Surat Edaran tentang penghentian
sementara penambahan jumlah desa hingga evaluasi menyeluruh terhadap efektivitas penyelenggaraan
Pemerintahan Desa selesai. Selain itu, upaya sinergis antara Koperasi dengan BUMDesa. Secarakhusus,
upaya sinergis bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan aset dan modal desa; meningkatkan
partisipasi masyarakat desa dalam kegiatan ekonomi desa; meningkatkan rasa memiliki warga desa kepada



desa dan sumber daya yang ada; mendorong terciptanya iklim yang kondusif untuk melakukan kegiatan
usaha; dan mendorong partisipasi dan inklusi sosial dalam mewujudkan demokratisasi di desa.


**************
Bagian Humas dan Perpustakaan,
Biro Hukum, InformasidanPersidangan
KementerianKoordinatorBidang Pembangunan ManusiadanKebudayaan
roinfohumas@kemenkopmk.go.id
www.kemenkopmk.go.id
Twitter @kemenkopmk