Anda di halaman 1dari 12

Musdalifah

E011171502
KOMUNIKASI EFEKTIF
A. Pengertian Komunikasi
Komunikasi berasal dari kata Latin Communicare atau Communis yang berarti
sama atau menjadi milik bersama.Komunikasi adalah suatu proses
penyampaian informasi (pesan, ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain.
Pada umumnya, komunikasi dilakukan secara lisan atau verbal yang dapat
dimengerti oleh kedua belah pihak. Apabila tidak ada bahasa verbal yang dapat
dimengerti oleh keduanya, komunikasi masih dapat dilakukan dengan
menggunakan gerak-gerik badan, menunjukkan sikap tertentu, misalnya
tersenyum, menggelengkan kepala, mengangkat bahu. Cara seperti ini disebut
komunikasi nonverbal.
Pengertian Menurut Para Ahli
Onong Uchjana Effendy
Komunikasi adalah proses penyampaian pesan oleh seseorang kepada orang lain
untuk memberitahu, mengubah sikap, pendapat, atau perilaku, baik secara lisan
(langsung) ataupun tidak langsung (melalui media).
Raymond Ross
Komunikasi adalah proses menyortir, memilih, dan pengiriman simbol-simbol
sedemikian rupa agar membantu pendengar membangkitkan respons/ makna dari
pemikiran yang serupa dengan yang dimaksudkan oleh komunikator.
Gerald R. Miller
Komunikasi terjadi saat satu sumber menyampaikan pesan kepada penerima
dengan niat sadar untuk memengaruhi perilaku mereka.
Everett M. Rogers
Komunikasi adalah proses suatu ide dialihkan dari satu sumber kepada satu atau
banyak penerima dengan maksud untuk mengubah tingkah laku mereka.
Carl I. Hovland
Komunikasi adalah suatu proses yang memungkinkan seseorang menyampaikan
rangsangan (biasanya dengan menggunakan lambang verbal) untuk mengubah
perilaku orang lain.
New Comb
Komunikasi adalah transmisi informasi yang terdiri dari rangsangan diskriminatif
dari sumber kepada penerima.
Bernard Barelson & Garry A. Steiner
Komunikasi adalah proses transmisi informasi, gagasan, emosi, keterampilan dan
sebagainya dengan menggunakan simbol-simbol, kata-kata, gambar, grafis, angka,
dsb.
Colin Cherry
Komunikasi adalah proses dimana pihak-pihak saling menggunakan informasi
dengan untuk mencapai tujuan bersama dan komunikasi merupakan kaitan
hubungan yang ditimbulkan oleh penerus rangsangan dan pembangkitan
balasannya.
Definisi komunikasi : Menurut Forsdale (1981) seorang ahli pendidikan terutama
ilmu komunikasi : Dia menerangkan dalam sebuah kalimat bahwa
“communication is the process by which a system is established, maintained and
altered by means of shared signals that operate according to rules”. Komunikasi
adalah suatu proses dimana suatu sistem dibentuk, dipelihara, dan diubah dengan
tujuan bahwa sinyal-sinyal yang dikirimkan dan diterima dilakukan sesuai dengan
aturan.
Analisis : Komunikasi adalah sebuah cara yang digunakan sehari-hari dalam
menyampaikan pesan/rangsangan(stimulus) yang terbentuk melalui sebuah proses
yang melibatkan dua orang atau lebih. Dimana satu sama lain memiliki peran
dalam membuat pesan, mengubah isi dan makna, merespon pesan/rangsangan
tersebut, serta memeliharanya di ruang publik. Dengan tujuan sang “receiver”
(komunikan) dapat menerima sinyal-sinyal atau pesan yang dikirimkan oleh
“source” (komunikator).
William J. Seller
William J.Seller mengatakan bahwa komunikasi adalah proses dimana simbol
verbal dan nonverbal dikirimkan, diterima dan diberi arti.
Kesimpulan: Komunikasi adalah pesan yang disampaikan kepada
komunikan(penerima) dari komunikator(sumber) melalui saluran-saluran tertentu
baik secara langsung/tidak langsung dengan maksud memberikan dampak/effect
kepada komunikan sesuai dengan yang diingikan komunikator.
Komunikasi Efektif adalah komunikasi yang mampu menghasilkan perubahan
sikap (attitude change) pada orang yang terlibat dalam komunikasi.Komunikasi
Efektif adalah saling bertukar informasi, ide, kepercayaan, perasaan dan sikap
antara dua orang atau kelompok yang hasilnya sesuai dengan harapan.
(http://www.ilmusahid.com/2015/09/pengertian-komunikasi-tujuan-komunikasi.html)

B. Bentuk-Bentuk Komunikasi

1. Komunikasi intrapribadi

Komunikasi intrapribadi (intrapersonal communication) adalah komunikasi


dengan diri sendiri, baik kita sadari atau tidak. Misalnya berpikir.
Komunikasi interpersonal adalah proses pertukaran informasi diantara
seseorang dengan paling kurang seorang lainnya atau biasanya di antara dua
orang yang dapat langsung diketahui balikannya. (Muhammad, 2005,p.158-
159).
Menurut Devito (1989), komunikasi interpersonal adalah penyampaian pesan
oleh satu orang dan penerimaan pesan oleh orang lain atau sekelompok kecil
orang, dengan berbagai dampaknya dan dengan peluang untuk memberikan
umpan balik segera (Effendy,2003, p. 30).
Komunikasi interpersonal adalah komunikasi antara orang-orang secara tatap
muka, yang memungkinkan setiap pesertanya menangkap reaksi orang lain
secara langsung, baik secara verbal atau nonverbal. Komunikasi interpersonal
ini adalah komunikasi yang hanya dua orang, seperti suami istri, dua sejawat,
dua sahabat dekat, guru-murid dan sebagainya (Mulyana, 2000, p. 73)
Menurut Effendi, pada hakekatnya komunikasi interpersonal adalah
komunikasi antar komunikator dengan komunikan, komunikasi jenis ini
dianggap paling efektif dalam upaya mengubah sikap, pendapat atau perilaku
seseorang, karena sifatnya yang dialogis berupa percakapan. Arus balik
bersifat langsung, komunikator mengetahui tanggapan komunikan ketika itu
juga. Pada saat komunikasi dilancarkan, komunikator mengetahui secara pasti
apakah komunikasinya positif atau negatif, berhasil atau tidaknya. Jika ia
dapat memberikan kesempatan pada komunikan untuk bertanya seluas-
luasnya (Sunarto, 2003, p. 13).
Klasifikasi Komunikasi Interpersonal
Redding yang dikutip Muhammad (2004, p. 159-160) mengembangkan
klasifikasi komunikasi interpersonal menjadi interaksi intim, percakapan
sosial, interogasi atau pemeriksaan dan wawancara.

 Interaksi intim termasuk komunikasi di antara teman baik, anggota


famili, dan orang-orang yang sudah mempunyai ikatan emosional yang
kuat.
 Percakapan sosial adalah interaksi untuk menyenangkan seseorang
secara sederhana. Tipe komunikasi tatap muka penting bagi
pengembangan hubungan informal dalam organisasi. Misalnya dua
orang atau lebih bersama-sama dan berbicara tentang perhatian, minat
di luar organisasi seperti isu politik, teknologi dan lain sebagainya.
 Interogasi atau pemeriksaan adalah interaksi antara seseorang yang ada
dalam kontrol, yang meminta atau bahkan menuntut informasi dari
yang lain. Misalnya seorang karyawan dituduh mengambil barang-
barang organisasi maka atasannya akan menginterogasinya untuk
mengetahui kebenarannya.
 Wawancara adalah salah satu bentuk komunikasi interpersonal di mana
dua orang terlibat dalam percakapan yang berupa tanya jawab.
Misalnya atasan yang mewawancarai bawahannya untuk mencari
informasi mengenai suatu pekerjaannya.

2. Komunikasi antarpribadi
Komunikasi antarpribadi (interpersonal communication) adalah komunikasi
antara orang-orang secara tatap muka, yang memungkinkan respon verbal
maupun nonverbal berlangsung secara langsung. Bentuk khusus komunikasi
antarpribadi ini adalah komunikasi diadik (dyadic communication) yang
hanya melibatkan dua individu, misalnya suami-istri, dua sejawat, guru-
murid. Ciri-ciri komunikasi diadik adalah pihak-pihak yang berkomunikasi
berada dalam jarak yang dekat; pihak-pihak yang berkomunikasi mengirim
dan menerima pesan secara langsung dan simultan.
penggunaan bahasa atau pikiran yang terjadi di dalam diri komunikator
sendiri antara self dengan God. Komunikasi intrapersonal merupakan
keterlibatan internal secara aktif dari individu dalam pemrosesan simbolik
dari pesan-pesan. Seorang individu menjadi pengirim sekaligus penerima
pesan, memberikan umpan balik bagi dirinya sendiri dalam proses internal
yang berkelanjutan. Komunikasi intrapersonal dapat menjadi pemicu bentuk
komunikasi yang lainnya. Pengetahuan mengenai diri pribadi melalui proses-
proses psikologis seperti persepsi dan kesadaran (awareness) terjadi saat
berlangsungnya komunikasi intrapribadi oleh komunikator. Untuk memahami
apa yang terjadi ketika orang saling berkomunikasi, maka seseorang perlu
untuk mengenal diri mereka sendiri dan orang lain. Karena pemahaman ini
diperoleh melalui proses persepsi. Maka pada dasarnya letak persepsi adalah
pada orang yang mempersepsikan, bukan pada suatu ungkapan ataupun
obyek.
Aktivitas dari komunikasi intrapribadi yang kita lakukan sehari-hari dalam
upaya memahami diri pribadi diantaranya adalah; berdo'a, bersyukur,
instrospeksi diri dengan meninjau perbuatan kita dan reaksi hati nurani kita,
mendayagunakan kehendak bebas, dan berimajinasi secara kreatif .
Pemahaman diri pribadi ini berkembang sejalan dengan perubahan perubahan
yang terjadi dalam hidup kita. Kita tidak terlahir dengan pemahaman akan
siapa diri kita, tetapi prilaku kita selama ini memainkan peranan penting
bagaimana kita membangun pemahaman diri pribadi ini
Kesadaran pribadi (self awareness) memiliki beberapa elemen yang mengacu
pada identitas spesifik dari individu (Fisher 1987:134). Elemen dari kesadaran
diri adalah konsep diri, proses menghargai diri sendiri (self esteem), dan
identitas diri kita yang berbeda beda (multiple selves).
3. Komunikasi kelompok (kecil)
Komunikasi kelompok merujuk pada komunikasi yang dilakukan sekelompok
kecil orang (small-group communication). Kelompok sendiri merupakan
sekumpulan orang yang mempunyai tujuan bersama, yang berinteraksi satu
sama lain untuk mencapai tujuan bersama, saling mengenal satu sama lain,
dan memandang mereka sebagai bagian dari kelompok tersebut. Komunikasi
antarpribadi berlaku dalam komunikasi kelompok.
4. Komunikasi publik
Komunikasi publik adalah komunikasi antara seorang pembicara dengan
sejumlah orang (khalayak), yang tidak bisa dikenali satu persatu. Komunikasi
publik meliputi ceramah, pidato, kuliah, tabligh akbar, dan lain-lain. Ciri-ciri
komunikasi publik adalah: berlangsung lebih formal; menuntut persiapan
pesan yang cermat, menuntut kemampuan menghadapi sejumlah besar orang;
komunikasi cenderung pasif; terjadi di tempat umum yang dihadiri sejumlah
orang; merupakan peristiwa yang direncanakan; dan ada orang-orang yang
ditunjuk secara khusus melakukan fungsi-fungsi tertentu.
5. Komunikasi organisasi
Komunikasi organisasi (organizational communication) terjadi dalam suatu
organisasi, bersifat formal dan informal, dan berlangsung dalam jaringan yang
lebih besar dari komunikasi kelompok. Komunikasi organisasi juga
melibatkan komunikasi diadik, komunikasi antarpribadi, dan komunikasi
publik tergantung kebutuhan.
6. Komunikasi massa
Komunikasi massa (mass communication) adalah komunikasi yang
menggunakan media massa cetak maupun elektronik yang dikelola sebuah
lembaga atau orang yang dilembagakan yang ditujukan kepada sejumlah besar
orang yang tersebar, anonim, dan heterogen. Pesan-pesannya bersifat umum,
disampaikan secara serentak, cepat dan selintas.
Ciri-ciri komunikasi massa adalah sebagai berikut:
1. Komunikator biasanya suatu lembaga media massa
2. Hubungan antara komunikator dan pemirsa bukan bersifat pribadi
3. Menggunakan media massa
4. Mediumnya dapat digunakan oleh orang banyak
5. Komunikan adalah massa, yang bersifat heterogen
6. Penyebaran pesan serentak pada saat yang bersamaan
7. Umpan balik bersifat tidak langsung
8. Pesan yang disebarkan cendrung tidak langsung berpengaruh terhadap
massa
(http://www.definisi-pengertian.com/2015/06/jenis-jenis-komunikasi.html)

C. Jenis-Jenis Komunikasi
1. Komunikasi berdasarkan Penyampaian

Pada umumnya setiap orang dapat berkomunikasi satu sama lain karena manusia
tidak hanya makhluk individu tetapi juga makhluk sosial yang selalu mempunyai
kebutuhan untuk berkomunikasi dengan sesamanya. Namun tidak semua orang
terampil berkomunikasi, oleh sebab itu dibutuhkan beberapa cara dalam
menyampaikan informasi.

Berdasarkan cara penyampaian informasi dapat dibedakan menjadi 2 ( dua ), yaitu

a. Komunikasi verbal ( Lisan )

Yang terjadi secara langsung serta tidak dibatasi oleh jarak , dimana kedua belah
pihak dapat bertatap muka. Contohnya dialog dua orang.

Yang terjadi secara tidak langsung akibat dibatasi oleh jarak. contohnya
komunikasi lewat telepon.

b. Komunikasi nonverbal ( Tertulis )

Naskah , yang biasanya digunakan untuk menyampaikan kabar yang bersifat


kompleks.

Gambar dan foto akibat tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata atau kalimat.

2. Komunikasi berdasarkan Prilaku

Komunikasi bedasarkan prilaku dapat dibedakan menjadi :


 Komunikasi Formal , yaitu komunikasi yang terjadi diantara organisasi
atau perusahaan yang tata caranya sudah diatur dalam struktur
organisasinya. Contohnya seminar.
 Komunikasi Informal , yaitu komunikasi yang terjadi pada sebuah
organisasi atau perusahaan yang tidak ditentukan dalam struktur organisasi
serta tidak mendapat kesaksian resmi yang mungkin tidak berpengaruh
kepada kepentingan organisasi atau perusahaan. Contohnya kabar burung ,
desas-desus, dan sebagainya.
 Komunikasi Nonformal , yaitu komunikasi yang terjadi antara komunikasi
yang bersifat formal dan informal , yaitu komunikasi yang berhubungan
dengan pelaksanaan tugas pekerjaan organisasi atau perusahaan dengan
kegiatan yang bersifat pribadi anggota organisasi atau perusahaan tersebut.
Contohnya rapat mengenai ulang tahun perusahaan.
3. Komunikasi berdasarkan Kelangsungannya

Berdasarkan Kelangsungannya , komunikasi dapat dibedakan menjadi :

 Komunikasi Langsung , yaitu proses komunikasi dilakukan secara


langsung tanpa bantuan perantara orang ketiga ataupun media komunikasi
yang ada dan tidak dibatasi oleh adanya jarak.
 Komunikas Tidak Langsung , yaitu proses komunikasinya dilaksanakan
dengan bantuan pihak ketiga atau bantuan alat - alat media komunikasi.
4. Komunikasi Berdasarkan Maksud Komunikasi

Berdasarkan maksud komunikasi dapat dibedakan sebagai berikut :

a. Berpidato

b. Memberi Ceramah

c. Wawancara

d. Memberi Perintah alias Tugas

Dengan demikian jelas bahwa inisiatif komunikator menjadi hal penentu ,


demikian pula kemampuan komunikator yang memegang peranan kesuksesan
proses komunikasinya.
5. Komunikasi Berdasarkan Ruang Lingkup

Berdasarkan Ruang Lingkupnya , komunikasi dapat dibedakan sebagai berikut :

a. Komunikasi Internal

 Komunikasi internal dapat dibedakan menjadi 3 ( tiga ) macam , yaitu :


 Komunikasi vertikal yang terjadi di dalam bentuk komunikasi dari
pemimpin kepada anggota , seperti perintah , teguran , pujian , dan
sebagainya.
 Komunikasi horizontal yang terjadi di dalam ruang lingkup organisasi atau
perusahaan diantara orang - orang yang memiliki kedudukan sejajar .
 Komunikasi diagonal yang terjadi di dalam ruang lingkup organisasi atau
perusahaan diantara orang - orang yang memiliki kedudukan berbeda pada
posisi tidak sejalur vertikal.

b. Komunikasi Eksternal

Komunikasi yang terjadi antara organisasi atau perusahaan dengan pihak


masyarakat yang ada diluar organisasi atau perusahaan tersebut. Komunikasi
eksternal dimaksudkan untuk memperoleh pengertian , kepercayaan , bantuan dan
kerjasama dengan masyarakat.

Komunikasi dengan pihak luar bisa berbentuk :

Eksposisi , pameran , promosi, dan sebagainya.

Konperensi pers.

Siaran televisi , radio dan sebagainya.

Bakti sosial.

6. Komunikasi Bedasarkan Jumlah Yang Berkomunikasi

Komunikasi berdasarkan Jumlah yang berkomunikasi , dapat dibedakan menjadi :


Komunikasi Perseorangan , yaitu komunikasi yang terjadi dengan cara
perseorangan atau individu antara pribadi dengan pribadi mengenai persoalan
yang bersifat pribadi juga.

Komunikasi Kelompok , yaitu komunikasi yang terjadi pada kelompok mengenai


persoalan - persoalan yang menyangkut kepentingan kelompok. Perbedaanya
dengan komunikasi perseorangan yaitu komunikasi ini lebih terbuka dibandingkan
dengan komunikasi perseorangan.

7. Komunikasi Berdasarkan Peranan Individu

Dalam komunikasi ini , peranan individu sangat mempengaruhi kesuksesan proses


komunikasinya. Berikut beberapa macam komunikasi berdasarkan peranan
individu, diantaranya :

Komunikasi antar individu dengan individu yang lain. Komunikasi ini terjadi
secara nonformal maupun informal , individu bertindak sebagai komunikator
mampu mempengaruhi individu yang lain.

Komunikasi antar individu dengan lingkungan yang lebih luas. Komunikasi ini
terjadi karena individu yang dimaksud memiliki kemampuan yang tinggi untuk
mengadakan hubungan dengan lingkungan yang lebih luas.

Komunikasi antar individu dengan dua kelompok atau lebih. Pada komunikasi ini
individu berperan sebagai perantara antara dua kelompok atau lebih, sehingga
dituntut kemampuan yang prima untuk menjadi penyelaras yang harmonis.

8. Komunikasi Berdasarkan Jaringan Kerja

Didalam suatu organisasi atau perusahaan , komunikasi akan terlaksana


berdasarkan sistem yang ditetapkan dalam jaringan kerja.

Komunikasi berdasarkan jaringan kerja ini dapat dibedakan menjadi :

Komunikasi jaringan kerja rantai , yaitu komunikasi terjadi menurut saluran


hirarki organisasi dengan jaringan komando sehingga mengikuti pola komunikasi
formal.
Komunikasi jaringan kerja lingkaran , yaitu komunikasi terjadi melalui saluran
komunikasi yang berbentuk seperti pola lingkaran.

Komunikasi jaringan bintang , yaitu komunikasi terjadi melalui satu sentral dan
saluran yang dilewati lebih pendek.

9. Komunikasi Berdasarkan Ajaran Informasi


Komunikasi berdasarkan Ajaran Informasi dapat dibedakan menjadi :
 Komunikasi satu arah , yaitu komunikasi yang berjalan satu pihak
saja (one way Communication).
 Komunikasi dua arah , yaitu komunikasi yang bersifat timbal balik (two
ways communication).
 Komunikasi ke atas , yaitu komunikasi yang terjadi dari bawahan terhadap
atasan.
 Komunikasi ke bawah , yaitu komunikasi yang terjadi dari atasan terhadap
bawahan.

Komunikasi kesamping , yaitu komunikasi yang terjadi diantara orang yang mempunyai
kedudukan sejajar.

(http://www.ilmusahid.com/2015/09/pengertian-komunikasi-tujuan-komunikasi.html)

D. Hambatan Dalam Komunikasi

Hambatan adalah faktor-faktor yang dapat mengganggu penerimaan pesan.


Karena pesan yang diterimanya terganggu maka penerima pesan bisa saja salah
memaknai pesan yang diterimanya.Faktor-faktor yang berpotensi menjadi
penghambat terbangunnya komunikasi yang efektif, diantaranya adalah

 Bahasa

Misalnya saja, A yang berasal dari Sunda sedang berpergian ke Jogjakarta,


dan diundang makan malam di rumah koleganya. Saat makan malam tuan
rumah menghidangkan beberapa menu makanan dan menyebutkan satu
persatu menunya. Tuan rumah mengatakan “Ini Jangan asem”, “Ini Jangan
lodeh” dan beberapa “Jangan”, menu terakhir tuan rumah mengatakan “Ini
tahu dan tempe”. Alhasil A yang berasal dari Sunda itu pun hanya makan
nasi dengan tempe dan tahu.Faktanya adalah kata “Jangan” dalam Bahasa
Jawa berarti “Sayur” dalam Bahasa Indonesia. Karena adanya hambatan
bahasa tersebut, A yang berasal dari Sunda itu memaknai kata “jangan”
tersebut dengan “jangan dimakan”. Artinya komunikasi antara tuan rumah
dan A tidak efektif karena maksud komunikasi tuan rumah dimaknai secara
berbeda oleh A.

 Lingkungan
Berkomunikasi dilingkungan yang kurang mendukung untuk berkomunikasi
dengan baik seperti dekat dengan mesin yang mengeluarkan bunyi bising
akan dapat mengganggu proses komunikasi. Kata-kata yang diucapkan oleh
pengirim bisa saja tidak diterima secara sempurna, dan pada akhirnya dapat
menimbulkan salah memaknai pesan yang dimaksudkan oleh si pengirim.
 Fisik
Keterbatasan fisik dari si pengirim maupun si penerima dapat menjadi
hambatan untuk berkomunikasi secara efektif. Misalnya jika pengirim pesan
memiliki keterbatasan fisik untuk berbicara seperti bisu atau sebaliknya
penerima pesan memilki keterbatasan fisik untuk mendengar seperti tuli maka
hal ini berpotensi menjadi hambatan untuk komunikasi yang efektif.
 Psikologi
Faktor psikologis dapat menjadi hambatan untuk terciptanya komunikasi
yang efektif. Jika si pengirim dan/atau penerima berada dalam keadaan
psikologis yang kurang memungkinkan untuk berkomunikasi secara sehat,
misalnya dalam keadaan marah, maka hal ini berpotensi menjadi hambatan
untuk komunikasi yang efektif

Jadi, komunikator yang efektif akan memperhatikan hal-hal yang sekiranya


berpotensi dapat menghambat efektifitas komunikasi yang dilakukannya.

(http://www.ubm.ac.id/faktor-hambatan-barriers-dalam-komunikasi-yang-efektif/)