Anda di halaman 1dari 15

STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL

INSTALASI RSUD H. ABDURRAHMAN SAYOETI


KOTA JAMBI
TAHUN 2018

Oleh :
Instalasi CSSD

INSTALASI CSSD RSUD H. ABDURRAHMAN SAYOETI


TAHUN 2018
PEMERINTAH DAERAH KOTA JAMBI
RSUD. H. ABDURRAHMAN SAYOETI
KOTA JAMBI
Alamat : KH. Hasan Anang RT.08 Kel. Olak Kemang Kec. Danau Teluk Kota Jambi 36262

KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKIT UMUM DAERAH H. ABDURRAHMAN SAYOETI


KOTA JAMBI
NOMOR : TAHUN 2018

TENTANG
STANDAR OPERASIOANAL PELAYANAN CSSD (CENTRAL SUPPLY STERILIZE
DEPARTEMEN) DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH H. ABDURRAHMAN
SAYOETI KOTA JAMBI

DIREKTUR RUMAH SAKIT UMUM DAERAH H. ABDURRAHMAN SAYOETI KOTA


JAMBI

Menimbang : 1. Bahwa dalam upaya meningkatkan mutu maka diperlukan kebijakan pedoman
pelayanan di Rumah Sakit
2. Bahwa agar kebijakan tentang pedoman pelayanan instalasi CSSD di Rumah
Sakit H. Abdurrahman Sayoeti Kota Jambi dapat terlaksana dengan baik maka
perlu adanya peraturan kepala rumah sakit tentang pedoman pelayanan

Mengingat : 1. Undang-undang Nomor 9 Tahun 1956 tentang pembentukan daerah otonom


kota besar dalam lingkungan daerah Propinsi Sumatera Tengah (Lembaran
Negara Republik Indonesia tahun 1956 Nomor 20)
2. Undang-undang nomer 23 tahun 2004 tetang pemerintahan daerah (Lembaran
Negara Republik Indonesia tahun 2004 nomor 125 tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia nomor 4437) sebagaimana telah diubah beberapa
kali terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 tahun 2008 tentang perubahan
kedua atas Undang-Undang Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah
(Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2008 nomor 59 tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia nomor 4).
3. Undang nomer 36 tahun 2009 tentang kesehtan (Lembaran Negara Republik
Indonesia tahun 2009 nomor 144, tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia nomor 5063).
4. Undang-undang nomor 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit (Lembaran
Negara Republik Indonesia tahun 2009 nomor 153, tambahan lembaran negara
republik indonesia nomor 5072).
5. Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 986/Menkes/Peraturan/XI/1992 tentang
Penyehatan Lingkungan Rumah Sakit
6. Peraturan daerah Kota Jambi nomor 6 tahun 2008 tentang Organisasi Rumah
Sakit Umum Daerah H. Abdurrahman Sayoeti Kota Jambi (lembaran Daerah
Kota Jambi tahun 2008 nomor 6).

MEMUTUSKAN

Menetapkan : KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKIT UMUM DAERAH H.


ABDURRAHMAN SAYOETI KOTA JAMBI TENTANG PEDOMAN
STANDAR OPERASIOANAL PELAYANAN CSSD RUMAH SAKIT H.
ABDURRAHMAN SAYOETI KOTA JAMBI

KESATU : Standar Operasioanal Pelayanan CSSD Rumah Sakit H. Abdurrahman Sayoeti


Kota Jambi

Kedua : Instalasi CSSD bertanggung jawab kepada direktur RSUD H. Abdurrahman


Sayoeti Kota Jambi melalui kepala bidang penunjang atas pelaksana tugas,
fungsi dan wewenangnya sesuai dengan standar pelayanan CSSD.

Ketiga : Standar Operasioanal Pelayanan CSSD yaitu :


1. RSUD H. Abdurrahman Sayoeti memberikan standar baku pelayanan
kepada bagian lain yang membutuhkan pemrosesan dan sterilisasi
instrumen, meliputi penjelasan peraturan dan prosedur yang digunakan
dan implementasi sesuai dengan metode.
2. Pedoman kerja petugas sterilisasi dalam menghasilkan produk yang
bermutu.
Keempat : Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dengan ketentuan apabila
dikemudian hari terdapat kekliruan dalam penetapannya maka akan di tinjau
dan diperbaiki sebagamana mestinya

Ditetapkan di Jambi
Pada tanggal 2018

Dr. D. Waskito
NIP. 19690620 200907 1 001
DAFTAR ISI

Halaman

I Penggunaan alat singgle Use dan Re-Use................................................... .......... 1

II Penerimaan barang/instrumen dari unit di rawat inap dan luar rawat inap

Atau luar rumah sakit............................................................................................. 3

III Pencucian Alat kesehatan /instrumen dan linen dengan bahan dasar logam-

Kaca : endoscopy : sarung tangan dan trolly.......................................................... 6

IV Sterilisasi alat kesehatan / instrumen dan linen dengan menggunakan autoclave

steam...................................................................................................................... 8

V Sterilisasi Alat kesehatan / instrumen dan linen dengan menggunakan mesin

ETO........................................................................................................................ 10

VI Labeling produk steril dan masa penyimpanan alat kesehatan............................ 12


RSUD
H. Abdurrahman Sayoeti
PENGGUNAAN ALAT SINGLE USE DAN RE USE
Kota Jambi

Dokumen Revisi Halaman


/K 00 1/1

Tanggal terbit Disyahkan oleh


PROSEDUR Direktur RSU H. Abdurrahman Sayoeti
TETAP

Dr. D. Waskito
NIP. 19690620 200907 1 001
Pengertian Alat single use adalah alat medis dysposible yang dinyatakan oleh pihak pabrik
untuk penggunaan alat sekali pakai
Alat re-use able adalah alat medis yang direkomendasikan oleh pihak pabrik
dapat dipergunakan kembali
Alat single use re-use adalah alat medis single use yang akan dapat digunakan
kembali oleh karena pertimbangan pengadaan sulit didapat dan harga yang
mahal yang diatur dalam kebijakan.
Tujuan Mengatur penggunaan alat single use yang akan digunakan kembali dengan
menetapkan tetap memperhatikan keamanan pasien

Kebijakan Alat single use re use harus memperhatikan syarat-syarat yang di


rekomendasikan yaitu kondisi alat masih baik,tidak rusak,tidak cacat dan
mudah digunakan kembali
Prosedur Kerja 1. Daftar alat single use re use
No Nama Alat Ruang Penggunaan
1. Venous Canule 3 kali re use
2. Aortic Canule 3 kali re use
3. Aortic punch 3 kali re use
4. Dialyser 7 kali re use
5. Biopsi Forcep EGI Poliklinik 7 Kali re use
Penyakit
Dalam
6. Spuit BMP Hematologi 7 kali re use
7. Spiut Biopsy Sumsum Hematologi 7 kali re use
Tulang
8. Biopsi Poliklinik 7 Kali re use
Forcep/Alligator Paru
Bronchoscopy
9. Aspiration Biopsi Poli Klinik 7 Kali re use
Sheet Bronchoscopy Paru
10. Cytology Brushes Poliklinik 7 kali re use
Bronchoscopy Paru
11. Acromionizer Pul IKO 1 Kali re use
Radius Incisor
(Shaver)
12 Super Turbovac 90 IKO 1 Kali re use
13 Aortic Root IKO 3 Kali re use
2. Prosedur sterilisasi alat single use re use
a. Alat single use yang akan digunakan kembali harus di nilai oleh
user (operator), apakah masih memenuhi syarat,tidak berubah
bentuk,tidak berubah warna,tidak cacat dan dapat digunakan
kembali
b. Proses dekontaminasi,pembersihan,pengemasan,pelabelan
sesuai dengan SOP yang berlaku.
c. Alat single use re use harus di simpan dalam tempat tersendiri
d. Dilakukan pencatatan dan evaluasi

Unit terkait INSTALASI BEDAH SENTRAL, RAWAT INAP, RAWAT JALAN, IGD, ICU
RSUD
H. Abdurrahman Sayoeti PENERIMAAN BARANG/INSTRUMENT DARI UNIT DI RAWAT INAP DAN
Kota Jambi LUAR RAWAT INAP ATAU LUAR RUMAH SAKIT

Dokumen Revisi Halaman

/K 00 1/3

Tanggal terbit Disyahkan oleh

PROSEDUR Direktur RSU H. Abdurrahman Sayoeti

TETAP

Dr. D. Waskito

NIP. 19690620 200907 1 001

Pengertian Adalah suatu proses menerima dan mendokumntasikan barang/instrument dari


unit di Rawat Inap dan unit di luar Rawat Inap dan atau dari luar rumah sakit
untuk di sterilkan.

Tujuan 1. Barang/instrument yang akan disterilkan tercatat/ terinventarisasi


sesuai dengan jenis dan jumlahnya
2. Untuk menenetukan proses dekontaminasi dan proses sterrilisasi yang
tefektif dan tepat
3. Untuk pengendalian stock serta utility barang instrument steril yang
tersedia
Kebijakan Pelayanan dan proses sterilisasi dirumah sakit

Prosedur Kerja A. Dari Unit di Rawat Inap


1. Petugas Unit
a. Barang/instrument kotor dikirim melalui lift kotor (1) dalam
kondisi terendam dalam cairan disinfectan. Dan atau dalam
kondii bersih dan kering bila dikirim pada jam 15.00 WIB atau
lebih
b. Pengiriman disertai dengan buku ekspedisi yang berisi tanggal
pengiriman; nama set, jumlah kotor dan bersih, nama dan
tanda tangan/petugas pengiriman.
2. Petugas CSSD
a. Menerima dan cek kesesuaian barang yang dikirim dengan yang
tertulis dalam buku ekspedisi. Sesuai paraf nama terang dan
jam penerimaan
b. Membuat bon penitipan, rangkap 3 yang berisi tanggal; nama
unit, macam dan jumlah set, paraf dan nama terang
c. Bon warna biru untuk indentitas barang/dilekatkan pada
barang, bon warna putih, digunakan untuk konrtrol pada saat
pendistribusian barang steril ke unit
d. Serahkan barang/instrument yang diterima kepetugas
pencucian
e. Catat jumlah tiap set instrument yang telah bersih ke petugas
packing dan labeling kemudian catan pada buku atau form
mesin sterilisasi.

B. Dari luar unit di rumah sakit


1. Petugas Unit (pelanggan internal dan eksternal)
a. Menyiapkan dan membawa barang /instrument yang telah
bersih dan kering ke CSSD dalam kantong plastic bersih atau
trolly dengan kantong warna biru.
b. Pengiriman disertai dengan buku ekspedisi yang berisi : tanggal,
nama set, jumlah dan paraf petugas CSSD
c. Menulis/mengisi buku pemasukan (absensi) di CSSD
paraf/tanda tangan dan nama terang pada bon yang dibuat
oleh petugas CSSD (Persetujuan Penitipan/Peminjaman)
2. Petugas CSSD
a. Menerima dan cek kesesuaian barang yang dikirim dengan yang
tertulis dalam buku expedisi dan atau daftar set instrument bila
sesuai – paraf dan nama terang
b. Membuat bon penitiapan/peminjaman, rangkap 3 yang berisi
tanggal, jam, unit, macam dan julah set, paraf dan nama terang
c. Menyerahkan bon warna putih (untuk Pengembalian) Biru
untuk identitas barang (dilekatkan pada barang), kuning untuk
arsip
d. Untuk barang/instrument peminjaman
- Keluarkan barang dan instrument dari wadah, cek jumlah
dan jenis barang/instrument yang diterima
- Lakukan proses dekontaminasi tahap ke 2 yaitu dengan
desinfectan (sesuai ketentuan) atau pencucian dengan
washer desinfectan
- Bila terlihat masih kotor, pisahkan dan lakukan proses
pencucian dan dekontaminasi ulang
- Bila terlihat masih kotor, pisahkan dan lakukan proses
pencucian dan dekontaminasi ulang
- Kum,pulkan dan lakukan sortir pebungkus (pouches) yang
masih layak pakai (pouches dapat dipakai 2 kali)
- Serahkan set barang /instrument yang telah bersih ke
petugas packing dan labeling
e. Untuk barang/instrument penitipan
- Cek secara fisik pembungkus (sesuai dan rapi) beri label dan
indicator
- Serahkan ke petugas untuk proses sterilisasi catat pada
buku form mesin sterilisasi

Unit terkait INSTALASI BEDAH SENTRAL, RAWAT INAP, RAWAT JALAN, IGD, ICU
RSUD
H. Abdurrahman Sayoeti PENCUCIAN ALAT KESEHATAN/INSTRUMENT DENGAN BAHAN
Kota Jambi DASAR LOGAM-KACA; KARET-PLASTIK; ENDOSCOPY; SARUNG
TANGAN DAN TROLLY

Dokumen Revisi Halaman

/K 00 1/6

Tanggal terbit Disyahkan oleh


Direktur RSU H. Abdurrahman Sayoeti
PROSEDUR
TETAP
Dr. D. Waskito

NIP. 19690620 200907 1 001

Pengertian Adalah suatu proses pencucian untuk membersihkan barang/instrument dari


kotoran /kontaminan baik secara manual; meka-nikal atau kombinasi
keduanya.

Tujuan Mendapatkan alat kesehatan/instrument bersih dari kotoran/kontaminan


baik yang kelihatan maupun yang tidak sehingga aman untuk proses
desinfeksi dan sterilisasi

Kebijakan Pelayanan dan proses sterilisasi di rumah sakit

Prosedur Kerja 1. Sebelum melakuka pencucian petugas memkai APD lengkap sesuai
ketentuan
2. Instrument/alat dari dasar stainless dan kaca :
a. Instrument/alat kotor dari unti GBST dikirim dalam kondisi
terendam dalam cairan desinfectan.
- Larutan klorine 0,5 % untuk instrument infeksius
- Larutan klorheksidine 3,5 % untuk instrument non infeksius
b. Pencucian secara manual
1. Pencucian dilakukan perset instrument/alat dengan air
mengalir, bila perlu disikat diberi detergent sampai dengan
kotoran/kontaminan hilang
2. Bilas dengan air panas (hangat) samapi dengan bersih
3. Rendam dalam larutab klorin 0,1% selama 5-10 menit
4. Bilas dengan air mengalir, keingkan dengan udara panas
5. Hitung instrument yang dicuci dan informasikan ke petugas
setting.
6. Serahkan ke petugas setting, untuk digabung dan disetting
dengan set bersih, catat jumlahnya pada form yang tersedia

3. Instrument/alat dari karet/plastic:


a. Instrument/alat dari unti GBST dikirim dalam kondisi terendam
dalam cairan klorheksidine 3,5 % (larutan klorine tidak boleh
digunakan ).
b. Pencucian secara manual :
1. Pencucian dilakukan perset instrument/alat dengan air
mengalir, bila perlu disikat dan diberi detergen samapi
dengan kotoran/kontaminan hilang
2. Bilas dengan air panas (hangat) samapi dengan bersih
3. Rendam dalam larutan khlorheksidine 1 % selama 5- 10 menit
4. Bilas dengan air mengalir, keringkan dengan udara panas
5. Hitung instrument yang dicuci dan informasikan ke petugas
setting.
6. Serahkan ke petugas setting, untuk digabung dan disetting
dengan sisa set bersih, catat jumlahnya pada form yang
tersedia.
4. Trolly dan atau kantong kereta
a. Pencucian
- Siapkan larutan detergen
- Cuci dengan larutan detergen sampai bersih, bilas dengan air
keringkan dan poles dengan polis stainless steel
- Pencucian dilakukan minimal 3 bulan sekali dan atau trolly
tampak kotor
b. Dekontaminasi
- Siapkan larutan desinfektan
- Lap (usap) trolly dengan larutan desinfektan kemudian
keringkan
- Desinfektan trolly minimal 1 minggu sekali
Unit terkait INSTALASI BEDAH SENTRAL, RAWAT INAP, RAWAT JALAN, IGD, ICU
RSUD
H. Abdurrahman Sayoeti
STERILISASI ALAT KESEHATAN / INSTRUMENT DAN LINEN DENGAN
Kota Jambi
MENGGUNAKAN AUTOCLAVE STEAM

Dokumen Revisi Halaman


/K A 1/8

Tanggal terbit Disyahkan oleh


PROSEDUR Direktur RSU H. Abdurrahman Sayoeti
TETAP

Dr. D. Waskito
NIP. 19690620 200907 1 001
Pengertian Sterilisasi adalah proses menghilangkan/memusnahkan semua bentuk mikro
organisme termasuk endo-spora pada alat kesehatan/instrument dan atau
linen dengan menggunakan alat sterilisator.

Sterilisasi dengan autoclave steam dapat dilakukan pada alat


kesehatan/instrument, linen/kasa yang tahan panas diatas 121OC

Alat kesehatan/instrument dengan bahan dasar logam serta linen/kassa dapat


disterilkan pada :
- Suhu (T) 134oC dengan tekanan (P) 2.2 bar selama 7 menit (Program P1)
atau
- Suhu (T) 121oC dengan tekanan (P) 1.1 bar selama 20 menit menurut
(program P2)

Alat kesehatan/instrument dengan bahan dasar kaca; karet dan plastik dapat
disterilkan pada suhu (T) 121oC dengan tekanan (P) 1.1 bar selama 20 menit
(Program P2).

Tujuan 1. Mendapatkan alat kesehatan/instrument dan linen steril


2. Alat kesehatan/instrument dan linen yang disterilkan tidak rusak
3. Agar proses sterilisasi lebih efektif dan efisien

Kebijakan Pelayanan
dan proses sterilisasi di rumah sakit
Prosedur Kerja 2. Petugas memakai APD sesuai ketentuan dan melakukan hand hygiens
sebelum melakukan kegiatan
3. Petugas memilah dan mengelompokkan alat kesehatan/instrument dan
atau linen yang telah dikemas dan diberi label serta indicator external
sesuai program autoclave – P1 atau P2.
4. Catat semua kegiatan dalam buku operasional mesin dan meliputi :
tanggal; nama operator; nomer mesin; waktu pre-post; program; nama
unit; nama barang dan bobot (kg)
5. Operasional mesin autoclave
Unit terkait INSTALASI BEDAH SENTRAL, RAWAT INAP, RAWAT JALAN, IGD, ICU
RSUD
H. Abdurrahman Sayoeti
STERILISASI ALAT KESEHATAN / INSTRUMENT DAN LINEN DENGAN
Kota Jambi
MENGGUNAKAN ETHYLENE OXIDE GAS

Dokumen Revisi Halaman


/K A 1/10

Tanggal terbit Disyahkan oleh


PROSEDUR Direktur RSU H. Abdurrahman Sayoeti
TETAP

Dr. D. Waskito
NIP. 19690620 200907 1 001
Pengertian Sterilisasi adalah proses menghilangkan/memusnahkan semua bentuk mikro
organisme termasuk endo-spora pada alat kesehatan/instrument dan atau
linen dengan menggunakan alat sterilisator.

Sterilisasi dengan ethylene oxide gas dapat dilakukan pada alat yang tidak tahan
atau sensitive terhadap suhu yang tinggi, adapun suhu yang digunakan hanya
berkisar 56-57 °C.
Alat kesehatan/instrumen dengan bahan dasar plastik serta karet dapat
disterilkan pada suhu (T) 56°C dengan tekanan (P) 1,5 bar selama 7 jam
(Program P1)

Alat Kesehatan/instrument dengan bahan dasar karet plastik dapat di sterilkan


pada suhu (T) 121°C dengan tekanan (P) 1.1 bar selama 20 menit (Program P2).

Tujuan 1. Mendapatkan alat kesehatan/instrument steril


2. Alat kesehatan/instrument yang disterilkan tidak rusak
3. Agar proses sterilisasi lebih efektif dan efisien

Kebijakan Pelayanan dan proses sterilisasi di rumah sakit


Prosedur Kerja 1. Petugas memakai APD sesuai ketentuan dan melakukan hand hygiens
sebelum melakukan kegiatan
2. Petugas memilah dan mengelompokkan alat kesehatan/ yang telah
dikemas dan diberi label serta indicator external sesuai program
mesin Ethylene oxide gas.
3. Catat semua kegiatan dalam buku operasional mesin dan meliputi :
tanggal; nama operator; nomer mesin; waktu pre-post; program; nama
unit; nama barang dan bobot (kg)
4. Operasional mesin Ethylene oxide gas
Unit terkait INSTALASI BEDAH SENTRAL, RAWAT INAP, RAWAT JALAN, IGD, ICU
RSUD
H. Abdurrahman Sayoeti
LABELING PRODUK STERIL DAN MASA PENYIMPANAN
Kota Jambi
ALAT KESEHATAN

Dokumen Revisi Halaman


/K A 1/12

Tanggal terbit Disyahkan oleh


PROSEDUR Direktur RSU H. Abdurrahman Sayoeti
TETAP

Dr. D. Waskito
NIP. 19690620 200907 1 001
Pengertian Labeling produk adalah proses pemberian tanggal pada saat alat akan
disterilkan yang ditempel menggunakan stiker pada bagian eksternal produk.

Pemberian masa kadaluarsa adalah menentukan lama masa penyimpanan alat


steril, agar dapat meminimalisir resiko terkontaminasi sehingga alat yang
digunakan memiliki kualitas mutu yang baik.

Jenis alat kesehatan/instrument yang diberikan labeling


1. Tromol
2. Bak Intrument yang terbungkus laken
3. Instrument yang terbungkus pouches
4. Instrumen yang terbungkus kertas

Tujuan 1. Memberikan mutu produk steril yang baik


2. Meminimalisir resiko terkontaminasi kuman patogen

Kebijakan Pelayanan dan proses sterilisasi di rumah sakit


Prosedur Kerja 1. Petugas memakai APD sesuai ketentuan dan melakukan hand hygiens
sebelum melakukan kegiatan
2. Petugas memilah dan mengelompokkan alat kesehatan/ yang telah
Dikemas.
3. Untuk alat yang dikemas menggunakan laken,tromol dan kertas masa
penyimpanan selama 7 hari.
4. Untuk alat yang dikemas dengan pouches masa penyimpanan alat
selama 3 bulan atau tergantung kondisi pengemasan.

Unit terkait INSTALASI BEDAH SENTRAL, RAWAT INAP, RAWAT JALAN, IGD, ICU