Anda di halaman 1dari 6

LAPORAN PRAKTIKUM

ANALISIS INSTRUMEN

“PENETAPAN KADAR PHOSPAT DENGAN MOLIBDAT”

NAMA : HALIMI IKRAMINA RAHMANI


KELAS : XI AN 4
NIS : 161710237

SMK NEGERI 7 BANDUNG


2017-2018
PENETAPAN KADAR PHOSPAT DENGAN MOLIBDAT
Tanggal Percobaan : Senin 14 September 2017
Judul Percobaan : Penetapan Kadar Phospat Dengan Molibdat
Tujuan : Untuk menentukan kadar phospat dari sampel dengan molibdat
Dasar Teori :
Phospat atau fosfat adalah sebuah ion poliatomik atau radikal terdiri dari satu atom
fosforus dan empat oksigen. Dalam bentuk ionik, fosfat membawa sebuah -3 muatan formal,
dan dinotasikan PO43-. Fosfat merupakan satu -satunya bahan galian (diluar air) yang
mempunyai siklus, unsur fosfor di alam diserap oleh mahluk hidup, senyawa fosfat pada
jaringan mahluk hidup yang telah mati terurai, kemudian terakumulasi dan terendapkan di
lautan. Proses terbentuknya endapan fosfat ada tiga:
 Fosfat primer terbentuk dari pembekuan magma alkali yang bersusunan nefelin,
syenit dan takhit, mengandung mineral fosfat apatit, terutama fluor apatit {Ca5
(PO4)3 F}dalam keadaan murni mengandung 42 % P2 O5 dan 3,8 % F2.
 Fosfat sedimenter (marin), merupakan endapan fosfat sedimen yang terendapkan di
laut dalam, pada lingkungan alkali dan suasana tenang, mineral fosfat yang terbentuk
terutama frankolit.
 Fosfat guano, merupakan hasil akumulasi sekresi burung pemakan ikan dan kelelawar
yang terlarut dan bereaksi dengan batugamping karena pengaruh air hujan dan air
tanah.
Pada penetapan fosfor banyak digunakan bahan-bahan khusus diantaranya ammonium
molibdat, ammonium vanadat, asam nitrat pekat, dan air bebas ion. Amonium molibdat
(H24Mo7N6O24) merupakan senyawa berbentuk serbuk kristal berwarna putih.
Pembuatan pereaksi ini diawali dengan pelarutan ammonium molibdat dalam air suling
hangat dan ammonium vanadat dalam air suling mendidih. Larutan vanadat tersebut
ditambahkan asam nitrat pekat dan dihomogenkan. Lalu ditambahkan molibdat dan
diencerkan dengan air.
Asam nitrat atau nitric acid (HNO3) merupakan asam kuat yang bersifat korosif.
Dalam keadaan murni, asam nitrat merupakan cairan tak berwarna. Akan tetapi, seiring
dengan waktu, warna larutan asam nitrat menjadi kekuningan, yang disebabkan oleh
akumulasi senyawa oksida nitrogen di dalamnya (Anonim 2009). Asam nitrat memiliki
banyak kegunaan, diantaranya sebagai chemical cleaning peralatan logam agar logam
terhindar dari proses oksidasi lanjutan (korosi).
Alat yang dihunakan untuk analisa spektrofotometri adalah spektrofotometer.
Spektrofotometer adalah alat untuk mengukur transmitrans atau absorbans suatu contoh
sebagai fungsi panjang gelombang, pengukuran terhadap suatu deretan contoh pada suatu
panjang gelombang tunggal mungkin juga dapat dilakukan. Alat-alat demikian dapat
dikelompokkan baik sebagai manual atau perekam, maupun sebagai sinar tunggal atau sinar
rangkap. Pengertian lengkap dari spektrofotometer memerlukan suatu pengetahuan terperinci
tentang optik dan elektronika. Dan biasanya dalam praktek alat-alat sinar tunggal dijalankan
dengan tangan dan alat-alat sinar rangkap biasanya menonjolkan pencatatan spektrum
absorpsi.
Spektrofotometer terdiri atas alat spektrometer dan fotometer. Spektrometer
menghasilkan sinar dari spektrum dengan panjang gelombang tertentu dan fotometer adalah
alat pengukur intensitas cahaya yang ditransmisikan atau diabsorbsikan. Jadi
spektrofotometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur energi secara relatif apabila
energi tersebut ditransmisikan, direfleksikan atau diemisikan sebagai fungsi dari panjang
gelombang. Kelebihan spektrofotometer dibandingkan dengan fotometer adalah panjang
gelombang dari sinar putih dapat lebih terseleksi dan ini dapat diperoleh dengan alat pengurai
seperti prisma, grating ataupun celah optis (Khopkar, 1990).
Pada fotometer filter, sinar dengan panjang gelombang yang diinginkan diperoleh
dengan berbagai filter dari berbagai warna yang mempunyai spesifikasi melewatkan trayek
panjang gelombang tertentu. Fotometer filter ini tidak mungkin diperoleh panjang gelombang
yang benar-benar monokromatis, melainkan melalui suatu trayek panjang gelombang 30–40
nm. Sedangkan pada spektrofotometer, panjang gelombang yang benar-benar terseleksi dapat
diperoleh dengan bantuan lat pengurai cahay seperti prisma. Suatu spektrofotometer tersusun
dari sumber spectrum tampak yang kontinyu, monokromator, sel pengabsorpsi untuk larutan
sample atau blanko dan suatu alat untuk mengukur perbedaan absorpsi antara sapel dan
blanko atau pembanding.

Alat dan Bahan


Alat
1. Labu ukur 100 mL
2. Pipet tetes
3. Pipet seukuran
4. Batang pengaduk
5. Botol semprot
6. Gelas kimia
7. Corong kaca
8. Filler
9. Spektofotometer UV/VIS + kuvet

Bahan
1. Larutan standar phospat 100 ppm
2. Larutan amonium molibdat (25 g amonium molibdat dalam 175 ml aquadm)
tambahkan larutan H2SO4 (280 mL dalam 400 mL aquadest) lalu encerkan hingga 1 L
3. Larutan SnCl2 (2,5 g SnCl2.2H2O dalam 100 mL gliserol)
Prosedur Kerja

NO PROSEDUR DATA PENGAMATAN


1. Ambil 10 ml contoh (asli aatau Sampel berasal dari air keran smkn 7
yang telah diencerkan) bandung

2. Tambah 2 ml larutan amonium Larutan berwarna bening dan cair


molibdat

3. Tambahkan 0,25 ml SnCl2, SnCl berwarna bening dan cair,


kocok dan birkan selama 10 sampel+ammonium molibdat+SnCl2
menit Larutan berwarna biru tua

4. Ukur absorbansinya pada 0,108 A


panjang gelombang 660 nm

5. Sebelumnya buat deret standar


pospat dengan cara memipet dari
larutan phospat 100 ppm
berturut turut 0,0 ; 0,2 ; 0,4 ; 0,6
; 0,8 ; 1,0 ml masukan di labu
takar 100 ml

6. Tambahkan 4 ml larutan
ammonium molibda dan 0,5 ml
larutan SnCl2. Kocok enecerkan
hingga tanda batas. Diamkan 10
menit ukur absorbansinya pada
panjang gelombang 660 nm

7. Buat kurva hubungan antara


absorbansinya phospat standar
pada sumbu y dan konsentrasi
phospat pada sumbu x

8. Masukan nilai absorbansi


phospat sampel, dan akan
diperoleh kadar phospat dari
sampel

9. Hitung kadar phospat dari


Terdapat pengenceran 2 kali
sampel dikalikan dengan
pengenceran (jika ada)
Persamaan Reaksi dan Perhitungan
PO43- + 12(NH4)2 MoO4 + 24H+ (NH4)4PO12MoO3 + 21NH4+
Ammonium phospat molibdat
(NH4)4PO12MoO3 + Sn2+ senyawa molibdenum + Sn4+
(biru)
*Konsentrasi larutan standar
1. 0,0 2. 0,2 3. 0,4
V1.C1 = V2.C2 V1.C1 = V2.C2 V1.C1 = V2.C2
0,0 . 100 = 100 . C2 0,2 . 100 = 100 . C2 0,4 . 100 = 100 . C2
0 = 100 . C2 20 = 100 . C2 40 = 100 . C2
C2 = 0/100 C2 = 20/100 C2 = 40/100
= 0 ppm = 0,2 ppm = 0,4 ppm

4. 0,6 5. 0,8 6. 1,0


V1.C1 = V2.C2 V1.C1 = V2.C2 V1.C1 = V2.C2
0,6 . 100 = 100 . C2 0,8 . 100 = 100 . C2 1,0 . 100 = 100 . C2
60 = 100 . C2 80 = 100 . C2 100 = 100 . C2
C2 = 60/100 C2 = 80/100 C2 = 100/100
= 0,6 ppm = 0,8 ppm = 1,0 ppm

x y x2 xy
0 0 0 0
0,2 0,046 0,04 0,0092
0,4 0,095 0,16 0,0380
0,6 0,138 0,36 0,0828
0,8 0,252 0,64 0,2016
1,0 0,258 1 0,2580
∑𝑥 ∑y ∑x2 ∑xy
3,0 0,789 2,2 0,5896

𝑛.∑xy−∑x.∑y ∑y−b.∑x
𝑏= 𝑎=
𝑛∑𝑥 2 −∑𝑥 2 𝑛
6×0,5896−(3,0×0,789) 0,789−0,2787×3,0
= =
6×2,2−0,32 6
3,5376−2,367 0,789−0,8361
= =
13,2−9 6

= 0,278 = - 0,00785
Absorbansinya :
𝑦 = 𝑎 + 𝑏𝑥
kurva standar phospat
𝑦 − 𝑎 = 𝑏𝑥
0.3
0.252 0.258
𝑦−𝑎
𝑥 = 0.25
𝑏
0.2
0.108−(−0,00785) 0.138
= 0.15
0,2787 0.095
0.1
= 0,4156 0.046
0.05
= 0,42 ppm × pengenceran 0
0
= 0,42 × 2 0 0.2 0.4 0.6 0.8 1 1.2

= 0,8313 ppm

Pembahasan :
Pada praktikum kali ini penentuan kadar phospat pada sampel air keran smkn7 bandung.
Sampel awalnya dilakukan pengenceran sebanyak dua kali karena dipipet 50 ml dan
dimasukan kedalam labu ukur 100 ml. Sehingga pada saat menghitung dikalikan
pengenceran.

Kesimpulan :
Sampel menggunakan air kran smkn 7 bandung. Absorbansinya 0,108 A jadi kadar phospat
nya adalah 0,42 ppm tetapi karena ada pengenceran jadi dikali dua dan ppm nya menjadi 0,83
ppm.

Daftar Pustaka
-Jurnal
- https://sendyoktora.wordpress.com/2014/12/31/penetapan-phospat-dengan-molibdat/