Anda di halaman 1dari 2

Natural Disaster In Indonesian :

1. Geological Dynamic (Dinamika Geologi) :


a) Earthquake (Gempa Bumi)
b) Volcano Eruption (Erupsi Vulkanik)
c) Tsunami (Tsunami)
2. Climatological Process (Proses Klimatologi) :
a) Flood/Innundation (Banjir/Penggenangan)
b) Flash Flood (Banjir Bandang)
c) Typhon (Topan)
3. Hybrid (Hibrida)
a) Land movement (Tanah longsor)

Fokus Pembahasan materi kuliah umum adalah pada Geological Dynamic, khususnya
pada Eartquake. Eartquake (gempa bumi) adalah getaran atau getar getar yang terjadi di
permukaan bumi akibat pelepasan energi dari dalam secara tiba-tiba yang menciptakan
gelombang seismik. Gempa Bumi biasa disebabkan oleh pergerakan kerak Bumi (lempeng
Bumi). Frekuensi suatu wilayah, mengacu pada jenis dan ukuran gempa Bumi yang di alami
selama periode waktu.

SIFAT KARAKTERISTIK GEMPA :

Datang mendadak

1. Kejadian , bisa siang , malam , kemarau , penghujan , dsb


2. Juga, , sumber gempa tidak dapat dipindah
3. Manusia / penghuninya juga tidak mau pindah

Opsi Mengurangi/Menghindari Bencana :

1. Manjauhkan manusia dari sumber bencana.


2. Menjauhkan bencana dari sumber manusia.
3. Hidup harmoni dengan ancaman bencana menggunakan IPTEK(S) dan kearifan local
yang nalar.

Pemilihan opsi 1, 2, 3 dapat berdiri sendiri-sendiri atau merupakan kombinasi (Sarwidi,2012)

Konsep Umum Pengurangan Resiko Bencana Dari Gempa Bumi :

Resiko = Bahaya x Kerentanan x Eksposur / Kapasitas

1. Hazard (Bahaya)
a. Identifikasi sumber-sumber gempa untuk zonasi tingkat ancaman
b. Prediksi gempa (waktu, wilayah, skala, intensitas)
c. Pengukuran amplifikasi tanah permukaan dll
2. Exposure (Eksposur)
a. Jumlah/kepadatan penduduk
b. Tingkat keutamaan kota / wilayah terhadap Negara/regional/internasional
c. Dll
3. Capacity (Kapasitas)
a. Pemerintah
b. Masyarakat
c. Dunia Usaha
d. Dll
4. Vurnerability (Kerentanan)
a. Gempa dapat terjadi sewaktu-waktu, namun kejadian PRB gempa relative
lambat (pengamatan 20 tahun terakhir, perlu tepat sasaran dan Perlu Inovasi
ITG/BTG BMW .
b. Masalah paradigm / kesadaran / kultur masyarakat , serta masalah kapasitas
tenaga konstruksi akar rumput (mandor) , dll

SISTEM YANG DIPAKAI :

Sistem Nasional Manajemen / Penanggulangan Bencana

Komponen :

1. Legislasi
2. Kelembagaan
3. Pendanaan
4. Perencanaan
5. IPTEK(S)
6. Penyelenggaraan

Source : BNPB , 2008 (UURI No. 24 Tahun 2007)