Anda di halaman 1dari 15

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Keluarga Berencana merupakan suatu cara pemerintah yang dirancang

untuk menyeimbangkan antara kebutuhan dan jumlah penduduk. Program

keluarga berencana olehpemerintah adalah agar keluarga sebagai unit terkecil

kehidupan bangsa diharapkan menerima Norma Keluarga Kecil Bahagia dan

Sejahtera (NKKBS) yang berorientasi padapertumbuhan yang seimbang. Gerakan

Keluarga Berencana Nasional Indonesia telah berumur sangat lama yaitu pada

tahun 70-an dan masyarakat dunia menganggap berhasil menurunkan angka

kelahiran yang bermakna. Perencanaan jumlah keluarga dengan pembatasan yang

bisa dilakukan dengan penggunaan alat-alat kontrasepsi atau penanggulangan

kelahiran seperti kondom, spiral, IUD, dan sebagainya.

Adapun beberapa jenis alat kontrasepsi, antara lain : Pil, Suntikan 3 bulan dan

3 Bulan, Implan (susuk), AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim), Kondom,

Tubektomi .

B. TUJUAN

Tujuan umum

Mahasiswa dapat melaksanakan asuhan kebidanan pada keluarga berecana

Tujuan hsusus

 Untuk mengetahui pengertian KB

 Untuk mengertahui klasifikasi KB


 Untuk mengatahui cara kerja KB

 Untuk mengatahui keuntungan dan kerugian pemakaian KB


BAB II

TINJAUAN TEORITIS

A. Pengertian Program Keluarga Berencana (KB)

keluarga berencana adalah suatu usaha untuk mencegah terjadinya

kehamilan (hanfa winjasanto, 2005)

B. Tujuan Program Keluarga Berencana (KB)

Tujuan umum adalah membentuk keluarga kecil sesuai dengan kekutan

sosial ekonomi suatu keluarga dengan cara pengaturan kelahiran anak, agar

diperoleh suatu keluarga bahagia dan sejahtera yang dapat memenuhi kebutuhan

hidupnya. Tujuan lain meliputi pengaturan kelahiran, pendewasaan usia

perkawinan, peningkatan ketahanan dan kesejahteraan keluarga.

Kesimpulan dari tujuan program KB adalah:

Memperbaiki kesehatan dan kesejahteraan ibu,anak, keluarga dan bangsa

Mengurangi angka kelahiran untuk menaikkan taraf hidup rakyat dan bangsa

Memenuhi permintaan masyarakat akan pelayanan KB dan KR yang

berkualitas, termasuk upaya-upaya menurunkan angka kematian ibu, bayi,

dan anak serta penanggulangan masalah kesehatan reproduksi.

Tujuan KB berdasar 2005-2009 meliputi:

1. Keluarga dengan anak ideal

2. Keluarga sehat

3. Keluarga berpendidikan

4. Keluarga sejahtera

5. Keluarga berketahanan
6. Keluarga yang terpenuhi hak-hak reproduksinya

7. Penduduk tumbuh seimbang (PTS)

C. Sasaran Program Keluarga Berencana (KB)

Sasaran program KB tertuang dalam RPJMN 2004-2009 yang meliputi:

1. Menurunnya rata-rata laju pertumbuhan penduduk menjadi sekitar 1,14

persen per tahun.

2. Menurunnya angka kelahiran total (TFR) menjadi sekitar 2,2 per perempuan.

3. Menururnnya PUS yang tidak ingin punya anak lagi dan ingin menjarangkan

kelahiran berikutnya tetapi tidak memakai alat/cara kontrasepsi menjadi 6 %

4. Meningkatnya peserta KB laki-laki menjadi 4,5 persen.

5. Meningkatnya penggunaan metode kontrasepsi yang rasional, efektif, dan

efisien.

6. Meningkatnya rata-rata usia perkawinan pertama perempuan menjadi 21

tahun.

7. Meningkatnya partisipasi keluarga dalam pembinaan tumbuh kembang anak.

8. Meningkatnya jumlah keluarga prasejahtera dan keluarga sejahtera-1

yang aktif dalam usaha ekonomi produktif.

D. Ruang Lingkup Program Keluarga Berencana (KB)

Ruang lingkup KB antara lain:

Keluarga berencana

Kesehatan reproduksi remaja

Ketahanan dan pemberdayaan keluarga


Penguatan pelembagaan keluarga kecil berkualitas

Keserasian kebijakankependudukan

Pengelolaan SDM aparatur

Penyelenggaran pimpinan kenegaraan dan kepemerintahan

Peningkatan pengawasan dan akuntabilitas aparatur negara.


BAB III

MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN

PADA KELUARGA BERENCANA

1. PENGKAJIAN DATA

A. IDENTITAS/BIODATA

Nama : Ny. T Nama : Tn. R

Umur : 25 thn Umur : 27 thn

Suku/bangsa : Jawa/ indonesia Suku/bangsa : Jawa/indonesia

Pendidikan : SMP Pendidikan : SMA

Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Wiraswasta

Alamat : JL. Pasar 12 Alamat : JL. Pasar 12

B. ANAMNESE ( DATA SUBJEKTIF )

Tanggal : 07 Sep 2017 Pukul : 16:00 WIB

a. Alasan datang keklinik : Menjadi aseptor KB suntik 3 bulan ulang

b. Yang mengatar : Suami

c. Riwayat menstruasi

Manarce : 15 tahun

Siklus : 30 tahun

Lamanya : 7 hari

Banyaknya : 2 x ganti doek

Warna : Kemerahan

Bau : Amis

Disminore : Tidak ada


Keputihan : Tidak ada

d. Riwayat obstetric yang lalu

Gravida :1

Partus :1

Abortus :0

Lahir hidup :1

Lahir mati :-

e. Riwayat persalinan yang terakhir

Tanggal persalinan : 10-11-2017

Jenis persalinan : Spontan

Apakah sedang menyusui : Tidak

f. Riwayat KB sebelumnya

no Metode Lama pemakaian Alasan menghentikan

metode kontrasepsi

1 Pil -

2 Vid -

3 Suntik 3 bulan

4 Kondom -

5 implan -

g. Riwayat medis sebelumnya

- Sedang mendapatkan pengobatan jangka panjang : Tidak ada

- Saat ini sedang menerima penyakit kronik : Tidak ada


h. Riwayat social

Merokok : Tidak ada

Minum keras : Tidak ada

i. Riwayat ginekologi

Tumor : Tidak ada

Penyakit kelainan : Tidak ada

G.O : Tidak ada

Sifilis : Tidak ada

Herpes : Tidak ada

Keputihan : Tidak ada

J. Riwayat kesehatan yang pernah diderita

Penyakit DM : Tidak ada

Penyakit jantung : Tidak ada

Penyakit hipertensi : Tidak ada

Penyakit kepatitis : Tidak ada

C. PEMERIKSAAN FISIK

Keadaan umum : baik

Vital sign : TD : 110/70 Mmhg RR : 24 x/i

HR : 80 x/ i temp : 36,2 c

BB : 45 kg TB : 160 kg

2. Pemeriksaan khusus kebidanan

Abdomen : Tidak dilakukan

Pemeriksaan vagina : Tidak dilakukan


VT : Tidak dilakukan

Tumor : Tidak dilakukan

Infeksi : Tidak dilakukan

Tanda-tanda perdarahan : Tidak ada

Tanda-tanda kehamilan : Tidak ada

Varices : Tidak ada

D. PEMERIKSAAN MENUNJANG

Hb : Tidak dilakukan pemeriksaan

Leukosit : Tidak dilakukan pemeriksaan

Dll : Tidak dilakukan pemeriksaan

II. IDENTIFIKASI DIAGNOSA MASALAH DAN KEBUTUHAN

A. Diagnose : Ibu usia 25 tahun dengan KB suntik 3 bulan

Ds :Keadaan umum baik

: Ibu mengatakan anaknya 1 orang

: Ibu mengatakan ingin jadi suntik aseptor KB lama suntik 1 bulan

B. Do : Keadaan umum baik

Vital sign

TD : 110/80 Mmhg

Pols : 80 x/i

RR : 20 x/i

Temp : 36,5° C

C. Masalah : Tidak ada

D. Kebutuhan : Suntik KB 3 bulan


III. IDENTIFIKASI DIAGNOSA DAN MASALAH POTENSIAL

Tidak ada

IV. IDENTIFIKASI KEBUTUHAN AKAN TINDAKAN SEGERA

Tidak ada

V. PERENCANAAN

- Informasikan keadaan ibu kepada keluarga

- memberikan penkes tentang efek samping suntik 3 bulan

- memberikan suntikan 3 bulan secara IM

- memberikan ibu untuk datang kembali

VI. PELAKSANAAN

1. keadaan umum baik

Vital sign TD : 120/80 Mmhg RR : 24 x/i

Pols : 80 x/I Temp : 36,2 °c

2. menjelaskan pada ibu bahwa keluhan yangdialaminya merupakan hal

normal akibat dari efek samping KB suntik dan hal ini umunya terjadi

pada awal-awal penggunaan KB suntik tersebut progesterone merangsang

pusat mengendali nafsu makan lebih banyak.

3. Menyuntikan didaerah 1/3 dari spina- koksigis secara IM.

4. Memberitahu kepada ibu untuk datang kembali.

VII. EVALUASI

1. Ibu sudah mendapatkan suntikan KB 3 bulan


2. Ibu sudah pahan dengan penkes yang diberikan dan ibu bisa

mengulangi apa yang disampaikan dan ibu tidak cemas lagi

3. Ibu bersedia untuk datang kembali tanggal : 04-12-2017


DOKUMENTASI KEBIDANAN

S : Ibu usia 25 tahun dengan aseptor KB suntik 3 bulan

O : Keadaan umum ibu baik

Vital sign : TD : 110/870 Mmhg Pols : 80 x/i

RR : 24 x/I Temp : 36,2 c

BB : 45 kg BB : 160 cm

A : Ibu usia 25 tahun telah melakukan suntik 3 bulan

P : - informasikan keadaan ibu

- melakukan suntik KB 3 bulan

- kunjungan ulang pada 02 desember 2017


BAB IV

PEMBAHASAN KASUS

Dalam melaksanakan asuhan kebidanan pada ibu Ny.T dengan kasus

penambahan berat badan akseptor suntik KB 3 bulan di RB NIAR Tahun 2017.

Penulis berusaha menerapkan proses kebidanan mulai dari pengkajian, diagnosa

kebidanan, perencanaan/ intervensi , implementasi dan evaluasi.Pada bab ini, akan

diuraikan mengenai kesenjangan antara teori dengan hasil penelitian, faktor

pendukung dan penghambat, dalam menerapkan asuhan kebidanan.

A. Pengkajian

Pengkajian merupakan dasar dari proses kebidanan yang bertujuan untuk

mengumpulkan data tentang klien agar dapat mengidentifikasi masalah-masalah

kesehatan yang meliputi aspek bio-psiko-sosial-spiritual. Pada saat pengumpulan

data peneliti tidak mengalami hambatan dalam pengambilan data dari klien dan

keluarga hal ini dikarenakan klien dan keluarga sangat kooperatif pada Bidan..

Data-data yang didapatkan oleh penulis dalam pengumpulan data meliputi

keluhan utama klien dan saat pengkajian di lahan penelitian data yang didapatkan

dari klien adalah penambahan berat badan.

Dalam teori klien yang mengalami penambahan berat badan akan mengeluh

,merasa tidak nyaman sehingga ini berarti tidak ada kesenjangan antara teori

dengan realita di lahan penelitian.

B. Diagnosa Kebidanan

Setelah data terkumpul, penulis kemudian mengelompokkan data dan


menganalisa data, setelah penulis / pelaksana asuhan kebidanan

merumuskan diagnosa kebidanan berdasarkan hasil pengkajian dan studi kasus di

lahan penelitian. terjadinya penambahan berat badan disebabkan oleh

hormon,penambahan berat badan merupakan efek tersering.

C. Perencanaan/Intervensi

Penulis/pelaksana asuhan kebidanan membuat perencanaan asuhan

kebidanan yang berorientasi pada masalah yang muncul pada saat pengkajian dan

melalui analisa data yang didasarkan pada teori yang didapat peneliti.

Hal- hal yang mendukung dalam kelancaran proses perencanaan, klien dan

keluarga kooperatif, dukungan dari perawat ruangan, tersedia sarana dan

prasarana yang memadai, tersedianya literatur/referensi, dan saran pembimbing

yang sangat membantu dalam penyusunan perencanaan.

D. Implementasi

Dalam melaksanakan implementasi kebidanan pelaksana asuhan kebidanan

berusaha melakukan sesuai dengan rencana kebidanan, baik secara mandiri

maupun kolaborasi dengan tim kesehatan lain. Dalam proses pelaksana tindakan

kebidanan, pemberi asuhan kebidanan dapat melaksanakan semua rencana

tindakan kebidanan pada klien. Sedangkan selama melaksanakan perencanaan

yang telah direncanakan, penulis tidak menemukan hambatan dalam pelaksanaan

implementasi.
BAB IV

PENUTUP

A. Kesimpulan

Kontrasepsi suntik adalah salah satu untuk mencegah terjadinya kehamilan

dengan melalui suntik hormonal. Pada pemakaian KB suntik banyak sekitar 0.3

kehamilan dari 100 pemakaian pada tahun pertama pemakaian.(1 dari 333

pemakaian masih bisa hamil

Cara kerja KB suntik adalah dengan menghalangi terjadinya ovalasi / masa

subur dengan menghentikan keluarnya sel telur dari indung telur. Lendir vagina

pun menjadi lebih kental sehingga mempersulit sperma untuk masuk ke dalam

rahim. Dengan demikian kontrasepsi suntik mencengah terjadinya pertemuan sel

telur dan sperma.

B. Saran

Untuk melaksanakan dan meningkatkan kualitas studi kasus asuhan

kebidanan dalam pelayanan keluarga berencana.