Anda di halaman 1dari 2

KERANGKA ACUAN KEGIATAN

KUNJUNGAN KE RUMAH IBU HAMIL

I. Pendahuluan
Setiap ibu hamil diharapkan dapat menjalankan kehamilannya dengan sehat,
bersalin dengan selamat serta melahirkan bayi yang sehat. Oleh karena itu, setiap ibu
hamil harus dapat dengan mudah mengakses fasilitas kesehatan untuk mendapat
pelayanan sesuai standart, termasuk deteksi kemungkinan adanya masalah / penyakit
yang dapat berdampak negatif terhadap kesehatan ibu dan janinnya.
Ada beberapa masalah/ penyakit yang dapat mempengaruhi kehamilan,
pertumbuhan janin dan bahkan dapat menimbulkan komplikasi kehamilan dan
persalinan yang dapat mengancam kehidupan ibu dan bayi serta mempengaruhi
pertumbuhan dan perkembangan janin seperti kurang energi kronis, anemia, kurang
yodium, HIV/AIDS, malaria, TB dan lain sebagainya.
Kelas ibu hamil adalah Kelompok belajar ibu – ibu hamil dengan umur
kehamilan 20 minggu sampai dengan 32 minggu dengan jumlah peserta maksimal 10
orang ibu hamil.

A. Latar Belakang
Secara umum tentang kegiatan-kegiatan pendukung pelayanan bimbingan dan
konseling disekolah dan madrasah. Untuk lebih jelas lagi,layanan Bimbingan ddan
Konseling disekolah dan madrasah tidak akan dapat dilaksanakan secara efektif dan
tujuannya tercapai sesuai yang direncanakan tanpa kegiatan-kegiatan pendukung.
Adapun kegiatan-kegiatan pendukung pelayanan bimbingan dan konseling disekolah
dan madrasah adalah kunjungan rumah.
Kunjungan rumah diartikan sebagai suatu hubungan langsung antara penyuluh
dengan petani dan keluarganya dengan dilakukannya suatu kunjungan oleh penyuluh ke
rumah sasaran penyuluhan dengan tujuan tertentu.
Hanya sebagian kecil waktu anak berada di sekolah dan selebihnya berada di
rumah. Untuk melengkapi pengalaman membimbing tentang seseorang perlu
mengetahui kehidupan keluarga di mana anak itu tinggal dan banyak melakukan
kegiatan sesudah pulang sekolah. Tidak sedikit masalah yang timbul di sekolah, berasal
dari rumah.
2. TUJUAN

- Mengetahuai identitas pasien dan keluarga serta prilaku kehidupan sehari-hari

- Mengetahui secara dini riwayat kehamilan dan persalinan yang lalu

- Mengetahui sejak dini faktor resiko dan resiko tinggi sejak dini

- Memberikan konseling terhadap ibu dan keluarga tentang keadaan kehamilannya

-Memotivasi ibu supaya merencanakan pertolongan persalinannya dengan tenaga


kesehatan.

3. KEGIATAN POKOK DAN RINCIANNYA

- Anamnesis

- Pemeriksaan Fisik

- Pemberian Pelayanan Sesuai Kebutuhan

- Pencatatan Hasil Pelayanan Antenatal Care

- Memberikan Pelayanan Tindak Lanjut

4. CARA PELAKSANAAN

- Kegiatan Pemeriksaan ibu hamil di rumah ibu hamil

- Kegiatan di luar gedung di laksanakan di waktu tertentu

- Kunjungan rumah bumil resti di lakukan oleh bidan pemenggang wilayah setempat

5. SASARAN

Bumil daari umur 0 minggu- 40 minggu yang beresiko tinggi

6. JADWAL

Kunjungan rumah di tentukan oleh bidan pemegang wilayah setempat

7. EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN