Anda di halaman 1dari 2

STUDI KASUS

Ny X usia 42 tahun merupakan mantan pelari maraton selama berada di bangku kuliah dan tetap
sering berlari dan latihan hingga berumur 30 tahun. Namun selama 5 tahun terakhir, karena
pekerjaannya ia tidak dapat berlatih sesering dulu dan 2 tahun terakhir dia berhenti berlatih secara
total, mulai merokok dan berat badannya naik 7-8 Kg. selama rentang waktu itu pula ia merasakan
kesulitan menggerakkan lutut kirinya. Lutut kiri Ny X pernah mengalami cedera pada saat latihan
semasa kuliah dahulu. Akhir akhir ini ny. X sering mengalami keletihan, kadang lututnya yang kaku
dan berderak terasa sakit. Lututnya pun menjadi merah dan bengkak terutama jika ia bekerja hingga
larut malam. Ny.X cukup familiar dengan komplikasi OA karena tahun lalu ayahnya yang juga atlet
mengalami hal yag sama.

Penyelesaian

A. Gejala yang timbul


1. Nyeri akut, kaku pada sendi ataupun dekat sendi (cuaca lembab, dingin akan meningkatkan
rasa sakit pada banyak pasien)
2. Suara berderak (krepitus) pada saat menggerakkan sendi
3. Kemungkinan mengalami otot kejang dan kontraksi dalam tendon
4. Inflamasi ringan (merah, bengkak, hangat dan empuk)
5. Sesekali juga persendian dapat diisi dengan cairan

Nyeri pada daerah sekitar sendi yang terkena osteoartritis kadang terasa tajam dan
menyakitkan. Rasa sakit ini dapat datang dan pergi tergantung dari kegiatan yang dilakukan serta
kondisi cuaca. Nyeri dapat bertambah parah jika sendi digunakan secara berlebihan, seperti
latihan berlebihan atau setelah lama tidak digunakan. Kebanyakan penderita OA mengalami
nyeri pada pagi hari setelah mengistirahatkan sendi sepanjang malam. Oleh karena itu mereka
harus meregangkan sendi terlebih dahulu agar dapat menggerakkannya dengan nyaman.

B. Tanda
1. Kerusakan dan hilangnya kartilago artikular yang berakibat pada pembentukan osteofit, rasa
sakit, pergerakan yang terbatas, deformitas dan ketidakmampuan.

C. Penyebab
1. Genetik
2. Cedera
3. Obesitas
4. Merokok

D. Diagnosis
Dilihat dari gejala yang dialami oleh NY. X yaitu kadang lutut kaku dan berderak (krepitus) serta
terasa sakit. Lututnya menjadi merah dan bengkak terutama jika ia bekerja hingga larut malam
dapat dikatakan NY.X menderita Osteoartritis.
OA yang diderita oleh Ny.X disebabkan oleh cedera yang pernah ia alami selama masa aktif
berolahraga, Kenaikan berat badan dan obesitas, penghentian latihan tiba tiba serta faktor
keturunan. OA juga diperparah dengan kegiatan yang berlebihan yang menyebabkan beban
berlebih pada lututnya.
E. Terapi

Terapi non farmakologi

Terapi pertama yang diberikan adalah memberi konseling pada pasien tentang penyakit
tersebut. Karena NY.X obesitas maka diperlukan konseling tentang diet yang tepat, selain itu
istirahat yang cukup dan tepat olahraga dapat membantu meringankan OA.

Terapi farmakologi

Terapi obat untuk OA lebih ditujukan untuk mengurangi rasa sakit, jika masih tahap ringan dan
sedang acetaminophen dapat digunakan, namun pada kasus ini obat yang dipilih adalah
sebaiknya ibu profen, naproxen, asprin, dll. Pemilihan ini dikarenakan asetaminophen hanya
mengurangi rasa sakit tetapi tidak mengilangkan bengkak dan warna merah. Namun harus
diperhatikan dosis atau kombinasi dengan obat penghambat pompa proton (omeprazole,
pantozole, dd) agar tidak terjadi iritasi pada saluran cerna terutama pada lambung.

No Nama Obat Indikasi Dosis Efek samping

200 mg, 2-3 Gangguan GI, tukak


1 Ibu Profen Analgetik Anti Inflamasi
kali/hari peptic, pendarahan GI
Sakit kepala, ruam kulit
2 Omeprazole Penghambat pompa proton 1 x 20 mg/hari
(jarang terjadi)
250 mg, 2
3 Glukosamin Nutrisi sendi -
kali/hari
0,025%
4 Topikal kapsaisin Analgetik topikal dioleskan 3-4 Rasa terbakar pd kulit
kali/hari