Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN KASUS

Akne Vulgaris Derajat Sedang

Disusun oleh

Harianti Ayu Wulandari

1102013122

Pembimbing

dr. Yanto Widianto, Sp. KK

dr. Hilman Wildan Latief, Sp. DV

Disusun Dalam Rangka Tugas Kepaniteraan Klinik


Bagian Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin RSUD dr. Slamet Garut
Fakultas Kedokteran Universitas YARSI
Maret 2018 – April 2018
LAPORAN KASUS

I. Identitas Pasien
Nama : Nn. A
Jenis Kelamin : Perempuan
Umur : 14 tahun
Pekerjaan : Pelajar
Alamat : Tarogong Kidul
Status Pernikahan : Belum menikah
Suku Bangsa : Sunda
Agama : Islam
Tanggal Berobat : 08 Maret 2018

II. Anamnesis
Anamnesis dilakukan secara autoanamnesis pada tanggal 08 Maret 2018 di
Poli Kulit RSUD dr. Slamet Garut.

a. Keluhan Utama
Muncul bruntus kemerahan yang semakin lama semakin banyak di wajah sejak 1
bualan terkahir.

b. Riwayat Perjalanan Penyakit


Seorang Perempuan, usia 14 tahun, datang ke Poli Kulit dan Kelamin
RSUD dr. Slamet Garut dengan keluhan muncul bruntus kemerahan yang
semakin lama semakin banyak ± sejak 1 bulan terakhir. Keluhan awalnya,
sewaktu pasien kelas 5 SD muncul hanya 1 jerawat kemerahan pada pipi kanan
sebesar jarum pentul dan tidak terasa sakit jika dipegang. Pasien mengatakan
suka memencet-mencetnya dan bruntusan tersebut tidak diobati oleh pasien dan
meninggalkan bekas. Sewaktu pasien kelas 6 SD bruntusan muncul kembali
kecil-kecil dan banyak pada daerah dahi, pipi dan hidung. Pasien mengatakan ±
berjumlah 8-9 pada setiap area. Kuluhan juga disertai munculnya komedo pada

1
wajah. Pasien mengaku sering panas-panasan karena sering mengikuti kegiatan
pramuka disekolahnya. Kemuadian pada waktu itu pasien mengatakan mulai
menggunakan masker untuk wajah berbahan alami seperti buah bengkuang dan
madu, namun bruntusan makin bertambah banyak.
Pasien merupakan pelajar kelas 2 SMP. Biasanya pasien berangkat ke
sekolah terkadang menggunakan motor dan terkadang naik angkot, namun
pasien tidak memakai masker saat naik kendaraan. Pola makan pasien seperti
biasa, namun pasien juga terkadang senang mengkonsumsi gorengan. Pola tidur
pasien juga seperti biasa, tidur pukul 10 malam dan bangun pukul 6 pagi. Pasien
mengaku mencuci muka 2x sehari, pasien mengaku sebelumnya sewaktu pasien
kelas 1 SMP pernah mencuci muka dengan menggunakan pencuci muka merk
Inez, pasien mengatakan awalnya cocok, keluhan jerawat berkurang, namun
pasien sempat tidak mencuci muka selama 2 hari dan setelah mencuci muka
kembali menggunakan produk yang sama tersebut keluhan jerawat muncul
kembali pada daerah wajah, kemerahan dan terasa sakit, namun tidak terasa
gatal.
Setelah muncul jerawat pasien menghentikan penggunaan pencuci muka
tersebut. Akhirnya pasien ± 1 bulan terakhir ini mulai menggunakan krim yang
diberikan oleh teman kakaknya dan pasien mengatakan tidak ada perubahan
menggunakan krim tersebut. Krim tersebut berupa krim siang dan krim malam.
Krim siang berwarna putih kecream an, digunakan 1 kali sehari. Sedangkan krim
malam berwarna kuning, digunakan 1 kali sehari. Kedua krim tersebut
ditempatkan di dalam pot. Pasien mengatakan setelah memakai krim tersebut
efeknya wajah pasien menjadi lebih putih, dan muncul jerawat bertambah
banyak yang memerah.
Keluhan bruntus kemerahan di punggung disangkal oleh pasien. Pasien
tidak memakai obat-obatan dalam jangka panjang. Pasien menyangkal adanya
bintil kemerahan di daerah mulut ataupun dagu disertai rasa terbakar, pasien
menyangkal adanya muka kemerahan seperti terbakar matahari di hidung, pipi,
dagu dan dahi.

2
c. Riwayat Penyakit Dahulu
Pasien sebelumnya tidak pernah mengalami keluhan bruntus kemerahan disertai
rasa nyeri pada daerah wajah dan area tubuh lainnya.

d. Riwayat Penyakit Keluarga


Pada keluarga pasien tidak ada keluarga yang mengalami keluhan bruntus
kemerahan seperti ini.

e. Riwayat Alergi
Pasien tidak pernah timbul bruntus kemerahan dan gatal setelah memakan
sesuatu atau minum obat tertentu atau ketika berpaparan dengan debu dan cuaca.

III. Pemeriksan Fisik (Tanggal 08 Maret 2018)


a. Status Generalis
 Keadaan Umum : Tampak sakit sedang
 Kesadaran : Compos Mentis
 Tanda Vital :
Tekanan Darah : 120/70mmhg
Nadi : 80x/menit
Pernafasan : 18x/menit
Suhu : 36,4 c
 Kepala : Normochepali
 Mata : Konjungtiva anemis (-/-), sklera ikterik (-/-)
 Hidung : Septum deviasi (-), sekret (-)
 Mulut : Bibir kering (-)
 Telinga : Normal, tanda radang (-)
 Kulit : Lihat status dermatologikus
 Leher : Pembesaran kelenjar getah bening (-)
 Thoraks :
Inspeksi : Bentuk normal, gerakan dada simetris kanan dan kiri.
Palpasi : Fremitus fokal dan taktil simetris pada kedua hemithorax

3
Perkusi : Sonor pada kedua hemithorax
Auskultasi :
- Jantung : BJ S1 S2 reguler Gallop (-) Murmur (-)
- Paru : Vesikuler breathing sound kanan=kiri,
ronkhi (-), wheezing (-)
 Abdomen :
Inspeksi : Datar
Palpasi : Tidak ada nyeri tekan maupun pembesaran hepar, lien
Perkusi : Timpani di seluruh lapang abdomen
Auskultasi : Bising usus (+)
 Ekstremitas Superior : Akral hangat, oedem (-), sianosis (-)
 Ekstermitas Inferior : Akral hangat, oedem (-), sianosis (-)
 KGB : Tidak terdapat pembesaran KGB
b. Status Dermatologikus
 Distribusi : Lokaliasata
 Lokasi : at regio maxilla dextra et sinistra et regio frontalis
 Jumlah : Multiple
 Konfluens/diskret : Sebagian Konfluens, Sebagian diskret
 Bentuk : Sebagian tidak teratur, Sebagian bulat
 Ukuran : 0,1 cm – 0,3 x 0,3 cm
 Permukaan : Meninggi
 Batas : Tidak tegas
 Konsistensi : Kering
 Efflorosensi :
- at regio maxilla dextra et sinistra
a. pustul berjumlah :  5
b. makula hiperpigmentasi :  15
c. komedo: ± 30
- at regio frontalis
a. papul eritem berjumlah :  5
b. pustul berjumlah :  3
c. komedo: ± 35

4
Lokasi Pustul Makula Hiperpigmentasi Papul Eritem Komedo
a/r Maxilla 5 15 - 30
Dextra &
Sinistra
a/r Frontalis 3 - 5 35

5
6
IV. Pemeriksaan Penunjang
Tidak dilakukan

V. Resume
Seorang Perempuan. 14 tahun datang dengan keluhan jerawat pada wajah yang
semakin lama semakin banyak dan memerah sejak 1 bulan terakhir. Awalnya hanya
timbul 1 biji saja di pipi sebelah kanan kemudian semakin banyak. Pasien sudah
pernah memakai berbagai macam cara untuk menghilangkan jerawatnya namun
tidak ada perubahan namun jerawat yang timbul semakin banyak. Pada status
generalis dalam batas normal. Pada status dermatologikus didapatkan lesi lokalisata
pada wajah multiple konfluens, bentuk tidak teratur ukuran 0,1 cm – 0,3 x 0,3 cm,
batas tidak tegas dan menimbul, kering, terdapat makula hiperpigmentasi, papul,
pustule serta komedo.

7
VI. Diagnosis Kerja
Akne Vulgaris Sedang
VII. Diagnosis Banding
- Rosasea
- Erupsi akneiformis
- Dermatitis perioral
- Dermatitis kontak alergi e.c face wash Inez

VIII. Penatalaksanaan
 Umum
1. Menjaga kebersihan kulit dengan cara membersihkan muka minimal 2x
sehari.
2. Diet rendah lemak
3. Hindari stress
4. Hindari debu dengan cara memakai helm dan masker apabila sedang
berkendara motor
5. Hindari sinar matahari dengan cara memakai sunblock dan pemakaian
sunblock di aplikasikan ke seluruh tubuh terutama wajah dan diulang
tiap 3 jam.
6. Memakai krim tretionin pada malam hari setelah cuci muka dengan
sabun dan air bersih, di oleskan ke seluruh wajah
7. Minum obat dosisiklin pada pagi dan sore hari bersamaan pada saat
makan.

 Khusus
Topikal :
Krim tretinoin 0,025% 1x sehari
Gel benzoyl peroxide 25%

Sistemik :
Dosisiklin 2 x 100mg

8
IX. Prognosis
Quo ad vitam : Ad bonam

Quo ad fungsionam : Dubia Ad bonam

Quo ad sanationam : Dubia ad bonam