Anda di halaman 1dari 15

2.

1 Variabel fisik, dimensi dan satuan


Dari semua variabel fisik di dunia, tujuh nilai yang tercantum dalam Tabel 2.1 telah
dipilih oleh internasional

Berdasarkan kuantitas Simbol dimensi Berdasarkan satuan SI Simbol Sa

Panjang L Meter m

Massa M Kilogram Kg

Waktu T Sekon s

Arus listrik I Ampere A

Suhu Ɵ Kelvin K

Jumlah subtansi N Gram.mol mol/gmol

Intensitas cahaya J Candela Cd

Unit pelengkap sudut - Radian Rad


pesawat

Sudut padat - steradian Sr

Dua unit pendukung lebih lanjut digunakan untuk mengekspresikan kuantitas sudut.
Jumlah dasar disebut dimensi, dan dari sinilah dimensi variabel fisik lainnya diturunkan. Sebagai
contoh, dimensi kecepatan, yang didefinisikan sebagai jarak tempuh per satuan waktu, adalah
LT-1; dimensi gaya, percepatan x massa, adalah LMT-2.
Variabel fisik dapat diklasifikasikan menjadi dua kelompok : variabel substansial dan
variabel alam.
2.1.1 Variabel Substansial
Contoh variabel substansial adalah massa, panjang, volume, viskositas dan suhu. Ekspresi
besarnya variabel substansial memerlukan standar fisik yang tepat terhadap pengukuran yang
dilakukan. Standar ini disebut satuan. besarnya variabel substansial harus mengandung dua
bagian: jumlah dan satuan yang digunakan untuk pengukuran.
Karena angka yang mewakili variabel substansial bersifat banyak, dikurangi, dibagi atau
ditambahkan, satuannya juga harus digabungkan. Nilai dari dua atau lebih variabel substansial
dapat ditambahkan atau dikurangi jika satuannya sama.
2.1.2 Variabel Alami
Spesifikasi besarnya variabel ini tidka memerlukan unit atau standar pengukuran lainnya.
Variabel alami juga dirujuk sebagai variabel berdimensi, kelompok berdimensi atau nomor
berdimensi. Variabel alami yang paling sederhana adalah rasio variabel substansial. Misalnya,
rasio aspek silinder adalah panjang dibagi dengan diameter.
Variabel alami melibatkan kombinasi variabel substansial yang tidak memilik dimensi
yang sama. Insinyur sering menggunakan dimensionless number untuk representasi yang
ringkas. Sebagai contoh, grup berdimensi dalam mekanika fluida adalah Reynolds Number, Re.

untuk arus dalam pipa, Reynolds Number diberikan persamaan:


Dimana :
ρ= densitas fluida
u= kecepatan fluida
D= diameter pipa
µ= viskositas fluida

Variabel berdimensi lainnya yang relavan dengan teknik bioproses adalah Schmidt
Number, Prandtl Number, Sherwood Number, Peclet Number, Nussele Number, Grashof
Number, dan banyak lainnya. Definisi dan aplikasi dari variabel alami akan diberikan dalam bab-
bab selanjutnya. Dalam perhitungan yang melibatkan fenomena rotasi.

2.1.3 Persamaan Homogenitas Dimensi


Aturan tentang dimensi mewakili hubungan antara variabel fisik harus bersifat homogen.
Untuk homogenitas dimensi persyaratan yang ditambahkan atau dikurangi harus sama, dan
dimensi sisi kanan dari persamaan harus sama dengan sisi kiri. Persamaan Margul untuk
mengevaluasi cairan viskositas dari pengukuran eksperimental

Untuk dimensi homogenitas, fungsi-fungsi transendental seperti fungsi logaritmia,


trigonometri atau eksponensial, tersebut tidak dimensi.

Prinsip Homogenitas Dimensi


(i) Persamaan untuk pertumbuhan sel

Dimana x adalah konsentrasi sel awal pada waktu t, X0 dan μ adalah tingkat pertumbuhan
spesifik. Logaritma, rasio konsentrasi sel tersebut tidak dimensi
ii) Perpindahan y karena aksi gelombang progresif dengan amplitudo A, frekuensi dan
kecepatan v diberikan dengan persamaan:
Dimana t adalah waktu dan x adalah jarak dari titik asal. Fungsi sinus,
tersebut tidak dimensi.
(iii) Hubungan antara α, perubahan laju Escherichia coli dan suhu, dapat didefinisikan
dengan menggunakan persamaan tipe Arrhenius:

Dimana:
α = konstanta laju reaksi
E = energi aktivasi
R = konstanta gas ideal
Dimensi dari RT sama dengan dimensi dari E, jadi eksponen tersebut tidak berdimensi.
Persamaaan dari dimensi homogen dapat ditutupi dengan manipulasi matematika.
Contohnya dengan:

2.1.4 Persamaan tanpa dimensi homogen


Untuk perhitungan yang berulang atau ketika persamaan diturunkan berdasarkan tinjauan
daripada prinsip teorinya, hal tersebut kadang-kadang mudah untuk menjelaskan persamaan yang
tidak homogen itu. Persamaan-persamaan tersebut dinamakan equation in numeric atau
persamaan empiris. Pada persamaan empiris, unit-unit yang bergabung pada setiap variable harus
dinyatakan secara jelas. Contohnya adalah hubungan Richard’s untuk tekanan gas yang tidak
berdimensi ϵ pada pembuatan ragi.

Dimana:
P = Power atau kekuatan (horsepower)
V = liquid tanpa gas (ft3)
ϵ = tekanan fraksi gas
2.2 Unit (satuan)
Berbagai macam satuan untuk menjelaskan besarnya variabel di dalam fisika telah dirancang
selamalebihdariberabad-abad.SistemsatuanawalnyaberasaldariPerancispadatahun 1790.Di tahun
1960
sistemtersebutkemudiandirasionalisasikandanakhirnyadigunakansebagaisatuaninternasionalataud
isebutdengan SI.Nama-
namasatuandanpenyingkatannyatelahdistandarisasikansesuaidenganStandarInternasional (SI),
penyingkatandarinama-
namasatuantersebutberlakusamauntukkeadaantunggalmaupunjamakdantidakdiikutidenganperiod
enya.
Satuan SI yang digunakan untuk menunjukkan kelipatan dansub-kelipatan satuan tercantum pada
Tabel 2.4.Walaupunpenggunaansatuan SI telahmenyebarluas, namuntidakadasatuan yang
dapatdigunakansecara universal padasemuakeadaan.Sebagaicontohnya, beberapainsinyur di
AmerikaSerikattetapmenggunakansatuan British.Selainitubanyakjugasatuan-satuan yang
dikumpulkansebelumtahun 1960 dandipublikasikan di dalam SI dantabel-tabel yang
berisikansatuan non-standar.

Padaumumnya, keduasatuanmetrikdan non metriksangatdiperlukan.Banyaksatuan yang


digunakandalamilmuteknikseperti: slug (1 slug = 14,5939 kg), dram (1 dram = 1,77185 gram),
stoke ( satuanuntukviskositaskinematik), poundal (satuanuntukgaya), dan erg (
satuanuntukenergi), yang mungkintidakAndaketahui. Meskipuntidakseringdigunakan,
satuandiatasmerupakansatuanresmiyang terdapatpadalaporanteknikdantabel data.
Dalamperhitunganterkadangdiperlukankonversisatuan.Satuandiubahmenggunakanfaktorkonversi
.Beberapafaktorkonversiseperti 1 inch = 2,54 cm dan 2,20 lb = 1 kg, yang
mungkinsudahAndaketahui. Tabelkonversisatuanterdapat di Appendix A
padabagianbelakangbukuini.Mengkonversisatuantidakhanyadiperlukanuntukmengkonversisatuan
yang sudahditetapkanmenjadimetrik.Beberapavariabelfisikmemilikisatuanmetrik yang
seringdigunakan.
Misalnya, viskositasdapatdilaporkansebagai centipoise ataukg h-1 m-1; Tekanandapatdiberikan
di atmosfirstandar,pascal, ataumilimetermerkuri. Konversi unit tampaknyacukupsederhana;
Namunkesulitanbisatimbulbilabeberapavariabelsedangdikonversidalamsatupersamaan.Dengande
mikian, aPendekatanmatematisterorganisirsangatdibutuhkan.Untuksetiapfaktorkonversi,
satubraketkesatuandapatditurunkan.Nilaidaribraketkesatuan, sepertinamanya,
adalahsatukesatuan.Sebagaicontoh,
Misalnya, satuanuntukviskositasdapatberupacentipoise ataupun kg/ h m;
sedangkansatuanuntuktekananberupaatm, pascal, ataupun millimeter
mercury.Konversidarisatuantersebuttelahcukupsederhana;
namuntingkatkesulitannyadapatbertambahketikabeberapavariabelharusdikonversikankedalamsat
upersamaansederhana.Dengandemikian, pendekatansecaramatematikasangatdibutuhkan.
Untuksetiapfaktorkonversi, dibutuhkanunity
bracketuntukdapatmengkonversikannya.Sebagaicontoh :
1 lb = 453,6 g
Dapatdikonversikandenganmembagikeduasisidaripersamaantersebutdengan 1
lbsehinggadiberikantandaunity bracket seperti di bawahini :

Untukmenghitungberapa pound yang ada di 200 g, kitadapatmelakukanperkalian 200 g


denganmenggunakanunity bracketpadapersamaan (2.12).

Denganmenghilangkansatuan gram denganmencoretnyamakaakandidapatkansatuan pound (lb).


Kemudianmembaginyadengansejumlahnilaitersebut, sehingga :
200 g = 0,441 lb

Contoh 2.KoversiSatuan
Udara dipompa melalui lubang yang direndam dalam cairan. Ukuran gelembung yang
meninggalkan lubang tergantung pada diameterlubang dan sifat cairan. Persamaan yang
mewakili situasi ini adalah:

Dimana g = percepatangravitasi = 32,174 ft/s2


ρL = densitas liquid = 1 g/cm-3
ρG = densitas gas = 0,081 lb/ft-3
Db= diameter gelembung
σ = teganganpermukaan gas-liquid = 70,8dyn/cm
Do= diameter lubang = 1 mm

Hitung diameter gelembungDb

Solusi :
Konversikan data-data tersebutkesatuan g, cm, s. Dari Appendix A, faktor-faktorkoversi yang
digunakanyaitu :
1 ft = 0.3048 m"
1 lb = 453.6 g; and
1 dyn cm-l= 1 g s-2.
Juga: 1 m = 100 cm;
10 mm = 1 cm.
Satuan yang dikonversi:

SehinggajikadisusunakanmenghasilkanpersamaanuntukDb3 :

Mensubtitusikannilai-nilaimenghasilkan :

Db = 0,35 cm

2.3. Gaya dan Berat

Menurut hukum Newton, gaya yang diberikan pada tubuh yang bergerak sebanding dengan
massanya dikalikan dengan percepatan, seperti yang tercantum dalam Tabel 2.2, dimensi gaya
adalah LMT-2; satuan gaya dalam sistem SI adalah kg m s-2. Secara analog, g cm s-2 dan lb ft s-2
adalah satuan gaya dalam sistem metrik dan Inggris.Gaya sering terjadi dalam perhitungan
keteknikan, dan satuan turunan lebih sering digunakan daripada satuan asli. Pada Standar
Internasional, unit turunannya adalah newton, disingkat N:

N = 1 kg m s-2

Dalam sistem Inggris, unit turunan untuk gaya didefinisikan sebagai (massa 1 pon) x (percepatan
gravitasi di permukaan laut dan lintang 45o). Satuan gaya turunan dalam kasus ini disebut pound-
force, dan dilambangkan lbf.

1 lbf = 32,174 lbm ft s-2

Untuk massa pon, yang biasanya ditulis lb, maka kali ini digunakan dengan menggunakan
singkatan, lbm untuk membedakannya dari lbf.

Untuk mengubah gaya dari unit yang ditentukan ke satuan asli menggunakan satuan yang tanpa
batas yang disebut gc.

Bentuk gc bergantung pada satuan yang dikonversi:


1 𝑁 1 lb𝑓
gc = 1 = 1 |1 kg m s−2
|= |32,174 |
lbm ft s−2
contoh:

Hitunglah energi kinetik cairan 250 lbm yang mengalir melalui pipa pada 35 ft s-1. Tuliskan
jawaban

anda dalam ft lbf .

Enegi kinetik yang diberikan :

Energi kinetik = Ek = 1/2 Mv2

Dimana M adalah massa dan V adalah kecepatan. Dengan menggunakan nilai yang diberikan :

Ek = 1/2 (250 lbm) ( 35 ft/s )2 = 1.531 x 105 lbm ft2 / s2

Mengalikan dengan gc dari persamaan (2.17) yaitu :

Ek = 1.531 x 105 lbm ft2 / s2 │1 lbf / 32.174 lbm ft s-2 │

Menghitung dan menghapuskan unit memberikan jawabannya :

Ek = 4760 ft lbf

Berat adalah kekuatan dimana tubuh akan tertarik oleh gravitasi ke pusat bumi. Itu berubah
dengan nilai percepatan gravitasi (g), dimana bervariasi sekitar 0,5% di atas permukaan bumi.
Dalam satuan SI g sekitar 9,8 m s-2; padasatuan imperialsekitar 32,2 fi -2. Penggunaan hukum
Newton dan tergantung pada nilai g yang tepat, berat massa 1 kg adalah sekitar 9,8 newton; berat
massa 1 lb adalah sekitar 1 lbf. Perhatikan bahwa meskipun nilai g berubah dengan posisi di
permukaan bumi, tidak untuknilai gc dalam sistem unit tertentu. gc adalah faktor untuk unit
converting, bukan variabel fisik.

2.4 Konvensi Pengukuran

Hal ini biasanya dihubungkan dengan variabel fisika dan metode untuk menyatakan besar
atau nilai yang penting untuk analisa teknik bioproses.

2.4.1 Densitas

Densitas adalah variabel penting yang didefininikan sebagai massa per satuan volume.
Dimensi dari densitas adalah L-3M, dan symbol yang biasa digunakan adalah ρ. Satuan atau unit
dari densitas, misalnya gcm-3, kgm-3, dan lbft-3. Densitas dari padatan dan cairan berubah
terhadap temperatur. Densitas dari larutan adalah fungsi dari temperatur dan konsentrasi.
Densitas gas sangat bergantung kepada temperatur dan tekanan.

2.4.2 Specific Gravity

Specific gravity juga biasa dikenal sebagai “densitas relatif”, adalah variabel yang tidak
memiliki dimensi. Ini adalah rasio dari dua densitas, yang dari subtansi yang dimaksud dan
material referensi. Untuk padatan dan cairan, material referensi yang biasa digunakan adalah air.
Untuk gas, udara biasa digunakan sebagai referensi, tetapi gas referensi lain juga mungkin
ditentukan. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, densitas cairan sangat dipengaruhi oleh
temperatur. Dengan demikian, ketika menghitung specific gravity temperatur dari subtansi dan
material referensi harus ditentukan.
2.4.3 Specific Volume

Specific volume adalah kebalikan dari densitas. Dimensi dari specific volume adalah
L3M-1.

2.4.4 Mole

Dalam sistem SI, mol diartikan sebagai jumlah subtansi dari sistem yang mengandung
banyak entitas elementer karena terdapat atom dalam 0.012 kg karbon. Ini berarti bahwa mol
dalam sistem SI adalah 6.02 x 1023 molekul, dan dilambangkan dengan istilah gram-mol atau
gmol. Seribu gmol disebut kilogram-mol atau kgmol. Dalam sistem America, unit atau satuan
dasar mol adalah pound-mol atau lbmol, yang mana 6.02 x 1023 x 453.6 molekul. Oleh karena
itu, gmol, kmol, dan lbmol menyatakan tiga jumlah yang berbeda. Ketika jumlah molar
ditentukan hanya sebagai “mol”, biasanya yang dimaksud adalah gmol. Jumlah mol dalam massa
materi tertentu dihitung sebagai berikut:

gram moles =

lb moles =

Massa molar adalah massa dari satu mol substansi, dan memiliki dimensi MN-1. Massa
molar sering disebut sebagai berat molekul, meskipun berat molekul suatu senyawa adalah
kuantitas tak berdimensi yang dihitung sebagai jumlah dari bobot atom dari unsur-unsur yang
membentuk molekul senyawa itu.

2.4.5 Komposisi Kimia

Aliran proses biasanya terdiri dari campuran komponen atau larutan dari satu atau lebih
pelarut. Istilah berikut digunakan untuk menentukan komposisi campuran dan larutan. Fraksi
mol dari komponen A dalam campuran didefinisikan sebagai:

Mole fraction A =

Persen mol adalah fraksi mol x 100. Dengan ketidakhadiran reaksi kimia dan material
yang hilang dari sistem, komposisi dari campuran dinyatakan dalam fraksi mol atau persen mol
yang tidak berubah terhadap temperatur. Fraksi massa dari komponen A dalam campuran
didefinikan sebagai:

Fraksi massa A =

Persen massa adalah fraksi massa x 100, fraksi massa dan persen massa disebut juga
fraksi berat dan persen berat. Pernyataan lain yang sering digunakan untuk komposisi adalah
berat untuk persen berat untuk persen berat (%w/w), meski tidak begitu baik didefinisikan, ini
biasanya dianggap sama dengan persen berat. Sebagai contoh, larutan sukrosa dalam air dengan
konsentrasi 40% w/w mengandung 40 g sukrosa per 100 g larutan, 40 ton sukrosa per 40 ton
larutan, 40 lb sukrosa per 100 lb larutan, dan sebagainya. Tanpa adanya reaksi kimia dan
material yang hilang dari sistem, massa dan persen berat tidak berubah dengan temperatur.
Karena komposisi cairan dan padatan sering dinyatakan dengan persen massa, ini dapat
diasumsikan meskipun tidak dijelaskan. Sebagai contoh, jika sebuah campuran diketahui
mengandung 5% NaOH dan 3%MgSO4, itu dapat diasumsikan bahwa terdapat 5 g NaOH dan 3 g
MgSO4 dalam setiap 100 g larutan. Tentu saja, mol atau persen volume mungkin digunakan
untuk campuran cair dan padat, namun ini harusnya dinyatakan secara eksplisit misalnya 10vol%
atau 50vol%.

Fraksi volume komponen A dalam campuran adalah:

Fraksi volume A =

Persen volume adalah fraksi volume x 100. Meskipun tidak didefinisikan dengan jelas
sebagai persen volume, volume untukk persen volume (%v/v) biasanya ditafsirkan dalam jalan
yang sama sebagai persen volume; sebagai contoh, sebuah larutan asam sulfat mengandung 30
cm3 asam dalam 100 cm3 larutan disebut sebagai 30% (v/v) larutan. Komposisi gas biasanya
dinyatakan dalam persen volume; jika angka persentase tidak diketahui maka persen volume
dapat diasumsikan.

2.4.6 Temperatur

Suhu adalah ukuran energy panas suatu benda pada kesetimbangan termal. Hal ini
biasanya diukur dalam derajat Celcius (0C) atau Fahrenheit (0F). Dalam sains, skala Celcius
paling umum terjadi; 00C (diambil sebagai titik es air) dan 1000C (diambil sebagai titik didih air
normal). Skala Fahrenheit memiliki penggunaan sehari-hari di Amerika Serikat; 320F (mewakili
titik es) dan 2120F (mewakili titik didih air normal). Skala Fahrenheit dan Celcius adalah skala
suhu relatif, yaitu titik nol mereka telah ditetapkan. Terkadang perlu menggunakan suhu
absolute. Skala suhu mutlak sama seperti titik nol yang diyakini oleh suhu terendah. Suhu
absolute digunakan dalam penerapan hukum gas ideal dan banyak hukum lain dari dinamika.
Skala untuk suhu absolute dengan satuan derajat sama seperti pada skala Celcius dikenal sebagai
skala Kelvin; skala suhu absolute menggunakan satuan derajat Fahrenheit adalah skala Rankine.
Unit pada skala Kelvin dulunya disebut derajat Kelin dan disingkat 0K. Ini adalah praktik
modern, bagaimanapun, untuk member nama unit “Kelvin”; symbol SI untuk Kelvin adalah K.
Unit pada skala Rankine disimbolkan dengan 0R. 00R = 0 K = -459.67 0F = -273.150C. Satu unit
pada skala Kelvin-Celcius sesuai dengan perbedaan suhu 1,8 kali satu unit pada skala Rankine-
Fahrenheit; kisaran 180 derajat Rankine-Fahrenheit antara titik beku dan titik didih air sesuai
dengan 100 derajat pada skal Kelvin-Celcius.

Persamaan untuk konversi unit temperatur dinyatakan sebagai berikut:

T(K) = T(0C) + 273.15

T(0R) = T(0F) + 459.67

T(0R) = 1.8 T(K)

T(0F) = 1.8 T(0C) +32


2.4.7 Tekanan

Tekanan didefinisikan sebagai gaya per satuan luas, dan memiliki dimensi L-1MT-2. Unit
tekanan sangat banyak, termasuk pound per inch persegi (psi), millimeter merkuri (mmHg),
standar atmosfir (atm), bar, Newton per meter persegi (Nm-2), dan banyak lainnya. Unit tekanan
SI, Nm-2, disebut pascal (Pa). Seperti suhu, tekanan dapat dinyatakan dengan skala absolute atau
relatif. Tekanan absolute adalah tekanan relatif terhadap keadaan vacuum. Karena tekanan
referensi ini tidak tergantung pada lokasi, suhu dan cuaca, tekanan absolute adalah teliti dan
kuantitas bervariasi. Namun, tekanan absolute tidak diukur secara umum. Sebagian besar alat
pengukur tekanan merasakan perbedaan tekanan antara sampel dan atmosfer sekitar pada waktu
pengukuran. Pengukuran dengan alat memberikan tekanan relatif, diketahui juga sebagai tekanan
gauge. Tekanan absolute dapat dihitung dari tekanan gauge sebagai berikut:

Tekanan absolute = tekanan gauge + tekanan atmospheric

Seperti yang Anda ketahui melalui laporan cuaca, tekanan atmosfer bervariasi dengan
waktu dan tempat dan diukur dengan menggunakan barometer. Tekanan atmosfer atau tekanan
barometric tidak boleh disalahartikan dengan unit standar tekanan yang disebut standar atmosfer
(atm), didefinisikan sebagai 1.013 x 105 Nm-2, 14.70 psi, atau 760 mmHg pada 00C. Terkadang
unit untuk tekanan termasuk informasi mengenai apakah tekanan itu mutlak atau relatif. Pounds
per inch persegi yang disingkat psia untuk tekanan absolute atau psig untuk tekanan gauge. Atma
merupakan atmosfer standar dari tekanan absolute. Tekanan vacuum adalah bentuk lain dari
tekanan, digunakan untuk mengindikasi tekanan dibawah tekanan barometric. Tekanan gauge 5
psig, atau 5 psi dibawah atmosfer, sama dengan vakum 5 psi.

2.5 KondisiStandardan Gas Ideal


Keadaanstandardaritemperaturdantekanantelahdiketahuidandigunakanketikamenentukans
ifat-sifatdarisuatugas,khususnya volume molar. Kondisistandardibutuhkankarena volume gas
tidakhanyatergantungdarikuantitas yang
muncultetapijugaberdasarkantemperaturdantekanan.Kondisistandarumumnyaberaadapadasuhu 0
C dantekanan 1 atm.
Hubunganantara volume gas,tekanan, dantemperaturdirumuskanpadaabad 18 dan 19.
Hubunganinidikembangkandibawahkondisitemperaturdantekananjadijarak rata-rata
antaramolekul gas cukupbesaruntukmenetralkanefekdarigayaintermolekular ,dan volume
darimolekulitusendiridapatdiabaikan. Padakondisiini, gas diketahuisebagai gas
ideal.Aturaninisekarangumumnyadigunakanmengacupada gas yang mengikutihukumfisikaseperti
Boyle, Charles dan Dalton. Volume molar untuk gas ideal padakondisistandaradalah:
1 gmol = 22.4 Liters (2.29)
1 kgmol= 22.4 m3 (2.30)
1 lbmol = 359 ft3 (2.31)
Tidakada gas nyata yang merupakan gas ideal
padakondisisemuatemperaturdantekanan.Namun, gas gasringansepertihidrogen,oksigen
,danudaramempunyaisimpangan yang dapatdiabaikanpadakondisi yang luas. Dengan kata lain,
gas yang lebihberatseperti SO2 danhidrokarbondapatmenyimpangdarikondisiidealnya,
khususnyapadatekanantinggi.Uap-uap yang
dekatdengantitikdidihnyajugamenyimpangdarikondisiidealnya.Namun,untukpenerapannyadalamt
eknikbioproses,gasdapatdianggap ideal tanpamenyebabkanhilangnyaakurasi yang banyak.
Persamaan 2.29-2.31 dapatdidibuktikanmenggunakanhukum gas ideal:
pV = nRT
Dimana P adalahtekananabsolut, V adalah volume, n adalahmol, T adalahtemperaturabsolutdan
R adalahtetapan gas ideal.Persamaan 2.32
dapatditerapkanmenggunakanberbagaimacamgabungandarisatuanuntukvariabelfisik,
selamanilainyabenardan unit R dipakai. Tabel 2.5 adalahdaftarnilai R dalamsatuan unit yang
berbeda-beda.
Table 2.5 Nilaitetapan gas ideal

Contoh 2.3 Hukum gas ideal


Gas keluardari unit fermenter padakondisidekatdengantekanan 1 atmdansuhu 25 C
danmempunyaikomposisisebagaiberikut: 78.2 % N, 12.9% O2 , 2.6% CO2. Hitung:
a. Komposisimassadari fermenter gas
b. Massa CO2 padasetiapkubik meter gas yang keluar fermenter
Jawaban:
Beratmolekul : N=28
O=32
CO2=44
(a) Karena gas beradapadatekananrendah, persentase yang
diberikanuntukkomposisidapatdihitungsebagaimolpersennya. Olehkarenaitu,
menggunakanberatmolekul, 100gmol off gas mengandung:
(b) Karenakomposisi gas diberikandalam %volume ,padasetiapkubik meter gas mengandung
0.026 m3 CO2. Hubunganantaramol gas dan volume pada 1 atmdan 25 C
dapatdihitungmenggunakanpersamaan 2.32 danTabel 2.5:

2.6 DATA PROPERTI FISIK DAN KIMIA

Informasi tentang sifat material sering dibutuhkan dalam perhitungan teknik. Karena
pengukuran sifat fisik dan kimia memakan waktu dan mahal, buku pegangan yang berisi
informasi ini adalah sumber yang luar biasa. Anda mungkin sudah terbiasa dengan beberapa
buku pegangan data fisik dan kimia, termasuk:

• Tabel Kritis Internasional [2]


• Buku Pegangan CRC Kimia dan Fisika [3] • Buku Pegangan Lange tentang Kimia [4]

Untuk ini dapat ditambahkan:


• Buku Pegangan Teknik Kimia Perry [5]
dan, untuk informasi tentang bahan biologis:
• Buku Pegangan Teknik Biokimia dan Bioteknologi [6]
Pemilihan data properti fisik dan kimia termasuks dalam Lampiran C dan D.

2.7
Dalam reaksi kimia atau biokimia, atom dan molekul mengatur ulang untuk membentuk
kelompok baru. Hubungan massa dan molar antara reaktan yang dikonsumsi dan produk yang
terbentuk dapat ditentukan dengan menggunakan perhitungan stoikiometrik. Informasi ini
disimpulkan dari persamaan reaksi yang ditulis dengan benar dan bobot atom yang relevan.
Sebagai contoh, perhatikan reaksi utama dalam fermentasi alkohol: konversi glukosa menjadi
etanol dan karbon dioksida:

Persamaan reaksi ini menyatakan bahwa satu molekul glukosa dipecah untuk menghasilkan dua
molekul etanol dan dua molekul karbon dioksida. Dengan menerapkan berat molekul, persamaan
tersebut menunjukkan bahwa reaksi. 180 g glukosa menghasilkan 92 g etanol dan 88 g karbon
dioksida. Selama reaksi kimia atau bio-kimia, dua kuantitas digunakan sebagai berikut :
(i) massa total, yaitu massa total reaktan = massa total produk; dan
(ii) jumlah atom dari setiap elemen, mis. jumlah atom C, H dan O dalam reaktan = jumlah atom
C, H dan O, masing-masing, dalam produk.
Perhatikan bahwa tidak ada hukum yang sesuai untuk konservasi mol; mol reaktan tidak sama
dengan mol produk.

Dengan sendirinya, persamaan seperti (2.33) menunjukkan bahwa semua reaktan diubah menjadi
produk yang ditentukan dalam persamaan, dan reaksi tersebut berlanjut sampai selesai. Hal ini
sering tidak terjadi pada reaksi industri. Karena stoikiometri mungkin tidak diketahui secara
tepat, atau untuk memanipulasi reaksi yang menguntungkan, reaktan biasanya tidak diberikan
dalam proporsi yang tepat yang ditunjukkan oleh persamaan reaksi. Jumlah berlebih dari
beberapa reaktan dapat diberikan. Bahan berlebih ini ditemukan dalam campuran produk setelah
reaksi dihentikan. Sebagai tambahan, reaktan sering dikonsumsi dalam reaksi samping untuk
membuat produk yang tidak dijelaskan oleh persamaan reaksi utama; Produk sampingan ini juga
merupakan bagian dari campuran reaksi akhir. Dalam keadaan seperti ini, diperlukan informasi
tambahan sebelum jumlah produk yang terbentuk atau reaktan yang dikonsumsi dapat dihitung.
Istilah yang digunakan untuk menggambarkan reaksi parsial dan bercabang diuraikan di bawah
ini:

(I) Reaktan pembatas adalah reaktan yang berjumlah kecil di stoikometri. Sementara, reaktan
lain terdapat dalam jumlah absolut yang lebih kecil, pada saat molekul terakhir dari reaktan
pembatas dikonsumsi, jumlah residu dari semua reaktan kecuali reaktan pembatas akan ada
dalam campuran reaksi. Sebagai contoh, untuk reaksi asam glutamat dari Contoh 2.4, jika 100 g
glukosa, 17 g NH3 dan 48 g 0 2 yang disediakan untuk konversi, glukosa akan menjadi reaktan
pembatas meskipun massa yang lebih besar tersedia dibandingkan dengan substrat lainnya.
(Ii)Reaktan berlebih adalah reaktan yang ada dalam jumlah yang melebihi yang dibutuhkan
untuk digabungkan dengan semua reaktan pembatas. Ini berarti bahwa reaktan berlebih adalah
satu yang tersisa dalam campuran reaksi ketika semua reaktan pembatas dikonsumsi. Persentase
kelebihan dihitung menggunakan jumlah bahan berlebih terhadap kuantitas yang dibutuhkan
untuk konsumsi lengkap reaktan pembatas:

Jumlah reaktan yang dibutuhkan adalah kuantitas stoikiometrik yang dibutuhkan untuk konversi
lengkap dari reaktan pembatas. Sebagai contoh, asam glutamat di atas, jumlah NH 3 yang
diperlukan untuk konversi total glukosa 100 g adalah 9,4 g; Oleh karena itu jika 17 g NH3 diberi
persentase persen NH3 adalah 80%. Sekalipun hanya sebagian dari reaksi yang benar-benar
terjadi, diperlukan dan kelebihan kuantitas didasarkan pada keseluruhan jumlah pereaksi yang
membatasi.

(III)Konversi adalah fraksi atau persentase reaktan yang akan menjadi produk.
(IV) Tingkat penyelesaian biasanya fraksi atau persentase dari reaktan pembatas yang dikonversi
menjadi produk. (V)Selektivitas adalah jumlah produk tertentu yang terbentuk sebagai sebagian
kecil dari jumlah yang akan terbentuk jika semua bahan umpan telah dikonversi ke produk itu.
(VI)Hasil adalah perbandingan massa atau mol produk yang terbentuk terhadap massa atau mol
reaktan yang dikonsumsi. Jika lebih dari satu produk atau reaktan dilibatkan dalam reaksi,
senyawa-senyawa partikular yang dimaksud harus dinyatakan, misalnya Hasil asam glutamat
dari glukosa adalah 0,6 g g-1. Karena kompleksitas metabolisme dan sering terjadinya reaksi
samping, hasil merupakan istilah penting dalam analisis bioproses. Penerapan konsep imbal hasil
reaksi sel dan enzim dijelaskan lebih rinci pada Bab 11.

2.8
1. Memahami dimensi dan mampu untuk mengkonversi unit dengan mudah

2. Memahami beberapa istilah

1) Mol : Jumlah substansi sebuah sistem yang mengandung


banyak entitas elementer

2) Densitas : Variabel substansial didefinisikan


sebagai massa per satuan volume.

3) Temperatur :Ukuran energi panas tubuh pada


kesetimbangan termal

4) Tekanan :Didefinisikan sebagai gaya per satuan luas

3. Mengetahui cara mengekspresikan konsentrasi suatu larutan dan campuran, serta


dapat menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan konsep itu

4. Dapat menerapkan hukum gas ideal


Korelasi dikembangkan pada kondisi suhu dan tekanan sehingga jarak rata-rata molekul
gas cukup besar dan volume molekul itu diabaikan. kondisi seperti ini dikenal sebagai gas
ideal.

p V= nRT

5. Dapat mengetahui dimana letak data fisika dan kimiawi pada literatur
Informasi tentang sifat bahan sering dibutuhkan dalam perhitungan teknik, pada
pengukuran fisik dan sifat kimiawi menggunakan waktu yang lama dan juga mahal.
Pemilihan data properti fisik dan kimia dapat dilihat di apendiks B.

6. Memahami persyaratan suatu reaksi


Membatasi reaktan, kelebihan reaktan, konversi, tingkat penyelesaian, selektivitas dan
hasil, serta dapat menerapkan prinsip stoikiometri masalah reaksi.