Anda di halaman 1dari 3

KLINIK WIRAUSAHA1

dr. Asad Sp THT-KL*

Bila dilihat dari sisi bahasa, wirausaha memiliki arti pejuang yang berbuat sesuatu.
Hal ini diambil dari perpaduan kata “wira” yang berarti: pejuang, pahlawan, manusia unggul,
teladan, berwatak agung. Sedangkan kata “usaha”berarti: perbuatan amal, bekerja dan
berbuat sesuatu. Tidak salah kiranya apabila HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia)
memiliki tagline “pejuang pengusaha, pengusaha pejuang”. Wirausaha di luar negri lebih
dikenal dengan istilah Entrepreneur.
Seorang pengusaha bisa diartikan juga seseorang yg mempunyai gagasan inovatif dan
jika gagasan itu dijalankan akan menciptakan nilai tambah yang dapat memberi manfaat bagi
sebanyak-banyak orang, layaknya seorang pejuang apa yang dilakukannya akan bermanfaat
bagi orang banyak. Seseorang yang melakukan usaha hanya untuk memperkaya diri sendiri,
mengekploitasi orang lain atau masyarakat untuk kepentingan sendiri, bahkan menciptakan
kesenjangan itu bukan pengusaha sejati.
Suatu masyarakat atau bangsa akan maju, mandiri, atau sejahtera apabila di daearah
tersebut pengusaha sejati populasinya banyak, karena akan banyak nilai tambah yang
memberi manfaat bagi banyak orang. Dilihat dari skala kegiatan usahanya, pengusaha dapat
dikelompokan : pengusaha kecil, menengah dan pengusaha besar. Sinergisme diantara
pengusaha kecil, menengah, dan pengusaha besar dalam menghasilkan berbagai produk yang
dibutuhkan oleh masyarakat, baik produk berupa barang atau jasa itu sangat penting,
sehingga mereka bisa tumbuh dan berkembang dengan sehat, bukan saling mematikan.
Jadi apabila kemudian ada istilah “Negara Republik Indonesia akan makmur jikalau
jumlah Pengusahanya sekian-sekian persen”. Lazimnya disebutkan kisaran 4-5% dari jumlah
penduduk, dan ditambahkan pernyataan bahwasanya saat ini jumlah pengusaha Indonesia
baru 2-3%, dalam pemikiran saya kurang tepat. Karena bisa jadi yang dimaksud 2-3% tadi
adalah Pengusaha Besar atau Pengusaha Kelas Kakap. Karena data kementrian Koperasi dan
UMKM pada tahun 2014 menyebutkan ada kurang lebih 57,8 juta penduduk yang menjadi
pengusaha UMKM, atau sudah hampir 25% penduduk Indonesia menjalani profesi sebagai
pengusaha dalam semua level. Upaya meningkatkan level pengusaha UMKM agar menjadi
pengusaha besarlah yang perlu ditindaklanjuti agar kemakmuran betul-betul meningkat.
Kalau kemudian pengusaha tumbuh dan berkembang tentu populasinya akan semakin
bertambah dan semakin banyak produk atau nilai tambah yang dapat diciptakan untuk
memenuhi kebutuhan yang menjadi solusi tidak hanya bagi warga diwilayah kita tapi juga
daerah lain bahkan bisa jadi produk expor. Tentu akan sangat menarik kalau populasi para
pengusaha itu lahir, tumbuh, dan berkembang dari masyarakat kita sendiri, karena hanya
dengan demikian akan lahir kemandirian dan perekonomian yang kokoh ditengah-tengah
masyarakat kita.
Wilayah kegiatan wirausaha ada diseluruh aspek kehidupan, oleh karena itu peluang
untuk berwirausaha ada dimana-mana, apalagi di era MEA atau era globalisasi sekarang ini,
peluang wirausaha itu boleh dikatakan tidak terbatas,karena kita boleh mengambil peluang
tidak hanya di wilayah kita tapi juga diwilayah lain, termasuk di negeri orang. Sayangnya
peluang itu belum dapat dimanfaatkan atau ditangkap sepenuhnya oleh masyarakat kita.
Mari kita lihat kenyataan yang ada saat ini ditengah- tengah masyarakat kita, hampir
semua kebutuhan hari-hari kita diproduksi, disediakan oleh arang lain atau bahkan orang
asing dan kita semua menjadi konsumen orang lain, coba kita lihat dari mulai makanan,
pakaian, kosmetik, mainan anak-anak, semua peralatan untuk menjalankan kehidupan kita
banyak sekali berseliweran produk asing di negri ini, bahkan konon katanya hampir semua
perusahaan besar milik negara tercinta ini, termasuk sumber-sumber alam yang potensial
sebagian besar sudah dimiliki asing.
Kalau ini dibiarkan akan terjadi kesenjangan yang sangat lebar, akan timbul
ketegangan dan komplik sosial ditengah-tengah masyarakat kita yang tidak menguntungkan
bagi semua fihak, termasuk bagi orang asing itu sendiri.
Oleh karena itu melaui rubrik klinik wirausaha ini saya ingin mengajak warga untuk
mengambil peluang berwirausaha yang ada di sekitar kehidupan kita, tentu saja untuk dapat
mengambil peluang yang ada dan menjalankan wirausaha disamping perlu ada keinginan
yang kuat dari kita, juga diperlukan regulasi dari pemerintah yang dapat memberi ruang
kesempatan dan dukungan yang kuat agar warga dapat menjalankan kgiatan wirausaha
diberbagai aspek kehidupan.
Apa bisa ? Pasti bisa! asal kita harus mau mulai belajar, karena kita mempunyai bekal
yang relatif sama dengan manusia lainnya, yaitu Tuhan Yang Maha Kuasa telah memberi
akal pikiran pada kita dan akal pikiran kita kalau terus diaktivasi akan semakin cerdas dan
kita akan memiliki kompetensi untuk melakukan kegiatan apapun termasuk kegiatan
wirausaha sesuai dengan apa yang kita butuhkan.
Bagaimana cara memulainya? InsyaAllah akan kita bahas pada Rubrik klinik
wirausaha berikutnya. Ayo bangkit, ayo maju untuk membangun negeri Indonesia tercinta!
*penulis adalah seorang Sosio Entrepreneur, mengabdikan diri pada upaya kemandirian dan
peningkatan kesejahterahan masyarakat Ciayumajakuning sebagai Ketua Koperasi
Konsumen Mandiri Indonesia Madani (MIM), selain itu aktif pula dikegiatan-kegiatan
pemberdayaan masyarakat disela-sela kesibukannya sebagai seorang dokter specialis dan
Direktur RS Permata Cirebon