Anda di halaman 1dari 2

C.

Penyebab Kematian Ibu dan Bayi

a. Penyebab Kematian Ibu


1. Sosial dan Ekonomi

Masalah kemiskinan merupakan tantangan di dalam upaya melaksanakan


pembangunan di Negara berkembang termasuk Indonesia. Kemiskinan disertai dengan
pengangguran, kekurangan gizi, kebodohan, status wanita yang rendah, rendahnya akses
ke pelayanan sosial dan kesehatan, termasuk kesehatan reproduksi dan keluarga
berencana. Faktor-faktor ini memberikan pengaruh terhadap mortalitas, morbiditas,
fertilitas, serta rendahnya produktivitas. Kemiskinan memiliki hubungan yang erat
dengan distribusi penduduk yang tidak merata. Kemiskinan mengakibatkan rendahnya
akses masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan.

2. Pendarahan Saat Melahirkan

Proses melahirkan tidak selamanya merupakan faktor alamiah, karena bantuan


manusia (khususnya dokter) turut membantu sebuah persalinan. Dan jika terdapat faktor
pemicu, pendarahan pada saat melahirkan atau usai melahirkan menjadi pemicu utama
kematian saat proses melahirkan.

Salah satu faktor utama pemicu pendarahan adalah terjadinya placenta previa
dimana plasenta menutup jalan lahir. Dalam hal ini, dibutuhkan ketepatan tim dokter
untuk melakukan penanganan agar tidak mmebahayakan nyawa sang ibu.

3. Pre-eklampsia Dalam Kehamilan

Meskipun tampak sepele, tekanan darah tinggi saat hamil menjadi salah
satu penyebab kematian ibu hamil. Tekanan darah tinggi ini disertai dengan urin yang
positif sehingga pre-eklampsia pun terjadi. Jika ibu hamil terbukti terkena pre-eklampsia
dalam kehamilan, maka sangat membahayakan ibu hamil dan janin yang berada dalam
kandungan.

4. Infeksi Berat
Ibu hamil yang terkena infeksi berat pada saat kehamilan beresiko tinggi terkena
dampak dari infeksi tersebut. Dan yang paling parah, infeksi ini bisa juga menyebabkan
kematian ibu hamil, kematian janin, persalinan prematur, dan lain sebagainya.

5. Sepsis

Sepsis merupakan infeksi bakteri yang terjadi akibat kebersihan ibu hamil yang
kurang terjaga selama persalinan. Biasanya kematian akibat sepsis ini terjadi pada ibu
hamil yang melahirkan melalui dukun beranak. Gejala awal munculnya sepsis adalah ibu
hamil merasa menggigil, keputihan berbau busuk, hingga pendarahan dari vagina. Namun
semua ini dapat dicegah dengan pemeriksaan laboratorium yang akurat serta pemberian
antibiotik sebelum dan sesudah persalinan.

Ibu yang menderita infeksi ketika hamil dapat menyebabkan dampak yang besar
terhadap ibu, sendiri maupun janin dan bayi neonatal seperti cacat congenital (infeksi
rubella, aborsi spontan atau fetal death (infeksi sifilis), infeksi neonatal (gonorrhoea atau
infeksi streptococcus group, berat bayi Iahir rendah (malaria) ).

6. Gagal Napas Akut

Setelah persalinan, ibu hamil juga beresiko mengalami kegagalan napas akut yang
menjadi salah satu penyebab kematian ibu hamil. Gagal napas ditandai dengan sesak
napas secara tiba tiba akibat embolisme paru atau pembekuan darah yang terjadi secara
mendadak. Jika tidak ditanggulangi dengan baik oleh tim medis, gagal napas ini bisa
membahayakan nyawa ibu hamil.