Anda di halaman 1dari 5

.

https://www.academia.edu/9012400/Memahami_dan_Menjelaskan_Eritropoe
sis

Memahami dan Menjelaskan Eritropoesisa. Definisi Eritropoesis


Eritropoesis adalah proses pembentukan eritrosit (sel darah merah). Pada janin
dan bayi proses ini berlangsungdi limfa dan sumsum tulang, tetapi pada orang
dewasa terbatas hanya pada sumsum tulang.(Dorland, Edisi 31)Eritropoiesis
adalah proses pembentukan eritrosit yang terjadi di sumsum tulang hingga
terbentuk eritrositmatang dalam darah tepi yang dipengaruhi dan dirangsang oleh
hormon eritropoietin. Eritropoietin adalah hormonglikoprotein yang terutama
dihasilkan oleh sel-sel interstisium peritubulus ginjal, dalam respon
terhadapkekurangan oksigen atas bahan globulin plasma, untuk digunakan oleh
sel-sel induk sumsum tulang. Eritropoietinmempercepat produksi eritrosit pada
semua stadium terutama saat sel induk membelah diri dan prosespematangan sel
menjadi eritrosit. Di samping mempercepat pembelahan sel, eritropoietin juga
memudahkanpengambilan besi, mempercepat pematangan sel dan memperpendek
waktu yang dibutuhkan oleh sel untukmasuk dalam sirkulasi.
b. Siklus Eritropoesis
 Rubriblast disebut juga pronormoblast atau proeritroblast, merupakan sel
termuda dalam sel eritrosit. Sel iniberinti bulat dengan beberapa anak inti
dan kromatin yang halus. Ukuran sel rubriblast bervariasi 18-25
mikron.Dalam keadaan normal jumlah rubriblast dalam sumsum tulang
adalah kurang dari 1 % dari seluruh jumlah selberinti.2.

 ProrubrisitProrubrisit disebut juga normoblast basofilik atau eritroblast


basofilik. Ukuran lebih kecil dari rubriblast. Jumlahnyadalam keadaan
normal 1-4 % dari seluruh sel berinti.3.

 RubrisitRubrisit disebut juga normoblast polikromatik atau eritroblast


polikromatik. Inti sel ini mengandung kromatin yangkasar dan menebal
secara tidak teratur, di beberapa tempat tampak daerah-daerah piknotik.
Pada sel ini sudahtidak terdapat lagi anak inti, inti sel lebih kecil daripada
prorubrisit tetapi sitoplasmanya lebih banyak, mengandungwarna biru
karena asam ribonukleat (ribonucleic acid-RNA) dan merah karena
hemoglobin. Jumlah sel ini dalamsumsum tulang orang dewasa normal
adalah 10-20 %.4.

 MetarubrisitSel ini disebut juga normoblast ortokromatik atau eritroblast


ortokromatik. Inti sel ini kecil padat dengan strukturkromatin yang
menggumpal. Sitoplasma telah mengandung lebih banyak hemoglobin
sehingga warnanya merahwalaupun masih ada sisa-sisa warna biru
dari RNA. Jumlahnya dalah keadaan normal adalah 5-10%.5.

 RetikulositPada proses maturasi eritrosit, setelah pembentukan


hemoglobin dan penglepasan inti sel, masih diperlukanbeberapa hari lagi
untuk melepaskan sisa-sisa RNA. Sebagian proses ini berlangsung di
dalam sumsum tulang dansebagian lagi dalam darah tepi.
Setelah dilepaskan dari sumsum tulang sel normal akan beredar sebagai
retikulositselama 1-2 hari. Dalam darah normal terdapat 0,5-
 2,5% retikulosit.6.

 EritrositEritrosit normal merupakan sel berbentuk cakram bikonkaf dengan


ukuran diameter 7-8 mikron dan tebal 1,5- 2,5mikron. Bagian tengah sel
ini lebih tipis daripada bagian tepi. Dengan pewarnaan Wright, eritrosit
akan berwarnakemerah-merahan karena mengandung hemoglobin. Umur
eritrosit adalah sekitar 120 hari dan akan dihancurkanbila mencapai
umurnya oleh limpa.
c. Faktor Pembentukan Eritropoesis
Ada 3 faktor yang mempengaruhi eritropoiesis:a)

eritropoietin
Penurunan penyaluran 0
2
ke ginjal merangsang ginjal darah untuk mengeluarkan hormon eritropoietin ke
dalamdarah, dan hormon ini kemudian merangsang eritropoiesis di sumsum
tulang. Eritropoietin bekerja pada turunansel-sel bakal yang belum berdiferensiasi
yang telah berkomitmen untuk menjaadi sel darah merah, yaitumerangsang
proliferasi dan pematangan mereka.b)

kemampuan respon sumsum tulang (anemia , perdarahan)c)

intergritas proses pematangan eritrositProses destruksi eritrosit terjadi secara


normal setelah masa hidup eritrosit habis (sekitar 120 hari). Proses initerjadi
melalui mekanisme yang terdiri dari:1. FragmentasiMekanisme fragmentasi
terjadi apabila kehilangan beberapa bagian membrane eritrosit sehingga
menyebabkan isisel keluar termasuk hemoglobin.2. Lisis OsmotikTekanan
osmotik plasma merupakan gambaran terjadinya kecenderungan mendorong air
dan Na dari daerahkonsentrasi tinggi di interstisium ke daerah dengan konsentrasi
air rendah di plasma (atau konsentrasi proteinplasma lebih tinggi). Sehingga
protein plasm
a dapat dianggap “menarik air” ke dalam plasma. Hal ini dapat
mengakibat lisis eritrosit yang disebabkan efek osmotik.3.
EritrofagositosisMekanisme destruksi eritrosit ini melalui fagositosis yang
dilakukan oleh monosit, neutrofil, makrofag. Fagositosiseritrosit ini terutama
terjadi pada eritrosit yang dilapisi antibody. Mekanisme ini meruapakan salah satu
indikatoradanya AutoImun Hemolitic Anemia (AIHA).4. SitolisisSitolisis
biasanya dilakukan oleh komplemen (C5, C6, C7, C8, C9). Sitolisis ini
meruapakan indikator PeroxysimalNocturnal Haemoglobinuria
(PNH).5. Denaturasi HemoglobinHemoglobin yang terdenaturasi akan
mengendap menbentuk Heinz bodies. Eritrosit dengan Heinz bodies akancepat
didestruksi oleh limpa. Heinz bodies melekat pada membran permeabilitas
membesar sehinggamengakibatkan lisis osmotik juga.d. Struktur EritrositEritrosit
merupakan bagian utama dari sel-sel darah. Setiap milliliter darah mengandung
rata-rata sekitar 5 miliareritrosit (sel darah merah),yang secara klinis sering
dilaporkan dalam hitung sel darah merah sebagai 5 juta permillimeter kubik
(mm3). Eritrosit berbentuk lempeng bikonkaf,yang merupakan sel gepeng
berbentuk piringanyang dibagian tengah dikedua sisinya mencekung,seperti
sebuah donat dengan bagian tengah mengepeng bukanberlubang. dengan diameter
8 µm, tepi luar tebalnya 2 µm dan bagian tengah 1 µm.Komponen eritrosit terdiri
atas:1.

Membran eritrosit2.

Sistem enzim, yang terpenting: dalam Embden Meyerhoff pathway: pyruvate


kinase; dalam pentose pathway:enzim G6PD (glucose 6-phosphate
dehydrogenase)3.

Hemoglobin: berfungsi sebagai alat angkut oksigen.Fungsi Sel darah Merah1. Sel
darah merah berfungsi mengedarkan O2 ke seluruh tubuh. Sel darah merah akan
mengikat oksigen dariparu

paru untuk diedarkan ke seluruh jaringan tubuh dan mengikat karbon dioksida dari
jaringan tubuh untukdikeluarkan melalui paru

paru. Pengikatan oksigen dan karbon dioksida ini dikerjakan oleh hemoglobin
yang telahbersenyawa dengan oksigen yang disebut oksihemoglobin (Hb +
oksigen 4 Hb-oksigen) jadi oksigen diangkut dariseluruh tubuh sebagai
oksihemoglobin yang nantinya setelah tiba di jaringan akan dilepaskan: Hb-
oksigen Hb +oksigen, dan seterusnya. Hb tadi akan bersenyawa dengan karbon
dioksida dan disebut karbon dioksidahemoglobin (Hb + karbon dioksida Hb-
karbon dioksida) yang mana karbon dioksida tersebut akan dikeluarkan diparu-
paru