Anda di halaman 1dari 9

III.

PENGGUNAAN INFORMASI BIAYA KULITAS

Tujuan utama pelaporan biaya kualitas adalah memperbaiki dan mempermudah


perencanaan, pengendalian, dan pengambilan keputusan manajerial. Sebagai contoh, dalam
memutuskan pengimplementasian program seleksi pemasok guna memperbaiki kualitas
bahan baku, seorang manajer memerlukan penilaian terhadap biaya kualitas saat ini menurut
bagian dan kategori, penilaian biaya tambahan yang diperlukan berkaitan dengan program
tersebut, dan penilaian terhadap proyeksi penghematan menurut jenis dan kategori. Selain itu,
perlu juga dibuat proyeksi mengenai kapan biaya dan penghematan tersebut akan terjadi.
Setelah dampak tunai ini diproyeksi kan, analisis penganggaran modal dapat dilaksanakan
untuk menilai manfaat program yang diusulkan. Jika hasilnya menguntungkan, dan program
mulai dijalankan maka menjadi penting untuk memantau program dengan menggunakan
pelaporan kinerja standar.
Pengunaan informsi biaya kualitas juga penting untuk keputusan harga strategis dan
analisis profitabilitas atas desain produk baru, berikut adalah penjelasannya :
A. Skenario I : Penetapan Harga Strategis
Leola wise seorang manajer pemasaran, merasa kecewa ketika memeriksa data pangsa
pasar terbaru untuk produk alat ukur elektronik perusahaannya yang berharga murah.
Perusahaan kembali mengalami penurunan pangsa pasar akibat mendapatkan serangan dari
perusahaan jepang pada lini produk nya. Untuk, mengantisipasinya, Leola mulai menyiapkan
laporan singkat guna mendukung penurunan harga secara signifikan pada lini produk
tersebut. Penurunan harga sebesar $3 diperlukan untuk mengembalikan pangsa pasar yang
hilang, sehingga strategi pengurangan biaya dibutuhkan untuk mengambalikan posisi
kompetitifnya.
Pada pertemuan para eksekutif yang terakhir, diskusi difokuskan pada cara cara
mencapai pengurangan biaya. Ben (Kepala Bagian Teknik) mengatakan desain ulang proses
dapat menawarkan hingga sekitar setengah dari penghematan biaya yang diperlukan. Leola
menyarankan perusahaan menggunakan program pengendalian kualitas total untuk
mengurangi biaya produksi alat alat tingkat rendah melalui pengurangan biaya kualitas.
Untuk menentukan potensi pengurangan biaya, Leola bertanya kepada Earl (bagian
pengawasan) mengenai besarnya biaya kualitas dari alat tingkat rendah tersebut, dan Earl
mengirimkan laporan untuk alat tingkat rendah tersebut :
MEMO

Untuk : Leola

Dari : Earl

Hal : Biaya Kulitas

Leola, saya telah menyusun beberapa data yang mungkin dapat


bermanfaat. Sesyai permintaan, saya telah membuat beberapa
estimasi biaya kualitas yang berhubungan dengan lini produk ini.
Saya tidak memasukkan biaya penjualan yang hilang akibat
produk cacat, karena anda kebih berwenang untuk menilainya

Biaya kualitas (estimasi)

Pemeriksaan bahan baku $ 200.000

Sisa bahan baku 800.000

Ditolak 500.000

Pengerjaan ulang 400.000

Pemeriksaan produk 300.000

Garansi 1.000.000

TOTAL $ 3.200.000

Setelah menerima memo tersebut, Leola segera mengadakan rapat dengan


Manajer Departemen Pengendalian Kualitas, Art. Art menunjukkan implementasi program
kualitas total akan mengurangi biaya kualitas sebesar 50% dalam 18 bulan. Dia telah
menrencanakan implementasi sebuah program kualitas baru. Dengan informasi ini dan
menggunakan volume 1.000.000 unit, Leola menghitung pengurangan 50% dalam biaya
kualitas yang berhubungan dengan produk alat ukur tingkat rendah akan mengurangi biaya
sekitar $1.60 per unit. Hasilnya adalah sedikit diatas setengah dari penurunan harga jual
sebesar $3 yang akan diperlukan. Berdasarkan hasil ini, Leola memutuskan untuk
menurunkan harga dalam tiga tahap yaitu : $1 segera $1 enam bulan kemudian dan $1 setelah
12 bulan kemudian.
Skenario I ini mengilustrasikan informasi biaya kualitas dan implementasi
program pengendalian kualitas total berguna untuk pengambilan keputusan strategis yang
signifikan. Skenario tersebut juga menunjukkan bahwa meningkatkan kualitas bukanlah obat
yang mujarab.

B. Skenario II : Analisis Produk Baru


Tara Anderson (seorang mnajaer pemasaran) dan Brittany Fox (teknisi desain)
merasa kecewa. Sebelumnya, mereka yakin bahwa proposal mengenai produk baru yang
mereka ajukan akan disetujui. Mereka ternyata menerima laporan berikut dari kantor
pengontrol :

LAPORAN : ANALISIS PRODUK BARU, PROYEK NO 675

Estimasi siklus hidup produk : 2 tahun

Proyeksi potensi penjualan : 50.000 unit (siklus hidup)

Proyeksi laporan laba rugi siklus hidup :

Penjualan $ 3.000.000

Bahan baku 800.000

Tenaga kerja 400.000

Sisa bahan baku 150.000

Pemeriksaan 350.000

Perbaikan 200.000

Pengembangan produk 500.000

Penjualan 300.000

LABA $ 300.000

Keputusan : Ditolak

Alasan : Laba daur hidup lebih kecil dar 18% pengembalian atas penjualan
yang disyaratkan oleh perusahaan.

Tara dan Britanny merasa kaget dan tidak percaya dengan adanya laporan
tersebut, sehingga mereka berencana untuk menemui Bob dan menanyakan lansgung setiap
detailnya mengenai rincian biaya nya. Banyak berbagai pertanyaan yang disampaiakn oleh
tara dan britanny, sehingga dari adanya diskusi tersebut, muncullah haisl akhir bahwa
penghapusan biaya sisa bahan baku akan mengurangi biaya variabel $3 per unit. Biaya
pemeriksaan hanya perlu $50.000 sehingga laba siklus hidup produk sebesar $650.000 lebih
besra dari yang diproyeksikan, artinya pengembalian atas penjualan lebih besar dari 30%.
Skenario II mengilustrasikan pentingnya pengklasifikasian lebih lanjut dari biaya
kualitas menurut perilaku. Skenario tersebut juga memperkuat arti penting identifikasi dan
pelaporan biaya kualitas secara terpisah. Produk baru dirancang untuk mengurangi biaya
kualitas dan hanya dengan mengetahui teknik penetapan biaya kualitaslah, britanny dan tara
menemukan kesalahan dalam analisi laba rugi siklus hidupnya.

IV. PRODUKTIVITAS : PENGUKURAN DAN PENGENDALIAN

Produktivitas berkaitan dengan memproduksi output secara efisien. Kombinasi


atau bauran dari input yang berbeda-beda biasanya dapat digunakan untuk memproduksi
suatu tingkat output tertentu. Efisiensi produktif total adalah suatu titik dimana dua kondisi
terpenuhi :
1. Pada setiap bauran input untuk memproduksi output tertentu, tidak satu input pun yang
digunakan lebih dari yang diperlukan untuk menghasilkan output (Efisiensi Teknis).
2. Atas bauran yang memenuhi kondisi pertama, dipilih bauran yang memiliki biaya terendah
(Efisiensi Trade off input).
Program peningkatan produktivitas berupaya mencapai efisiensi produktif total.
Peningkatan produktivitas teknis dapat dicapai dengan menggunakan lebih sedikit input
untuk menghasilkan output yang sama, memproduksi output lebih banyak dengan jumlah
input yang sama, atau memproduksi output lebih banyak dengan input relatif lebih sedikit.
Tampilan dibawah ini menggambarkan 3 cara mencapai peningkatan efisiensi
teknis.Perhatikan bahwa proporsi relatif dari input dianggap konstan agar seluruh
peningkatan roduktivitas disebabkan oleh peningkatan efisiensi teknis.
Produktivitas saat ini

Input : Output :

Output sama, Input lebih sedikit

Input : Output :

Output lebih banyak, Input sama

Input : Output :

Output lebih banyak, Input lebih sedikit

Input : Output :
Peningkatan produktivitas juga dapat dicapai dengan mempertukarkan input
yang mahal dengan yang lebih murah. Tampilan berikut ini menggambarkan kemungkinan
peningkatan produktivitas melalui peningkatan efisiensi trade off input. Meskipun
peningkatan efisiensi teknis merupakan hal yang paling mudah diingat oleh banyak orang
ketika membahas peningkatan produktivitas, efisiensi trade off input mampu menawarkan
peluang yang signifikan bagi peningkatan efisiensi ekonomi secara keseluruhan. Pemilihan
kombinasi input yang tepat bisa jadi merupakan hal yang sama pentingnya dengan pemilihan
kuantitas input yang tepat.

Kombinasi Efisiensi Teknis I :

Biaya Input Total = $20.000.000

Input : Output :

Kombinasi Efisiensi Teknis II :

Biaya Input Total = $25.000.000

Input : Output :
PENGUKURAN PRODUKTIVITAS PARSIAL

Pengukuran produktivitas adalah penilaian kuantitatif atas perubahan


produktivitas. Tujuan pengukuran ini adalah menilai apakah efisiensi produktif telah
meningkat atau menurun. Pengukuran produktivitas dapat berupa aktual atau prospektif.
Pengukuran produktivitas aktual memungkinkan manajer untuk menilai, memantau, dan
mengendalikan perubahan. Pengukuran prospektif melihat ke masa depan, dan berguna
sebagai input bagi pengambilan keputusan strategis. Pengukuran produktivitas dapat
dikembangkan untuk setiap input secara terpisah atau seluruh input secara bersama sama.
A. Pengukuran Produktivitas Parsial
Yaitu, pengukuran produktivitas untuk satu input pada suatu waktu.
Rasio produktivitas = Output / Input.
Jika output dan input diukur dalam kuantitas fisik, maka kita memperoleh ukuran
produktivitas operasional, tetapi jika dinyatakan dalam dolar maka kita memperoleh ukuran
produktivitas keuangan.
Contoh :
- Ukuran produktivitas operasional
Pabrik Ladd Lightning memproduksi 120.000 lampu hias dan menggunakan 40.000
jam TKL.
Rasio produktivitas = 120.000 / 40.000 = 3
- Ukuran produktivitas keuangan
Harga jual tiap lampu hias adalah $50 dan biaya TKL adalah $12 per jam.
Rasio produktivitas = ($6.000.000 / $480.000) = $12.50

 Ukuran Parsial dan Pengukuran Perubahan Efisiensi Produktif


Untuk mengukur perubahan dalam produktivitas, ukuran aktivitas yang actual
berjalan dibandingkan dengan ukuran produktivitas periode sebelumnya. Periode
sebelumnya disebut periode dasar dan menjadi acuan bagi pengukuran perubahan
efisiensi produktif. Pengukuran ini dilakukan untuk mengetahui atau menilai
apakah efisiensi produktif telah meningkat atau menurun. Sebagai ilustrasi, anggap
tahun 2007 dari pabrik Ladd Lightening sebagai periode dasar dan standar
produktivitas tenaga kerja yaitu 3 lampu hias/jam. Setelah itu, anggaplah pada
akhir tahun 2007, Ladd Lightening memutuskan untuk mencoba prosedur baru untuk
memproduksi dan merakit lampu hias dengan harapan prosedur baru itu akan
menggunakan tenaga kerja lebih sedikit.pada tahun 2008, terdapat 150.000
lampu hias yang diproduksi dengan menggunakan 37.500 jam tenaga kerja. Rasio
produktivitas tenaga kerja untuk tahun 2008 adah 4 lampu hias/jam
(150.000/37.500).perubahan dalam produktivitas adalah kenaikan 1 unit per jam (dari
3 unit pada tahun 2007 menjadi 4 unit pada tahun 2008). Perubahan yang
terjadi merupakan peningkatan yang signifikan dalam produktivitas tenaga kerja
dan menjadi bukti keefektifan prosedur tersebut.
 Keunggulan Ukuran Parsial
Penggunaan ukuran parsial memiliki keunggulan yaitu mudah diintepretasikan
oleh semua pihak di dalam perusahaan sehingga ukuran tersebut mudah digunakan
untuk menilai kinerja produktivitas dari karyawan operasional.
 Kelemahan Ukuran Parsial
Ukuran parsial yang digunakan secara terpisah dapat menyesatkan. Pertama,
kemungkinan terjadi trade-off menyebabkan perlu adanya ukuran produktivitas total
untuk menilai kelebihan berbagai keputusan produktivitas. Kedua, karena ada
kemungkinan trade-off, ukuran produktivitas total harus mempertimbangkan
konsekuensi keuangan agregat sehingga harus dalam bentuk sebuah ukuran keuangan.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Biaya kualitas merupakan biaya yang bisa lebih besar dari estimasi karena kurang
pengetahuannya seorang menejer dalam menganalisis biaya kualitas. Dengan mempelajari
dan mengaplikasikan system informasi biaya kualitas, diharapkan seorang manager nantinya
mampu mengestimasi biaya kualits dengan baik. Dalam suatu perusahaan yang bergerak
dalam bidang produksi akan lebih efisien biaya jika seorang manager / akuntannya sudah
mampu menelunsuri biaya kualitas yang tersembunyi maupun yang tidak tersembunyi.
Informasi biaya kualitas dapat berguna untuk seorang manajer dalam pengambilan
keputusan, mengevaluasi kinerja program peningkatan kualitas secara menyeluruh dan
membantu perbaikan berbagai keputusan manajerial.Karena begitu pentingnya biaya kualitas
wajib bagi sebuah perusahaan untuk menelunsuri biaya kualitasnya.
Selain daripada pentingnya biaya kualitas persahaan juga harus memperhatikan
hubungan output maupun input dalam sebuah kegiatan produktivitas. Karena akan
mempengaruhi harga, laba usaha, dan insentif bagi karyawan. Agar mencapai ketiga tersebut
perusahaan harus memenuhi hubungan efisiensi trade-off input. Apbila tercapai efisiensi
trade-off input maka akan tercapau pula Efisiensi produktif total.
Dengan adanya kombinasi antara biaya kualitas dan produktifitas maka perusahaan
akan mampu mengalokasikan biaya-biaya secara efektif dan efisien.