Anda di halaman 1dari 3

AKUN-AKUN DALAM SIKLUS

Semua perseroan memiliki modal saham dan laba ditahan, tetapi hanya sedikit yang
memiliki saham preferen, agio saham, dan saham dibeli kembali (treasury stock).
Karakteristik yang unik dari siklus perolehan modal dan pengembaliannya selalu melibatkan
akun kas. Karakteristik yang unik dari siklus perolehan modal dan pengembaliannya
memepengaruhi bagaimana auditor memeriksa akun-akun dalam siklus ini. Siklus ini
biasanya mencakup akun-akun , seperti: utang wesel, utang kontrak, utang hipotik, beban
bunga, utang bunga, kas dibank, dll.

Dalam hal ini auditor biasanya menetapkan materialitas pada tingkat rendah karena
pada umumnya dimungkinkan untuk mengaudit secara lengkap saldo saldo akun dan
transaski yang memepengaruhi salso akun utang wesel. Begitu juga auditor biasanya
menetapkan risiko inheren pada tingkat rendah karena nilai akun yang benar biasanya mudah
ditentukan. Karena siklus ini hanya berisi sedikit transaksi, risiko pengendalian dan hasil
pengujian substantif transaksi biasanya kurang penting untuk perancangan pengujian rinci
salso untuk akun seperti utang wesel.

UTANG WESEL

Utang wesel adalah kewajiban legal kepada seorang keditor yang terdiri dari pokok
pinjaman dan bunganya, yang mungkin dijamin atau tidak dijamin dengan aset. Biasanya
wesel diterbitkan untuk suatu periode tertentu antara satu bulan ampai satu tahun, tapi ada
juga yang jangka waktunya lebih panjang. Auditor biasanya melakukan pengujian atas
pembayaran pook pinjaman dan bunganya sebagai bagian dari pengauditan siklus pembelian
dan pembayaran, karena pembayaran dicatat jurnal pengeluaran kas.

Tujuan pengauditan atas utang wesel adalah untuk menentukan :

1. Pengendalian internal atas utang wesel memadai


2. Transaksi yang menyangkut pokok pinjaman dan bunga wesel telah diotorisasi
dengan benar dan telah dicatat sesuai dengan keenam tujuan audit transaksi.
3. Kewajiban unuk utang wesel dan bunga yang bersangkutan serta utang bunga telah
ditetapkan dengan benar sebagaimana dirumuskan dalam kedelapan tujuan audit salso
4. Pengungkapan yang berkaitan denga utang wesel dan bunga wesel terkait memenuhi
keempat tujuann audit penyajian dan pengungkapan.
PENGENDALIAN INTERNAL
Ada empat pengendalian internal bagi utang wesel, yaitu:
1. Penerbitan wesel harus mendapat otorisasi lebih dahulu. Kewenangan pemberian
persetujuan penerbitan wesel berada pada dewan komisaris atau manjemen tingkat
tingi.
2. Terdapat pengendalian dan memadai untuk pembayran pokok pinjaman maupun
bunganya. Pembayran bunga periodik dan pembayaran angsuran pokok pinjaman
harus diawasi melalui siklus pembelian dan pembayaran. Pada saat wesel diterbitkan.
Bagian utang akan secara otomatis menerbitkan check atau electronic funds transfer
untuk wesel yang telah jatub tempo, dengan cara sama.
3. Dokumen dan catatan yang memadai. Hal ini menyangkut penyelenggaraan catatan
pembantu dan pengawasan atas dokumen wesel yng telah dibayar oleh pejabat yang
ditunjuk. Wesel yang telah dilunasi harus bersisi tanda “LUNAS’ dan disimpan oleh
pejabat yang berwenang.
4. Verifikasi independen secara periodik. Secara periodik catatan detil wesel harus
direkonsiliasi dengan buku besar dan dibnadingkan dengan catatan yang
diselenggarakan oleh pemegang wesel oleh seseorang yang tidak bertanggungjawab
untuk menyenggarakan secara detil.

PENGUJIAN PENGENDALIAN DAN PENGUJIAN SUBSTANTIF TRANSAKSI


Pengujian audit ini merupakan pengendalian dan pengujian substantif transaski
penerimaan kas dan pengeluaran kas. Tambahan pengujian pengendalian dan pengujian
substantif seringkali juga dilakukan sebagai bagian daripengujian rinci salso karena
materialnya transaksi individual.
Pengujian pengendalian atas utang wesel beserta bunganya harus dititik beratkan pada
pengujian atas empat pengendalian seperti telah diuraikan diatas. Disini auditor juga harus
memeriksa ketelitian catatan penerimaan dari pencairan pinjaman serta pembayaran kembali
pokok pinjaman dan bunganya.

PROSEDUR ANALITIS
Prosedur analitis penting dalam pengauditan utang wesel karena pengujian rinci beban
unga dan utang bunga seringkali dapat ditiadakan apabila hasilnya memuaskan. Prediksi
independen auditor atas beban atas beban bunga, dengan menggunakan saldo utang
berjalalan dan tingkat bunga, akan membantu auditor dalam menilai kewajaran beban bunga
dan juga menguji kemungkinan adanya utang wesel yang tidak dicatat. Apabila beban
bunga sesungguhnya jauh lebih besar dari estimasi auditor, salah satu satu kemungkinan hal
itu disebabkan pambayaran bunga dilakukan atas utang wesel yang tidak dicatat.