Anda di halaman 1dari 18

“PEMBALUTAN”

Dosen:
Ns. Hafna Ilmy Muhalla, S. Kep., M. Kep., Sp. Kep.M.B.

Disusun Oleh :
SEMESTER 4A

Kelompok 2 :

1. AHRIAN YUDHO PRAKOSO (151611913008)


2. ALFIANTI IDAH CAHYANI (151611913011)
3. BERNADHITA AJUNY FIRDA (151611913022)
4. CHRISTINA YUNI AVISAH (151611913023)
5. DEVITA DWI FERONIKA (151611913027)
6. FITRI FADLILATUL NI’MAH (151611913048)

PROGRAM STUDI DIPLOMA III KEPERAWATAN


FAKULTAS VOKASI
UNIVERSITAS AIRLANGGA
2017 / 2018
HALAMAN PERSETUJUAN

Makalah yang diajukan oleh:


Kelompok :2
Semester :4
Tahun Akademik : 2017/2018
Nama dan NIM :
1. Ahrian Yudho Prakoso (151611913008)
2. Alfianti Indah Cahyani (151611913011)
3. Bernadhita Ajuny Firda (151611913022)
4. Christina Yuni Avisah (151611913023)
5. Devita Dwi Feronika (151611913027)
6. Fitri Fadlilatun Ni’mah (151611913048)
Program Studi : Dlll Keperawatan
Fakultas : Vokasi
Universitas : Airlangga
Judul : PEMBALUTAN

Ini telah disetujui oleh dosen pembimbing Mata Kuliah Gawat Darurat dan Bencana
Program Studi D-III Keperawatan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga Kampus
Gresik di Gresik pada tanggal …….

Dosen Pembimbing,

Ns. Hafna Ilmy Muhalla, S. Kep., M. Kep., Sp. Kep.M.B.


NIP. 19781220 200604 2 026

HALAMAN PERNYATAAN
Kami yang bertanda tangan di bawah ini dengan sebenarnya menyatakan bahwa
makalah ini tersusun tanpa tindakan plagiarism kecuali berdasarkan sumber yang
disebutkan dan sesuai dengan peraturan yang berlaku di Program Studi D-III
Keperawatan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga.

Jika dikemudian hari ternyata kami melakukan tindkan plagiarism, kami akan
bertanggung jawab sepenuhnya dan menerima sanksi yang dijatuhkan oleh Program
Studi D-III Keperawatan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga.

Lamongan, …8 Maret 2018…………

1. AHRIAN YUDHO PRAKOSO (151611913008)


2. ALFIANTI IDAH CAHYANI (151611913011)
3. BERNADHITA AJUNY FIRDA (151611913022)
4. CHRISTINA YUNI AVISAH (151611913023)
5. DEVITA DWI FERONIKA (151611913027)
6. FITRI FADLILATUL NI’MAH (151611913048)

ii
KATA PENGANTAR

Dengan mengucapkan puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas
berkat rahmat-Nya penulis dapat menyelesaikan Tugas Kelompok untuk memenuhi mata
kuliah Keperawatan Gawat Darurat.

Penulisan dan pembuatan makalah ini bertujuan untuk memenuhi tugas mata kuliah
Komunikasi. Adapun yang kami bahas dalam makalah sederhana ini mengenai “
PEMBALUTAN ”.

Dengan menyelesaikan karya tulis ini, tidak jarang penulis menemui kesulitan.
Namun penulis sudah berusaha sebaik mungkin untuk menyelesaikannya, oleh karena itu
penulis mengharapkan kritik dan saran dari semua pihak yang membaca yang sifatnya
membangun untuk dijadikan bahan masukan guna penulisan yang akan datang sehingga
menjadi lebih baik lagi. Semoga karya tulis ini bisa bermanfaat bagi penulis khususnya dan
bagi pembaca pada umumnya.

Lamongan, 08 Maret 2018

Penulis

Kelompok 2

DAFTAR ISI
iii
HALAMAN JUDUL
HALAMAN PERSETUJUAN ...........................................................................................i
HALAMAN PERNYATAAN..............................................................................................ii
KATA PENGANTAR..........................................................................................................iii
DAFTAR ISI........................................................................................................................iiii
DAFTAR LAMPIRAN........................................................................................................iiiii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG..............................................................................................1
1.2 TUJUAN PENULISAN..........................................................................................1
1.3 SISTEMATIKA PENULISAN................................................................................1
1.4 MANFAAT PENULISAN.......................................................................................2
BAB II PEMBAHASAN
2.1..................................................................................................................................DEF
ENISI.......................................................................................................................3
2.2..................................................................................................................................TUJ
UAN JENIS PEMBALUTAN.................................................................................3
2.3..................................................................................................................................JENI
S PEMBALUTAN...................................................................................................3
2.4..................................................................................................................................PRI
NSIP.........................................................................................................................3
2.5..................................................................................................................................INDI
KASI........................................................................................................................4
2.6..................................................................................................................................ALA
T DAN BAHAN......................................................................................................4
2.7..................................................................................................................................FUN
GSI MASING-MASING JENIS BALUT...............................................................4
2.8..................................................................................................................................TEK
NIK PENGGUNAAN MASING-MASING JENIS BALUT..................................5
2.9..................................................................................................................................PRO
SEDUR PEMBALUTAN........................................................................................6
BAB III PENUTUP

3.1 KESIMPULAN.......................................................................................................8

3.2 SARAN....................................................................................................................8

DAFTAR PUSTAKA..........................................................................................................9

LAMPIRAN........................................................................................................................10

iiii
i
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Saat ini, penyakit musculoskeletal telah menjadi masalah yang banyak dijumpai di
pusat-pusat pelayanan kesehatan di seluruhdunia. Bahkan WHO telah menetapkan
decade ini (2000-2010) menjadi Dekade Tulang dan Persendian. Penyebab frakturter
banyak adalah karena kecelakaan lalulintas. Kecelakaan lalu lintas ini, selain
menyebabkan fraktur, menurut WHO, juga menyebabkan kematian 1,25 juta orang setiap
tahunnya, dimana sebagian besar korbannya adalah remaja atau dewasa muda. Terdapat
beberapa pengertian mengenai fraktur, sebagaimana yang dikemukakan para ahli melalui
berbagai literature.
Alatgerak yang terdiri dari tulang, sendi, jaringan ikat dan otot pada manusia sangat
penting. Setiap cedera atau gangguan yang terjadi pada system ini akan mengakibatkan
terganggunya pergerakan seseorang untuk sementara atau selamanya. Gangguan yang
paling sering dialami pada cedera otot rangka adalah patah tulang. Pembalutan dan
pembidaian merupakan salah satu cara penanganan terhadap kegawatdaruratan untuk
menyelamatkan pasien.

1.2 Tujuan penulisan


1. Mengetahui apa defenisi pembalutan.
2. Mengetahui apa tujuan pembalutan.
3. Mengetahui apa saja jenis pembalutan.
4. Mengetahui bagaimana prinsip pembalutan.
5. Mengetahui apa saja indikasi pembalutan.
6. Mengetahui apa saja alat dan bahan pembalutan.
7. Mengetahui apa saja fungsi masing-masing jenis balut.
8. Mengetahui bagaimana teknik penggunaan masing-masing jenis balut.
9. Mengetahui bagaimana prosedur pembalutan.

1.3 Sistematika penulisan


Untuk memahami lebih jelas laporan ini, maka materi-materi yang tertera pada Laporan
Skripsi ini dikelompokkan menjadi beberapa sub bab dengan sistematika penyampaian
sebagai berikut :
BAB I PENDAHULUAN
Berisi tentang latar belakang, perumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, ruang 1
lingkup penelitian, dan sistematika penulisan.

BAB II PEMBAHASAN
Bab ini berisikan pembahasan tentang defenisi, tujuan jenis pembalutan, prinsip ,indikasi,
alat dan bahan, fungsi masing-masing jenis balut, teknik penggunaan masing-masing jenis
balut, prosedur pembalutan.

BAB III PENUTUP


Bab ini berisi kesimpulan dan saran yang berkaitan dengan analisa dan optimalisasi
sistem berdasarkan yang telah diuraikan pada bab-bab sebelumnya.

1.4 Manfaat penulisan


Manfaat dari penulisan laporanini, yaitu:
 Bagi mahasiswa, dapat menjadi masukan bagi mahasiswa Dlll Keperawatan Fakultas
Vokasi Universitas Airlangga khususnya angkatan tahun 2017/2018 dalam
meningkatkan serta menambah pengetahuan tentang cara melakukan pembalutan.
 Bagi Program Studi Dlll Keperawatan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga, dapat
menjadi bahan acuan dan tambahan pustaka untuk peningkatan mutu pendidikan yang
lebih baik sehingga menghasilkan lulusan keperawatan di Fakultas Vokasi Universitas
Airlangga yang berkualitas dan siap dalam menghadapi situasi kegawat daruratan pada
kecelakaan dengan cara melakukan pembalutan.

2
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Defenisi
Membalut adalah tindakan untuk menyangga atau menahan bagian tubuh agar tidak
bergeser atau berubah dari posisi yang dikehendaki.

2.2 Tujuan
1) M e n a h a n s e s u a t u , m i s a l n y a b i d a i ( spalk ) , k a s a p e n u t u p l u k a , d a n
sebagainya agar tidak bergeser dari tempatnya
2) M e n a h a n p e m b e n g k a k a n ( m e n g h e n t i k a n p e n d a r a h a n : p e m b a l u t
tekanan).
3) Menunjang bagian tubuh yang cedera
4) Menjaga agar bagian yang cedera tidak bergerak
5) Menutup bagian tubuh agar tidak terkontaminasi.

2.3 Jenis Pembalutan


1) Mitella
2) Dasi
3) Pita
4) Plester
5) Pembalut lainnya
6) Kassa steril

2.4 Prinsip
1) Balutan harus rapat ,rapi jangan terlaluerat karena dapat menganggu sirkulasi.
2) Jangan terlalu kendor sehingga mudah bergeser atau lepas.
3) Ujung – ujung jari dibiarkan terbuka untuk megetahui adanya gangguan sirkulasi
4) Bila ada keluhan balutan terlalu erat hendaknya sedikit dilonggarkan tapi tetap rapat,
kemudian evaluasi keadaan sirkulasi
Catatan :Biasanyadigunakancara yang lebih mudah yaitu memasukkan pulpen pada
bebat yang telahterpasang. Jika dapat masuk dengan mudah, berarti bebat tersebut
telah sesuai tekannya

2.5 Indikasi
Pada pasien yang mengalami dislokasi, subluksasi, sprain, atau terdapat luka pada area3
tubuh (luka terbuka atau luka bakar)

2.6 Alat dan Bahan


1) Mitella adalah pembalut berbentuk segitiga
2) Dasi adalah mitela yang berlipat-lipat sehingga berbentuk seperti dasi
3) Pita adalah pembalut yang di gulung-gulung
4) Plester adalah pembalut berperekat
5) Pembalut yang spesifik
6) Kassa steril

2.7 Fungsi masing-masing jenis balut


1) Mitella (pembalut segitiga)
a. Bahan pembalut dari kain yang berbentuk segitiga sama kaki dengan
berbagai ukuran. Panjang kaki antara 50-100 cm
b. Pembalut ini biasa dipakai pada cedera di kepala, bahu, dada, s i k u ,
telapaktangan, pinggul, telapak kaki, dan untuk menggantung lengan dapat
dilipat-lipat sejajar dengan alasnya dan menjadi pembalut bentuk dasi.
2) Dasi (cravat)
a. Merupakan mitella yang dilipat-lipat dari salah satu ujungnya sehingga
berbentuk pita dengan keduaujung-ujungnya lancip dan lebarnya antara 5-10
cm.
b. Pembalut ini biasa dipergunakan untuk membalut mata, dahi (atau bagian kepala
yang lain), rahang, ketiak, lengan, siku, paha, lutut,betis, dan kaki yang terkilir.
3) Pita (pembalut gulung)
a. Dapat terbuat dari kain katun, kain kasa, flannel atau bahan elastis. Yang paling
sering adalah kasa. Hal ini dikarenakan kasa mudah menyerap air dan
darah, serta tidak mudah kendor.
b. Macam ukuran lebar pembalut dan penggunaannya:
Lebar 2,5 cm :biasa untuk jari – jari
Lebar 5 cm :biasa untuk leher dan pergelangan tangan
Lebar 7,5 cm :biasa untuk kepala, lengan atas, lengan bawah, betis dan kaki
Lebar 10 cm :biasa untuk paha dan sendi panggul
Lebar> 10 – 15 cm :biasa untuk dada, perut dan punggung 4

4) Plester (pembalut berperekat)


a. Pembalut ini untuk merekatkan penutup luka, untuk fiksasi pada sendi yang
terkilir, untuk merekatkan pada kelainan patah tulang. Cara pembidaian
langsung dengan plester disebut Strapping.
b. Plester dibebatkan berlapis-lapis dari distal keproksimal dan untuk membatasi
gerakan perlu pita yang masing-masing ujungnya difiksasi dengan plester.
c. Untuk menutup luka yang sederhana dapat dipakai plester yang sudah
dilengkapi dengan kasa yang mengandung antiseptic (Tensoplast, Band-aid,
Handyplast dsb).
5) Pembalut yang spesifik
a. Snel verband adalah pembalut pita yang sudah ditambah dengan kassa penutup
luka dan steril, baru dibuka pada saat akan dipergunakan, sering dipakai pada
luka – luka lebar yang terdapat pada badan
b. Sufratulle adalah kassa steril yang telah direndam dengan obat pembunuh
kuman. Biasa dipergunakan pada luka – luka kecil
6) Kassa steril
a. Adalah kassa yang dipotong dengan berbagai ukuran untuk menutup luka kecil
yang sudah diberi obat – obatan (antibiotik, antiplagestik)
b. Setelah ditutup kassa itu kemudian baru dibalut

2.8 Teknik penggunaan masing-masing jenis balut


1) Cara membalutdenganmitela :
a. Salah satu sisi mitella dilipat 3 – 4 cm sebanyak 1 – 3 kali
b. Pertengahan sisi yang telah terlipat diletakkan diluar bagian yang akan dibalut,
lalu ditarik secukupnya dan kedua ujung sisi itu diikatkan
c. Salah satu ujung yang bebas lainnya ditarik dan dapat diikatkan pada ikatan b,
atau diikatkan pada tempat lain maupun dapat dibiarkan bebas, hal ini tergantung
pada tempat dan kepentingannya
2) Cara membalut dengan dasi :
a. Pembalut mitella dilipat – lipat dari salah satu sisi sehingga berbentuk pita dengan
masing – masing ujung lancip
b. Bebatkan pada tempat yang akan dibalut sampai keduaujungnya dapat diikatkan
c. Diusahakan agar balutan tidak mudah kendor dengan cara sebelum diikat arahnya5
saling menarik
d. Kedua ujungnya diikatkan secukupnya
3) Cara membalut dengan pita :
a. Berdasar besar bagian tubuh yang akan dibalut, maka dipilih pembalutan pita
ukuran lebar yang sesuai
b. Balutan pita biasanya beberapa lapis, dimulai dari salah satu ujung yang
diletakkan dari proksimalke distal menutup sepanjang bagian tubuh yang akan
dibalut kemudian dari distal keproksimal dibebatkan dengan arah bebatan saling
menyilang dan tumpang tindih antara bebatan yang satu dengan bebatan
berikutnya
c. Kemudian ujung yang dalam tadi (b) diikat dengan ujung yang lain secukupnya
4) Cara membalut luka dengan plester
a. Jika ada luka terbuka :luka diberi obat antiseptik, tutup luka dengan kassa, baru
lekatkan pembalut plester
b. Jika untuk fiksasi (misalnya pada patah tulang atau terkilir) :balutan plester dibuat
”strapping” dengan membebat berlapis – lapis dari distal keproksimal dan untuk
membatasi gerakkan tertentu perlu kita yang masing – masing ujungnya difiksasi
dengan plester

2.9 Prosedur pembalutan


1) Perhatikan tempat atau letak yang akan dibalut dengan menjawab pertanyaan ini :
a. Bagian dari tubuh yang mana ?
b. Apakah ada luka terbuka atau tidak ?
c. Bagaimana luas luka tersebut ?
d. Apakah perlu membatasi gerak bagian tubuh tertentu atau tidak ?
2) Pilih jenis pembalut yang akan dipergunakan ! dapat salah satu atau kombinasi
3) Sebelum dibalut jika luka terbuka perlu diberi desinfektan atau dibalut dengan
pembalut yang mengandung desinfektan atau dislokasi perlu direposisi
4) Tentukan posisi balutan dengan mempertimbangkan :
a. Dapat membatasi pergeseran atau gerak bagian tubuh yang memang perlu
difiksasi
b. Sesedikit mungkin membatasi gerak bagian tubuh yang lain
c. Usahakan posisi balutan yang paling nyaman untuk kegiatan pokok penderita
d. Tidak mengganggu peredaran darah, misalnya pada balutan berlapis, lapis yang6
paling bawah letaknya disebelah distal
e. Tidak mudah kendor atau lepas

7
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Membalut adalah tindakan untuk menyangga atau menahan bagian tubuh agar tidak
bergeser atau berubah dari posisi yang dikehendaki.
Tujuan pembalutan :
1) M e n a h a n s e s u a t u , m i s a l n y a b i d a i ( spalk ) , k a s a p e n u t u p l u k a , d a n
sebagainya agar tidak bergeser dari tempatnya
2) M e n a h a n p e m b e n g k a k a n ( m e n g h e n t i k a n pendarahan: pembalut
tekanan).
3) Menunjang bagian tubuh yang cedera
4) Menjaga agar bagian yang cedera tidak bergerak
5) Menutup bagian tubuh agar tidak terkontaminasi.

3.2 Saran
Menyadari bahwa penulis masih jauh dari kata sempurna, kedepannya penulis akan
lebih fokus dan details dalam menjelaskan tentang makalah di atas dengan sumber -
sumber yang lebih banyak yang tentunga dapat di pertanggung jawabkan.
Untuk saran bisa berisi kritik atau saran terhadap penulisan juga bisa untuk
menanggapi terhadap kesimpulan dari bahasan makalah yang telah di jelaskan. Untuk
bagian terakhir dari makalah adalah daftar pustaka. Pada kesempatan lain akan saya
jelaskan tentang daftar pustaka makalah.

DAFTAR PUSTAKA 8
Arief, Muhammad. 2008. PembalutandanPembidaiandalam P3K.
http://ariefboy.multiply.com/links/item/21/PEMABALUTAN_DAN_PEMBIDAIAN_
DALAM_P3K(diakses tanggal20Januari 2014).

9
LAMPIRAN

1. Cara menutup luka di dada dengan satu/ dua kain mitela (kain segitiga)

2. Cara menutup organ disekitar kepala seperti hidung dan dagu, telinga dan dagu
dan luka didaerah mata dengan kain mitella yang dibentuk dasi (dilipat lipat)
3. Cara membalut luka dibagian kepala. Kalu luka ada dibagian depan maka ujung
kain diikat dibagian belakang, dan sebaliknya.

4. Cara membalut luka di tangan 10

5. Cara membalut luka di lutut

6. Cara membalut luka di jari


7. Cara membalut luka di tungkai

11

8. Cara membalut luka di tangan dan kaki


9. Cara membalut luka dipergelangan tangan/kaki

10. Cara membalut luka di mata

12

11. Cara
membalut
luka di
siku
12. Cara untuk fiksasi cidera patah tulang punggung
13

14