Anda di halaman 1dari 24
BADAN PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR WILAYAH KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT
BADAN PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR WILAYAH KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT
BADAN PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR WILAYAH KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT
BADAN PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR WILAYAH KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT
BADAN PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR WILAYAH
BADAN PENGEMBANGAN
INFRASTRUKTUR WILAYAH
BADAN PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR WILAYAH KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT
BADAN PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR WILAYAH KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT
BADAN PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR WILAYAH KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT

KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT

BADAN PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR WILAYAH KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT
BADAN PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR WILAYAH KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT
BADAN PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR WILAYAH KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT
Kementerian Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat Organisasi PUPR: • Sekretariat Jenderal • Inspektorat Jenderal •

Kementerian Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat

Organisasi PUPR:

• Sekretariat Jenderal

• Inspektorat Jenderal

• Ditjen Sumber Daya Air

• Ditjen Bina Marga

• Ditjen Cipta Karya

• Ditjen Penyediaan Perumahan

• Ditjen Bina Konstruksi

• Ditjen Pembiayaan Perumahan • BPIW

• BALITBANG

• BPSDM

TUGAS BPIW

Berdasarkan peraturan menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat nomor 15/PRT/M/2016 tahun 2015 tentang organisasi dan tata kerja Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, ditegaskan bahwa tugas Badan Pengembangan Infras- truktur Wilayah adalah melaksanakan penyusunan kebijakan teknis dan strategi keterpaduan antara pengembangan kawasan dengan infrastruktur pekerjaan umum dan perumahan rakyat.

FUNGSI BPIW

Dalam Menyelenggarakan tugas, Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah menyeleng- garakan fungsi sebagai berikut:

Penyusunan kebijakan teknis, rencana, dan program keterpaduan pengembangan kawasan dengan infrastruktur di bidang pekerjaan umum dan perumahan rakyat.Wilayah menyeleng- garakan fungsi sebagai berikut: Penyusunan strategi keterpaduan pengembangan kawasan dengan

Penyusunan strategi keterpaduan pengembangan kawasan dengan infrastruktur bidang pekerjaan umum dan perumahan rakyat.infrastruktur di bidang pekerjaan umum dan perumahan rakyat. Pelaksanaan sinkronisasi program antara pengembangan kawasan

Pelaksanaan sinkronisasi program antara pengembangan kawasan dengan infras- truktur bidang pekerjaan umum dan perumahan rakyat.infrastruktur bidang pekerjaan umum dan perumahan rakyat. Pemantauan, evaluasi, dan pelaporan penyelenggaraan

Pemantauan, evaluasi, dan pelaporan penyelenggaraan keterpaduan rencana dan sinkronisasi program antara pengembangan kawasan dengan infrastruktur bidang pekerjaan umum dan perumahan rakyat;infras- truktur bidang pekerjaan umum dan perumahan rakyat. Pelaksanaan administrasi Badan Pengembangan Infrastruktur

Pelaksanaan administrasi Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah. dan Pelaksa- naan fungsi lain yang diberikan oleh Menteri.dan sinkronisasi program antara pengembangan kawasan dengan infrastruktur bidang pekerjaan umum dan perumahan rakyat;

ORGANISASI BPIW

Sekretariat Badan:ORGANISASI BPIW Tugas: Memberikan dukungan pengelolaan kepada seluruh unit organisasi di lingkungan BPIW. Pusat

Tugas: Memberikan dukungan pengelolaan kepada seluruh unit organisasi di lingkungan BPIW.

Pusat Perencanaan Infrastruktur PUPRkepada seluruh unit organisasi di lingkungan BPIW. Tugas: Melaksanakan penyiapan penyusunan kebijakan teknis,

Tugas: Melaksanakan penyiapan penyusunan kebijakan teknis, strategi, rencana strategis, analisis manfaat, serta rencana keterpaduan pengembangan kawasan dengan infrastruktur bidang PUPR.

Pusat Pemrograman Dan Evaluasi Keterpaduan Infrastruktur PUPRpengembangan kawasan dengan infrastruktur bidang PUPR. Tugas: Melaksanakan sinkronisasi program, pemantauan,

Tugas: Melaksanakan sinkronisasi program, pemantauan, evaluasi, dan pelaporan keterpaduan pengembangan kawasan dengan infrastruktur bidang PUPR.

Pusat Pengembangan Kawasan Strategispengembangan kawasan dengan infrastruktur bidang PUPR. Tugas: Melaksanakan penyusunan kebijakan teknis, rencana dan

Tugas: Melaksanakan penyusunan kebijakan teknis, rencana dan program, pengembangan area inkubasi di kawasan strategis pada wilayah pengembangan strategis yang menterpadukan antara pengembangan kawasan dan infrastruktur bidang pekerjaan umum dan perumah- an rakyat, serta fasilitasi pengadaan tanah.

Pusat Pengembangan Kawasan Perkotaandan perumah- an rakyat, serta fasilitasi pengadaan tanah. Tugas: Melaksanakan penyusunan kebijakan teknis, rencana dan

Tugas: Melaksanakan penyusunan kebijakan teknis, rencana dan program, dan pengembangan area inkubasi di kawasan perkotaan yang menterpadukan antara pengem- bangan berbagai kawasan dan infrastruktur bidang pekerjaan umum dan perumahan rakyat di kawasan perkotaan, serta keterkaitan antara kawasan perkotaan dan kawasan perdesaan.

Capaian BPIW tahun 2015-2017

37 MP & DP Dokumen Pengembangan 3 Kawasan Renstra Perkotaan Kementerian PUPR 9 FS dan
37 MP & DP
Dokumen
Pengembangan
3
Kawasan
Renstra
Perkotaan
Kementerian PUPR
9
FS dan Pra Desain
Lokasi Penyiapan Proses
Loan World Bank untuk
Tahun 2015-2019
Kawasan Perkotaan
60
Integrated Tourism
dan Review
Kota Otonom
Master Plan
Renstra
70
PKN/PKW
35
Dokumen Keterpaduan
Perencanaan dan
Sinkronisasi Program serta
Evaluasi Keterpaduan
Dukungan
35 WPS
MP & DP
WPS
(Program Jangka
Pendek 3 Tahun,
Program Tahunanan
dan Evaluasi
Keterpaduan)
Manajemen
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
14
Kebutuhan
dan skema
Pembiayaan
MP & DP
Kawasan
Strategis
infrastruktur
wilayah dan
kawasan
7
26
MP&DP
KPS
Inkubasi
Rencana Induk
34
MP&DP
Pengembangan
KPPN
Infrastruktur PUPR
1 Dokumen Renstra Kementerian PUPR Tahun 2015-2019 dan Review Renstra
1
Dokumen Renstra Kementerian PUPR
Tahun 2015-2019 dan Review Renstra

Rencana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum dan Peru- mahan Rakyat (Renstra Kementerian PUPR) 2015-2019

Renstra Kementerian PUPR 2015-2019 memuat sasaran pembangunan infrastruktur PUPR 2015-2019 yakni, mendukung konektivitas berupa pemba- ngunan jalan tol 1.000 KM, pembangunan jalan nasional 2.650 KM, pemba-ngunan jembatan 29.859 KM, peningkatan jalan nasional 3.073 KM, peningkatan jembatan 19.953 M, mendukung ketahanan air, kedaulatan pangan dan energi berupa pembangunan 65 bendungan, 1 juta ha jaringan irigasi baru, 3.000 KM pengendali banjir, 306 pengendali lahar, 530 KM pengamanan pantai.

Untuk dukungan perumahan berupa pembangunan rumah khusus 50.000 unit, pembangunan rumah susun 550.000 unit, bantuan stimulan pembangu- nan rumah swadaya 250.000 unit dan peningkatan kualitas 1,5 juta unit serta dukungan keciptakaryaan berupa akses air minum 100%, kawasan permukiman kumuh perkotaan 0 ha serta akses sanitasi layak 100%.

keciptakaryaan berupa akses air minum 100%, kawasan permukiman kumuh perkotaan 0 ha serta akses sanitasi layak
2
2

7 Rencana Induk Pengembangan Infrastruktur PUPR

Dokumen rencana induk disusun untuk mengurangi kesenjangan pembangunan wilayah antara Kawasan Barat Indonesia (KBI) dan Kawasan Timur Indonesia (KTI) melalui percepatan dan pemerataan pembangunan wilayah dengan menekankan keunggu- lan kompetitif perekonomian daerah berbasis Sumber Daya Alam (SDA), Sumber Daya Manusia (SDM), penyediaan infrastruktur, dan pengembangan teknologi.

Pembagian 7 wilayah tersebut, Papua diproyeksikan untuk lumbung pangan, pengembangan peternakan dan tanaman non-pangan. Maluku diproyeksikan untuk produsen makanan laut dan lumbung ikan nasional, Nusa Tenggara diproyeksikan untuk pintu gerbang wisata ekologis, Sulawesi diproyeksikan untuk gerbang industri logistik, lumbung pangan nasional, industri perikanan dan wisata bahari, Kalimantan diproyeksikan untuk paru-paru dunia, lumbung energi nasional, Jawa-Bali diproyeksikan untuk lumbung pangan nasional dan pendorong sektor industri nasional dan Sumatera diproyeksikan untuk gerbang Indonesia dalam perdagangan Internasional, lumbung energi nasional.

dalam perdagangan Internasional, lumbung energi nasional. Pulau Sumatera Kep. Maluku Pulau Kalimantan Pulau Papua
dalam perdagangan Internasional, lumbung energi nasional. Pulau Sumatera Kep. Maluku Pulau Kalimantan Pulau Papua
dalam perdagangan Internasional, lumbung energi nasional. Pulau Sumatera Kep. Maluku Pulau Kalimantan Pulau Papua
dalam perdagangan Internasional, lumbung energi nasional. Pulau Sumatera Kep. Maluku Pulau Kalimantan Pulau Papua
dalam perdagangan Internasional, lumbung energi nasional. Pulau Sumatera Kep. Maluku Pulau Kalimantan Pulau Papua
Pulau Sumatera Kep. Maluku Pulau Kalimantan Pulau Papua Pulau Sulawesi Pulau Jawa - Bali Kep.
Pulau Sumatera
Kep. Maluku
Pulau Kalimantan
Pulau Papua
Pulau Sulawesi
Pulau Jawa - Bali
Kep. Nusa Tenggara
Pulau Sumatera Kep. Maluku Pulau Kalimantan Pulau Papua Pulau Sulawesi Pulau Jawa - Bali Kep. Nusa
3
3

35 MP & DP WPS

35 Masterplan dan Developmenplan (MP/DP) Wilayah Pengembangan Strategis (WPS)

Masterplan (MP) merupakan rencana induk pembangunan infrastruktur PUPR 10 tahun serta Developmenplan (DP) rencana pengembangan infrastruktur PUPR 5 tahun.

Esensi WPS meliputi pengembangan wilayah terpadu dengan “market driven”, mempertimbangkan daya dukung dan daya tampung lingkungan, memfokuskan pengembangan infrastruktur menuju wilayah strategis, mendukung percepatan pertum- buhan kawasan-kawasan pertumbuhan di WPS serta mengurangi disparitas antar kawasan di dalam WPS.

1) WPS 1 (Sabang –Banda Aceh–Langsa) 2) WPS 2 (Medan–Tebing Tinggi–Dumai -Pekanbaru) 3) WPS 3 (Batam–Tanjung Pinang) 4) WPS 4 (Sibolga–Padang-Bengkulu) 5) WPS 5 (Jambil–Palembang–Pangkal Pinang–Tanjung Pandan) 6) WPS 6 (Merak–Bakauhuni–Bandar Lampung–Palembang Tanjung Api-api) 7) WPS 7 (Jakarta – Bogor – Ciawi-Sukabumi) 8) WPS 8 (Jakarta–Cirebon-Semarang) 9) WPS 9 (Tanjung Lesung–Sukabumi–Pangandaran-Cilacap) 10) WPS 10 (Yogyakarta–Solo–Semarang) 11) WPS 11(Semarang-Surabaya) 12) WPS 12 (Yogyakarta–Prigi–Blitar-Malang) 13) WPS 13 (Malang–Suarabaya-Bangkalan) 14) WPS 14 (Surabaya–Pasuruan-Banyuwangi) 15) WPS 15 (Gilimanuk–Denpasar–Padang Bay) 16) WPS 16 (Tanjung–Mataram-Mandalika). 17) WPS 17 (Sumbawa Besar–Dompu-Bima) 18) WPS 18 (Waingapu–Labuan Bajo–Ende–Maumere)

19) WPS 19 (Kupang–Atambua) 20) WPS 20 (Ketapang–Pontianak–Singkawang–Sambas) 21) WPS 21 (Temajuk-Sebatik) 22) WPS 22 (Palangkaraya–Banjarmasin–Batulicin) 23) WPS 23 (Balikpapan–Samarinda-Maloy) 24) WPS 24 (Bitung–Manado–Amurang–Kotamobagu) 25) WPS 25 (Gorontalo-Kotamobagu) 26) WPS 26 (Palu-Banggai) 27) WPS 27 (Mamuju–Makale–Palopo–Kendari–Bau-bau Wangi-wan- gi) 28) WPS 28 (Makassar–Pare-pare-Mamuju) 29) WPS 29 (Ternate – Sofifi – Daruba) 30) WPS 30 (Ambon –Masohi) 31) WPS 31 (Sorong-Manokwari) 32) WPS 32 (Biak–Manokwari-Bintuni) 33) WPS 33 (Nabire–Enarotali–Wamena) 34) WPS 34 (Jayapura-Merauke) 35) WPS 35 (Pulau-pulau Kecil Terluar, seperti Natuna , Anambas, Enggano dan Simuk

Tahun2015 35 WPS MP & DP MP: DP: Development 3 Rencana Aksi Implementasi Keterpaduan program
Tahun2015
35 WPS MP & DP
MP:
DP: Development
3
Rencana Aksi Implementasi Keterpaduan program dalam
WPS(Penajaman MP & DP, diluar WPS Perbatasan (WPS
21,19, 34) dan WPS Pulau-pulau Kecil Terluar)
Masterplan/Rencana
induk pembangunan
infrastruktur PUPR (10
tahun)
plan/rencana
Tahun2016
pengembangan
infrastruktur PUPR
Tahun2017:
(5 tahun)

WPS 2

WPS 6

WPS 9

WPS 11

WPS 12

WPS 13

(Medan – Tebing

 

(Merak – Bakauhuni– Bandar Lampung –

(TanjungLesung –

(Semarang -

(Yogyakarta – Prigi

(Malang –

Suarabaya

Bangkalan )

 

-

-

Tinggi – Dumai Pekanbaru )

Palembang– Tanjung Api-api)

Sukabumi – Pangandaran- Cilacap )

Surabaya)

– Blitar - Malang)

WPS 19

(Kupang -

WPS 21

WPS 22

(Palangkaraya –

WPS 23

(Balikpapan–

WPS 24

(Bitung – Manado –

WPS 25

(Gorontalo-

Atambua )

Samarinda - Maloy)

Amurang - Kotamobagu )

Kotamobagu )

 

(Temajuk - Sebatik )

Banjarmasin-

 

Batulicin)

WPS 28

WPS 31

WPS 32

WPS 33

WPS 34

WPS 35

(Makassar – Pare -

(Sorong -

(Biak – Manokwari -

(Nabire – Enarotali -

(Jayapura -

(Natuna dan

pare - Mamuju

)

Manokwari )

Bintuni )

Wamena )

Merauke )

Anambas)

WPS 1

WPS 3

(Batam – Tanjung Pinang)

WPS 14

(Surabaya –

Pasuruan-

Banyuwangi)

WPS 4

WPS 5

(Jambil– Palembang–

PangkalPinang

TanjungPandan)

WPS 16

(Tanjung –

Mataram -

WPS 7

WPS 8

WPS 15

WPS 17

WPS 18

(Gilimanuk –

Denpasar –

(Sumbawa Besar –

Dompu- Bima )

– Labuan Bajo–

(Waingapu

Padang Bay)

Mandalika)

Ende - Maumere

)

(Sabang – Banda

(Sibolga– Padang

(Jakarta – Bogor –

(Jakarta – Cirebon

Aceh - Langsa )

- Bengkulu)

Ciawi- Sukabumi )

- Semarang)

WPS 10

(Yogyakarta – Solo – Semarang)

WPS 20

WPS 26

WPS 27

WPS 29

WPS 30

WPS 35

(Mamuju– Makale –

(Ternate – So

(Enggano dan

(Ketapang – Pontianak – Singkawang– Sambas)

(Palu - Banggai)

Palopo – Kendari– Bau- bau – Wangi-wangi)

Daruba )

(Ambon – Masohi)

Simuk )

4
4

14 Masterplan dan Developmenplan (MP/DP) Kawasan Strategis

Dokumen perencanaan sebagai arah kebijakan dan strategi pembangunan proyek strategis nasional yang dilaksanakan oleh Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan/atau badan usaha yang memiliki sifat strategis untuk peningkatan pertumbuhan dan pemerataan pembangunan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan daerah.

Pada 2015 tersusun MP/DP 4 kawasan strategis, antara lain MP/DP Kawasan Cikarang Bekasi Laut (CBL), Kawasan Danau Toba, Kawasan Food Estate Merauke dan MP/DP Kawasan Magelang–Munti- lan–Borobudu

Pada tahun 2016 tersusun MP/DP 8 Kawasan strategis Pariwisata Pantai/ Pegunungan/ Budaya, yakni MP/DP Tanjung Kelayang, Tanjung Lesung, Wakatobi, Morotai, Raja Ampat, Brastagi, Bromo-Teng- ger-Semeru, dan MP/DP Toraja.

Pada tahun 2017 tersusun MP/DP 2 Kawasan kawasan strategis baru, yakni MP/DP Labuan Bajo dan MP/DP Patimban

Tahun 2015 Kaw.DanauToba Tahun 2016 Morotai Tahun 2017 Tanjung Kelayang Raja Ampat Toraja Patimban Kaw.Magelang-
Tahun 2015
Kaw.DanauToba
Tahun 2016
Morotai
Tahun 2017
Tanjung Kelayang
Raja Ampat
Toraja
Patimban
Kaw.Magelang-
Muntilan -Borobudur
Wakatobi
Tanjung Lesung
Bromo Te- ngger-Semeru
Labuan Bajo
Kaw. Food Estate
Merauke
KAWASAN STRATEGIS 2016
KAWASAN STRATEGIS 2017

Brastagi

Kaw. Cikarang -BekasiLaut(CBL)

KAWASAN STRATEGIS 2015

Kaw.CikarangBekasiLaut(CBL) Kaw. Danau Toba
Kaw.CikarangBekasiLaut(CBL)
Kaw. Danau Toba
STRATEGIS 2015 Kaw.CikarangBekasiLaut(CBL) Kaw. Danau Toba Kaw. Food Estate Merauke Kaw. Magelan–gMuntilan–
STRATEGIS 2015 Kaw.CikarangBekasiLaut(CBL) Kaw. Danau Toba Kaw. Food Estate Merauke Kaw. Magelan–gMuntilan–

Kaw. Food Estate Merauke

Kaw. Magelan–gMuntilan– Borobudur

Kaw.Strategis Pariwisata Pantai

Tanjung Kelayang

Tanjung Lesung

Morotai Raja ampat

Wakatobi

Kaw.Strategis Pegunungan &

Budaya

Brastagi Toraja Bromo -Tengger - Semeru

Labuan Bajo

Patimban

14 Masterplan dan Developmenplan (MP/DP) Kawasan Strategis 4
14 Masterplan dan Developmenplan (MP/DP) Kawasan Strategis
4
14 Masterplan dan Developmenplan (MP/DP) Kawasan Strategis 4
14 Masterplan dan Developmenplan (MP/DP) Kawasan Strategis 4
14 Masterplan dan Developmenplan (MP/DP) Kawasan Strategis 4
5
5

37

MP & DP Pengembangan Kawasan Perkotaan

9

FS & Pra Desain Kawasan Perkotaan

60

Kota Otonom

70

PKN/PKW

Kota Baru Tahun 2015 Kota Baru Tahun 2016 Kota Baru Tahun 2017 Ibukota Kab (Kawasan
Kota Baru Tahun 2015
Kota Baru Tahun 2016
Kota Baru Tahun 2017
Ibukota Kab (Kawasan
Perkotaan di Sekitar Danau Toba

Kota Besar Tahun 2015

Kota Besar Tahun 2016

Kota Sedang Tahun 2017

Kawasan Metropolitan 2015

Kawasan Metropolitan 2016

Kawasan Metropolitan 2071

Kawasan Perkotaan (Yogyakarta)

MP/DP ( Indikasi Program)

60

Kota Otonom

70

PKN/PKW

9 FS dan Pra Desain

8 Kawasan Metropolitan

1 Kawasan Perkotaan

gan Bandung, Kedung Sepur, Gerbang Kertasusila, Sarbagita, Mam- minasata) dan MP/DP 1 Kawasan Perkotaan (Kawasan Perkotaan Yogyakarta)

Pada tahun 2016 tersusun MP/DP 4 Kota Baru (Kota Baru Maja, Bandar Kayangan, Pontianak dan Sofifi), 3 Kota Besar (Kota Bandar Lampung, Cirebon dan Cilacap), dan 2 Kawasan Metropolitan (Metropolitan Baru Palembang Raya dan Metropolitan Baru Bimindo).

Dokumen perencanaan dan pemprograman sebagai arah kebija- kan dan strategi pembangunan perkotaan untuk mewujudkan sistem perkotaan untuk pengurangan kesenjangan, membangun kota yang aman, nyaman, dan layak huni dan terpenuhinya standar pelayanan perkotaan, mengembangkan kota hijau yang berketah- anan iklim dan bencana, mengembangkan kota cerdas yang berdaya saing dan berbasis teknologi dan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) serta Meningkatkan kapasitas pengelolaan kota yang transparan, akuntabel, partisipatif, dan profesional.

Pada tahun 2015 tersusun MP/DP 4 Kota Baru (Sei Mangke, Kemayor- an, Tanjung Selor, dan Sofifi), MP/DP 1 Kota Besar (Pekanbaru), MP/DP 7 Kawasan Metropolitan (Mebidangro, Jabodetabekpunjur, Cekun-

Pada tahun 2017 tersusun MP/DP 4 Kota Baru (Sorong, Makassar, Manado, dan Palembang), 5 Kota Sedang (Dumai, Tebing Tinggi, Singkawang, Palangkaraya dan Mamuju), dan 1 Metropolitan Baru (Metropolitan Baru Banjar Bakula).

5
5
5
5
5
5
5
5
5
5
5
5
5
5
5
5
5
5
5
5
5

6

 

26 MP&DP KPS

34 MP&DP KPPN

 

26 Kawasan Perdesaan Strategis (KPS)

34 Kawasan Perdesaan Prioritas Nasional (KPPN) (14 lokasi oleh Kementerian PUPR, 19 Lokasi oleh Kementerian Perdesaan, dan 1 Lokasi oleh Kementerian ATR)

Tahun 2015Kementerian Perdesaan, dan 1 Lokasi oleh Kementerian ATR) Tahun 2016 Tahun 2017 PERSEBARAN KAWASAN PERDESAAN (TELAH

Perdesaan, dan 1 Lokasi oleh Kementerian ATR) Tahun 2015 Tahun 2016 Tahun 2017 PERSEBARAN KAWASAN PERDESAAN

Tahun 2016

Tahun 2017 PERSEBARAN KAWASAN PERDESAAN (TELAH DISUSUN MP& DP) KPPN Pakpak Barat KPPN Toba Samosir
Tahun 2017
PERSEBARAN KAWASAN PERDESAAN (TELAH DISUSUN MP& DP)
KPPN Pakpak Barat
KPPN Toba Samosir
KPS di Pulau Sumatera
KPPN Berau
KPPN Daruba
KPS di Pulau Kalimantan
KPPN Luwu Timur
KPPN Mempawah
KPPN Morowali
KPPN Empat Lawang
KPS di Pulau Jawa
KPPN Banjar
KPS di Pulau Sulawesi
KPPN SidenrengRappang
KPS di Pulau Nusa Tenggara
KPPN Dompu
KPS Kab. Trenggalek
KPPN LabuanBajo
KPPN Tabanan
KPPN Praya

26 Kawasan Perdesaan Strategis serta 34 Masterplan dan Developmenplan (MP/DP) Kawasan Perdesaan Prioritas Nasional (KPPN)

Dokumen perencanaan dan pemprograman sebagai arah kebija- kan dan strategi pembangunan perdesaan untuk mewujudkan kemandirian masyarakat, menciptakan desa-desa mandiri dan berkelanjutan yang memiliki ketahanan sosial, ekonomi, ekologi,

serta penguatan keterkaitan kegiatan ekonomi desa-kota. Pada tahun 2015 tersusun 26 MP/DP, yaitu 6 KPS di Pulau Sumatera (Kawasan Juli, Dolok Masihul, Toapaya, Mandeh, Pulau Rimau, Sukadana), MP/DP 5 KPS di Pulau Kalimantan (Kawasan Segedong, Mentarang, Kuala Kurun, Halong, Loa Kulu), MP/DP 4 KPS di Kepulau- an Nusa Tenggara (Kawasan Sakra, Tambora, Kelimutu, Wini), MP/DP 5 KPS Pulau Sulawesi (Kawasan Likupang, Olele, Napu, Ladongi, Malino), MP/DP KPS Trenggalek dan MP/DP 5 Kawasan Periurban

6
6

(Kawasan

Kediri, Tampaksiring).

Lembang,

Pleret,

Tumpang,

Pada tahun 2016 tersusun MP/DP 14 Kawasan Perdesaan Prioritas Nasional (KPPN) dimana 4 diantaranya disusun oleh Kementerian PUPR, yakni Tabanan, Praya, Labuan Bajo, dan Daruba. Adapun sisanya ditangani oleh Kementerian Desa, Pemba- ngunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi dan Kementerian Agraria dan Penataan Ruang/Badan Pertanahan Nasional (BPN)

Pada tahun 2017 tersusun MP/DP 20 KPPN dimana 10 diantaranya disusun oleh Kementerian PUPR, yaitu Kawasan Rasau Jaya, Mempawah, Kawasan Kolonedale, Luwu Timur, Kawasan Kolonedale, Morowa- li, Kawasan Sidikalang, Pakpak Bharat, Kawasan Sidikalang, Toba Samosir, Kawasan Rabo, Dompu, Kawasan Tanjung Redeb, Berau, Kawasan Baturaja, Empat Lawang, Kawasan Rabo, Sidenreng Rappang dan Kawasan Marabahan, Banjar.

Adapun sisanya ditangani ditangani oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi dan Kementeri- an Agraria dan Penataan Ruang/ BPN.

oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi dan Kementeri- an Agraria dan Penataan Ruang/ BPN.
oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi dan Kementeri- an Agraria dan Penataan Ruang/ BPN.
oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi dan Kementeri- an Agraria dan Penataan Ruang/ BPN.
oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi dan Kementeri- an Agraria dan Penataan Ruang/ BPN.
7
7

Dokumen keterpaduan perenca- naan dan singkronisasi program serta evaluasi keterpaduan

35

WPS

(Program jangka pendek 3 tahun, program tahunan dan evaluasi keterpaduan)

Dokumen Keterpaduan Perencanaan dan Sinkronisasi Program 35 WPS (Program Jangka Pendek 3 Tahun, Program Tahunan dan Evaluasi Keterpaduan)

Pendek 3 Tahun, Program Tahunan dan Evaluasi Keterpaduan) Dokumen perencanaan dan pemrograman untuk pengembangan dan
Pendek 3 Tahun, Program Tahunan dan Evaluasi Keterpaduan) Dokumen perencanaan dan pemrograman untuk pengembangan dan
Pendek 3 Tahun, Program Tahunan dan Evaluasi Keterpaduan) Dokumen perencanaan dan pemrograman untuk pengembangan dan
Pendek 3 Tahun, Program Tahunan dan Evaluasi Keterpaduan) Dokumen perencanaan dan pemrograman untuk pengembangan dan
Pendek 3 Tahun, Program Tahunan dan Evaluasi Keterpaduan) Dokumen perencanaan dan pemrograman untuk pengembangan dan
Pendek 3 Tahun, Program Tahunan dan Evaluasi Keterpaduan) Dokumen perencanaan dan pemrograman untuk pengembangan dan
Pendek 3 Tahun, Program Tahunan dan Evaluasi Keterpaduan) Dokumen perencanaan dan pemrograman untuk pengembangan dan
Pendek 3 Tahun, Program Tahunan dan Evaluasi Keterpaduan) Dokumen perencanaan dan pemrograman untuk pengembangan dan
Pendek 3 Tahun, Program Tahunan dan Evaluasi Keterpaduan) Dokumen perencanaan dan pemrograman untuk pengembangan dan
Pendek 3 Tahun, Program Tahunan dan Evaluasi Keterpaduan) Dokumen perencanaan dan pemrograman untuk pengembangan dan
Pendek 3 Tahun, Program Tahunan dan Evaluasi Keterpaduan) Dokumen perencanaan dan pemrograman untuk pengembangan dan
Pendek 3 Tahun, Program Tahunan dan Evaluasi Keterpaduan) Dokumen perencanaan dan pemrograman untuk pengembangan dan

Dokumen perencanaan dan pemrograman untuk pengembangan dan pembangunan infrastruktur PUPR dalam waktu jangka pendek 3 tahunan serta program tahunan termasuk evaluasi ukuran kerterpaduan pembangunan infrastruktur PUPR.

waktu jangka pendek 3 tahunan serta program tahunan termasuk evaluasi ukuran kerterpaduan pembangunan infrastruktur PUPR.
waktu jangka pendek 3 tahunan serta program tahunan termasuk evaluasi ukuran kerterpaduan pembangunan infrastruktur PUPR.
waktu jangka pendek 3 tahunan serta program tahunan termasuk evaluasi ukuran kerterpaduan pembangunan infrastruktur PUPR.
8
8

Kebutuhan dan Skema Pembiayaan Infrastruktur Wilayah dan Kawasan

Kebutuhan Pembiayaan Infrastruktur Wilayah Dan Kawasan

Kebutuhan Pembiayaan Infrastruktur Wilayah Dan Kawasan Dokumen kebutuhan pembiayaan perenca- naan untuk

Dokumen kebutuhan pembiayaan perenca- naan untuk pengembangan dan pembangu- nan infrastruktur PUPR di 35 WPS dalam kurun waktu 2018-2022. Baik untuk pembangunan baru, rehabilitasi, serta pelebaran.

Kebutuhan PembiayaanInfrastrukturPUPR 35 WPS (APBN dalamkurun waktu 2018-2022)

Total kebutuhan APBN 5 Tahun: 789,04 T (Pembangunan baru,rehabilitasi dan pelebaran (mayor & signifikan)) *
Total kebutuhan APBN 5 Tahun:
789,04 T
(Pembangunan baru,rehabilitasi dan pelebaran
(mayor & signifikan))
* Perhitungan untuk
WPS 35 Pulau- Pulau Kecil Terluar
terbatas untuk 4 lokasi
(Natuna , Anambas, Enggano ,
dan Simuk )
• Untuk
kabupaten/
kota yang sama dalam delineasi
WPS yang berbeda,
terdapat
double
perhitungan
kebutuhan
pembiayaan
infrastruktur

+ Pemeliharaan Sektoral + Manajemen Pelaksanaan PUPR

9
9

3 Lokasi penyiapan proses Loan World Bank untuk Integrated Tourism Master Plan

Menyiapkan penyusunan dokumen perencananaan kawasan pariwisata berupa Integrated Tourism Master Plan untuk 3 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), yaitu KSPN Danau Toba di Provinsi Sumatera Utara, KSPN Borobudur di Provinsi Jawa Tengah dan KSPN Manda- lika/Lombok di Provinsi Nusa Tenggara Barat sebagai proses pencairan pinjaman dari Bank Dunia.

Barat sebagai proses pencairan pinjaman dari Bank Dunia. M A S T E R P L
Barat sebagai proses pencairan pinjaman dari Bank Dunia. M A S T E R P L
Barat sebagai proses pencairan pinjaman dari Bank Dunia. M A S T E R P L

MASTER PLAN

KSPN DANAU TOBA TAHUN 2025

D A N A U T O B A T A H U N 2 0

MASTER PLAN KAWASAN BOROBUDUR TAHUN 2025

U N 2 0 2 5 MASTER PLAN KAWASAN BOROBUDUR TAHUN 2025 M A S T

MASTER PLAN KAWASAN LOMBOK TAHUN 2025

2 0 2 5 MASTER PLAN KAWASAN BOROBUDUR TAHUN 2025 M A S T E R

10

10
10 Inkubasi
10 Inkubasi

Inkubasi

10 Inkubasi

BPIW telah mengembangan kawasan inkubasi yang diharapkan menjadi pendorong wilayah sekitar sebagai trickling down effect. Hal tersebut dengan melakukan pengembangkan Anjungan Cerdas percontohan di Rambut Siwi, Provinsi Bali dan Trenggalek, Provinsi Jawa Timur.

DEFINISI ANJUNGAN CERDAS Anjungan Cerdas & Kumpulan bangunan di dalam satu kawasan terintegrasi yang terletak

DEFINISI ANJUNGAN CERDAS

Anjungan Cerdas & Kumpulan bangunan di dalam satu kawasan terintegrasi yang terletak di pinggir jalan nasional, yang berfungsi untuk melayani pengguna jalan serta masyarakat lokal dengan fungsi informasi, promosi, edukasi, dan pariwisata; yang dilengkapi aktivitas penunjang dan dibangun oleh penyelenggara jalan.

ANJUNGAN CERDAS

1) Mampu mengintegrasikan berbagai dimensi infrastruktur baik multisektor maupun multipurpose; 2) Berfungsi sebagai “bridge” antara Gap Ekonomi di kawasan perkotaan dan non perkotaan dan mengurangi disparitas antar kawasan; 3) Sebagai media promosi, edukasi, Informasi (sosial, budaya), dan memiliki fasilitas penunjang

seperti leisure activities;

4) Mengangkat identitas kawasan (terutama sebagai penghasil perikanan premium); 5) Mendorong enterpreneurship di suatu kawasan; 6) Sebagai stimulan yang difokuskan bagi kesejahteraan masyarakat sekitarnya

LOKASI PILOT PROJECT ANJUNGAN CERDAS

WPS 15

Gilimanuk, Denpasar, Padang Bay (Rambut Siwi)

WPS 12 Yogyakarta - Prigi - Blitar - Malang (Bendungan Tugu )

10

Sebagaigardupandang

pada berbagai

infrastruktur PUPR

berestetika tinggidan

keindahan lingkungan fisik

sekitar

FUNGSI ANJUNGAN CERDAS

Pusat informasi berbagai produk dan potensi daerah

di sekiar lokasi.

Sebagai inkubasi

untuk destinasi

wisata baru,secara

mandirimaupun

sebagai bagian

dari destinasi

utama

mandirimaupun sebagai bagian dari destinasi utama Sebagai pusat informasi cerdas:wifi, informasi lalulintas ,

Sebagai pusat

informasi cerdas:wifi,

informasi lalulintas ,

informasi waduk - waduk sekitar,dan informasiinfrastruktur nirkabel.

Pusat informasi berupamosaik infrastrukturPUPR terutama di sekitar lokasi.
Pusat informasi
berupamosaik
infrastrukturPUPR
terutama di sekitar
lokasi.

Tempat Istirahat untuk

meningkatkan

keselamatan pemakai jalan nasional yang dilengkapi dengan fasilitas: Parkir, toilet, rumahmakan,tempat sembahyang, serta taman.

Pengenalan dan pemasaran berbagai produksi dan budaya lokal kepada pemakai jalan nasional

11
11

Dukungan Manajemen

BWIP telah menerapkan dukungan sistem manajemen yang transparan, akuntabel, partisipatif dan profesional melalui teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Seperti Sistem Manajemen Pelaksanaan Keterpaduan Program Infrastruktur Wilayah Pengembangan Kawasan Strategis, Sistem Monitoring Tanah (Simonah), Database Perkotaan, Bank Data BPIW. Selain itu, menerbitkan Kamus Istilah Pengembangan Wilayah untuk menyamakan persepsi dalam mendefinisikan istilah pengembangan wilayah serta mengh- indari multitafsir dalam istilah-istilah pengembangan wilayah.

multitafsir dalam istilah-istilah pengembangan wilayah. Sistem Manajemen Pelaksanaan Keterpaduan Program

Sistem Manajemen Pelaksanaan Keterpaduan Program Infrastruktur Wilayah Pengembangan Kawasan Strategis (http://128.199.182.55/pu)

Pengembangan Kawasan Strategis (http://128.199.182.55/pu) Sistem Informasi Pemrograman (sip -pupr.pu.go.id) Bank
Sistem Informasi Pemrograman (sip -pupr.pu.go.id) Bank Data BPIW (bpiw.pu.go.id/bank-data) Dukungan Manajemen Kamus
Sistem Informasi Pemrograman
(sip -pupr.pu.go.id)
Bank Data BPIW
(bpiw.pu.go.id/bank-data)
Dukungan
Manajemen
Kamus Istilah
Sistem Monitoring Tanah
(simonah.bpiw.pu.go.id)
Pengembangan Wilayah
Database Perkotaan
(perkotaan.bpiw.pu.go.id)

11

Dukungan

Manajemen

11 Dukungan Manajemen
11 Dukungan Manajemen
11 Dukungan Manajemen
11 Dukungan Manajemen
11 Dukungan Manajemen
Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Kementerian PUPR Gedung G Lt. 1, Jl. Pattimura 20, Kebayoran

Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW)

Kementerian PUPR Gedung G Lt. 1, Jl. Pattimura 20, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, 12110 Telp. (021) 2751 5804 Email: humasbpiw@gmail.com

www.bpiw.pu.go.id KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT @informasiBPIW @informasiBPIW Layanan Informasi BPIW

www.bpiw.pu.go.id

www.bpiw.pu.go.id KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT @informasiBPIW @informasiBPIW Layanan Informasi BPIW

KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT

KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT @informasiBPIW @informasiBPIW Layanan Informasi BPIW

@informasiBPIW

KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT @informasiBPIW @informasiBPIW Layanan Informasi BPIW BPIWkementerianPUPR

@informasiBPIW

KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT @informasiBPIW @informasiBPIW Layanan Informasi BPIW BPIWkementerianPUPR

Layanan Informasi BPIW

KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT @informasiBPIW @informasiBPIW Layanan Informasi BPIW BPIWkementerianPUPR

BPIWkementerianPUPR

KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT @informasiBPIW @informasiBPIW Layanan Informasi BPIW BPIWkementerianPUPR
KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT @informasiBPIW @informasiBPIW Layanan Informasi BPIW BPIWkementerianPUPR