Anda di halaman 1dari 5

PRATIKUM II

MENGUKUR LEBAR SUNGAI TANPA MELEWATI

A. Tujuan Pratikum
Tujuan dari pratikum mengukur lebar sungai tanpa melewati adalah :
1. Mengetahui cara pengukuran lebar sungai tanpa bersusah payah melewati
sungai tersebut.
2. Menghitung lebar sungai tersebut tanpa melewatinya
3. Memiliki kemampuan/keahlian dibidang tersebut sehingga bisa menjadi
bekal untuk mencari pekerjaan nantinya.
B. Teori Singkat
Dengan banyaknya pembukaan lahan baikitu lahan pemukiman, perkebunan,
maupun lahan pertambangan. Secara tidak langsung memaksa orang yang
melakukan pembukaan lahan tersebut untuk bisa menghitung luas wilayah
dari usaha mereka tersebut. Salah satu cara untuk menghitung luas wilayah
tersebut adalah dengan survey dan pemetaan. Perhitungan luas wilayah
dengan survey dan pemetaan ini harus dilakukan oleh orang-orang yang telah
ahli dalam bidang tersebut untuk menghindari kesalahan perhitungan
nantinya. Penentuan lebar sungai dilapangan sering dilakukan oleh surveyor
dengan pendekatan persamaan tanpa harus melewati sungai tersebut. Cukup
dengan menggunakan pita ukur.

Untuk menentukan lebar sungai menggunakan persamaan berikut ini :

Rumus

CD. BC
𝑋=
CD − BE

AF = X – (BC +BF)

6
C. Alat dan Bahan
Alat dan Bahan yang digunakan dalam pratikum ini adalah :
1. Theodolit
2. Yalon
3. Pen ukur
4. Rambu ukur
5. Pita ukur
6. Odometer
7. Unting-unting
8. Peralatan tulis
9. Buku untuk mencatat hasil

D. Langkah Kerja
Langkah-langkah mengukur lebar sungai tanpa melewatinya sebagai berikut :
1. Tentukan lokasi dimana kita akan melakukan pratikum survey dan
pemetaan ini.
2. Siapkan alat dan bahan yang kita utuhkan nantinya dalam melakukan
pratikum: (yalon,pita ukur, rambu ukur, pen ukur, odometer, peralatan
tulis, dan buku yang diguakan untuk mencatat hasil).
3. Setelah semua alat yang kita butuhkan tersedia barulah kita memulai
pratikum ini, langkah awal yang kita lakukan adalah tentukan tiang awal
yang akan kita jadikan sebagai pedoman tiang pertama kita yang berada
diseberang sungai, tiang tersebut bisa benda apa saja yang terdapat
diseberang sungai dengan catatan benda tersebut lurus dan jelas terlihat
dari seberang sungai tempat kita akan melakukan pengukuran.
4. Setelah tiang pertama (A) diseberang sungai kita dapatkan, langkah
selanjutnya tancapkan 3 buah yalon yaitu yalon ( F-B-C) pada suatu garis
sejajar dengan tiang pertama diseberang sungai dengan urutan F-B-C dari
tiang pertama tersebut, setelah itu hitung jarak antara masing-masing yalon
tersebut dengan theodolit, pita ukur dan odometer kemudian catatlah hasil
pengukuran tersebut kedalam buku yang telah kita sediakan sebelumnya.

7
5. Langkah selanjutnya yang kita lakukan adalah tancapkan yalon E didepan
yalon B, sehingga (tiang pertama A, yalon B, dan yalon E) membentuk
segitiga kecil.
6. Setelah didapat sudut 90˚ pada segitiga pertama tadi, langkah selanjutnya
adalah ukur jarak antara yalon B dan yalon E dengan menggunaka
theodoli, pita ukur dan odometer. Kemudian catatlah hasil pengukuran
tersebut kedalam buku, setelah itu tancapkanyalon D sejajar dengan tiang
pertama (A) dan yalon (E) sehingga (tiang pertama A, yalon C, yalon D)
membentuk segitiga yang lebih besar dari segitiga pertama tadi.
7. Setelah itu ukurlah jarak antara yalon C dan yalon D dengan menggunakan
theodolit, pita ukur, dan odometer. Kemudian catatlah hasil pengukuran
tersebut

E. Gambar Kerja

8
F. Data Hasil Pengukuran

Format Tabel Pengukuran Lapangan

No Hubungan Ba Bt Bb Pita Ukur Jarak Optis


Jarak Antar
Titik
1 BF 1,660 1,616 1,572 8.91 8,91
2 BE 1,398 1,37 1,342 5,47 5,6
3 BC 1,438 1,374 1,310 12,77 12,8
4 CD 1,481 1,431 1,381 10,13 10

Titik BF Titik BE
𝐵𝑎 + 𝐵𝑏 𝐵𝑎 + 𝐵𝑏
𝐵𝑡 = 𝐵𝑡 =
2 2
1,660 + 1,572 1,398 + 1,342
= =
2 2
= 1,616 = 1,37
𝐽𝑎𝑟𝑎𝑘 𝑂𝑝𝑡𝑖𝑠 = (𝐵𝑎 − 𝐵𝑏)𝑋 100 𝐽𝑎𝑟𝑎𝑘 𝑂𝑝𝑡𝑖𝑠 = (𝐵𝑎 − 𝐵𝑏)𝑋 100
= (1,660 − 1,572)𝑋 100 = (1,398
= 8,91 − 1,342)𝑋 100
= 5,6

Titik BC Titik CD
𝐵𝑎 + 𝐵𝑏 𝐵𝑎 + 𝐵𝑏
𝐵𝑡 = 𝐵𝑡 =
2 2
1,438 + 1,310 1,481 + 1,381
= =
2 2
= 1,374 = 1,431
𝐽𝑎𝑟𝑎𝑘 𝑂𝑝𝑡𝑖𝑠 = (𝐵𝑎 − 𝐵𝑏)𝑋 100 𝐽𝑎𝑟𝑎𝑘 𝑂𝑝𝑡𝑖𝑠 = (𝐵𝑎 − 𝐵𝑏)𝑋 100
= (1,438 − 1,310)𝑋 100 = (1,481
= 12,8 − 1,381)𝑋 100
= 10

9
G. Pengukuran Lebar Sungai
Untuk mengukur lebar sungai menggunakan persamaan berikut ini:

Rumus :
CD.BC
X =
CD-BE
10 .12,8
=
10 –5,6
128
=
4,4
= 29,090

AF = X – (BC + BF)

= 29,090 – ( 12,8 + 8,8)

= 29.090 – ( 21,6 )

= 7,49 m

10