Anda di halaman 1dari 11

REVISI

PENDAHULUAN, TINJAUAN PUSTAKA DAN


MATRIKS

Tanggung Jawab Sosial dan Etika Manajemen


Mendorong Pelaksanaan Etika Dalam Manajemen

NAMA : SAFIRA DAMAYANTI

NIM : 150810301026

NILAI :
PENDAHULUAN
Topik yang akan dibahas yaitu mendorong pelaksanaan etika dalam
manajemen. Menurut saya topik ini sangat penting dibahas karena etika manajemen
merupakan sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan yang perlu untuk
diwujudkan di masa-masa yang akan datang. Selain itu, etika disini akan dapat
menentukan apakah perusahaan tersebut telah melakukan tindakan yang benar atau
salah. Dan juga dari etika ini kita dapat mengetahui apakah tindakan yang dilakukan dapat
merugikan ataukah justru menguntungkan perusahaan.

Topik ini dibahas karena dalam sebuah perusahaan perlu ada yang namanya
etika manajemen. Dan etika manajemen ini perlu adanya sebuah dorongan karena hal
tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan. Ada beberapa hal
yang perlu diwujudkan oleh perusahaan sehubungan dengan dorongan untuk
melaksanakan etika dalam manajemen diantaranya adalah pelatihan etika, advokasi etika,
standar aturan mengenai etika perusahaan dan keterlibatan masyarakat dalam
mengontrol etika bisnis.

Tujuan dari topik ini dibahas yaitu diharapkan dengan adanya etika manajemen
maka seorang manajer dapat mengetahui berbagai cara dalam mengambil keputusan
atau menghadapi masalah sesuai dengan etika-etika di dalam dunia bisnis agar tidak
merugikan perusahaan, pemegang saham, pemerintah, masyarakat lokal maupun para
pekerja. Selain itu dengan adanya etika manajemen diharapkan bukan hanya untuk
kedisiplinan, tetapi hal ini juga sebagai usaha-usaha untuk meningkatkan kepedulian
karyawan terhadap perkembangan nilai-nilai etika yang lebih berarti. Penanaman nilai-nilai
etika ini lebih menekankan pada aktivitas-aktivitas yang membantu karyawan dalam
pembuatan keputusan, menyediakan nasihat-nasihat dan konsultasi etika.

Sumber referensi pembahasan topik ini diantaranya :

 http://cassieneni.blogspot.co.id/2013/12/norma-etika-pada-fungsi-
manajemen.html
 http://nusando.blogspot.co.id/2009/01/etika-manajerial.html
 Buku Kebijakan dan Strategi Manajemen karangan John B. Miner
 Buku Pengantar Manajemen karangan Ernie dan Kurniawan
 Buku Organisasi dan Manajemen karangan Kast, E. Fremont & James E.
Rosenzweig
TINJAUAN PUSTAKA
Etika manajemen sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan yang
perlu untuk diwujudkan di masa masa mendatang. Ada beberapa hal yang perlu
diwujudkan oleh perusahaan sehubungan dengan dorongan untuk melaksanakan etika
dalam manajemen. Beberapa hal yang mungkin dapat dilakukan di antaranya adalah
pelatihan etika, advokasi etika, standar aturan mengenai etika perusahaan dan
keterlibatan masyarakat dalam mengontrol etika bisnis

 Pelatihan Etika (Ethics Training)

Manusia pada dasarnya membutuhkan pembiasaan dalam melakukan sesuatu.


Budaya organisasi sebagai nilai-nilai yang dianut oleh sebuah organisasi dalam
menjalankan kegiatannya pada kenyataannya memerlukan waktu dalam mewujudkannya.
Demikian pula dengan etika dalam bisnis maupun etika manajemen. Perlu adanya
pembiasaan-pembiasaan yang diberlakukan kepada para pelaku organisasi, dari mulai
level tertinggi hingga terendah. Pembiasaan ini dapat dilakukan melalui berbagai jenis
pelatihan yang menyangkut etika dan keterkatannya dengan perwujudan lingkungan
sosial yang lebih baik.

 Advokasi Etika (Ethical Advocates)

Advokasi etika adalah upaya pusahaan untuk menjalankan etika dalam


kegiatannya dengan cara menempatkan orang atau tim khusus dalam tim manajemen
perusahaan yang bertugas untuk mengontrol dan mengawasi segala kegiatan perusahaan
agar tetap memenuhi standar-standar etika. Pada umumnya, pihak yang dikerjakan dan
ditempatkan dalam bagian ini adalah mereka yang berlatar belakang ilmu hukum yang
dianggap mengetahui seluk-beluk regulasi dan bagaimana regulasi tersebut bisa
dijalankan. Sekalipun upaya ini mendapat kritik karena pada praktiknya penyelewengan
dapat pula dilakukan oleh tim advokasi etika, namun upaya perusahaan untuk
menyediakan orang atau tim khusus patut dihargai sebagai usaha untuk mewujudkan
kegiatan bisnis yang lebih beretika.

 Standar Aturan Mengenai Etika Perusahaan (Code of Ethics)

Upaya lain yang dapat dilakukan perusahaan adalah dengan menetapkan standar
aturan mengenai etika yang harus dijalankan oleh perusahhan atau seringkali dinamakan
code of ethics. Implementasi dari code of ethic ini akan sangat efektif jika memenuhi 2
syarat, yaitu, perusahaan perlu menyatakan secara spesifik kepada public mengenai code
of ethic yang mereka jalankan. Sebagai contoh, Perusahaan Xerox. Menetapkan aturan
bahwa perusahaan mereka akan melakukan kejujuran terhadap pelanggan, tidak akan
memberikan sogokan, tidak akan merahasiakan sesuatu terhadap konsumen, maupun
tidak akan melakukan penipuan yang terkait dengan harga. Pernyataan spesifik ini mereka
nyatakan dalam berbagai kesempatan di depan khalayak ramai dan publisitas yang
mereka lakukan. Syarat kedua agar code of ethic ini bisa berjalan secara efektif adalah
perlu adanya dukungan dari tim manajemen puncak melalui system pengawasan tertentu
seperti reward and punishment system dsb. Tanpa ada dukungan dari manajemen
puncak, code of ethic ini pun akan sulit untuk diimplementasikan.

 Keterlibatan Publik dalam Etika Manajemen Perusahaan

Upaya lain untuk menjamin bahwa perusahaan akan menjalankan kegiatannya


secara lebih beretika adalah dengan melibatkan public dalam setiap kegiatan perusahaan
yang dianggap tidak beretika. Dalam istilah manajemen ini dinamakan sebagai whistle-
blowing (meniup peluit). Konteksnya adalah bahwa jika sebuah perusahaan menjalankan
suatu kegiatan yang tidak memenuhi standart etika dan perusahaan cenderung
membiarkan praktik tersebut untuk terus berjalan, kenyataan ini kemudian dilaporkan oleh
anggota perusahaan kepada pihak public seperti media massa, lembaga swadaya
masyarakat, ataupun pemerintah yang representatif untuk menangani kasus-kasus seperti
ini. Upaya ini akan mendorong perusahaan agar benar-benar memperhatikan kepentingan
public, dan mencoba mengingatkan perusahaan bahwa jika kegiatan tidak etis dilakukan
perusahaan, maka perusahaan akan menghadapi konsekuensi logis berupa penilaian
buruk dari masyarakat.
MATRIKS
Author Konsep Perkembangan Konsep
(Tahun) Dimensi Indikator
Dimensi
Beekun Etika adalah Sehingga
(1997) “The set of moral cakupannya menurut
principles that Beekun terbatas pada
distinguish what is organisasi-organisasi
right from what is bisnis.
wrong.” (Sekumpulan
prinsip-prinsip moral
yang digunakan
untuk membedakan
perilaku yang benar
dengan perilaku yang
salah)
Etika bisnis,
didefinisikan Beekun
sebagai
“management ethics
or organizational
ethics”, yaitu etika
manajemen atau
etika organisasional.
Velasques Etika bisnis Studi ini
(2002) merupakan studi berkonsentrasi pada
yang dikhususkan standar moral
mengenai moral sebagaimana
yang benar dan diterapkan dalam
salah. kebijakan, institusi,
dan perilaku bisnis.
Hill dan Jones Etika bisnis
(1998) merupakan suatu
ajaran untuk
membedakan antara
salah dan benar
guna memberikan
pembekalan kepada
setiap pemimpin
perusahaan ketika
mempertimbangkan
untuk mengambil
keputusan strategis
yang terkait dengan
masalah moral yang
kompleks.
Steade et al ”Business ethics Membuat
(1984: 701) is ethical standards keputusan bisnis
that concern both the
ends and means of
business decision
making”
(“Etika bisnis
adalah standar etika
yang berkaitan
dengan tujuan dan
cara membuat
keputusan bisnis.")
Business & “Business ethics, “Concepts of right and
Society - therefore, is wrong are increasingly
Ethics and concerned with good being interpreted today
Stakeholder and bad or right and to include the more
Management wrong behavior that difficult and subtle
(Caroll & takes place within a questions of fairness,
Buchholtz, ?: business context.” justice, and equity.”
dalam Iman, (Etika bisnis, (Konsep ini lebih
2006) oleh karena itu, sering diartikan benar
terkait dengan dan salah untuk
perilaku yang baik memasukkan
dan buruk atau benar pertanyaan
dan salah yang pertanyaan lebih sulit
terjadi dalam konteks dan halus keadilan,
bisnis.) keadilan dan
kesetaraan).
Sim “Ethics is a “This definition is
(2003) philosophical term germane to effective
derived from the leadership in
Greek word “ethos,” organizations in that it
meaning character or connotes an
custom.” (Etika organization code
adalah istilah filosofis conveying moral
yang berasal dari integrity and consistent
"etos," kata Yunani values in service to the
yang berarti karakter public.” (Definisi erat
atau kustom.) dengan kepemimpinan
yang efektif dalam
organisasi, dalam hal
ini berkonotasi kode
organisasi
menyampaikan
integritas moral dan
nilai-nilai yang
konsisten dalam
pelayanan kepada
masyarakat.)
Velasquez Etika Manajemen - Studi - Studi adalah
(2002) - Moral penelitian
- Kebijakan ilmiah, kajian
- Institusi dan telaah.
- Perilaku bisnis - Moral adalah
pengetahuan
atau wawasan
yang
menyangkut
budi pekerti
atau perilaku
manusia.
- Kebijakan
adalah
rangkaian
konsep yang
menjadi
pedoman
dalam dasar
rencana dalam
pelaksanaan
suatu
pekerjaan,
kepemipinan
dan cara
bertindak.
- Institusi adalah
norma atau
aturan yang
disusun
menjadi
undang –
undang, adat
dan kebiasaan.
- Perilaku bisnis
adalah perilaku
etis atau tidak
etis yang
dilakukan oleh
pimpinan,
manajer,
karyawan,
agen, atau
perwakilan
suatu
perusahaan.

Yosephus Etika Manajemen - Etika terapan - Etika terapan


(2010) - Prinsip – prinsip adalah disiplin
moral filsafat yang
- Bidang ekonomi berusaha untuk
menerapkan
teori – teori
etika dalam
situasi
kehidupan
sehari – hari.
- Prinsip –
prinsip moral
adalah prinsip
yang
menunjukkan
apa yang
harusnya
dilakukan yang
menunjukkan
kewajiban dan
tanggung
jawab.
- Bidang
ekonomi adalah
sebuah bidang
kajian tentang
pengurusan
sumber daya
material
individu,
masyarakat,
dan negara
untuk
meningkatkan
kesejahteraan
hidup manusia.
Karena
ekonomi
merupakan
ilmu tentang
perilaku dan
tindakan
manusia untuk
memenuhi
kebutuhan
hidupnya yang
bervariasi dan
berkembang
dengan sumber
daya yang ada
melalui pilihan-
pilihan kegiatan
produksi,
konsumsi dan
atau distribusi.

Hill and Jones Etika Manajemen - Ajaran - Ajaran adalah


(1998) - Salah segala sesuatu
- Benar yang diajarkan
- Pembakalan yaitu dapat
- Pemimpin berupa
perusahaan nasehat,
- Keputusan petuah dan
strategis petunjuk.
- Masalah moral - Salah adalah
tindakan yang
tidak sesuai
dengan aturan.
- Benar adalah
adalah tindakan
yang mengikuti
aturan.
- Pembakalan
adalah suatu
bentuk
pertemuan
yang bertujuan
memberikan
pendidikan dan
pelatihan
(diklat) agar
memiliki
wawasan yang
lebih luas
berkaitan
dengan lingkup
kerja.
- Pemimpin
perusahaan
adalah orang
yang
memegang
kekuasaan
pertama dalam
perusahaan.
- Keputusan
strategis adalah
keputusan yang
dibuat oleh
manajemen
puncak dalam
sebuah
perusahaan.
- Masalah moral
adalah
ketidaksesuaia
n perilaku atau
tindakan
manusia.

Steade et al Etika Manajemen - Standar etika - Standar etika


(1984) - Tujuan adalah suatu
- Cara hal yang
- Keputusan dijadikan
bisnis pedoman untuk
melaksanakan
pekerjaan
dilandasi
dengan moral
yang luhur,
transparan,
jujur dan sikap
profesional.
- Tujuan adalah
suatu hal yang
akan dicapai
dlam suatu
organisasi.
- Cara adalah
jalan yang
ditempuh untuk
mencapai
tujuan.
- Keputusan
bisnis adalah
keputusan yang
didapatkan
dalam
pelaksaan
bisnis.

Boone and Etika Manajemen - Standar - Standar


Kurtz (2000) perilaku perilaku adalah
- Nilai moral suatu hal yang
- Mengontrol dijadikan
- Tindakan pedoman untuk
- Keputusan mengendalikan
- Lingkungan perilaku dalam
pekerjaan menaati aturan.
- NilaiMoral
adalah
pengetahuan
atau wawasan
yang
menyangkut
budi pekerti
atau perilaku
manusia.
- Mengontrol
adalah kegiatan
atasan
mengawasi
pekerjaan
bawahannya
dalam suatu
perusahaan.
- Tindakan
adalah perilaku
yang dilakukan
untuk
mengatasi
sesuatu.
- Keputusan
adalah
ketetapan atau
sikap akhir.
- Lingkungan
kerja adalah
kehidupan
sosial,
psikologi, dan
fisik dalam
perusahaan
yang
berpengaruh
terhadap
pekerja dalam
melaksanakan
tugasnya.

Brown dan Bisnis ialah Menghasilkan Apabila


Petrello suatu lembaga yang barang dan jasa kebutuhan
(1976) menghasilkan barang masyarakat
dan jasa yang meningkat, maka
dibutuhkan oleh lembaga bisnis pun
masyarakat. akan meningkat pula
perkembangannya
untuk memenuhi
kebutuhan tersebut,
sambil meperoleh
keuntungan.