Anda di halaman 1dari 4

No.

052/OAI-PPA/IV/11

Kepada Yth.
Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat – RI

Gedung Nusantara I lantai 1

Jl. Jend. Gatot Subroto – 10270

Jakarta

Perihal : PENGADUAN DAN PERMOHONAN AUDIENSI

Dengan hormat,

Kami yang bertanda-tangan di bawah ini, VIRZA ROY HIZZAL, S.H., M.H., HADI SYARONI, S.H., JOKO
PURBOYO, S.H., MASRI GUNARDI, S.H., ADI PARTOGI S. SIMBOLON, S.H., dan YUDA SANJAYA, S.H.,
kesemuanya Advokat dan Penasihat Hukum pada ORGANISASI ADVOKAT INDONESIA (OAI),
berkedudukan di Apartemen Sudirman Park, Tower A Lt. 23 CC, Jl. K.H. Mas Mansyur Kav. 35, Jakarta
Pusat, untuk dan atas nama Klien kami, Abdul Rahman dan Indra M. Sitorus, pekerja PT………………………..,
berdasarkan surat kuasa tertanggal 16 Februari 2011, dengan ini menyampaikan hal-hal sebagai berikut :

1. Bahwa Abdul Rahman dan Indra M. Sitorus (“pekerja”) selaku rakyat, hendak mengadukan
permasalahannya kepada wakil rakyat dalam hal ini para Anggota DPR yang duduk di Komisi IX DPR – RI
yang membidangi permasalahan tenaga kerja dan transmigrasi, kependudukan, serta kesehatan;

2. Bahwa pengaduan ini semata-mata merupakan hak pekerja sebagai rakyat agar suaranya dapat
didengar dan masalahnya dapat terselesaikan, di mana sudah menjadi kewajiban para Anggota DPR
untuk memberikan sarana-sarana pendukung yang dapat menampung aspirasi pekerja tersebut, sesuai
dengan Pasal 72 huruf s Undang-Undang No. 27 Tahun 2009 yang menyatakan : “DPR mempunyai tugas
dan wewenang: menyerap, menghimpun, menampung, dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat.”

3. Bahwa pekerja selama bekerja di PT………………………….. adalah pekerja yang berprestasi. Pekerja
senantiasa taat aturan dan telah memberikan sumbangsihnya yang besar demi kemajuan …………… hingga
seperti sekarang;

PEKERJA MENDAPAT DISKRIMINASI

4. Bahwa kerja keras pekerja dan prestasinya tersebut ternyata tidak dihargai bahkan mengalami
pembedaan perlakuan yang tidak adil dan seimbang oleh ………………………… selaku pihak pengusaha;

5. Bahwa pada tanggal 18 Desember 2010 bertepatan dengan acara Family Gathering bagi seluruh
karyawan ……………………….di Ocean Park, Bumi Serpong Damai, masih dalam rangkaian hari ulang tahun
Harian Bisnis Indonesia, di mana ada pembagian hadiah doorprize kepada seluruh karyawan. Pada saat
itu Abdul Rahman dan Indra M. Sitorus hadir dan menunggu hingga acara pembagian doorprize tersebut
selesai. Abdul Rahman dan Indra M. Sitorus terkejut dan terheran-heran ternyata sampai selesai acara
pembagian doorprize, nama-nama mereka tidak ada dipanggil dan tidak disebutkan;

6. Berulangkali Abdul Rahman mendatangi pihak panitia acara untuk meminta konfirmasi apakah
seluruh karyawan telah mendapatkan doorprize. Pada saat itu panitia menjawab bahwa seluruh
karyawan telah mendapat doorprize, namun ternyata nama Abdul Rahman dan Indra M. Sitorus tidak
disebutkan;

7. Bahwa atas kejadian tersebut, pengusaha telah memperlakukan tidak adil bagi Abdul Rahman dan
Indra M. Sitorus. Mereka sudah tidak dianggap di dalam perusahaan padahal secara sah masih bekerja di
PT………………………. Abdul Rahman dan Indra M. Sitorus telah didiskriminasikan, diperlakukan tidak
menyenangkan, dan merasa nama baiknya telah tercemar di kalangan karyawan-karyawan lain;

HAK ATAS BONUS PRESTASI TIDAK DIBERIKAN

8. Bahwa pada pertengahan bulan Desember 2010 perusahaan mensosialisasikan dan memberikan
form penilaian untuk semester II (kinerja bulan Juli 2010-Desember 2010) kepada seluruh karyawan
untuk diisi sebagai rujukan pemberian bonus prestasi karyawan. Dan saat itu Abdul Rahman dan Indra M.
Sitorus mendapatkan form penilaian tersebut untuk diisi, serta Abdul Rahman dan Indra M. Sitorus
mengisi form tersebut sama dengan apa yang dilakukan oleh karyawan lainnya;

9. Bahwa sebelum melakukan pengisian form karyawan diberi beberapa hari sosialisasi. Pada saat
Abdul Rahman dan Indra M. Sitorus berada di hari tersebut, memastikan kepada HRD yang diwakili oleh
………, apakah yang akan mengundurkan diri tetap mendapatkan bonus. Saudara ……….. menjawab tetap
mendapatkan bonus karena yang dinilai adalah kinerja Juli – Desember 2010. Akan tetapi ternyata di
kemudian hari, pernyataan tersebut ditarik kembali oleh saudara …… dengan alasan menunggu surat
keputusan dari Presiden Direktur. Pekerja telah dipermainkan;

10. Pada tanggal 13 Januari 2011 Abdul Rahman menghadap ke SDM, saat itu menanyakan hak atas
bonus prestasi (penilaian semester II) yang akan didapatkan. Namun bagian SDM mengatakan Abdul
Rahman tidak akan mendapat bonus prestasi semester II. Untuk lebih jelasnya selanjutnya Abdul Rahman
menghadap Manager SDM untuk mengklarifikasi kebenaran yang telah di dengar. Dan beliau juga
memberikan jawaban yang sama bahwa Abdul Rahman, Indra M. Sitorus, dan ada lagi beberapa
karyawan lain yang mendapat permasalahan sama, tidak akan mendapatkan bonus prestasi semester II;

11. Bahwa bonus prestasi kerja tersebut merupakan hak Pekerja, yang mana selama Bulan Juli 2010 s/d
Desember 2010, Abdul Rahman dan Indra M. Sitorus memberikan kontribusi terhadap perusahaan dan
secara sah masih aktif hingga hari terakhir sebagai karyawan ……………;

12. Puncaknya pada tanggal 21 Januari 2011 seluruh karyawan ……………….. menerima slip gaji Bulan
Januari dan slip bonus yang akan diberikan oleh perusahaan. Pada hari yang sama Abdul Rahman dan
Indra M. Sitorus hanya menerima slip gaji saja tanpa ada slip bonus. Selain itu seharusnya, khusus kepada
Divisi Pemasaran, bonus semester I yang sebelumnya terpotong 50% dari yang diperoleh akan
dikembalikan seluruhnya kepada karyawan. Di mana semestinya Abdul Rahman dan Indra M. Sitorus juga
merupakan karyawan yang seharusnya ikut mendapatkan 50% pengembalian tersebut karena di saat
sebelumnya ikut mendapatkan potongan atas bonus yang diterima. Dari sisi ini lagi-lagi pengusaha
melakukan tindakan yang tidak adil terhadap hak-hak yang seharusnya Abdul Rahman dan Indra M.
Sitorus terima.

13. Bahwa upaya yang telah Abdul Rahman dan Indra M. Sitorus lakukan untuk menuntut keadilan atas
hak–haknya ternyata mendapat jalan buntu melihat bahwa perusahaan tidak ada itikad baik untuk
menyelesaikannya, sehingga memutuskan menempuh jalur hukum untuk mendapatkan keadilan
tersebut;

DISKRIMINASI TIDAK NAIK PANGKAT DAN JABATAN


14. Bahwa selain Abdul Rahman dan Indra M. Sitorus mendapat perlakuan yang tidak sama dengan
karyawan lainnya, yakni didiskriminasikan pada acara family gathering dan tidak mendapatkan bonus
prestasi oleh pengusaha, ternyata selama ini Pengusaha pernah menerapkan kebijakan yang tidak adil
bagi Indra M. Sitorus yang telah bekerja sejak lama;

15. Karir Indra M. Sitorus berawal sebagai Sales Executive/Kordinator Wilayah Sirkulasi di PT
……………………yang merupakan salah satu anak perusahaan ………………….. dengan kontrak kerja 1 tahun
dengan golongan 2B. Akan tetapi pada bulan Juni 2006 pihak Komisaris dan Direksi melakukan
pembekuan operasional atas perusahaan tersebut. Sdr Indra M. Sitorus kemudian dipindah ke unit
Tabloid TrenDigital (yang juga merupakan produk …………………..) dengan posisi yang sama. Akan tetapi
tabloid tersebut juga mengalami nasib yang sama dengan Tabloid Bisnis Uang. Melihat tanggungjawab
dan pekerjaannya, manajemen ……………………. menempatkan Sdr. Indra M. Sitorus sebagai Sales Executive
Sirkulasi/Kordinator Wilayah Jakarta Timur hingga Karawang di PT ……………………… Tugas dan beban
bekerja Sdr. Indra M. Sitorus bertambah seiring dengan hasil pekerjaan yang sangat baik, dengan
ditambahnya wilayah penjualan Jakarta Selatan hingga Bogor plus Jakarta Timur hingga Karawang;

16. Akan tetapi perlakuan yang tidak adil tetap tidak berubah. Hal ini terkait dengan perbedaan tingkat
golongan kekaryawanan serta kesejahteran lainnya. Apabila dibandingkan dengan Sales Executive lainnya
(golongan 2D) berbeda dengan Indra M. Sitorus dengan golongan 2B. Hingga beberapa lamanya
golongannya (2B) tetap tidak berubah;

17. Indra M. Sitorus pernah menyampaikan keberatan ini kepada Manajer SDM Harian Bisnis Indonesia
sebelumnya (Bp M.Nur). Akan tetapi jawaban yang tidak masuk akal disampaikan. Menurutnya
perbedaan tersebut dikarenakan Sdr Indra M. Sitorus berasal dari anak perusahaan dan mengalami
perbedaan golongan 1 tingkat. Akan tetapi Sdr Indra M. Sitorus menyatakan bahwa perusahaan tersebut
ditutup atas kehendak manajemen dan tidak terkait dengan prestasi kerjanya. Perbedaan golongan yang
diterima juga tidak lagi 1 golongan bahkan sudah mencapai 2 golongan (2B ke 2D). Sdr Indra M. Sitorus
meminta HRD untuk mempertimbangkan prestasi kerja yang selama ini telah dibaktikan terhadap
perusahaan. Akan tetapi tetap tidak ditanggapi oleh HRD seperti sebagaimana tugas HRD yang harusnya
melihat kinerja karyawan bukan secara subjektif;

18. Sdr Indra M. Sitorus tetap tidak patah arang dengan hal tersebut. Kinerja dan semangat kerja tetap
diberikan kepada perusahaan sehingga manajemen memberikan tugas baru sebagai Asisten Manajer
Layanan Sirkulasi dengan kenaikan golongan;

19. Akan tetapi manajemen HRD tetap memperlakukan ketidakadilan terhadap Sdr. Indra M. Sitorus
terkait golongan karyawan yang tidak sama dengan Asisten Manajer yang tugas dan tanggung jawab yang
sama. Ketidakadilan ini terus berlangsung hingga Sdr Indra M. Sitorus akhirnya memutuskan untuk
meninggalkan perusahaan karena merasa tidak diperlakukan dengan adil sesuai dengan kinerja dan
tanggung jawab yang telah dibaktikan ke ……………………..;

HAK-HAK PEKERJA

20. Bahwa Abdul Rahman dan Indra M. Sitorus berhak mendapatkan pembayaran berdasarkan keadilan
dan kesamaan dengan yang diterima oleh karyawan di Divisi Pemasaran, baik pengembalian sisa bonus
prestasi 50% Semester I – 2010 plus pemberian bonus prestasi 100% Semester II – 2010 sesuai dengan
hasil kinerja penilaian kerja yang telah disahkan oleh Manajemen dengan mengacu pada Surat Keputusan
Presiden Direktur;
21. Bahwa Abdul Rahman dan Indra M. Sitorus mempertanyakan potongan sebesar 50% dari dari seluruh
hasil THT yang ditabung selama ini. Karena potongan THT yang dibayarkan oleh ketiga klien kami setiap
bulannya lebih besar daripada tunjungan THT yang diberikan oleh perusahaan. Oleh sebab itu sudah
seharusnya besaran THT yang diterima klien kami dikembalikan sesuai dengan presentasi yang sudah
dibayarkan oleh klien kami tersebut;

22. Bahwa atas fakta-fakta tersebut di atas, Abdul Rahman dan Indra M. Sitorus merasa dizalimi,
tertekan perasaannya, mendapat tekanan secara psikologis, merasa tercemarkan nama baiknya dan telah
diperlakukan tidak adil dan tidak menyenangkan. Sehingga dirugikan secara waktu, energi dan hal-hal
yang tidak terukur secara materil namun dapat dirasakan.

23. Bahwa melalui Komisi IX DPR RI selaku wakil rakyat, kami mengharapkan dapat diberikan jalan keluar
bagi permasalahan Pekerja sebagaimana menurut Pasal 68 UU No. 27 Tahun 2009 yang menyebutkan
bahwa: “DPR merupakan lembaga perwakilan rakyat yang berkedudukan sebagai lembaga Negara.”

24. Bahwa berdasarkan Pasal 72 ayat (1) UU No. 27 Tahun 2009 menyebutkan : “DPR dalam
melaksanakan tugas dan wewenangnya berhak miminta pejabat negara, pejabat pemerintah, badan
hukum, atau warga masyarakat untuk memberikan keterangan tentang suatu hal yang perlu ditangani
demi kepentingan bangsa dan Negara.”

25. Bahwa berdasarkan hal-hal tersebut di atas, maka melalui surat ini kami memohon kepada Komisi IX
DPR – RI untuk menerima pengaduan kami dan menindaklanjuti aspirasi Pekerja dengan diterima untuk
beraudiensi, serta memanggil PT. Jurnalindo Aksara Grafika untuk dimintai pertanggungjawabannya
sesuai dengan fungsi pengawasan DPR.

Demikianlah surat permohonan kami. Atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih.
Hormat Kuasa Hukum,