Anda di halaman 1dari 2

Kitchen Experience

Ketika seseorang melakukan suatu pekerjaan. Tak pernah ada kerja yang akan mudah
diselesaikan tanpa bantuan sebuah alat. Tapi pernahkah kamu membayangkan. Jika ternyata
Peralatan yang menemanimu setiap hari juga bisa bernyawa seperti manusia. Dan mereka
saling bersaing untuk mendapatkan perhatian pemiliknya. Melalui pemberian layanan yang
terbaik. Hal yang juga sedang diusahakan oleh Stove, Gallon, Fan, dan Icebox. Mereka ingin
selalu membantu pemiliknya, Nenek Katya, dan cucunya Anggi.

Anggi sering diajari cara membuat makanan dan minuman oleh Nenek Katya di
dapur. Hal mendasar mulai dari menempatkan bahan makanan di Icebox, membuat susu
sendiri, menakar api yang pas untuk memasak, sampai memasak menu baru dari buku menu
yang ditulis Nenek Katya sendiri. Secara bertahap Anggi belajar hal baru dari pengalamannya
menjadi asisten koki Nenek Katya. Tak jarang mereka saling bercanda gurau di sana,
membuat Stove, Gallon, Fan, dan Icebox juga ikut bahagia melihatnya.

Akan tetapi kebahagiaan tersebut kiranya tak berlangsung lama. Nenek Katya lebih
dulu pergi ke surga meninggalkan Anggi. Anggi menjadi menutup diri dari hal yang
berkaitan dengan Nenek Katya. Niat Anggi untuk belajar membuat makanan dan minuman
menjadi surut. Dapur menjadi jarang dimasuki, begitu juga peralatan rumah tangga di
dalamnya tidak pernah lagi digunakan. Membuat Stove, Gallon, Fan, dan Icebox menjadi
kesepian.

Mereka pun menggunakan berbagai cara membujuk Anggi untuk betah menggunakan
pelayanan mereka lagi. Namun sepertinya tak pernah ada yang berhasil. Waktu berlalu,
Anggi yang anak-anak kian lama kian dewasa, dan telah menikah. Ia dan suaminya tinggal di
rumah baru. Melupakan kenangan masa kecilnya, dapur tua dan peralatan rumah tangga
neneknya.

Sampai suatu saat, Anggi bertemu mertuanya. Mertuanya bertanya, "Anggi, kamu
bisa masak?" Anggi hanya bisa termenung, pertanyaan itu membawanya kepada pertanyaan
yang pernah diajukan oleh Nenek Katya semasa masih hidup. Itu membuka sedikit niat di
hatinya untuk kembali belajar memasak seperti saat ia kecil dahulu. "Kita harus kembali ke
rumah Nenek," seru Anggi kepada suaminya.

Di sana tak sengaja mereka menemukan buku menu yang ditulis oleh
neneknya. Terselip di sela meja dapur dan kulkas. "Sepertinya kamu akan membutuhkan
benda ini," kata suaminya, sambil menyapu buku itu dari debu. Kemudian Anggi membaca
buku menu itu secara perlahan. Di tiap lembar buku yang dibacanya itu termuat kebahagiaan
yang membuat ia kembali bernostalgia. Sampai akhirnya berada di halaman akhir buku
tersebut, yang terselip surat tertuliskan sebuah pesan...

"Untuk cucuku Anggi, dari nenek. Anggi, mungkin saat kamu sudah besar. Akan ada
saatnya nenek tak bisa menemanimu memasak. Tapi janganlah kamu bersedih. Nenek selalu
ada bersamamu meski kamu tidak bisa melihatnya. Ada pada peralatan rumah tangga di
dapur, di buku menu ini, bahkan di masakan yang akan kamu buat nantinya. Nenek hanya
ingin berpesan, teruslah kamu antusias dalam membuat makanan dan minuman seperti yang
pernah Nenek lihat pada sosokmu. Jangan pernah berubah, Anggi!"
Anggi lantas menangis, dan memeluk erat suaminya. Ia tak kuasa menahan air mata.
Lalu meminta suaminya untuk membawa semua peralatan rumah tangganya yang ada di
rumah nenek Katya ke rumah. Sejak saat itu, Anggi mulai memasak lagi. Setiap hari aneka
hidangan berbeda disajikan Anggi kepada keluarganya. Turut membuat senang Stove,
Gallon, Fan, dan Icebox. Karena pelayanan mereka bisa digunakan pemiliknya kembali.
Pengalaman di dapur, adalah pengalaman yang berkesan bagi Anggi dan mungkin untuk
kamu juga.