Anda di halaman 1dari 6

1.

Clinic tour

Clinic tour
Rounde keperawatan merupakan suatu metode pembelajaran klinik yang menginginkan
peserta didik menstransfer dan mengaplikasikan pengetahuan teoritis dalam keperawatan
langsung (nursalam:2001).
a. Karakteristik
1) Klien dilibatkan langsung
2) Klien merupakan fokus kegiatan peserta didik
3) Peserta didik dan pembimbing melakukan diskusi
4) Pembimbing mengfasilitasi kreatifitas peserta didik adanya ide-ide baru
5) Pembimbing klinik membantu mengembangkan kemampuan peserta didik untuk meningkatkan
kemampuan dalam mengatasi masalah.
b. Kelemahan
Klien dan keluarga tidak merasa nyaman dan prifasi terganggu
Tujuan Ronde keperawatan:
a) Menumbuhkan cara berfikir kritis
b) Menumbuhkan pemikiran bahwa tindakan keperawatan berasal dari masalah lain
c) Meningkatkan pola pikir sistematis
d) Meningkatkan validitas data klien
e) Menilai kemampuan menentukan diagnosa masalah
f) Menilai kemampuan membuat justifikasi
g) Menilai kemampuan hasil kerja
h) Menilai kempuan memodifikasi rencara keperawatan
Peran dan tugas peserta didik:
a) Menjelaskan data demograsi
b) Menjelaskan keperawatan utama
c) Menjelaskan interfensi yang dilakukan
d) Menjelaskan hasil yang didapat
e) Menentukan tindakan yang selanjutnya
f) Menjelaskan alasan ilmiah tindakan yang diambil
Peran pembimbing:
a) Membantu peserta didik untuk belajar
b) Mendudukung proses pembelajaran
c) Membertikan justifikasi
d) Memberikan reeinforsemen
e) Menilai kebenaran dari masalah dan interfensi keperawatan serta rasional keperawatan
f) Pengarahkan dan mengoreksi
g) Mengintergrasikan teori konsep yang telah dipelajari
Masalah:
a) Berorientasi pada prosedur keperawatan
b) Persiapan sebelum praktek kuyrang memadai
c) Belum ada kesereagaman tentang hasil ronde keperawatan

d) Belum ada kesepakatan tentang mode ronde keperawatan

2. Pre dan Pos Konferens Dalam Praktek Klinik Keperawatan

Case presentation/ metode nursing klinik


Adalah metode penyajian pasien dengan menggunakan kehadiran seorang pasien dan dipilih
sebagai fokus diskusi kelompok dengan tujuan dapat memberikan pengalaman langsung dalam
pembahasan prinsip-prinsip prosedur perawatan dari pasien, metode ini sering digunakan dilahan
pratek khususnya dilahan rumah sakit.
Prinsip-prinsip yang dilakukan :
Prinsip yang dilakukan nursing clinik diantranya adalah
a. Harus direncanakan dengan teliti dengan pasien, surat ijin, pemilihan lokasi, perumusan tujuan
informasi dan lain-lain
b. Pasien harus diberi kesempatan untuk mengekspresikan kebutuhannya
c. Adanya hak pasien untuk prifasi dan rahasia informasi tentang dirinya
d. Adanya evaluasi tentang pelaksanaan nursing clinic
Langkah metode nursing clinic
Tahap permulaan
Diawali dengan memperkenalkan peserta didik tentang latrar belakang pasien, situasi pelayanan
perawatan, tujuan diskusi, beberapa informasi yang dibutuhkan tentang pasien.
Tahap diskusi yang berpusat pada pasien
Diawali dengan perkenalan dan penyajian singkat tentang pasien pada peserta didik, kemudian
menunjukan gejala-gejala khusus yang berhubungan dengan masalah pasien yang
mengungkapkan perasaannya.
Tahap evaluasi
Dilakukan dengan diskusi dan penilaian terhadap pasien, perilaku dan kemampuan untuk mengatasi
msalah, penilaian terhdap peserta didik serta evaluasi proses dan hasil dari nursing clinic apakah
tujuan yang ditetapkan tercapai atau belum.

3. Metode studi asuhan keperawatan (nursing care studi)


Studi asuhan keperawatan merupakan suatu kegiatan pemecahan masalah dimana peserta didik
melakukan pengkajian secara mendalam dan menyeluruh mengenai masalah klinik yang
mendasari para perencanaan pelaksanaan dan evaluasi terhadap tindakan yang dilakukan. Studi
ini dapat dilakukan pada pasien kelompok maupun keluarganya.
Prinsip yang digunakan :
a. Peserta didik harus dibimbing dalam menulis pasien studi asuhan keperawatan, pemilihan
tersebut harus sesuai dengan kemampuan peserta didik
b. Peserta didik harus dibekali dengan bahan perujukan dengan yang cukup agar asuhan
keperawatan yang efektif
c. Studi asuhan keperawatan itu harus dapt dilihat dan digunakan sebagi bagian integral dari
pengalaman dilapangan
d. Pedoman asuhan keperawatan harus sesuai dengan petunjuk dasar pada format asuhan yang
tertulis.
e. Studi asuhan keperawatan dapat dilakukan dengan menggabungkan dengan metode lain seperti
komprehensip atau nursing klinik
f. Laporan asuhan keperawatan harus dicek, dievaluasi, dikomentari sesuai dengan petunjuk yang
ada.
4. sistim ronde
Definisi Ronde
Suatu kegiatan yang bertujuan untuk mengatasi masalah keperawatan klien yang
dilaksanakan oleh perawat, disamping pasien dilibatkan untuk membahas dan
melaksanakan asuhan keperawatan akan tetapi pada kasus tertentu harus dilakukan oleh
perawat primer atau konselor, kepala ruangan, perawat associate yang perlu juga
melibatkan seluruh anggota tim.
Ronde keperawatan merupakan suatu metode pembelajaran klinik yang
memungkinkan peserta didik mentransfer dan mengaplikasikan pengetahuan teoritis ke
dalam peraktik keperawatan secara langsung.
Karakteristik ronde keperawatan adalah sebagai berikut:
1. Klien dilibatkan secara langsung
2. Klien merupakan fokus kegiatan
3. Perawat aosiaet, perawat primer dan konsuler melakukan diskusi bersama
4. Kosuler memfasilitasi kreatifitas
5. Konsuler membantu mengembangkan kemampuan perawat asosiet, perawat
6. Primer untuk meningkatkan kemampuan dalam mengatasi masalah.

2.2. Tujuan Ronde


Adapun tujuan ronde keperawatan adalah sebagai berikut:
1. Menumbuhkan cara berpikir secara kritis.
2. Menumbuhkan pemikiran tentang tindakan keperawatan yang berasal dari masalah klien.
3. Meningkatkan validitas data klien.
4. Menilai kemampuan justifikasi.
5. Meningkatkan kemampuan dalam menilai hasil kerja.
6. Meningkatkan kemampuan untuk memodifikasi rencana perawatan.
2.3. Peran dalam Ronde
A. Peran Ketua Tim dan Anggota Tim
1. Menjelaskan keadaan dan data demografi klien.
2. Menjelaskan masalah keperawata utama.
3. Menjelaskan intervensi yang belum dan yang akan dilakukan.
4. Menjelaskan tindakan selanjutnya.
5. Menjelaskan alasan ilmiah tindakan yang akan diambil.

B. Peran Ketua Tim Lain dan/Konselor


 Perawat primer (ketua tim) dan perawat asosiet (anggota tim)
Dalam menjalankan pekerjaannya perlu adanya sebuah peranan yang bisa untuk
memaksimalkan keberhasilan yang bisa disebutkan antara lain :
1. Menjelaskan keadaan dan adta demografi klien
2. Menjelaskan masalah keperawatan utama
3. Menjelaskan intervensi yang belum dan yang akan dilakukan
4. Menjelaskan tindakan selanjtunya
5. Menjelaskan alasan ilmiah tindakan yang akan diambil
 Peran perawat primer (ketua tim) lain dan atau konsuler
1. Memberikan justifikasi
2. Memberikan reinforcement
3. Menilai kebenaran dari suatu masalah, intervensi keperawatan serta tindakan yang
rasional
4. Mengarahkan dan koreksi
5. Mengintegrasikan teori dan konsep yang telah dipelajari
2.4. Langkah-langkah Ronde Keperawatan
A. Persiapan
1. Penetapan kasus minimal 1 hari sebelum waktu pelaksanaan ronde.
2. Pemberian inform consent kepada klien/ keluarga.

B. Pelaksanaan
1. Penjelasan tentang klien o/ perawat primer dlm hal ini penjelasan difokuskan pd mslh
keperawatan& rencana tindakan yg akan/telah dilaksanakan& memilih prioritas yg perlu
didiskusikan.
2. Diskusikan antar anggota tim tentang kasus tersebut.
3. Pemberian justifikasi oleh perawat primer/ perawat konselor/ kepala ruangan tentang
masalah klien serta tindakan yg akan dilakukan.
4. Tindakan keperawatan pada masalah prioritas yang telah dan yang akan ditetapkan.
C. Pasca Ronde
Mendiskusikan hasil temuan dan tindakan pada klien tersebut serta menetapkan
tindakan yang perlu dilakukan.
2.5.Kelemahan Ronde Keperawatan
Kelemahan metode ini adalah klien dan keluarga merasa kurang nyaman serta privasinya
terganggu.
Masalah yang biasanya terdapat dalam metode ini adalah sebagai berikut:
1. Berorientasi pada prosedur keperawatan
2. Persiapan sebelum praktek kuarang memadai
3. Belum ada keseragaman tentang laporan hasil ronde keperawatan
4. Belum ada kesempatan tentang model ronde keperawatan