Anda di halaman 1dari 21

1

BAB II

KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN & HIPOTESIS

2.1 Kajian Pustaka

2.1.1 Laba

Kegiatan perusahaan sudah dapat dipastikan berorientasi pada keuntungan

atau laba menurut Soemarso (2004: 245) Laba adalah selisih lebih penjualan atas

beban sehubungan dengan usaha untuk memperoleh penjualan tersebut selama

periode tertentu. Dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan laba sejauh

mana suatu perusahaan memperoleh penjualan dari kegiatan penjualan sebagai

selisih dari keseluruhan usaha yang didalam usaha itu terdapat biaya yang

dikeluarkan untuk proses penjualan selama periode tertentu.

Umumnya peusahaan didirikan untuk mencapai tujuan tertentu yaitu

memperoleh laba yang optimal dengan pengorbanan yang minimal untuk

mencapai hal tertentu perlu adanya perencanaan dan pengendalian dalam setiap

aktivitas usahanya agar perusahaan dapat membiayai seluruh kegiatan yang

berlangsung secara terus menerus.

Pengertian laba menurut Zaky Baridwan (2004: 29) Kenaikan modal

(aktiva bersih) yang berasal dari transaksi sampingan atau transaksi yang jarang

terjadi dari badan usaha dan dari semua transaksi atau kejadian lain yang

mempengaruhi badan usaha selama satu periode kecuali yang termasuk dari

penjualan (revenue) atau investasi oleh pemilik.

8
2

Sedangkan menurut Henry Simamora (2002: 45) Laba adalah

perbandingan antara penjualan dengan beban jikalau penjualan melebihi beban

maka hasilnya adalah laba bersih.

Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa laba berasal dari

semua transaksi atau kejadian yang terjadi pada badan usaha dan akan

mempengaruhi kegiatan perusahaan pada periode tertentu dan laba di dapat dari

selisih antara penjualan dengan beban apabila penjualan lebih besar dari pada

beban maka perusahaan akan mendapatkan laba apabila terjadi sebaliknya maka

perusahaan mendapatkan rugi.

2.1.2 Jenis-Jenis Laba

Menurut Theodorus M. Tuanakotta (2001: 219) mengemukakan jenis-jenis

laba dalam hubungannya dengan perhitungan laba yaitu :

a. Laba bersih

b. Laba dari operasi

c. Laba bersih

Adapun penjelasan jenis – jenis laba diatas sebagai berikut :

1. Laba bersih

Laba bersih yaitu perbedaan antara penjualan bersih dan penjualan dengan

harga pokok penjualan.

2. Laba dari operasi

Laba dari operasi yaitu selisih antara laba bersih dengan total beban biaya.
3

3. Laba Bersih

Laba bersih yaitu angka terakhir dalam perhitungan laba rugi dimana untuk

mencarinya laba operasi bertambah penjualan lain-lain dikurangi oleh beban

lain-lain.

2.1.3 Tujuan Laba

Menurut Anis dan Imam (2003 : 216) mengutarakan bahwa tujuan

pelaporan laba adalah sebagai berikut :

1) Sebagai indikator efesiensi penggunaan dana yang tertahan dalam

perusahaan yang diwujudkan dalam tingkat kembaliannya.

2) Sebagai dasar pengukuran prestasi manajemen.

3) Sebagai dasar penentuan besarnya perencanaan pajak.

4) Sebagai alat pengendalian sumber daya ekonomi suatu negara.

5) Sebagai kompensasi dan pembagian bonus.

6) Sebagai alat motivasi manajemen dalam pengendalian perusahaan.

7) Sebagai dasar bentuk kenaikan kemakmuran.

8) Sebagai dasar pembagian deviden.

Dari kutipan diatas dapat disimpulkan bahwa tujuan dilaporkannya laba

atau lebih dikenal dengan laba atau rugi adalah sebagai indikator efesiensi

penggunaan dana yang digunakan sebagai dasar untuk pengukuran penentuan

pengendalian motivasi prestasi manajemen dan sebagai dasar kenaikan

kemakmuran serta dasar pembagian deviden untuk para investor yang

menanamkan modalnya pada perusahaan.


4

Laba merupakan selisih antara penjualan dengan beban sehingga laba

dapat mengukur masukan (dalam bentuk beban yang diukur dengan biaya) dan

keluaran (dalam bentuk penjualan yang diperoleh). Hal ini seperti pernyataan

bahwa “Laba yang dicapai merupakan pengukur penting efisien dan efektivitas

organisasi” (R.A Supriyono 2000:330).

Pencapaian laba bersih adalah tercapainya target laba bersih yang

maksimal dengan menunjukkan adanya penjualan yang lebih tinggi daripada

harga pokok penjualan (Iyan Rohaeni 2004:15). Laba bersih merupakan hasil dari

penjualan bersih dikurangi dengan harga pokok penjualan hal ini sejalan dengan

kutipan dari Soemarso (2001.234) “Laba bersih (gross profit) adalah penjualan

bersih dikurangi harga pokok penjualan.

Menurut Ahmad Belkaoli (2003: 244) “Laba bersih atas penjualan

merupakan selisih dari penjualan bersih dan harga pokok penjualan . Laba ini

dinamakan laba bersih hasil penjualan bersih sebelum dikurangi dengan beban

operasi lainnya untuk periode tertentu.”

Berdasarkan penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa biaya atau

masukan atau input akan menunjukkan ukuran pencapaian laba bersih apabila

setelah jumlah penjualan diketahui sebagai salah satu faktor yang menentukan

nilai laba bersih suatu perusahaan.

Manfaat analisis perubahan laba bersih bagi manajemen menurut Prastowo

(2002:191) yaitu: memberikan cukup motivasi bagi manajemen untuk memulai

suatu pemeriksaan yang akan membawa kepada berbagai kemungkinan tindakan


5

koreksi khususnya analisis yang menunjukan perbedaan tidak menguntungkan

(rugi) antara anggaran dan realisasi.

Analisis laba bersih yang didasarkan pada anggaran atau biaya standar

dapat memberikan gambaran titik-titik kelemahan dari kinerja periode tersebut.

Dengan demikian manajemen akan mampu untuk menguraikan tindakan-tindakan

perbaikan yang diperlukan untuk mengoreksi situasi dan untuk dapat menentukan

sebab-sebab terjadinya penyimpangan yang tidak menguntungkan tersebut.

Kegunaan analisis laba bersih menurut Munawir (2004: 216) yaitu:

Perubahan dalam laba bersih perlu dianalisa untuk mengetahui sebab-sebab

perubahan tersebut baik perubahan yang menguntungkan (kenaikan) maupun

perubahan yang tidak menguntungkan (penurunan) sehingga akan dapat diambil

kesimpulan dan atau tindakan seperlunya untuk periode-periode berikutnya.

2.1.4 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Laba bersih

Menurut Amstrong (2002: 327) ada beberapa faktor yang mempengaruhi

laba bersih yaitu:

a) Faktor penjualan maksudnya jumlah omzet yang dijual pada barang dan jasa

baik dalam unit maupun dalam rupiah. Sementara itu penjualan ini

dipengaruhi oleh:

1) Faktor harga jual harga persatuan atau unit atau lainnya produk yang

dijual di pasaran. Penyebab berubahnya merupakan perubahan nilai

harga jual per satuan.

2) Faktor jumlah barang yang dijual banyaknya kuantitas atau jumlah

barang yang dijual dalam suatu periode.


6

b) Faktor harga pokok penjualan harga barang atau jasa sebagai bahan baku atau

jasa untuk menjadi barang dengan ditambah biaya-biaya yang berkaitan

dengan harga pokok penjualan tersebut. Harga pokok penjualan dipengaruhi

oleh:

1) Harga pokok rata-rata apabila harga pokok rata-rata naik laba bersih

dapat menurun begitu pula sebaliknya.

2) Jumlah barang yang dijual jika jumlah penjualan meningkat

kemungkinan akan dapat menaikkan laba bersih begitu pula

sebaliknya.

Faktor lain yang harus diperhatikan yaitu adanya ketidakefisiensian di

dalam memproduksi barang atau jasa atau menjual barang yang mengakibatkan

pemborosan. Misalkan pengiriman barang yang tidak tepat waktu pemakaian

bahan yang mengakibatkan pemborosan sehingga biaya yang seharusnya tidak

diperlukan keluar justru menjadi beban dan yang paling fatal adalah adanya unsur

kecurangan dari pihak manajemen perusahaan yang bermain dengan perusahaan

lain. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa perubahan laba bersih

disebabkan oleh tiga faktor ini.

a) Berubahnya harga jual

Berubahnya harga jual yang dianggarkan dengan harga harga jual periode

sebelumnya.

b) Berubahnya jumlah kuantitas barang yang dijual

perubahan jumlah barang yang akan dijual dari jumlah yang dianggarkan

dengan jumlah periode sebelumnya.


7

c) Berubahnya harga pokok penjualan

Perubahan harga pokok penjualan dari yang dianggarkan dengan harga pokok

penjualan pada periode sebelumnya. Perubahan disebabkan karena adanya

kenaikan harga pokok penjualan dari sumber utamanya.

Harga pokok penjualan suatu produk banyak dipengaruhi oleh faktor-faktor:

1) Haga bahan baku

2) Upah tenaga kerja

3) Kenaikan harga secara umum

2.1.5 Harga Pokok Penjualan

Aktivitas penjualan merupakan tujuan utama perusahaan karena jika

aktivitas penjualan produk maupun jasa tidak dikelola dengan baik maka secara

langsung dapat merugikan perusahaan. Hal ini dapat disebabkan karena sasaran

penjualan yang diharapkan tidak tercapai dan penjualan pun akan berkurang.

Untuk lebih jelasnya dapat dilihat dari pengertian penjualan itu sendiri

adalah sebagai berikut:

Pengertian penjualan menurut Henry Simamora (2000;24) menyatakan

bahwa: “Penjualan adalah penjualan lazim dalam perusahaan dan merupakan

jumlah kotor yang dibebankan kepada pelanggan atas barang dan jasa”.

Pengertian penjualan menurut Chairul Marom (2002;28) menyatakan

bahwa : “Penjualan artinya penjualan barang dagangan sebagai usaha pokok

perusahaan yang biasanya dilakukan secara teratur”. Menurut Kartajaya (2006)

“penjualan adalah bagaimana menciptakan hubungan jangka panjang dengan

pelanggan melalui produk atau jasa perusahaan. Penjulan merupakan pembelian


8

suatu barang atau jasa oleh seorang pembeli dari seorang penjual sesuai dengan

harga yang telah ditetapkan atau dalam beberapa kasus melalui perjanjian

pertukaran barang atau imbal beli.

Menurut Mulyadi (2008: 202) “Penjualan merupakan kegiatan yang

dilakukan oleh penjual dalam menjual barang atau jasa dengan harapan akan

memperoleh laba dari adanya transaksi-transaksi tersebut dan penjualan dapat

diartikan sebagai pengalihan atau pemindahan hak kepemilikan atas barang atau

jasa dari pihak penjual ke pembeli.

IAI dalam SAK No 23 paragraf 2 (2009) menyatakan “Penjualan barang

meliputi barang yang diproduksi perusahaan untuk dijual dan barang yang dibeli

untuk dijual kembali seperti barang dagang yang dibeli pengecer atau lainnya

Berdasarkan pengertian di atas maka dapat disimpulkan bahwa penjualan adalah

persetujuan kedua belah pihak antara penjual dan pembeli dimana penjual

menawarkan suatu produk dengan harapan pembeli dapat menyerahkan sejumlah

uang sebagai alat ukur produk tersebut sebesar harga jual yang telah disepakati.

Harga Pokok Penjualan (cost of good sold) adalah semua biaya yang

muncul dalam rangka menghasilkan suatu produk hingga produk tersebut

siap dijual. Harga Pokok Penjualan yang biasa disingkat HPP (COGS)

merupakan biaya yang dikeluarkan dalam suatu proses produksi barang dan

jasa yang dapat dihubungkan secara langsung dengan aktivitas prosess yang

membuat produk barang dan jasa siap jual.

Harga pokok penjualan adalah harga barang yang dijual. Harga pokok penjualan

adalah istilah yang digunakan pada akuntansi keuangan dan pajak untuk
9

menggambarkan biaya langsung yang timbul dari barang yang diproduksi dan dijual

dalam kegiatan bisnis. Menurut Hery (2012:34) menjelaskan bahwa “harga pokok

penjualan adalah harga pokok dari barang yang dijual, dimana harga pokok dari barang

yang tersedia untuk dijual dikurangi dengan persediaan akhir barang dagang

4. Biaya produksi

4.1 Pengertian Biaya produksi

Biaya produksi adalah biaya yang berkaitan langsung dengan pelaksanaan

operasional perusahaan. Pengertian dari biaya produksi itu sendiri adalah semua

biaya yang menunjang penyelenggaraan pelayanan jasa atau semua biaya yang

dapat didefinisikan mempunyai hubungan langsung dengan penyelenggaraan

pelayanan jasa.

Menurut Slamet Sugiri dan Bogat Agus Riyono (2002:70) pengertian

biaya operasi adalah “Biaya operasi yaitu biaya-biaya yang dikeluarkan untuk

kegiatan usaha (operasi) perusahaan”.

Menurut Jopie Yusuf (2006:33) pengertian biaya operasi adalah “Biaya

operasi atau biaya produksi adalah biaya-biaya yang tidak berhubungan langsung

dengan produk perusahaan tetapi berkaitan dengan aktivitas operasi perusahaan

sehari-hari”.

Menurut Desi Adhariani (2008:35) memberikan definisi yang

membedakan biaya operasi adalah “Biaya operasi langsung adalah suatu objek

biaya terkait dengan suatu objek biaya dan dapat dilacak ke objek biaya tertentu

dengan cara yang layak secara ekonomis (biaya-efektivitas)”. Sedangkan biaya

operasi tidak langsung didefinisikan sebagai “Biaya operasi tidak langsung adalah
10

suatu objek biaya berkaitan dengan suatu objek biaya namun tidak dapat dilacak

ke objek biaya tertentu dengan cara yang layak secara ekonomis (biaya-

efektifitas)”.

Berdasarkan pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa biaya produksi

merupakan biaya-biaya yang dikeluarkan selama aktivitas pokok perusahaan

untuk melihat apakah penggunaan biaya operasi efektif dan efisien atau tidak

yang sesuai dengan rencana maka dibutuhkan alat pengendalian biaya yang

mendukung usaha untuk menghasilkan produk tersebut.

4.1.2 Pengendalian Biaya produksi

Pengendalian terhadap biaya operasi mempunyai arti yang sangat penting

bagi perusahaan jasa yang bertujuan mencari profit karena efisiensi dari biaya

operasi akan mempengaruhi kemampuan perusahaan tersebut dalam

menghasilkan profit dan agar efisiensi tersebut dapat tercapai maka diperluakan

adanya pengendalian.

Menurut Welsh Hilton Gordon yang diterjemahkan oleh Purwatiningsih

dan Maudi Waraouw (2000:264) pengertian pengendalian biaya operasi adalah

“Pengendalian biaya operasi adalah usaha-usaha manajer untuk mencapai tujuan-

tujuan (dalam hal biaya) pada sebuah lingkungan operasi tertentu”.

Hongren Datar dan Foster yang diterjemahkan oleh Desi adhariani

(2008:263) menyatakan “pengendalian biaya operasi dilakukan dengan cara

membandingkan anatara biaya yang sesungguhnya dengan rencana atau anggaran

biaya yang telah ditetapkan dan ini merupakan bagian yang sangat penting dari
11

proses pengendalian. Apabila timbul variance (selisih/penyimpangan) yang

berarti manajemen harus mempelajari secara cermat dan melakukan penyelidikan

untuk menentukan sebab-sebab dari timbulnya selisih tersebut. Hal ini dilakukan

untuk menentukan tindakan koreksi apa yang akan dilaksanakan oleh manajemen

untuk memperbaiki penyimpangan-penyimpangan yang terjadi”.

Menurut Supriyono (2004:209) biaya operasi dikelompokkan menjadi 2

golongan dan dapat diartikan sebagai berikut:

1. Biaya langsung (direct cost) adalah biaya yang terjadi atau manfaatnya

dapat diidentifikasikan kepada objek atau pusat biaya tertentu.

2. Biaya tidak langsung (indirect cost) adalah biaya yang terjadi atau

manfaatnya tidak dapat diididentifikasi pada objek atau pusat biaya

tertentu atau biaya yang manfaatnya dinikmati oleh beberapa objek atau

pusat biaya.

Dari pengertian tersebut diatas penulis dapat menarik kesimpulan bahwa:

1. Biaya produksi langsung merupakan biaya yang dapat dibebankan secara

langsung pada kegiatan operasional.

2. Biaya produksi tidak langsung adalah biaya yang tidak secara langsung

dibebankan pada kegiatan operasional.

Jadi biaya produksi adalah pengeluaran yang berhubungan dengan operasi

yaitu semua pengeluaran yang langsung digunakan untuk produksi atau pembelian

barang yang diperdagangkan termasuk biaya umum penjualan administrasi dan

bunga pinjaman.
12

Biaya produksi meliputi biaya tetap dan biaya variable. Jumlah biaya

variable tergantung pada volume penjualan atau proses produksi jadi mengikuti

peningkatan atau penurunannya. Sedangkan biaya tetap selalu konstan meskipun

volume penjualan produksi meningkat atau turun.Singkatnya biaya produksi

merupakan biaya yang harus dikeluarkan agar kegiatan atau operasi perusahaan

tetap berjalan.

Unsur-unsur biaya produksi yang biasa terdapat pada suatu perusahaan dagang

dan jasa adalah:

1. Biaya tenaga kerja gaji komisi bonus tunjangan dan lain-lain

2. Biaya administrasi dan umum

3. Biaya promosi

4. Biaya asuransi

5. Biaya pemeliharaan gedung mesin kendaraan dan peralatan

5. Penelitian Terdahulu

Adapun tinjauan penelitian terdahulu adalah sebagai berikut :

Tabel II.1
Penelitian Terdahulu
No Peneliti Judul Variabel Hasil Penelitian
Mufida Analisis Pengaruh Penjualan Penjualan bersih memiliki pengaruh yang
Warni Penjualan Bersih Laba bersih signifikan terhadap laba bersih PT. NIPPON
1 (2012) Terhadap Laba bersih NDOSARI CORPINDO TBK (SARI ROTI).
Pt. Nippon Indosari
Corpindo Tbk (Sari Roti)
2 Rafiandi Analisis Laba Laba Kebijaksanaan untuk menerapkan dua
Nazar Berdasarkan Penjualan Penjualan macam sistem penjualan yaitu penjualan
(2013) Tunai Dan Penjualan Tunai tunai dan penjualan kredit adalah tepat guna
Kredit Pada Kantor Penjualan meningkatan volume penjualan perusahan
Pusat Pt Columbus Kredit hal ini terlihat besarnya dominasi atau
Megah Sentrasarana Di pengaruh dari penjualan kredit terhadap
13

Berau perusahaan dimana penjualan secara kredit


mencari peningkatan laba bersih

3 Yuke Analisis Pengendalian Biaya pengendalian biaya produksi yang dilakukan


(2011) Biaya Produksi Dan Produksi oleh P Srikandi Palembang untuk tahun 2010
Pengaruhnya Terhadap Pengendalian dan 201 belum baik karena masih terdapat
Laba Pabrik Biaya realisasi biaya yang lebih besar dari angaran
Pengilngan (PP) Srikandi yang telah ditetapkan sehinga tidak
Palembang menguntungkan bagi perusahan.
4 Sukma Analisis Penjualan Dan Penjualan Penjualan belum mampu meningkatkan laba
Devi Biaya produksi Dalam Biaya bersih perusahaan dan dengan biaya yang
Karno Meningkatkan Laba produksi tinggi dapat menurunkan laba bersih
(2012) Bersih Laba Bersih perusahaan

B. Kerangka Berpikir

Mengetahui bagaimana kondisi keuangan suatu perusahaan diperlukan

laporan keuangan yang disusun setiap akhir periode tertentu. Laporan keuangan

tersebut dibuat oleh manajemen dengan tujuan untuk mempertanggungjawabkan

tugas-tugas yang diberikan kepada manajer. Laporan keuangan yang dimaksud

berupa laporan laba rugi menunjukkan kemampuan perusahaan dalam

menghasilkan laba yang telah terjadi pada periode tertentu kemudian laporan

keuangan tersebut dianalisis untuk mengetahui secara jelas posisi keuangan

perusahaan.

Bila perusahaan dapat menekan biaya operasi maka perusahaan akan dapat

meningkatkan laba demikian juga sebaliknya bila terjadi pemborosan biaya akan

mengakibatkan menurunnya laba.

Aktivitas penjualan merupakan penjualan utama perusahaan karena jika

aktivitas penjualan produk maupun jasa tidak dikelola dengan baik maka secara

langsung dapat merugikan perusahaan. Hal ini dapat disebabkan karena sasaran

penjualan yang diharapkan tidak tercapai dan penjualan pun akan berkurang.
14

Pengertian penjualan menurut Henry Simamora (2000;24) menyatakan

bahwa: “Penjualan adalah penjualan lazim dalam perusahaan dan merupakan

jumlah kotor yang dibebankan kepada pelanggan atas barang dan jasa

Biaya operasinal merupakan biaya yang dipengaruhi oleh aktivitas

perusahaan oleh sebab itu semakin meningkat tingkat aktivitasnya maka semakin

meningkat juga biaya operasinya. Karena biaya operasi merupakan biaya yang

terlibat langsung dalam kegiatan perusahaan maka dalam menentukan biaya

operasi tidaklah dapat dilakukan secara terpisah dengan serangkaian aktivitas-

aktivitas perusahaan.

Semakin tinggi penjualan berarti semakin efektif penggunaan penjualan

tersebut. penjualan yang efektif sangatlah penting bagi perusahaan karena dapat

meningkatkan tingkat laba yang dihasilkan suatu perusahaan. Bila perusahaan

dapat menekan biaya operasi maka perusahaan akan dapat meningkatkan laba

demikian juga sebaliknya bila terjadi pemborosan biaya akan mengakibatkan

menurunnya laba.

Laporan Keuangan

Laporan Laba Rugi

Penjualan

Biaya produksi
Biaya produksi

Laba/Rugi
15

Gambar II.1
Kerangka Konseptual

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Pendekatan Penelitian

Pendekatan penelitian dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif adalah

mengumpulkan mengklasifikasikan menganalisa serta menginterpretasikan data

yang berhubungan dengan masalah yang dihadapi dan membandingkan

pengetahuan teknis (data primer) dengan keadaan yang sebenarnya pada

perusahaan untuk kemudian mengambil kesimpulan.

B. Definisi Operasional

Definisi operasional variabel dalam penelitian ini sebagai berikut:

1. Biaya produksi

Biaya operasi atau biaya produksi adalah biaya berkaitan langsung dengan

pelaksanaan operasional perusahaan sehari-hari. Biaya produksi diambil

dari laporan laba rugi tahun 2010-2015.


16

2. Penjualan

Kegiatan yang dilakukan oleh penjual dalam menjual barang atau jasa

dengan harapan akan memperoleh laba dari adanya transaksi-transaksi

tersebut. Penjualan diambil dari laporan laba rugi tahun 2010-2015

3. Laba bersih
24
Laba bersih adalah selisih penjualan atas beban operasional. Alat ukurnya

adalah data keuangan laba setelah pajak atau sebelum pajak.

C. Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan pada Perusahaan manufaktur yang terdaftar di

BEI

Waktu Penelitian

Adapun waktu penelitian ini dimulai dari bulan Mei 2015 sampai

Agustus 2015. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

Tabel III.1
Waktu Penelitian
Bulan Pelaksanaan 2014-2015

Jadwal kegiatan Mei Juni Juli Agustus

1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1.Pengajuan judul
2.Pembuatan Proposal
17

3. Bimbingan Proposal
4. Seminar Proposal
5. Pengumpulan Data
6. Bimbingan Skripsi
7. Sidang Meja Hijau

D. Populasi dan Sampel

1. Populasi Penelitian

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: objek / subjek, yang

mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk

dipelajari untuk kemudian ditarik kesimpulannya. (Sugiono, 2004 : 72). Populasi

dalam penelitian ini adalah 136 perusahaan manufaktur yang terdafatar di Bursa

Efek Indonesia periode 2010-2015 (terlampir).

2. Sampel penelitian

Menurut Sugiyono (2008 : 116) : “sampel adalah sebagian dari jumlah dan

karekteristik yang dimilkki oleh populasi tersebut”. Jadi sampel merupakan

sebagian dari populasi untuk mewakili karakteristik populasi yang diambeil untuk

keperluan penelitian. Metode pengambilan sampel dilakukan dengan tehnik

purposive sampling, yaitu tehnik pengambilan sampel berdasarkan suatu kriteria

dengan pertimbangan judgement sampling (jogiyanto, 2004 : 79). Dalam

penelitian ini, data dikumpulkan dari Bursa Efek Indonesia yaitu perusahaan

manufaktur yang terdaftar di BEI.

Kriteria yang digunakan dalam penelitian ini adalah :


18

1. Perusahaan tersebut memiliki data yang akurat lengkap, dan telah

menerbitkan laporan keuangan selama 3 tahun berturut-turut (2008-

2012).

2. Perusahaan manufaktur yang memperoleh laba secara konsisten dari

tahun 2008-2012.

Dari hasil kriteria penarikan sampel diatas maka Sampel penelitian adalah

23 perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI (terlampir).

E. Jenis Dan Sumber Data

Jenis Data

Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif yang

berupa penjelasan atau pernyataan tentang biaya produksi penjualan dan laba

bersih Perusahaan manufaktur Medan mulai dari tahun 2009 sampai dengan

2013.

Sumber Data

Sumber data dalam penelitian ini ialah data sekunder yaitu data penelitian

yang diperoleh langsung dari objek penelitian yang berupa laporan realisasi

anggaran perusahaan gambaran umum perusahaan struktur organisasi perusahaan

dan data lain yang terkait dalam penelitian ini.

F. Teknik Pengumpulan Data

Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan studi dokumentasi

yaitu dengan mempelajari mengklasifikasikan dan mengalisis data sekunder


19

berupa catatan–catatan laporan keuangan maupun informasi lainnya yang terkait

dengan lingkup penelitian ini. Data penelitian mengenai biaya produksi penjualan

dan laba bersih diperoleh dari data laporan keuangan Perusahaan manufaktur

Medan.

G. Teknik Analisis Data

Dalam penelitian ini teknik analisis data yang digunakan adalah analisis

deskriptif yaitu dengan cara menganalisis data-data laporan keuangan perusahaan

yang mengenai penjualan dan laba bersih kemudian ditarik kesimpulan dari data

laporan keuangan tersebut. Data penelitian dianalisis dengan pendekatan

akuntansi keuangan. Berikut tahapan analisis data penelitian ini :

1. Mengumpulkan data laporan keuangan dari tahun 2010-2015 terutama

laporan laba rugi

2. Menganalisis data penjualan biaya produksi dan laba bersih dari tahun

2010-2015

3. Menyimpulkan permasalahan yang terjadi pada penjualan biaya produksi

dan laba bersih dari tahun 2010-2015.


20

DAFTAR PUSTAKA

Ang Robert.2007.Buku Pintar Pasar Modal Indonesia.Jakarta:Media Staff


Indonesia.

Amstrong Gary & Philip Kotler. 2002. Dasar-dasar Manajemen Keuangan. Jilid
1 Alih Bahasa Alexander Sindoro dan Benyamin Molan. Jakarta:
Penerbit Prenhalindo.

Bambang Riyanto. 2009. Dasar-Dasar Pembelajaran Perusahaan (edisi


keempat). Yogyakarta : BPFE UGM.

Basu Swastha dan Irawan. 2000. “Manajemen Keuangan Modern. (Edisi kedua).
cetakan ke sebelas. Yogyakarta : Liberty Offset.

Bodie Kane Marcus. 2002. Investment. Buku Satu. Jakarta: Salemba Empat
21

Brealey Richard A Stewart C. Myers dan Alan J. Marcus. 2007. Dasar-dasar


Manajemen Keuangan Perusahaan. Jilid 2. Edisi Kelima. Jakarta:
Erlangga.

Fabozzi Frank J. 2000. Manajemen Investasi. Jakarta: Salemba Empat

Husein Umar 2004 “Metode Penelitian Untuk Skripsi dan Tesis Bisnis” Jakarta
Raja Grafindo Persada.

Imam Ghozali 2002 Metode Penelitian Bisnis. Edisi Enam Bandung CV.
Alfabeta.

James C.Horne 2004. Akuntansi Lanjutan 2. Penerbit PT. Raja Grafindo. Jakarta

Jopie Jusuf. 2006. Analisis Kredit untuk Account Officer Jakarta: PT. Gramedia
Pustaka Utama.

Kasmir 2008. Analisis Laporan Keuangan Edisi pertama PT RajaGrafindo


Persada Jakarta.

Mufida Warni (2012) Analisis Pengaruh Penjualan Bersih Terhadap Laba bersih
Pt. Nippon Indosari Corpindo Tbk (Sari Roti). Jurnal Ekonomi dan
Bisnis Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

Refda Dwiyana (2011) Pengaruh Penjualan Bersih Terhadap Laba bersih Pada
PT. Indofood Sukse Makmur Tbk. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Universitas
Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

Munawir S. 2007. Analisa Laporan Keuangan Yogyakarta : Liberty

Sugiyono 2004. Metodologi Penelitian BisnisCetakan Kesembilan CV Alfabeta


Bandung

Warsono.2003.Manajemen Keuangan Perusahaan Jilid 1Edisi ketigaCetakan


Pertama.BAPFE-Yogyakarta

Wild John 2005. General Accounting. Translation. Penerbit Penada Media Group.
Jakarta