Anda di halaman 1dari 4

PEMERINTAH KABUPATEN GORONTALO

DINAS KESEHATAN
PUSKESMAS TABONGO
Jl. Raja Bobihoe, Desa Tabongo Barat, Kec.Tabongo
Email : Puskesmastabongo2000@gmail.com

KERANGKA ACUAN KEGIATAN PELATIHAN


PENGGUNAAN APAR

I. Latar Belakang

Alat pemadam api ringan (APAR) adalah alat pemadam kebakaran


portable karena bentuknya yang kecil dan praktis sehingga mudah
dipindahkan dan dibawa ke mana-mana. Fungsi APAR atau alat pemadam
kebakaran portable itu sendiri adalah mengatasi suatu titik api atau
kebakaran yang masih dapat terkontrol.

Puskesmas sebagai suatu tempat kerja yang cukup komplek dengan


lingkungan kerja dan jenis pekerjaan yang bervariasi serta segala fasilitas
dan peralatannya, harus dipelihara sedemikian rupa untuk menjaga
keamanan dan mencegah kebakaran serta persiapan menghadapi bahaya.
Untuk menjamin dan menjaga keselamatan hidup pasien, pegawai dan
pengunjung.

Menurut Standar Nasional Indonesia (SNI) bahaya kebakaran pada


bangunan kesehatan diklasifisikan bahaya kebakaran ringan, mengingat
bahan-bahan ( bahan tidak mudah terbakar atau api tidak mudah menjalar)
yang dapat menimbulkan kebakaran sedikit terhadap bahan padat bahkan
logam dan bahan gas cair. Puskesmas maupun tempat fasilitas umum,
menurut gedung atau bangunan fasilitas umum harus dilengkapi atau
dipasang APAR sebagai alat pemadam kebakaran dini.

keselamatan pasien dan petugas, keselamatan lingkungan


(green productivity) yang berdampak terhadap pencemaran lingkungan dan
keselamatan ”bisnis” Puskesmas yang terkait dengan kelangsungan hidup
Puskesmas. Ke lima aspek keselamatan tersebut sangatlah penting untuk

1
dilaksanakan di setiap Puskesmas. Namun harus diakui kegiatan institusi
Puskesmas dapat berjalan apabila ada pasien. Karena itu keselamatan pasien
merupakan prioritas utama untuk dilaksanakan dan hal tersebut terkait
dengan isu mutu dan citra Puskesmas. Salah satu cara untuk mencegah
terjadinya kebakaran adalah dengan meningkatkan pengetahuan
terhadap penggunaan alat pemadam api ringan dengan mengadakan
pelatihan oleh unit penanggulangan kebakaran di tempat kerja.

Karyawan dibentuk dan ditugaskan untuk menangani masalah


penanggulangan kebakaran di tempat kerja yang meliputi kegiatan
administratif, identifikasi sumber-sumber bahaya,
pemeriksaan,pemeliharaan dan perbaikan sistem proteksi kebakaran.
Karyawan diharapkan setelah melakukan pelatihan mampu menggali dan
memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang cukup sehingga
tidak ada insiden terjadinya kebakaran.

Berdasarkan hal tersebut, maka Puskesmas akan melaksanakan


Pelatihan Penggunaan APAR sebagai salah satu upaya pembinaan
untuk keselamatan kerja karyawan dan keamanan pasien (Patient Safety)
di Puskesmas Suboh.

II. TUJUAN

1. TujuanUmum
a. Menciptkan rasa man dan kenyamanan bagi pasien ( patient safety)

b. Menciptakan keselamatan dan kesehatan kerja bagi karyawan

2. Tujuan Khusus

Menciptakan karyawan Puskesmas Suboh yang tanggap akan bahaya


kebakaran, serta mampu melakukan penanggulangan kebakaran dengan
mengunakan APAR.

III. KELUARAN YANG DIHARAPKAN


1. Semua karyawan Puskesmas Suboh paham dan mengerti tentang
pengunaan APAR jika terjadinya kebakaran.

2
2. Menciptakan karyawan yang tanggap, efektif, efisien dan proposional
untuk kegiatan pelatihan pengunaan APAR
IV. PELAKSANAAN
A. Waktu dan Lokasi
 Pertemuan dilaksanakan : Ruang Pertemuan Puskesmas
Tabongo
 Hari dan Tanggal Pelaksanaan : Kamis 17 Maret 2018
 Waktu Pelaksanaan : 08.00 – 11.15 WIB
 Sasaran : Seluruh Pegawai Puskesmas
Tabongo
 Dengan pelaksanaan Sebagai Berikut :
No. Jam Kegiatan Penanggung Jawab Ket.
1 08.00 – Registrasi Panitia
08.30
2 08.30 – Sambutan Kepala Kepala Puskesmas
09.00 Puskesmas
3 90.00 – Materi Tentang H. Hadi
10.00 Pengunaan APAR Siswono,S.Sos
4 10.00 – Praktek Lapangan H. Hadi
11.00 Pengunaan Apar Siswono,S.Sos
5 11.00-11.15 Penutup Ka. TU

B. Pelaksana
1. Narasumber : H. Hadi Siswono,S.Sos
2. Peserta Seluruh Karyawan Karyawati Puskesmas Tabongo

Ditetapkan di : Tabongo
Pada Tanggal : 02 Januari 2018
KEPALA PUSKESMAS TABONGO,

JEINFER RIVIAN LESTYORINI

3
4