Anda di halaman 1dari 5

Fungsi Sel Hewan

1. Nukleus

Nukleus adalah inti sel yang memiliki membran inti


dengan susunan molekul sama dengan membran sel yaitu
berupa lipoprotein. Pori-pori pada membran inti
memungkinkan hubungan antara nukleoplasma dan
sitoplasma. Fungsi utama nukleus adalah sebagai pusat
yang mengontrol kegiatan sel dan mengandung bahan-
bahan yang menentukan sifat-sifat turun-temurun suatu
organisma. Didalam inti sel tersusun atas tiga komponen
yaitu :

a. Selubung Nukleus
Selubung nukleus juga disebut membran nukleus,
terdiri dari dua lapisan dengan ruang sempit diantara
mereka. Permukaan selubung tertutup dengan lubang-
lubang kecil memungkinkan aliran bebas molekul kecil,
seperti air dan ATP, juga mengatur bagian dari messenger
RNA dan berbagai protein.

b. Kromatin
Butiran kromatin yang terdapat pada nukleoplasma,
yang dapat menebal menjadi struktur seperti benang yaitu
kromosom yang mengandung DNA (asam deoksiribonukleat)
yang berfungsi menyampaikan informasi genetik melalui
sintesa protein.

c. Nukleolus
Nukleoulus (anak inti) yang berfungsi untuk
menyintesis berbagai macam molekul RNA (asam
ribonukleat) yang digunakan dalam perakitan ribosom.

2. Retikulum Endoplasma Kasar


RE kasar (REK) yakni RE yang dilekati ribosom. RE
memiliki peran abolik dan protektif. Peran anabolik yakni
mensintesis kolesterol, hormon steroid, dan asam-asam
empedu. Peran katabolik yakni dapat mengubah atau
menetralisir bahan yang bersifat toksik. Mekanisme kerja
antar RE dan organel lain seperti mitokondria dapat saling
berhubungan.

3. Retikulum Endoplasa Halus


RE halus (REH) yani RE yang tidak dilekati ribosom, yang
berfungsi dalam bermacam-macam proses metabolisme,
termasuk sintesis lipid, metabolisme karbohidrat, serta
menawarkan obar dan racun. Enzim RE halus penting untuk
sintesis lipid, termasuk fosfolipid dan steroid. Diantara
steroid yang dihasilkan oleh RE halus adalah hormon seks
vertebrata dan berbagai hormon steroid yang di sekresi oleh
kelenjar adrenalin.

4. Ribosom
Ribosom adalah organel kecil bergaris tengah 17 – 20
mikron yang tersusun oleh RNA ribosom dan protein.
Ribosom terdapat pada semua sel hidup dan terdapat bebas
dalam sitoplasma atau melekat pada REK. Tiap ribosom
terdiri atas dua sub unit yang saling behubungan dalam
suatu ikatan yang distabilkan oleh ion magnesium. Ribosom
berfungsi untuk sintesis protein, dimana pada waktu
sintesis protein, ribosom mengelompok membentuk
poliribosom (polisom).
5. Membran Plasma
Membran sel atau membran plasma merupakan bagian
sel yang paling luar yang membatasi isi sel dan sekitarnya.
Membran ini tersusun dari dua lapisan yang terdiri dari
fosfolipid (50%) dan protein/lipoprotein (50%). Membran
plasma bersifat semipermeabel atau selektif permeabel
yang berfungsi mengatur gerakan materi atau transportasi
zat-zat terlarut masuk dan keluar dari sel.
6. Aparatus Golgi (Badan Golgi)
Badan golgi adalah sekelompok kantong (vesikula) pipih
yang dikelilingi membran. Organel ini terdapat hampir di
semua sel eukariotik. Badan golgi pada sel tumbuhan biasa
disebut diktiosom. Badan golgi dibangun oleh membran yang
berbentuk sisterna, tubulus dan vesikula. Sisterna mebentuk
pembuluh halus (tubulus). Dari tubulus diepaskan kantong-
kantong kecil yang berisi bahan-bahanyang diperlukan seperti
enzim-enzim atau pembentuk dinding sel. Fungsi badan golgi
dalam sel yaitu :
Membentuk kantong-kantong (vesikula) yang bersisi
enzim-enzim dan bahan lain untuk sekresi, terutama pada sel-
sel kelenjar.

 Membentuk membran plasma


 Membentuk dinding sel
Membentuk akrosom pada sel spermatozoa yang berisis
enzim untuk memecah dinding sel telur dan pembentukan
lisosom.
7. Lisosom
Lisosom terdapat pada sel hewan, bentuknya seperti
bola, terdiri atas selapis membran, dan diameternya kurang
lebih 500 nm. Lisosom berfungsi untuk mencerna bahan
makanan yang masuk ke dalam sel, baik secara pinositosis
(makanan yang ‘ditelan’ berupa cairan) maupun secara
fagositosis (makanan yang ‘ditelan’ berupa padatan). Lisosom
meliputi lisosom primer, dan sekunder. Lisosom primer yakni
lisosom yang belum melakukan pencernaan. Lisosom sekunder
yakni lisosom yang telah/sedang melakukan pencernaan.

Lisosom mencerna materi yang dimasukkan kedalam sel


dan mendaur ulang materi dari pembuangan intraseluler.
Selama fagositosis sel mengurung makanan dalam vakuola
dengan membran yang terlepas secara internal dari membran
plasma. Vakuola makanan bergabung dengan lisosom, dan
enzim hidrolitik mencerna makanan tersebut. Setelah
hidrolisis, gula sederhana, asam amino dan monomer lain
melewati membrane lisosom untuk menuju kedalam sitosol
sebagai nutrien untuk sel tersebut dengan proses autofagi,
yaitu lisosom mendaur ulang kandungan molekuler organel.

8. Mikrotubula
Berbentuk benang silindris, kaku, berfungsi untuk
mempertahankan bentuk sel, motilitas sel, pergerakan
kromosom dalam pembelahan sel, pergerakan organel, dan
sebagai "rangka sel".
9. Mikrofilamen
Mikrofilamen sama seperti Mikrotubulus, tetapi lebih
lembut. Mikrofilamen yaitu batang padat yang berdiameter
sekitar 7 nm. Terbentuk dari komponen utamanya yaitu
protein aktin dan miosin (seperti pada otot). Mikrofilamen
berperan dalam mempertahankan bentuk sel, kontraksi otot,
mobilitas sel, dan pembalahan sel.
10. Sentriol
Sentriol memiliki struktur seperti gentong yang
tersbentuk dari mikrotubulus. Fungsi sentriol yang utama
adalah menyelesaikan proses sitokinesis, mengatur
pembentukan spindel selama mitosis.

11. Peroksisom
Peroksisom memiliki peran penting dalam proses oksidasi
di dalam sel, yakni mengubah dan memecah lemak secara
menyeluruh. Pada peristiwa pemecahan lemak memang akan
melalui beberapa tahapan yang terbilang cukup panjang. Dari
peristiwa pemecahan lemak inilah akan dihasilkan berbagai
jenis zat dalam bentuk lain, salah satunya zat sitotostik
hodrogen peroksida. Karena hidrogen peroksida yang
jumlahnya berlebihan akan menjadi racun bagi tubuh.

Peroksisom memiliki fungsi lain, yakni memecah kembali


hidrogen peroksida tersebut menjadi molekul atau zat yang
dibutuhkan tubuh. Adalah oksigen dan juga air yang
merupakan produk hasil olah hidrogen peroksida yang sangat
dibutuhkan metabolisme sel. Energi dan juga air menjadi salah
satu kebutuhan bagi membran sel untuk bisa berfungsi lebih
optimal. Peran inilah yang menjadikan peroksisom sangat
bermanfaat bagi siklus sel dan kondisi tubuh tumbuhan
maupun hewan.

12. Mitokondria
Mitokondria adalah organel sel penghasil energi sel.
Mitokondria mempunyai dua lapisan membran, yaitu membran
dalam dan membran luar. Membran luar memiliki permukaan
halus, sedangkan membran dalam berlekuk-lekuk yang disebut
kista. Mitokondria adalah struktur yang mampu bereproduksi
sendiri. Pada pembelahan sel, semua kitokondria membelah
diri, setenganhnya menuju ke sel anak yang satu dan
setengahnya ke sela anak yang lain. Mitokondria mengandung
enzim-enzim untuk fosforilasi oksidatif dan sistem transpor
electron. Pada bagian membran dalam dihasilkan enzim
pembuatn ATP dan protein yang diperlukan untuk pernafasan
antar sel.

Membran dalam mitokondria terbagi menjadi dua ruang


yaitu :
 Ruang intermembran yaitu ruangan diantara membran luar
dan membran dalam. Membran luar dapat dilalui oleh semua
molekul kecil tetapi tidak dapat dilalui protein dan molekul
besar.
 Matriks mitokondria : merupakan ruangan yang diselubungi
oleh membran dalam. Didalam matriks tersebut tahapan
metabolisme terjadi, mengandung enzim untuk siklus Krebs
dan oksidasi asam lemak, mengandung banyak butiran
protein dan DNA, ribosom dan beberapa jenis RNA.
Mitokondria dapat menyintesis protein sendiri karena
memiliki DNA, RNA dan ribosom.
13. Flagela
Alat gerak sel yang berbentuk pipih panjang.