Anda di halaman 1dari 2

Step 6

1. Etiologi karies
a. Host
Struktur dari giginya, enamelnya. Posterior lebih rentan karena pit dalam karena sisa
makanan gampang menempel.
Saliva, untuk pembersihan dalam mulut apabila kurang maka rentan karies.
Gigi kasar membantu menempelnya plak
b. Agent
Bakteri terjadinya karies, karena plak
c. Substrat
Ketahanan bakteri untuk mengembangkan shg terjadi karies, berupa glukosa dan
sukrosa. Streptococcus dimetabolisme yg terdapat dalam plak shg tjd demineralilsasi pd
gigi shg tjd karies. Raman karies yg menyeluruh dan melebar tjd cepat dan meluas
d. Waktu
Waktu yang lama
2. Patofisiologi karies
Disebabkan plak, cair mjd padat akan menyebabkan karies
Sukrosa yg demineralisasi
Plak, pelikel substrat
Primer, sekunder, tersier.
Proses demineralisasi yg terus menerus jar keras akan hancur dan ditandai lubang
3. Tanda dan gejala karies
White spot
Kecklatan pd gigi
Ngilu/nyeri
Nyeri hilang apabila stimulus akan hilang
Perkusi negatif kecuali ada trauma pada oklusal
Ngilu apabila gigi terkena dingin
Apabila sudah parah maka akan muncul nanah
4. Pemeriksaan kasus
a) Pemeriksaan subjektif
Anamnesa : tanya jawab pasien
b) Pemeriksaan objektif
a. Inspeksi : mengamati warna, ukuran, bentuk
b. Perkusi : mengetuk gigi secara cepat
c. Sondasi : pemeriksaan dg sonde, mengaitkan sonde
d. Probing : dg probe pada attach gingiva
e. Tes panas dg guta percae
f. Tes dingin : dg etilchlorida, diisolasi dan disemprotkan dikapas dan mencatat
g. Tes kavitas : apabila tidak merasakan maka menggunakan jarum miller apabia nyeri
maka masih vital
c) Pemeriksaan penunjang
Radiografi
5. Diagnosa kasus pd skenario
faktor :
a. Riwayat pasien : umur, identitas, habbit pasien,
b. Pemeriksaan klinis : saliva, kavitas, tumpatan
c. Analisa nutrisi : konsumsi glukosa lebih rentan karies

Diskenario adalah karies kelas 1, masuk ke karies dentin karena ngilu bila terkena manis,
dingin dan panas. Apabila rangsang dihilangkan maka nyri akan hilang dan masuk dalam
pulpitis reversible

6. Different diagnosa
a. Pulpitis reversible
b. Hipersensitifitas dentin : dentin terbuka
c. Karies enamel resesi gingiva : karies kecil karena ada hpersensitifitas dentin maka akan
ngilu
d. Pulpitis akut
-pulpitis irreversible : apabila diperkusi tidak terangsang, trauma dental, nyeri hebat
-pulpitis reversible
7. Cara perawatan
- Penumpatan pada awal agar karies tidak menyebar
- Penumpatan resin komposit : preparasi dilanjutkan restorasi
- Melihat kavitas dan lesi, apabila kavitas diinsisal cukup dg dipantau dietnya
- Perawatan endodontik
8. Prinsip-prinsip preparasi
a. Outline form
Membentuk kavitas pd karies tsb
Dg perluasan kavitas
b. Resistence form
Membentuk kavitas agar tidak pecah
c. Retensi form
Agar tidak bergerak
d. Convinence
Membuka jalan agar lebih mudah
e. Finishing
Penghalusan dinding margin enamel
f. Toilet of cavity
Pengecekan kembali
9. Hadits