Anda di halaman 1dari 224

No.

Tahapan & Waktu Kegiatan Penyaji Kegiatan Audien


1. Pembukaan  Memberi salam  Menjawab salam
(5 menit)  Memperkenalkan  Mendengarkan dan
anggota kelompok memperhatikan
dan pembimbing
 Melakukan kontrak  Menyepakati kontrak
waktu
 Menjelaskan tujuan  Memperhatikan dan
dan materi yang akan mendengarkan
diberikan

2. Kegiatan  Menggali  Mengemukakan


(20 menit) pengetahuan pasien pendapat
tentang nyeri
 Memberikan  Memperhatikan dan
reinforment positif mendengarkan
atas jawaban pasien
 Mengkaji rentang  Menanggapi dan
skala nyeri pasien mendengarkan
 Mengkaji  Mengemukakan
pengetahuan klien pendapat dan
tentang mendengarkan
penatalaksanaan
nyeri
 Memberikan  Menanggapi dan
reinforment positif mendengarkan
atas jawaban pasien
 Menjelaskan tentang  Memperhatikan dan
definisi, tujuan, dan mendengarkan
manfaat teknik
relaksasi benson
 Mendemonstrasikan  Memperhatikan dan
kepada pasien mendengarkan
langkah - langkah
teknik relaksasi
benson
 Meminta pasien  Memdemonstrasikan
mendemonstrasikan
langkah teknik
relaksasi benson
 Memberikan  Memperhatikan dan
reinforcement positif mendengarkan
kepada pasien

3. Penutup  Tanya jawab  Menyimak


(5 menit)  Melakukan evaluasi  Menanggapi dan ikut
dengan melakukan mengevaluasi
pengkajian ulang
skali nyeri pasien
setelah dilakukan
terapi benson
 Menyimpulkan  Memperhatikan dan
materi bersama-sama mendengarkan
 Mengucapkan salam  Menjawab salam
penutup
_
_
_
_
_
_
_
_
_
_
_
_
_
_
_
_
_
_
_
)
_
_
_
_
_
_
_
_
_
_
_
_
_
_
_
_
_
_
_
)
[RONDE KEPERAWATAN]

STANDAR OPERASIONAL TEKNIK RELAKSASI BENSON UNTUK


MENGURANGI NYERI

A. Pengertian
Relaksasi benson merupakan pengembangan metode respon relaksasi dengan
melibatkan faktor keyakinan pasien, yang dapat menciptakan suatu lingkungan
internal sehingga dapat membantu pasien mencapai kondisi kesehatan dan
kesejahteraan lebih tinggi (Purwanto, 2006)
Ada tiga faktor yang utama dalam teknik relaksasi
1. Posisikan pasien dengan tepat sehingga klien merasa nyaman
2. Pikiran beristirahat
3. Lingkungan yg santai/tenang
4.
B. Tujuan
Pelatihan relaksasi benson dapat menimbulkan keadaan tenang dan rileks dimana
gelombang otak mulai melambat sehingga akhirnya membuat seseorang menjadi
tenang dan nyaman (Benson, 2000 dalam Guyton, 2007).

C. Indikasi
Dapat dilakukan pada pasien yang mengalami nyeri

D. Prosedur pelaksanaan :
Tahap pra interaksi
1. Membaca mengenai status pasien
2. Mencuci tangan
Tahap orientasi
1. Mengucapkan salam teraupetik kepada pasien
2. Validasi kondisi pasien saat ini
3. Menjaga keamanan perivacy pasien
4. Menjelaskan tujuan & prosedur yg akan dilakukan terhadap pasien

221
of 10
[RONDE KEPERAWATAN]

Tahap kerja
1. Langkah Pertama
a. Atur posisi pasien senyaman mungkin. Mintalah pasien untuk menunjukkan
posisi yang diinginkan pasien untuk melakukan terapi Relaksasi Benson
b. Pengaturan posisi dapat dilakukan dengan cara duduk, berlutut, ataupun
tiduran, selama tidak mengganggu pikiran pasien
c. Pikiran pasien jangan sampai terganggu oleh apapun termasuk karena adanya
salah posisi yang tidak nyaman yang mengakibatkan pasien manjadi tidak
fokus pada intervansi

2. Langkah kedua
a. Pilihlah salah satu ungkapan singkat yang mencerminkan keyakinan pasien.
Anjurkan pasien untuk memilih kata atau ungkapan yang memiliki arti
khusus bagi pasien. Fungsi ungkapan ini dapat mengaktifkan keyakinan
pasien dan meningkatkan keinginan pasien untuk menggunakan teknik
tersebut.
b. Jangan memaksa pasien untuk menggunakan ungkapan-ungkapan yang
dipilih oleh perawat
3. Langkah Ketiga
a. Anjurkan dan bimbing pasien untuk memejamkan mata sewajarnya
b. Anjurkan untuk menghindari menutup mata kuat-kuat
c. Tindakan menutup mata dilakukan dengan wajar dan tidak mengeluarkan
banyak tenaga
4. Langkah Keempat
Anjurkan pasien untuk melemaskan otot-ototnya :
a. Bimbinglah dan mulailah pasien untuk melemaskan otot-ototnya mulai dari
kaki, betis, paha sampai dengan perut pasien
b. Anjurkan pasien untuk melemaskan kepala, leher, dan pundak dengan
memutar kepala dan mengangkat pundak perlahan-lahan
c. Untuk lengan dan tangan, anjurkan pasien untuk mengulurkan kedua
tangannya, kemudian mengendurkan otot-otot tangannya, dan biarkan terkuai
wajar di pangkuan

222
of 10
[RONDE KEPERAWATAN]

d. Anjurkan pasien untuk tidak memegang lutut, kaki atau mengaitkan kedua
tanngannya dengan erat
5. Langkah Kelima
Napas dan mulailah menggunakan kata-kata atau ungkapan fokus yang berakar
pada keyakinan pasien
a. Anjurkan pasien untuk menarik napas mulai hidung secara perlahan, pusatkan
kesadaran pasien pada pengembangan perut, tahanlah napas sebentar sampai
hitungan ketiga
b. Setelah hitungan ketiga keluarkan napas melalui mulut secara perlahan-lahan
(posisi mulut seperti bersiul) sambil mengucapkan ungkapan yang telah
dipilih pasien dan diulang-ulang dalam hati selama mengeluarkan napas
tersebut
6. Langkah Keenam
a. Anjurkan pasien untuk mempertahankan sifat pasif. Sifat pasif merupakan
aspek penting dalam membangkitkan respons relaksasi, anjurkan pasien untuk
tetap berpikir tenang
b. Saat melakukan teknik relaksasi, kerapkali berbagai macam pikiran datang
mengganggu konsentrasi pasien. Oleh karena itu, anjurkan pasien untuk tidak
mempedulikannya dan bersikap pasif
7. Langkah Ketujuh
Lanjutkan intervensi Relaksasi benson untuk jangka waktu tertentu. Teknik
ini cukup dilakukan selama 5-10 menit saja. Tetapi jika menginginkan waktu
yang lebih lama, lakukan lebih dari 20 menit.
8. Langkah Kedelapan
Lakukan teknik ini dengan frekuensi dua kali sehari sampai pasien
mengatakan tidak nyeri atau cemas lagi.

Tahap terminasi
1. Evaluasi hasil tindakan
2. Lakukan kontrak untuk melakukan kegiatan selanjutnya
3. Akhiri kegiatan dengan baik
4. Cuci tangan

223
of 10
[RONDE KEPERAWATAN]

DAFTAR PUSTAKA

224
of 10