Anda di halaman 1dari 11

MANUSKRIP

HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN MOTIVASI PASIEN GAGAL


GINJAL KRONIK DALAM MENJALANI TERAPI HEMODIALISA DI RUANG
HEMODIALISA
RSUD dr DORIS SYLVANUS PALANGKA RAYA

Oleh:
KRISTINA MENSI EVA
(NIM: 2013.C.05.0495)
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN MOTIVASI PASIEN GAGAL
GINJAL KRONIK DALAM MENJALANI TERAPI HEMODIALISA DI RUANG
HEMODIALISA RSUD DR DORIS SYLVANUS PALANGKA RAYA

Kristina Mensi Eva*

Yayasan Eka Harap Palangka Raya


Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan
Program Studi S1 Keperawatan
2017

Email :

ABSTRAK

Hemodialisa adalah terapi pengganti fungsi ginjal yang rusak untuk menghilangkan
nitrogen sebagai produk limbah, mengoreksi elektrolit, air, dan kelainan asam-basa.
Permasalahan dalam penelitian ini adalah kurangnya dukungan keluarga yang dialami pasien
gagal ginjal kronis sehingga motivasi yang dialami pasien dalam menjalani terapi
hemodialisa juga berkurang.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Motivasi
Pasien Gagal Ginjal Kronik Dalam Menjalani Terapi Hemodialisa di Ruang Hemodialisa
RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya.
Penelitian ini menggunakan Korelasional dengan desain penelitian “correlation study.
Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan didapatkan sampel sebanyak 45
responden pasien gagal ginjal kronik yang terjadwal menjalani terapi hemodialisa.
Pengumpulan data menggunakan alat ukur kuesioner, kemudian data dianalisis menggunakan
uji statistik non parametrik spearmen’s rank.
Berdasarkan uji statistik Spearmen’s Rank diperoleh hasil dengan derajat kemaknaan p
≤0,05, karena nilai asympsig 0,000 maka Ho ditolak yang berarti bahwa ada hubungan
dukungan keluarga dengan motivasi.
Dapat disimpulkan bahwa dukungan keluarga merupakan aspek yang penting untuk
membantu dalam meningkatkan motivasi pasien GGK dalam menjalani terapi hemodialisa.
Diharapkan penelitian ini dapat dijadikan literatur dan informasi bagi petugas kesehatan
dalam memberikan pelayanan kesehatan terhadap pasien gagal ginjal kornik yang menjalani
hemodialisa tidak hanya dalam pengobatan medis saja namun perlu melibatkan dukungan
keluarga dalam rangka meningkatkan motivasi pasien gagal ginjal kronik, hal ini dapat
berbentuk fasilitas kesehatan.
Kata Kunci: Dukungan Keluarga, Motivasi Pasien Gagal ginjal Kronis, Hemodialisa
FAMILY SUPPORT RELATIONSHIP WITH PATIENT MOTIVATION FAILED
CHRONIC WASHING IN WALKING THERAPY HEMODIALISA IN HEMODIALISA
ROOM DR DORIS SYLVANUS PALANGKA RAYA

Kristina Mensi Eva*

Yayasan Eka Harap Palangka Raya


Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan
Program Studi S-1 Keperawatan
2017
Email :

ABSTRACT

` The motivating factors in patients with chronic renal failure for hemodialysis
therapy are family support, a desire to live longer and to reduce the pain caused by
accumulation of metabolic (toxic uremia) residues in the body. Family support is a service
that can be done in the form of attention, affection, empathy, appreciation, advice, advice,
and support of energy, in the form of funds and time. Sufferers of chronic renal failure can
increase the sense of acceptance of the disease and undergo all therapeutic processes
provided through family support.
This research as input and additional knowledge as well as information to
strengthen and compare theory with real facts on the relationship of family support with the
motivation of patients with chronic renal failure in hemodialysis therapy in Hemodialysis
Research Room at RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya
This research type is correlation study that is research which aims to reveal
correlation relationship between independent variable and dependent variable. The approach
used is a cross sectional approach that is a study to study the dynamics of correlation
between independent variables and dependent measured at once in the same time. Sampling
using the method of Total Sampling, and Samples in this study as many as 120 respondents
The results of this study concluded that there is a positive relationship and
significant family support with the motivation of patients with chronic renal failure in
undergoing hemodialysis therapy in the hospital.
The results stated there was a relationship of family support with the motivation of
patients with chronic renal failure in undergoing hemodialysis therapy in dr. Doris Sylvanus
Palangka Raya.

Keyword : Family Support Relationships, Patients' Motivation


of Chronic Kidney Failure, Hemodialysis
PENDAHULUAN gagal ginjal kronis dalam menghadapi
Penyakit gagal ginjal kronik adalah penyakit maupun terapi yang di berikan.
keadaan dimana lebih banyak nefron rusak Menurut WHO Badan Kesehatan Dunia
secara progresif sampai ginjal tidak menyebutkan pertumbuhan jumlah
mampu lagi berfungsi dengan semestinya penderita gagal ginjal kronik pada tahun
penyakit ginjal tahap akhir merupakan 2015 telah meningkat 50% dari tahun
gangguan fungsi ginjal yang progresif dan sebelumnya. Di Amerika Serikat, kejadian
ireversibel dimana kemampuan tubuh dan prevalensi gagal ginjal kronis
gagal untuk mempertahankan meningkat data menunjukkan bahwa setiap
metabolisme dan keseimbangan cairan tahun 200.000 orang Amerika menjalani
dan elektrolit (Nursalam 2010:32). hemodialisis karena gangguan gagal ginjal
Menurut Muttaquin dan Kumala (2011) kronis. Secara global angka kejadian gagal
Pasien gagal ginjal kronik harus menjalani ginjal kronis lebih dari 500 juta orang dan
terapi hemodialisis yang merupakan salah yang harus menjalani hidup dengan
satu terapi yang menggantikan sebagian bergantung pada cuci darah ( hemodialisi)
kerja dari fungsi ginjal dalam 1,5 juta orang. Berdasarkan jurnal
mengeluarkan sisa hasil metabolisme dan penelitian Dwi Ana Lestari 2014 hasil
kelebihan cairan serta zat-zat yang tidak penelitian menunjukkan ada hubungan
di butuhkan tubuh melalui difusi dan yang bermakna antara motivasi pasien
hemofiltrasi, dalam tindakan terapi dengan kepatuhan dalam menjalani
hemodialisis tersebut dibutuhkan hemodialisa pada pasien gagal ginjal
dukungan keluarga untuk dapat kronik di RSUD Kraton Kabupaten
memotivasi pasien dalam menjalani Pekalongan. Prevalensi pasien gagal ginjal
terapi. Menurut (Friedman 2010:79) kronik di Indonesia Berdasarkan data yang
Dukungan keluarga adalah perilaku dirilis PT. Askes (2016). Pada tahun 2013
melayani yang dilakukan oleh keluarga, jumlah pasien gagal ginjal ialah 15.507
baik dalam bentuk nasihat,sikap,tindakan orang dengan presentase ( 15,5% ),
dan penerimaan keluarga terhadap kemudian meningkat lima ribu lebih pada
penderita sakit dengan tujuan mampu tahun 2014 dengan jumlah pasti sebesar
memotivasi pasien dalam menajalani 23.261 orang dengan presentase (23,2%)
proses penyakit. Menurut Walgito (2010) kemudian meningkat di tahun 2015
Motivasi merupakan suatu dorongan menjadi 24.141 orang dengan presentase (
dalam diri individu untuk bertindak atau 24,1%) diperkira semakin tahun akan
berperilaku kearah suatu tujuan yang ingin terjadinya peningkatan kasus gagal ginjal
dikehendaki. Pasien gagal ginjal kronik kronis, sedangkan prevalensi gagal ginjal
yang menjalani hemodialisis akan kronis di Kalimantan Tengah menurut
mengalami berbagai masalah yang dapat data Jaminan Kesehatan jumlah penderita
menimbulkan perubahan atau penyakit gagal ginjal kronis terhitung dari
ketidakseimbangan yang meliputi biologi, bulan Januari-Desember tahun 2016
psikologi, sosial dan spiritual pasien. sebanyak 2.102 orang dengan presentase (
Dukungan keluarga merupakan suatu 2,1%), dan di RSUD dr Doris Sylvanus
masalah yang akan dialami pasien gagal Palangka raya jumlah pasien gagal ginjal
ginjal kronis karena dukungan keluarga kronik yang rutin menjalani terapi
adalah perilaku melayani yang dilakukan hemodialisa di ruang HD berjumlah 120
oleh keluarga baik dalam bentuk sikap, orang. Berdasarkan wawancara yang
tindakan dan penerimaan keluarga dilakukan pada 10 orang yang menjalani
terhadap penderita yang sakit dan mampu tindakan hemodialisa, 4 orang mengatakan
memberikan peningkatkan motivasi pasien mendapatkan dukungan dari keluarga
karena merupakan tanggung jawab masalah dan motivasi pasien dalam
keluarga untuk mendampingi pasien menjalani hemodialisa semakin tinggi.
menjalani hemodialisis, 4 orang lagi Dalam mencapai semua ini perawat
mengatakan tidak mendapat dukungan dari membutuhkan kerja sama dengan tim
keluarga untuk menjalani hemodialisis kesehatan lainya. Selain itu juga peran
yang merupakan rutinitas yang serta atau partisipasi dari keluarga yang
membosankan dan 2 orang mengatakan sangat di butuhkan dalam pelaksanaan
kadang-kadang keluarga mendukung untuk asuhan keperawatan. Menanggapi masalah
hemodialisis, kadang-kadang keluarga kesehatan khusunya pada keluarga yang
tidak mendukung karena mempunyai mengalami gagal ginjal kronik dalam hal
kesibukan masing-masing. 10 pasien gagal ini keluarga sangat memegang peranan
ginjal kronis tersebut juga menunjukkan penting dan dapat menjalankan fungsinya
adanya penurunan motivasi untuk secara penuh dimana keluarga dapat
menjalani terapi hemodialisi akibat maksimal memberikan dukungan keluarga
kurangnya dukungan keluarga. Motivasi baik informasional, motivasi ,
yang menurun ini dikaitkan dengan instrumental, dan emosional sehingga
perubahan kehidupan ekonomi,kesehatan dapat memberikan kekuatan bagi pasien
fisik dan psikososial dimana pasien dalam mencapai kesembuhan dan
mengalami perubahan kesehatan fisik yang intervensinya.
cukup drastis, pasien mengalami cepat
merasa lelah sehingga kegiatannya harus METODE PENELITIAN
di bantu oleh orang lain. Desain atau rancangan penelitian
Faktor yang menimbulkan motivasi dalah sesuatu yang sangat penting dalam
pada pasien gagal ginjal kronik untuk penelitian, memungkinkan pengontrolan
melakukan terapi hemodialisa adalah maksimal beberapa faktor yang dapat
dukungan keluarga, keinginan untuk hidup mempengaruhi akurasi suatu hasil. Istilah
lebih lama dan untuk mengurangi rasa rancangan penelitian digunakan dalam dua
sakit yang diakibatkan karena hal; pertama rancangan penelitian
menumpuknya sisa metabolisme (toksik merupakan suatu strategi penelitian dalam
uremia) di dalam tubuh. karena dukungan mengidentifikasi permasalahan sebelum
keluarga merupakan perilaku melayani perencanaan akhir pengumpulan data; dan
yang dilakukan oleh keluarga, baik dalam kedua, rancangan penelitian digunakan
bentuk dukungan emosional (perhatian, untuk mendefinisikan struktur penelitian
kasih sayang, empati), dukungan yang akan di laksanakan (Nursalam, 2009)
penghargaan (menghargai, umpan balik), Jenis penelitian ini adalah correlation
dukungan informasi (saran, nasehat, study yaitu penelitian yang bertujuan untuk
Informasi) maupun dalam bentuk mengungkapkan hubungan korelasi antara
dukungan instrumental (basntuan tenaga, variabel independen dan variabel
dana dan waktu). Adanya dukungan dependen. Pendekatan yang digunakan
keluarga maka penderita penyakit gagal adalah pendekatan cross sectional yaitu
ginjal kronis dapat meningkatkan rasa suatu penelitian untuk mempelajari
penerimaan terhadap penyakit dan dinamika korelasi antara variabel
menjalani segala proses terapi yang di independen dan dependen yang diukur
berikan. sekaligus dalam waktu yang sama
Upaya yang dapat dilakukan untuk (Notoatmodjo, 2005)
memotivasi pasien gagal ginjal kronik Populasi terjangkau adalah
untuk menjalani terapi hemodialisa adalah populasi yang memenuhi kriteria dalam
perawat sebagai pemberi asuhan penelitian dan biasanya dapat dijangkau
keperawatan harus memiliki keterampilan oleh peneliti dari kelompoknya (Nursalam,
dan pengetahuan yang cukup sehingga 2008;41). Populasi terjangkau yaitu semua
pasien dengan gagal ginjal kronik yang Frequency Percent Valid
terjadwal menjalani terapi hemodialisa di Percent
Ruang Hemodialisa RSUD dr Doris
Sylvanus Palangka Raya sebanyak 120 Tinggi 5 8,9 11,1
orang. Valid Sedang 21 37,5 46,7
Sampel adalah bagian dari populasi Rendah 19 33,9 42,2
yang akan diteliti atau sebagian jumlah Total 45 100,0 100,0
dari karakteristik yang dimiliki oleh Berdasarkan diagram Tabel di atas,
populasi. (Hidayat, 2007; 20). Sampel menunjukan bahwa responden dengan
penelitian ini adalah semua pasien dengan motivasi tinggi berjumlah 5 (11,1%),
gagal ginjal kronik yang terjadwal sedangkan responden dengan motivasi
menjalani terapi hemodialisa di Ruang sedang sebanyak 21 (46,7%), dan diikuti
Hemodialisa RSUD dr Doris Sylvanus dengan responden motivasi rendah yaitu
Palangka Raya. sebanyak 19 (42,2%), Hasil yang dapat
disimpulkan yaitu paling banyak
HASIL PENELITIAN responden dengan motivasi sedang
Berikut disajikan karakteristik responden sebanyak 21 (46,7%) dan yang paling
berdasarkan dukungan keluarga pada kurang yaitu responden dengan motivasi
pasien gagal ginjal kronis dalam menjalani tinggi sebanyak 5 (11,1%).
terapi hemodialisa di ruang hemodialisa Berikut disajikan hasil uji statistik
RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya hubungan dukungan keluarga dengan
Frequency Percent Valid
motivasi Cumulative significa
pasien gagal ginjal kronik dalam
Percent Percent ncy
menjalani terapi hemodialisa di ruang
Baik 13 23,2 hemodialisa
28,9 28,9 RSUD dr Doris Sylvanus
Palangka Raya.
Valid Cukup 17 30,4 37,8 66,7
kurang 15 26,8 33,3 Correlations
100,0 0,000
Total 45 100,0 100,0
Berdasarkan diagram Tabel 4.1 diatas,
menunjukan bahwa responden dengan Dukungan
dukungan keluarga yang baik didapatkan keluarga
sebanyak 13 orang responden (28,9%), Correlation
1,000
sedangkan untuk dukungan keluarga Dukungan Coefficient
cukup di dapatkan 17 orang responden Keluarga Sig. (2-tailed) .
(37,8 %), dan dukungan keluarga kurang Spearman's N 45
di dapatkan 15 orang responden (33,3%). rho Correlation
Hasil dapat disimpulkan bahwa paling ,518**
Coefficient
banyak responden adalah dengan Motivasi Sig. (2-tailed) ,000
dukungan keluarga cukup yaitu sebanyak
N 45
17 orang responden (37,8%), dan yang
paling sedikit dengan dukungan keluarga **. Correlation is significant at the 0.00 level (2-tailed).
baik 13 orang responden (28,9%). Hasil uji analisa statistik dengan uji
Berikut disajikan karakteristik responden spearman’s rho diperoleh nilai P value =
berdasarkan motivasi pasien : 0,000 dengan derajat kemaknaan α = 0,05.
0,000<0,05, maka H1 diterima yang
artinya menunjukan adanya hubungan
dukungan keluarga dengan motivasi pasien
gagal ginjal kronik dalam menjalani terapi
hemodialisa di ruang hemodialisa RSUD
dr Doris Sylvanus Palangka Raya.
Berikut disajikan analisa hubungan kesehatan ) dan sebagai strategi preventif
dukungan keluarga dengan motivasi pasien untuk mengurangi stress dan pandangan
gagal ginjal kronik dalam menjalani terapi hidup.
hemodialisa di ruang hemodialisa RSUD Dukungan keluarga sangat di
dr Doris Sylvanus Palangka Raya perlukan dalam perawatan pasien,dapat
membantu menurunkan kecemasan pasien,
Motivasi meningkatkan semangat hidup dan
Dukungan komitmen Totalpasien untuk menjalani
Keluarga pengobatan. Menurut Sumidjo (2010)
Tinggi Sedang Rendah bahwa sosial ekonomi merupakan faktor
yang sangat berpengaruh terhadap tingkah
Baik 2 7 4 laku seseorang.
13 Keadaan ekonomi
4,4% 15,6% keluarga28,9%
8,9% mampu mencukupi dan
Cukup 3 13 1 menyediakan
17 fasilitas serta kebutuhan
6,7% 28,9% untuk keluarganya.
2,2% 37,8% Sehingga seseorang
Kurang 0 1 14dengan tingkat
15 sosial ekonomi tinggi akan
0% 2,2% mempunyai
31,1% 33,3% motivasi yang berbeda
Total 5 21 19dengan 45tingkat
orang sosial ekonomi rendah.
11,1% 46,7% 42,8% 100%pekerjaan dapat membuat
Lingkungan
seseorang memperoleh pengalaman dan
Berdasarkan tabel tentang hasil
pengetahuan baik secara langsung maupun
distribusi tabulasi silang antara hubungan
tidak langsung. Sosial dapat meningkatkan
dukungan keluarga dengan motivasi pasien
resiko terjadinya penyakit dan
gagal ginjal kronik dalam menjalani terapi
mempengaruhi cara seseorang
hemodialisa di ruang hemodialisa RSUD
mendefinisikan dan beraksi terhadap
dr Doris Sylvanus Palangka Raya diatas
penyakitnya. Keluarga yang kurang
menunjukan bahwa dari 45 responden
bersosialisasi terhadap lingkungan
dukungan keluarga baik dengan motivasi
kemungkinan akan kurang memperoleh
pasien tinggi sebanyak 2 responden
informasi serta pengalaman dari rekan
(4,4%), responden motivasi sedang 7
kerjanya, hal ini akan mempengaruhi
(15,6,%), responden motivasi rendah 4 (
tingkat pengetahuan keluarga mengenai
8,9%). Responden dukungan keluarga
penanganan keluarga yang terkena sakit
cukup dengan motivasi pasien tinggi
dan dukungan keluarga biasanya akan
sebanyak 3 (6,7%), responden motivasi
kurang tanggap terhadap keluarga yang
sedang 13 ( 28,9%), responden motivasi
sakit.
rendah 1 (2,2%). Sedangkan responden
Hasil Penelitian bahwa Motivasi
dukungan keluarga kurang dengan
pasien Gagal Ginjal Kronik dalam
motivasi tinggi sebanyak 0 (0%),
menjalani terapi Hemodialisa di ruang
responden motivasi sedang 1 (2,2%),
Hemodialisa RSUD dr. Doris Sylvanus
responden motivasi rendah 14 (31,1%).
Palangka Raya di ketahui sebagian besar
mempunyai motivasi yang sedang yaitu
PEMBAHASAN
21 responden (47%) diikuti motivasi
Berdasarkan Hasil penelitian ini
rendah yaitu 19 responden (42%) dan
terhadap 45 responden, didapat yang
motivasi tinggi 5 responden (11%), dari 45
terbanyak dukungan keluarga kategori
responden yang di teliti. Menurut
cukup yaitu 17 responden (38%), diikuti
pengamatan peneliti juga di ketahui bahwa
kategori kurang yaitu 15 responden (33%),
memang sebagian besar responden
dan kategori baik yaitu 13 responden
mempuyai semangat dalam menjalani
(29%). Menurut Ratna ( 2010 ) dukungan
hemodialisis karena mereka beranggapan
dari keluarga merupakan faktor penting
seseorang ketika menghadapi masalah (
bahwa menjalani hemodialisis secara rutin yang signifikan antara Dukungan
dapat membantu mengurangi rasa sakit. Keluarga Dengan Motivasi Pasien Gagal
Menurut hasil pengamatan peneliti, Ginjal Kronik Dalam Menjalani Terapi
motivasi penderita Gagal Ginjal Kronik Hemodialisa Di Ruang Hemodialisa
yang menjalani Hemodialisa, selain untuk RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya,
sembuh, karena mereka ingin bekerja lagi artinya bahwa semakin baik dan
sehingga bisa mandiri dan tidak meningkat dukungan keluarga maka
merepotkan orang lain. Menurut Nursalam semakin tinggi dan meningkat motivasi
(2010) motivasi merupakan sebagai pasien gagal ginjal kronik yang menjalani
dorongan internal dan eksternal dalam diri hemodialisa tersebut.
seseorang yang diindikasikan dengan Hasil penelitian ini di dukungan
adanya hasrat dan minat untuk melakukan oleh teori Menurut Friedman (2010)
kegiatan, dorongan dan kebutuhan untuk Dukungan keluarga adalah perilaku
melakukan kegiatan, harapan dan cita-cita, melayani yang dilakukan oleh keluarga,
penghargaan dan penghormatan atas diri, baik dalam bentuk nasihat, sikap, tindakan
lingkungan yang baik serta kegiatan yang dan penerimaan keluarga terhadap
menarik. penderita sakit dengan tujuan mampu
Motivasi pada pasien gagal kronik meningkatkan motivasi pasien dalam
bermanfaat selama menjalani hemodialisa. menajalani proses penyakit. Menurut
Pasien yang mempunyai motivasi yang Walgito (2010) Motivasi merupakan suatu
tinggi akan patuh dalam menjalani dorongan dalam diri individu untuk
hemodialisa. Hal ini sesuai dengan bertindak atau berperilaku kearah suatu
penelitian Ismail (2014) yang menyatakan tujuan yang ingin dikehendaki. Dukungan
bahwa peranan dukungan keluarga pada yang diberikan keluarga dapat
penderita yang mengalami hemodialisa menumbuhkan rasa percaya diri dan
berdasarkan emosional adalah baik. meningkatkan motivasi pasien gagal ginjal
Hasil Tabulasi silang antara kronik untuk melakukan hemodialisa. Hal
hubungan dukungan keluarga dengan ini sesuai dengan Stuart&Sundeen ( 1995
motivasi pasien gagal ginjal kronik dalam dalam Tamber & Noorkasiani, 2009 ) yang
menjalani terapi hemodialisa di ruang meyatakan bahwa dukungan dari keluarga
hemodialisa RSUD dr Doris Sylvanus merupakan unsur penting dalam
Palangka Raya diatas menunjukan bahwa membantu individu menyelesaikan
dari 45 responden dukungan keluarga baik masalah. Apabila ada dukungan, rasa
dengan motivasi pasien tinggi sebanyak 2 percaya diri akan bertambah dan motivasi
responden (4,4%), responden motivasi untuk menghadapi masalah yang terjadi
sedang 7 (15,6,%), responden motivasi akan meningkat.
rendah 4 ( 8,9%). Responden dukungan Dalam hal ini fungsi keluarga
keluarga cukup dengan motivasi pasien sangatlah berpengaruh besar dalam
tinggi sebanyak 3 (6,7%), responden melakukan perawatan terhadap penderita
motivasi sedang 13 ( 28,9%), responden gagal ginjal kronik karena berakar pada
motivasi rendah 1 (2,2%). Sedangkan budaya dan gaya hidup yang tidak sehat,
responden dukungan keluarga kurang serta dalam mendukung hal ini diperlukan
dengan motivasi tinggi sebanyak 0 (0%), program pendidikan yang
responden motivasi sedang 1 (2,2%), mempertimbangkan budaya dan gaya
responden motivasi rendah 14 (31,1%). hidup pasien dan keluarga yang
Berdasarkan hasil uji statistik chi square diperlukan. Dukungan keluarga diartikan
test di dapatkan nilai p Value = 0,000 sebagai bagian dari dukungan sosial, yang
dengan tingkat signifikan 0,05 maka 0,000 merupakan bentuk interaksi antar individu
< 0,05 sehingga Ha di terima dan Ho di yang memberikan kenyamanan fisik dan
tolak, artinya bahwa terdapat hubungan psikologis melalui terpenuhinya kebutuhan
akan afeksi serta keamanan. Hensarling mempunyai motivasi cukup dan
(2009) membagi dukungan keluarga tergolong sedang yaitu sebanyak
menjadi empat dimensi dukungan yaitu 21 orang (47%).
dimensi empathetic (empati), dimensi 5. Berdasarkan hasil uji statistik chi
encouragement (dorongan), dimensi square test di dapatkan nilai p
facilitative (fasilitatif), dan dimensi Value = 0,000 dengan tingkat
participative (partisipasi). Masing-masing signifikan 0,05 maka 0,000 < 0,05
dimensi ini penting dipahami oleh sehingga terdapat adanya hubungan
keluarga yang mempunyai anggota antara dukungan keluarga dengan
keluarga yang menderita gagal ginjal motivasi pasien gagal ginjal kronik
kronik karena menyangkut persepsi dalam menjalani terapi hemodialisa
tentang keberadaan dan ketepatan di RSUD dr. Doris Sylvanus
dukungan bagi seseorang. Dukungan Palangka Raya. Diketahui bahwa
keluarga bukan hanya memberikan penelitian ini dilakukan terhadap
bantuan, tetapi yang penting adalah 45 responden di Ruang
bagaimana persepsi penerima terhadap Homodialisa dr. Doris Sylvanus
makna bantuan tersebut (Koentjoro, 2002). Palangka Raya menunjukan p
Value 0,000 < 0,05 maka Ha
KESIMPULAN diterima yang artinya “ adanya
Berdasarkan data dan hasil hubungan dukungan keluarga
penelitian dan pembahasan yang telah dengan motivasi pasien gagal
dipaparkan, maka hasil penelitian ginjal kronik dalam menjalani
dinyatakan ada hubungan dukungan terapi hemodialisa di ruang
keluarga dengan motivasi pasien gagal hemodialisa RSUD dr. Doris
ginjal kronik dalam menjalani terapi Sylvanus Palangka Raya.
hemodialisa di RSUD dr. Doris Sylvanus
Palangka Raya sehingga dapat SARAN
disimpulkan sebagai berikut: Hasil Penelitian ini dapat
1. Karakteristik pasien gagal ginjal meningkatkan ilmu pengetahuan dan
kronik yang menjalani hemodialisa mampu menambah wawasan serta
dengan umur 40-60 tahun sebesar informasi bagi para pembaca dan peneliti
31 orang (69%), berjenis kelamain selanjutnya.
laki-laki sebanyak 30 orang (67%), Hasil penelitian ini dapat
berpendidikan SMA sebanyak 26 memberikan informasi serta menambah
orang (58%) dan berprofesi wawasan bagi para pembaca khususnya
sebagai buruh/tani sebanyak 18 tentang hubungan dukungan keluarga
orang (40%). dengan motivasi pasien gagal ginjal kronik
2. Dukungan keluarga pasien gagal dalam menjalani terapi hemodialisa.
ginjal kronik yang menjalani Bagi rumah sakit dalam
hemodialisa mempunyai dukungan memberikan pelayanan kesehatan terhadap
cukup yaitu sebanyak 17 orang pasien gagal ginjal kornik yang menjalani
(38%). hemodialisa tidak hanya dalam pengobatan
3. Kepatuhan pembatasan cairan pada medis saja namun perlu melibatkan
pasien gagal ginjal kronik dukungan keluarga dalam rangka
menunjukan bahwa dari 39 meningkatkan motivasi pasien gagal ginjal
responden yang Patuh sebanyak 2 kronik, hal ini dapat berbentuk fasilitas
responden, dan Tidak Patuh kesehatan.
sebanyak 37 responden (95%). Hasil penelitian ini dapat
4. Motivasi pasien gagal ginjal kronik digunakan sebagai referensi dan bahan
dalam menjalani hemodialisa acuan yang memberikan informasi yang
bermanfaat sehingga dapat menambah Kumalasari. Muttaqin, Arif. (2012).
wawasan para pembaca khusunya Asuhan Keperawatan Gangguan
mahasiswa program studi Keperawatan Sistem Perkemihan. Jakarta :
mengenai “Hubungan dukungan keluarga Salemba Medika.
dengan motivasi pasien gagal ginjal kronik Muhlisin, A. (2012). Keperawatan
dalam menjalani terapi hemodialisa di Keluarga. Yogyakarta: Gosyen
ruang hemodialisa RSUD dr. Doris Publishing
Sylvanus Palngka Raya”, serta dapat Notoatmodjo, Soekidjo. (2010).
menjadi masukan dan perbandingan Metodologi Penelitian Kesehatan.
apabila selanjutnya akan dilakukan Jakarta : PT Rineka Cipta
penelitian pada fokus penelitian yang Notoatmodjo, Soekidjo. ( 2010). Promosi
sama. Kesehatan Teori dan Aplikasi.
Jakarta : PT Rineka Cipta
DAFTAR RUJUKAN Nursalam.(2009). Konsep Dan Penerapan
Ali, Zaidin. (2010). Pengantar Metodologi Penelitian Ilmu
Keperawatan Keluarga. Jakarta: Keperawatan, Edisi I. Jakarta :
EGC. Salemba Medika
Alam Syamsir. (2008). Gagal Ginjal. Nursalam (2013). Manajemen
Jakarta : Gramedia Pustaka Utama Keperawatan Aplikasi Dalam
Arikunto, Sulistyo. (2012). Keperawatan Praktik Keperawatan Professional,
Keluarga Konsep Teori, Proses, Edisi: 3. Jakarta : Salemba Medika
Dan Praktik Keperawatan . Nursalam. (2014). Metodologi Penelitian
Yogyakarta : Graha Ilmu Ilmu Keperawatan Pendekatan
Arikunto, Suharsimi. (2010). Prosedur Praktis, Edisi; 3. Jakarta : Salemba
Penelitian: Suatu Pendekatan Medika
Praktik. Jakarta: Rineka Cipta. Silawati, Tri. (2014). Hubungan Tingkat
Carpenito, lynda juall. (2009). Diagnosis Pengetahuan Dengan Kepatuhan
Keperawatan Aplikasi Pada Tentang Diet Pada Pasien Gagal
Praktik Klinik. Jakarta: Buku Ginjal Kronik di Ruang
Kedokteran EGC. Hemodialisa RSUD dr. Doris
Chandra, Budiman. (2012). Biostatistik Sylvanus Palangka Raya. Eka
Untuk Kedokteran dan Kesehatan. Harap, Palangka Raya.
Jakarta: EGC. Saputra, Saputra. (2014). Hubungan
Depkes RI. (2014). Prevalensi Gagal Dukungan Keluarga Dengan
Ginjal Di Indonesia Dan Dunia. Pemenuhan ADL (Activity Daily
www.http://manajemenrumahsakit. Living) Pada Pasien Rawat Jalan
net.id. Diakses tanggal 20 Februari Pos Stroke Instalasi Rehabilitasi
2017 Medik BLUD Dr Doris Sylvanus
Friedman, (2010). Buku Ajar Palangkaraya. Eka Harap, Palangka
Keperawatan Keluarga: Riset, Raya.
Teori, Praktik Edisi :5 . Jakarta : Smeltzer, S., & Bare. (2010). Buku ajar
EGC keperawatan medikal bedah .
Harmoko. (2012). Asuhan Keperawatan Jakarta: EGC
Keluarga . Yogyakarta : pustaka Smeltzer, S. C. (2009). Buku Ajar
Pelajar Keperawatan Medikal Bedah
Hidayat, A. Aziz Alimun. (2008). Metode Brunner & Suddarth, Vol.1.Edisi
Penelitian Keperawatan Dan 8”. Jakarta: EGC.
Teknik Analisa Data. Jakarta : Suprajitno. (2008). Asuhan Keperawatan
Salemba Medika Keluarga :Aplikasi dan Praktik.
Jakarta: EGC
Suharyanto, T,. & Madjid, A. (2009) .
Asuhan Keperawatan Pada Pasien
Dengan Gangguan Sistem
Perkemihan. Jakarta: Trans Info
Media.
Sumidjo, Wahyu. (2009). Gaya
Kepemimpinan dan Motivasi.
Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Sudiharto. (2012). Asuhan Keperawatan
Keluarga Dengan Pendekatan
Keperawatan Transkultural.
Jakarta : Buku Kedokteran EGC.
Walgito, Bimo. (2010). Pengantar
Psikologi Umum. Yogyakarta:
Penerbit Andi
Wijayanti, Ms Dewi Nawangsih. (2015)
Hubungan Dukungan Keluarga
Dengan Motivasi Penderita Gagal
Ginjal Kronik Di Ruang
Hemodialisa RSUD dr. Soediran
Mangun Sumarso
Wonogiri.Surakarta : Stikes
Kusuma Husada
Zurmeli dkk, (2014). Hubungan Dukungan
Keluarga dengan Kualitas Hidup
Pasien Gagal Ginjal Kronik yang
Menjalani Terapi Hemodialisis di
RSUD Arifin Achmad Pekanbaru.
Jurnal Keperawatan. Program Studi
Ilmu Keperawatan Universitas
Riau.
____ (2017).”Panduan Akademik
Mahasiswa Program Studi S1
Keperawatan”. Yayasan Eka
Harap Palangka Raya.