Anda di halaman 1dari 2

Ketidaksesuaian dalam Pancasila:

Kasus separatisme, dalam hal ini kasus DI TII merupakan kasus ketidaksesuan dari sila
pertama, kedua, ketiga, dan kelima.
Sila pertama yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa. Sila pertama ini mengandung makna yaitu
kebebasan beragama dan beribadah. Kasus separatisme tidak sesuai dengan sila pertama
pancasila karena tidak mengakui bahwa Indonesia memiliki masyarakat dengan lebih dari satu
kepercayaan yang memiliki kebebasan beragama dan beribadah.
Sila kedua yaitu kemanusiaan yang adil dan beradab. Sila ini mengandung makna bahwa kita
harus menghormati sesama manusia. Kasus separatisme bertentangan dengan sila ini karena
kasus separatisme atau DI TII banyak memakan korban jiwa untuk mencapai tujuan
pemberontakan.
Sila ketiga yaitu Persatuan Indonesia mengandung makna bahwa DI TII tidak mengedepankan
persatuan tetapi mengedepankan kepentingan golongan tertentu.
Sila kelima yaitu Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia juga tidak sesuai dengan kasus
separatisme karena memutuskan secara sepihak bahwa seluruh rakyat Indonesia harus
beragama islam atau tidak boleh menjadi WNI.
Solusi Mengatasi Separatisme:
Solusi untuk mengatasi masalah separatisme adalah menanamkan nilai-nilai dasar pancasila
dan cinta tanah air dalam pribadi masing masing. Strategi ini diwujudkan dalam pembuatan
media massa (iklan), aplikasi games bertema nusantara sebagai media pembelajaran ppkn
dalam sekolah, event tentang pertukaran pelajar antardaerah agar mengetahui kebudayaan
Indonesia.

Selain itu mengadakan kebijakan wajib militer. Kebijakan wajib militer ini yaitu pemerintah
membuat kebijakan wajib militer untuk laki-laki dengan usia antara 18-25 tahun selama 2
tahun.