Anda di halaman 1dari 1

jumlah maks. adalah 1.000 buah kepala sprinkler.

Hingga saat ini Sprinkler masih diperlukan pada bangunan gedung, karena sistem sprinkler
otomatik telah terbukti paling efektif dalam memadamkan kebakaran. Namun sangat
disayangkan jika masih banyak stakeholders (pemilik, bahkan konsultan dan instansi
berwenang) menganggap bahwa sprinkler tidak efektif dan memakan biaya besar, sehingga
menggantinya dengan sistem lain.

Sistem sprinkler otomatik adalah adalah kombinasi dari deteksi panas dan pemadaman, ia
bekerja secara otomatik penuh tanpa bantuan orang atau sistem lain. Sehingga system ini
merupakan sistem penanggulangan/ pemadaman kebakaran yang paling efektif dibandingkan
dengan sistem hidran dan lainnya. Sebuah studi di Australia & New Zealand memberikan angka
keberhasilan mencapai 99% (Marryat, 1988).

Studi lain di USA (NFPA, 2001) menyimpulkan bahwa sprinkler mampu membatasi kebakaran
pada area of origin pada tingkat 90% dibanding tanpa sprinkler yang hanya 70%. Semua building
code di dunia mempersyaratkan proteksi sprinkler di bangunan tinggi, bahkan sekarang di USA
sudah mulai digalakkan sprinkler untuk residensial tunggal dengan ketinggian satu sampai dua
tingkat.

Fenomena kebakaran adalah sedemikian sehingga bila dalam waktu 5 menit kebakaran tidak
dapat dikendalikan atau dipadamkan pada area of origin, maka kemungkinan besar kebakaran
akan menyebar ke seluruh lantai dan bangunan. Sementara itu waktu tanggap sprinkler adalah
waktu yang diperlukan untuk mengendalikan atau memadamkan kebakaran secara otomatik.
Banyak kejadian dilaporkan bahwa ketika petugas pemadam tiba di tempat, api telah padam
oleh sprinkler (NFPA Journal).

Sistem deteksi dan alarm tidak berfungsi sebagai alat pengendali/ pemadam, namun lebih
berfungsi sebagai pemberi peringatan pada penghuni bangunan agar segera menyelamatkan
diri. Sedangkan regu pemadam yang menggunakan APAR (fire extinguisher) dan hidran belum
dapat menggantikan sprinkler karena masih dipengaruhi oleh faktor manusia (terutama waktu
tanggap dan human error).

Komponen biaya paling besar dari sistem sprinkler adalah pompa kebakaran dan panelnya,
pemipaan berikut katupnya, serta sering digunakannya katup kontrol tekanan (PRV) dalam
rancangan secara indiskriminatif. Penggunaan PRV ini dapat dihindari dengan sistem zona, di
mana tekanan kerja setiap zona adalah maksimum 175 psi (12 bar), yaitu sama dengan tekanan
kerja maksimum kepala sprinkler.

Justru PRV dipersyaratkan digunakan di sistem hidran bila tekanan pada kotak hidran bangunan
melebihi 6,9 bar (SNI 03-1745-2000). Selain itu, sistem sprinkler otomatik boleh dikombinasikan
dengan sistem pipa tegak atau slang (hidran) dengan menggunakan hanya satu set pompa
kebakaran untuk keduanya sprinkler dan hidran (SNI 03-1745-2000).

Bila bangunan telah diproteksi oleh sprinkler, maka persyaratan lain seperti ketahanan api,
kompartemen, dan sistem deteksi serta alarm menjadi lebih ringan (NFPA 101). Misalnya untuk
kelas hunian apartemen, ketahanan api dinding apartemen boleh 1 jam atau bahkan 4 jam. Serta
deteksi boleh hanya memakai detektor asap (kecuali untuk ruang tertentu yang karena fungsinya
harus menggunakan detektor panas). Dengan demikian sesungguhnya sistem sprinkler tidak
memakan biaya besar dari total nilai proyek keseluruhan.

Konsep fire safety di bangunan menurut pendekatan sistemik (NFPA 550) terbagi menjadi 2
bagian utama yaitu (a) Pencegahan penyalaan, dan (b) Pengelolaan pengaruh kuat (impact)
kebakaran. Pencegahan termasuk pengendalian sumber panas-energi, pengendalian interaksi
sumber-bahan bakar, dan pengendalian bahan bakar. Atau dengan kata lain berarti fire safety
housekeeping, dan sistem proteksi pasif atau kompartemenisasi.