Anda di halaman 1dari 7

1.

Gambarkan proses transformasional dalam perusahaan dan jelaskan 10 tugas dalam


manajemen operasional!
Transformasi proses bisnis melibatkan pemeriksaan terhadap langkah-langkah yang
diperlukan untuk mencapai tujuan tertentu dalam upaya menghapus langkah duplikat atau
tindakan yang tidak perlu dan mengotomatisasi tindakan sebanyak mungkin. Apa yang dimaksud
dengan Transformasi Proses Bisnis atau Business Process Transformation (BPT)?
Business Process Transformation (BPT) atau yang dalam bahasa Indonesia dikenal dengan
Transformasi Proses Bisnis adalah suatu kegiatan membuat perubahan mendasar dalam cara
bisnis dilakukan untuk membantu mengatasi pergeseran lingkungan pasar. Transformasi Proses
Bisnis juga bisa didefinisikan sebagai tindakan radikal yang bertujuan untuk mengubah
serangkaian kegiatan didalam proses bisnis yang sudah berjalan yang diperlukan untuk
memenuhi tujuan bisnis tertentu.
Waktu Penggunaan Transformasi Proses Bisnis
Kebutuhan akan Transformasi Proses Bisnis dapat disebabkan oleh perubahan lingkungan
eksternal di pasar seperti produk atau jasa yang sudah kadaluwarsa, aliran dana atau pendapatan
organisasi yang berubah, adanya aturan-aturan yang basru atau persaingan pasar menjadi lebih
intens.
Tujuan Transformasi Proses Bisnis
Transformasi Proses Bisnis secara umum dilakukan dengan tujuan sebagai berikut :
a. Proses bisnis menjadi lebih efektif dengan memanajemen proses yang ada, mengurangi
redundansi dalam mendukung proses bisnis yang lebih efektif dan efisien demi tercapainya
tujuan bisnis.
b. Meningkatan pelayanan untuk konsumen dengan konsep baru.
c. Mengotomatisasi alur kerja untuk membangun kekuatan proses bisnis agar lebih responsif
dalam memenuhi kebutuhan konsumen.
d. Menurunkan biaya produksi dan kebutuhan perusahaan yang lain.
Komponen-komponen Transformasi Proses Bisnis
a. Mengenali alasan mengapa kita harus melakukan transformasi proses bisnis.
b. Menyetujui perubahan proses apa saja yang harus diperbaiki, tujuan dari perubahan tersebut
adalah demi masa depan yang lebih baik.
c. Merancang kinerja organisasi, motivasi organisasi dan manajemen organisasi yang baru.
d. Menguji dan menerapkan hasil transformasi proses bisnis.
Cara Melakukan Proses Bisnis
Transformasi Proses Bisnis dilakukan dengan cara pemeriksaan langkah-langkah dalam
proses bisnis yang diperlukan untuk mencapai tujuan tertentu. Transformasi Proses Bisnis juga
biasanya dikenal dengan nama Transformasi Bisnis.
Hal-hal Penting dalam Melakukan Transformasi Proses Bisnis
a. Fokus pada manfaat
b. Tujuan utama dari setiap kegiatan termasuk dalam Transformasi Proses Bisnis adalah harus
memperoleh manfaat tertentu bagi seluruh orang-orang yang terlibat. Transformasi Proses
Bisnis harus jelas menunjukkan bagaimana caranya untuk bisa memperoleh manfaat dan
keuntungan. Karena memang itulah tujuan diadakannya transformasi bisnis tersebut.
c. Teamwork
Teamwork sangat penting sekali dalam menjalankan dunia bisnis. Tim selalu dituntut untuk
bisa bekerja lebih efektif dan efisien mengingat tingginya tingkat persaingan didalam dunia
bisnis. Sehingga masing-masing individu harus berusaha menjaga koordinasi dan komunikasi
dengan individu yang lain guna menjaga kekompakan didalam satu team.
d. Keberlanjutan
Dalam melakukan Transformasi Proses Bisnis, penting sekali untuk memperhatikan
keberlanjutan proses bisnis yang sudah ditransformasi tersebut. Karena kedepannya pasti
perubahan-perubahan yang bisa menuntut adanya proses transformasi akan berkembang dengan
sangat cepat. Sehingga dalam melakukan transformasi harus mengandung unsur perencanaan dan
pengendalian untuk situasi mendatang. Sehingga pada akhirnya ketika sistem sudah dibuat, maka
sistem tersebut tidak terlalu kaget dalam menghadapi perubahan situasi dan kondisi yang
berubah dengan cepat.
e. Mengembangkan keterampilan kerja
Untuk bisa mendapatkan manfaat yang besar, tentu akan membutuhkan tingginya kompetensi
orang-orang yang terlibat. Orang-orang yang terlibat harus memiliki kecakapan dan keterampilan
yang baik sehingga diharapkan nantinya bisa lebih responsif terhadap perubahan pasar.
Tips dan Trik Melakukan Transformasi Proses Bisnis Yang Baik
a. Gunakan proses perencanaan strategis sebagai wahana untuk mempromosikan transformasi
proses bisnis. Gunakan alat seperti model operasi target dan pemetaan kemampuan bisnis
untuk memfasilitasi proses perencanaan strategis. Proses bisnis harus selalu dintrasformasi
dari sudut pandang pelanggan. Jika tidak, bisnis kita hanya akan berjalan ditempat atau
bahkan akan mengalami kemunduran.
b. Hindari perangkap modernisasi IT. Banyak organisasi TI telah mengadopsi BPM suite untuk
menciptakan sebuah platform proses aplikasi baru untuk modernisasi.
c. Gunakan data dalam Transformasi Proses Bisnis.
d. Menyelaraskan tata kelola data dan tata kelola proses. Dengan dimikan maka kepastian dari
transformasi proses bisnis akan berhasil bisa terjamin.
e. Mengenali peluang di lingkungan bisnis. Sehingga akan lebih memudahkan dalam
Transformasi Proses Bisnis.
f. Memperhatikan hal-hal penting dalam melakukan proses bisnis seperti yang sudah diuraikan
diatas.
Sepuluh tugas dalam manajemen operasional :
a. Perancangan produk dan jasa
Perancangan barang dan jasa menetapkan sebagian besar proses transformasi yang akan
dilakukan. Keputusan biaya, kualitas dan sumberdaya manusia bergantung pada keputusan
perancangan.
b. Pengelolaan kualitas
Ekspektasi pelanggan terhadap kualitas harus ditetapkan, peraturan dan prosedur dibakukan
untuk mengidentifikasi serta mencapai standar kualitas tersebut.
c. Perancangan proses dan kapasitas
Keputusan proses yang diambil membuat manajemen mengambil komitmen dalam hal
teknologi, kualitas, penggunaan sumber daya manusia dan pemeliharaan yang spesifik.
Komitmen pengeluaran dan modal ini akan menentukan struktur biaya dasar suatu
perusahaan.
d. Strategi lokasi
Keputusan lokasi organisasi manufaktur dan jasa menentukan kesuksesan perusahaan.
e. Strategi tata letak
Aliran bahan baku, kapasitas yang dibutuhkan, tingkat karyawan, keputusan teknologi dan
kebutuhan persediaan mempengaruhi tata letak.
f. Sumber daya manusia dan rancangan pekerjaan
Manusia merupakan bagian yang integral dan mahal dari keseluruhan rancang sistem.
Karenanya, kualitas lingkungan kerja diberikan, bakat dan keahlian yang dibutuhan, dan upah
yang harus ditentukan dengan jelas.
g. Manajemen rantai pasokan (supply chain management)
Keputusan ini menjelaskan apa yang harus dibuat dan apa yang harus dibeli.
h. Persediaan, perencanaan, kebutuhan bahan baku, dan JIT (just in time)
Keputusan persediaan dapat dioptimalkan hanya jika kepuasan pelanggan, pemasok,
perencanaan produksi dan sumberdaya manusia dipertimbangkan.
i. Penjadwalan jangka menengah dan jangka pendek
Jadwal produksi yang dapat dikerjakan dan efisien harus dikembangkan.
j. Perawatan (maintenance)
Keputusan harus dibuat pada tingkat kehandalan dan stabilitas yang diinginka

2. Bagaimana perbedaan produk dan jasa (layanan) dalam keputusan operasional?


NO 10 KEPUTUSAN PRODUK BARANG PRODUK JASA
MANAJEMEN
OPERASIONAL
1 DESAIN Pada produk barang Pada produk jasa
(DESIGN) adalah suatu benda yang adalah suatu benda yang tidak
memiliki wujud yang bisa memiliki wujud tetapi bisa di
di lihat,dirasa dan di raba rasakan manfaatnya
2 KUALITAS Di ukur berdasarkan Di ukur berdasarkan pandangan
(QUALITY) pandangan subyektif(yaitu jika orang yang
obyektif(yaitu jika orang satu menilai barang itu bagus
yang satu menilai maka yang lainnya belum tentu
barang itu bagus maka akan berpandangan sama tentang
yang lainnya juga akan barang itu)
berpandangan sama)
3 PROSES DAN Pelanggan tidak Pelanggan bisa terlibat secara
KAPASITAS terpengaruh atau terlibat langsung dalam proses barang
DESAIN dengan proses barang Dan dari segi kapasitas,kapasitas
(PROCES AND Dan dari segi harus sesuai dengan permintaan
DESIGN kapasitas,kadang-kadang customer
CAPACITY) kapasitas bisa lebih dan
bisa kurung
4 SELEKSI LOKASI Pada produk barang,lokasi Pada produk jasa
(LOCATION harus dekat dengan,bahan Lokasi di perlukan agar
SELECTION) baku tenaga kerja ,pasar memudahkan pelanggan untuk
dll...agar perusahaan bisa datang
dengan mudah menekan
biaya (cost)
5 DESAIN TATA Diperlukan efisiensi dalam Diperlukan inovasi agar mampu
LETAK produksi sehingga menarik pelanggan
(LAYOUT produksi meningkat
DESIGN)
6 SUMBER DAYA Diperlukan pekerja yang Diperlukan pekerja yang bisa
MANUSIA memiliki keterampilan berinteraksi dengan pelanggan tapi
DANDESAIN teknis dan yang dari segi kualitas agak susah
PEKERJAAN konsisten,tenaga kerja bisa dalam menstandarkan pekeja
(HUMAN di standarkan karena karena masing-masing
RESOURCE AND sertamelakukan kualitas menurut pelanggan itu
JOB DESIGN) peningkatan upah berbeda-beda
berdasarkan jumlah output
yang di hasilkan
7 RANTAI Diperlukan hubungan baik Diperlukan hubungan baik dengan
PASOKAN dengan berbagai pihak berbagai pihak terutama dengan
terutama pihak supplier pelanggan
Hubungan dengan supplier juga
perlu tapi tidak terlalu penting
8 PERSEDIAAN Pada produk Pada produk jasa,tidak
barang,diperlukan suatu memerlukan tempat penyimpanan
tempat untuk proses
penyimpanan
9 PENJADWALAN Pada produk barang Sulit Pada produk jasa jadwal dapat di
merubah jadwal produksi sesuaikan dengan kebutuhan
suatu barang pelanggan
10 PEMELIHARAAN Diperlukan pengawasan Perawatan biasanya dilakukan di
dan perawatan rutin tempat pelanggan
terhadap barang-barang
dan alat-alat produksi dan
perawatan tersebut
biasanya di lakukan di
tempat produksi

3. Beri penjelasan, apa yang dimaksud dengan Quality Function Deployment (QFD)!
Quality Function Deployment (QFD) merupakan suatu metodologi yang digunakan oleh
perusahaan untuk mengantisipasi dan menentukan prioritas kebutuhan dan keinginan konsumen,
serta menggabungkan kebutuhan dan keinginan konsumen tersebut dalam produk dan jasa yang
disediakan bagi konsumen. Berikut ini dikemukan beberapa definisi dari QFD antara lain :
QFD adalah suatu metodologi untuk menterjemahkan kebutuhan dan keinginan konsumen ke
dalam suatu rancangan produk yang memiliki persyaratan teknik dan karakteristik kualitas
tertentu. (Akao, 1990; Urban Hauser, 1993).
QFD adalah suatu metodologi terstruktur yang digunakan dalam proses perencanaan dan
pengembangan produk untuk menetapkan spesifikasi kebutuhan dan keinginan konsumen, serta
mengefaluasi secara sistematis kapabilitas suatu produk atau jasa dalam memenuhi kebutuhan
dan keinginan konsumen.
Menurut Oakland J.S (1995), QFD adalah suatu sistem untuk mendesain sebuah produk atau
jasa yang berdasarkan permintaan pelanggan, dengan melibatkan partisipasi fungsi-fungsi yang
terdapat dalam organisasi tertentu.
QFD juga dapat diartikan sebagai penyebaran fungsi-fungsi yang terkait dengan
pengembangan produk dan pelayanan dengan mutu yang memenuhi kepuasan konsumen.
(Revelle., Frigon., dan Jackson, 1995).
Manfaat Penerapan Quality Function Deployment
a. Mengurangi waktu ke pasar
b. Pengurangan perubahan desain
c. Penurunan desain dan biaya produksi
d. Peningkatan kualitas
e. Peningkatan kepuasan pelanggan
Keunggulan QFD
a. Menyediakan format standar untuk menerjemahkan kebutuhan konsumen menjadi persyaratan
teknis, sehingga dapat memenuhi kebutuhan konsumen.
b. Menolong tim perancang untuk memfokuskan proses perancangan yang dilakukan pada fakta-
fakta yang ada, bukan intuisi.
c. Selama proses perancangan, pembuatan keputusan ‘direkam’ dalam matriks-matriks sehingga
dapat diperiksa ulang serta dimodifikasi di masa yang akan datang.
Hirarki QFD
Dengan menggunakan metodologi QFD dalam proses perancangan dan pengembangan
produk, maka akan dikenal empat jenis tahapan, yaitu masing-masing adalah:
a. TahapPerencanaanProduk(HouseofQuality)
b. TahapPerencanaanKomponen(PartDeployment)
c. TahapPerencanaanProses(ProsesDeployment)
d. Tahap Perencanaan Produksi (Manufacturing/ Production Planning)
Selain "House of Quality" matriks, QFD menggunakan "Tujuh Manajemen dan Perencanaan
Tools "yang digunakan dalam banyak prosedur:
a. Affinity diagram.
b. Hubungan diagram.
c. Hirarki pohon.
d. Matriks dan tabel.
e. Program Diagram Proses Keputusan (PDPC)
f. The Analytic Hierarchy Process (AHP)
g. Blueprinting

4. Beri penjelasan faktor-faktor apa saja yang memengaruhi penentuan lokasi perusahaan!
Penentuan lokasi merupakan proses menentukan daerah geografis yang sesuai untuk
menempatkan fasilitas operasional perusahaan. Hal ini dipengaruhi oleh banyak faktor, sehingga
pihak manajer perusahaan perlu mempertimbangkan dengan seksama segala faktor tersebut
dalam menentukan lokasi yang sesuai, antara lain kedekatan dengan pemasok dan pelanggan,
biaya tenaga kerja, dan biaya transportasi. Untuk mempermudah analisis, manajer perlu melihat
faktor-faktor tersebut dalam suatu sudut pandang tertentu untuk menentukan apakah faktor-
faktor tersebut memang penting dipertimbangkan atau tidak. Kriteria tersebut meliputi:
a. Faktor-faktor harus berdampak pada sensitivitas keputusan lokasi. Misalnya jika sikap
masyarakat di berbagai wilayah secara umum baik, maka sikap masyarakat tidak perlu
dipertimbangkan sebagai salah satu faktor penentu lokasi.
b. Faktor harus memiliki dampak yang besar terhadap kemampuan perusahaan untuk mencapai
tujuan. Misalnya meskipun lokasi memiliki jarak yang jauh dengan pemasok, namun
perusahaan memiliki sumberdaya teknologi informasi dan koordinasi yang baik dengan
pemasok, maka jarak yang jauh bukan merupakan faktor penting dalam menentukan lokasi.
Berdasarkan kedua kriteria tersebut, para manajer dapat menggolongkan suatu faktor sebagai
faktor dominan dan faktor sekunder. Faktor dominan merupakan faktor yang merupakan turunan
dari prioritas-prioritas persaingan perusahaan, misalnya biaya, kualitas, waktu, dan fleksibilitas
serta memiliki dampak yang kuat pada penjualan dan biaya. Sedangkan faktor sekunder cukup
penting dipertimbangkan, namun manajer dapat mengabaikannya ketika ada faktor lain yang
dirasa lebih penting. Sehubungan dengan faktor-faktor dominan, berikut adalah beberapa faktor
dominan baik bagi perusahaan manufaktur maupun perusahaan yang bergerak di bidang jasa,
sebagai berikut:
1. Faktor dominan pada perusahaan manufaktur
Setidaknya terdapat enam faktor dominan, yaitu:
a. Iklim ketenaga kerjaan yang baik. Hal ini mencakup kondisi tingkat upah, kebutuhan
pelatihan, sikap terhadap pekerjaan, produktivitas tenaga kerja, dan kekuatan serikat kerja.
Biasanya perusahaan sangat mempertimbangkan faktor kekuatan atau posisi tawar serikat
kerja di suatu wilayah.
b. Kedekatan dengan pasar. Hal ini dipertimbangkan oleh perusahaan yang memproduksi barang
dengan ukuran yang besar dan biaya transportasi yang relatif tinggi.
c. Kualitas kehidupan. Faktor ini mencakup kualitas pendidikan dan sekolah yan baik,
ketesediaan fasilitas rekreasi, lingkungan budaya, dan gaya hidup masyarakat yang menarik.
Biasanya perusahaan melakukan relokasi karena adanya biaya hidup yang tinggi, tingkat
kriminalitas yang tinggi, dan penurunan kualitas kehidupan di suatu wilayah.
d. Kedekatan dengan pemasok dan sumber daya. Hal ini dipertimbangkan oleh perusahaan yang
membutuhkan bahan baku dalam jumlah besar, bentuk yang besar dan berat, atau tidak tahan
lama. Keutamaan lokasi yang dekat dengan pemasok dan sumber daya atau bahan baku
adalah biaya perawatan persediaan yang relatif lebih rendah.
e. Kedekatan dengan fasilitas perusahaan induk. Hal ini dilakukan ketika perusahaan
membutuhkan pasokan staf dan manajemen yang berkompeten dari perusahaan induk serta
kebutuhan koordinasi dan komunikasi yang tinggi.
f. Biaya utilitas, pajak, dan perumahan. Biaya utilitas mencakup biaya telepon, listrik dan
energi, serta air. Disamping itu, pajak dan insentif, biaya relokasi, dan harga sewa dan beli
tanah juga perlu dipertimbangkan.
g. Faktor-faktor lain. Disamping keenam faktor dominan yang umum, perusahaan juga perlu
mempertimbangkan beberapa faktor lain, misalnya ketersediaan ruang untuk melakukan
ekspansi, biaya konstruksi, keterjangkauan sarana transportasi, biaya pemindahan fasilitas dan
tenaga kerja, asuransi, persaingan dalam hal kebutuhan tenaga kerja, peraturan lokal, sikap
masyarakat, dan faktor-faktor lain. Bagi perusahaan global, tingkat pendidikan dan kecakapan
karyawan menjadi pertimbangan yang penting.
2. Faktor-faktor dominan bagi perusahaan jasa.

Kepuasan pelanggn perusahaan jasa sangat dipengaruhi oleh keterlibatan pelanggan dalam
proses operasional perusahaan. Oleh karena itu perusahaan perlu lebih hati-hati dalam
menentukan lokasi. Setidaknya ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan perusahaan, antara
lain:
a. Kedekatan dengan pelanggan. Lokasi yang dekat dengan jangkauan pelanggan akan
meningkatkan kenyamanan dan kepuasan pelanggan.
b. Biaya transportasi dan kedekatan dengan pasar. Lokasi yang dekat dengan pasar akan
menurunkan biaya transportasi yang harus dikeluarkan dan mempercepat waktu penyampaian
pada pelanggan.
c. Lokasi pesaing. Perusahaan perlu mempertimbangkan tidak hanya lokasi perusahaan pesaing
yang sudah ada saat ini, namun juga kemungkinan reaksi perusahaan pesaing terhadap lokasi
perusahaan yang baru.
d. Faktor-faktor spesifik lokasi. Hal ini mencakup tingkat aktivitas eceran, kepadatan penduduk
dan tempat tinggal, arus dan kepadatan lalu lintas, dan kemudahan akses ke lokasi.