Anda di halaman 1dari 10

03 APRIL 2018

MAKALAH
MENGHITUNG MACAM - MACAM BEBAN

Di Bimbing Oleh:
M. Taqijjuddin A. ST. MT

Disusun Oleh :
Kelompok XII
Mukhtar (21601053002)
Muchammad irfan (21601053003)

PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRO


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS ISLAM MALANG
2017 – 2018
KATA PENGANTAR

Dengan mengucapkan rasa syukur kehadirat Allah Swt. Alhamdulillah


penyusun dapat menyelasaikan makalah yang berjudul “Menghitung macam-
macam beban”. Karena berkat rahmat dan karunianya makalah ini dapat
diselesaikan.Walaupun banyak hambatan-hambatan dalam penyusunan makalah
ini. Namun, hambatan itu adalah untuk menjadikan kami menuju keberhasilan.
Shalawat beserta salam semoga selalu tercurahkan kepada junjungan alam
yakni Nabi Muhammad Saw, kepada keluarganya dan para sahabatnya serta
pengikutnya sampai akhir zaman Amiin.
Adaapun maksud dan tujuan dari pembuatan makalah ini adalah untuk
memenuhi tugas pada mata kuliah Instalasi tenaga listrik. Penyusun berharap
semoga makalah ini bermanfaat bagi semua pihak yang membutuhkan khususnya
bagi penyusun.
Akhirnya penyusun mohon maaf apabila banyak kekurangannya di dalam
penyusunan makalah ini, karena pengetahuan kami yang masih sangat terbatas.

Malang, 03 April 2018

Penyusun
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR..............................................................................................
DAFTAR ISI.............................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang .......................................................................................
1.2 Rumusan Masalah ..................................................................................
1.3 Tujuan ......................................................................................................
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Beban listrik ........................................................................
2.2 Jenis - Jenis Beban Listrik .....................................................................
2.2.1 Beban Listrik Tegangan Searah (DC) ................................................
2.2.2 Beban Listrik Tegangan bolak-balik (AC) ........................................
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan ..............................................................................................
3.2 Saran.........................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA...............................................................................................
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Beban listrik adalah setiap alat yang membutuhkan energi atau daya listrik
agar dapat dioperasikan atau digunakan. Yang kita amati dan kita lihat dalam
kehidupan sehari- hari kita pemakaian energi listrik dewasa ini sudah sangat luas,
bahkan kita sangat sulit melepaskan dari kebutuhan dengan energi listrik.
Semakin lama tidak ada satupun alat kebutuhan kita yang tidak membutuhkan
listrik. Karena semua ini kita tiap hari selalu berfikir bagaimana menciptakan dan
menggunakan energi listrik secara efektif dan efisien. Terdapat berbagai jenis alat
listrik yang menggunakan listrik AC, baik listrik AC 1 phase maupun listrik AC 3
phase, seperti misalnya Lampu pijar, Lampu TL, Rice cooker, Setrika, Kipas
angin, Motor listrik 1 Phase, Motor Listrik 3 Phase, Heater, dan sebagainya.

Berbagai alat listrik yang kita sebutkan diatas, membutuhkan energi/daya


listrik agar dapat dioperasikan atau dinyalakan, dan semuanya itu termasuk
kedalam beban listrik.

1.2 Rumusan Masalah


1. Mengenal jenis- jenis beban listrik?
2. Apa sebenarnya yang dimaksud dengan Beban Resistif, Induktif dan Kapasitif?
3. Apa saja contoh alat listrik yang termasuk Beban Resistif, Induktif dan
Kapasitif?
1.3 Tujuan
1. Untuk memenuhi tugas pada mata kuliah instalasi tenaga listrik?
2. Untuk Mengenal jenis- jenis beban listrik?
3. Untuk mengetahui apa sebenarnya yang dimaksud dengan Beban Resistif,
Induktif dan Kapasitif?
4. Untuk mengetahui apa saja contoh alat listrik yang termasuk Beban Resistif,
Induktif dan Kapasitif?
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Beban listrik


Beban listrik adalah suatu alat atau benda yang dapat bekerja atau
berfungsi apabila dialiri arus listrik yang berpotensial (dapat bekerja dengan
memanfaatkan energi listrik). contoh : lampu, alat-alat ramah tangga, alat-alat
elektronik, selain itu alat-alat yang digunakan untuk merubah energi listrik
menjadi energi lain misal gerak dan panas, dan lain sebagainya

2.2 Jenis- Jenis Beban Listrik


2.2.1 Beban Listrik Tegangan Searah (DC)
Pada tegangan searah, semua beban adalah resistif (tidak ada pergeseran
fase atau sudut) maka rumus yang digunakan adalah rumuh pada hukum Ohm.
Dalam suatu rangkaian listrik selalu dijumpai suatu sumber dan beban. Bila
sumber listrik DC, maka sifat beban hanya bersifat resistif murni, karena
frekuensi sumber DC adalah nol. Reaktansi induktif (XL) akan menjadi nol yang
berarti bahwa induktor tersebut akan short circuit. Reaktansi kapasitif (XC) akan
menjadi tak berhingga yang berarti bahwa kapasitif tersebut akan open circuit.
Jadi sumber DC akan mengakibatkan beban beban induktif dan beban kapasitif
tidak akan berpengaruh pada rangkaian.

2.2.2 Beban Listrik Tegangan bolak-balik (AC)


a. Beban resistif (R)
Beban Resistif adalah suatu alat yang membutuhkan daya listrik, berupa
komponen yang terdiri dari Resistan (Ohm), dan bekerja/beroperasi berdasarkan
prinsip kerja Resistansi (Hambatan). Beban Resistif hanya mengkonsumsi Daya
Aktif, dan tidak menyebabkan perubahan nilai faktor daya, sehingga nilai Faktor
daya tetap, yaitu sama dengan satu.

Alat Listrik yang termasuk Beban Resistif bekerja berdasarkan prinsip


kerja Resistor (Hambatan), sehingga arus listrik yang melewatinya akan
terhambat, dan akibatnya alat listrik tersebut akan menghasilkan Panas. Beban
Resistif tidak mempengaruhi gelombang Tegangan dan Arus, sehingga posisi
Gelombang Tegangan dan Arus tetap sefasa.

Beberapa contoh alat listrik yang termasuk jenis Beban Resistif, antara
lain:

 Lampu Pijar
 Heater
 Rice cooker
 Setrika
 Solder Listrik
 Ceret Listrik
 Dan semua alat listrik yang bekerja menggunakan Elemen Pemanas.

Karena Alat Listrik yang termasuk kedalam jenis Beban Resistif tidak
mempengaruhi Faktor Daya (Cosphi=1), maka rumus daya pada beban resistif,
adalah:
Rumus:

P=VI
Dengan :
P = daya aktif yang diserap beban (watt)
V = tegangan yang mencatu beban (volt)
I = arus yang mengalir pada beban (A)

b. Beban Induktif (L)


Beban Induktif adalah suatu alat yang membutuhkan daya listrik, berupa
kumparan/lilitan kawat penghantar yang dililit pada suatu inti kumparan, yang
bekerja/beroperasi berdasarkan prinsip kerja Induksi. Beban Induktif
mengkonsumsi/menyerap Daya Aktif, dan Daya Reaktif.
Beban Induktif menghasilkan Daya Harmonik yang dapat mengakibatkan
penurunan nilai Cosphi menjadi lebih kecil dari 1,00. Kumparan pada Beban
Induktif menyebabkan terhambatnya laju arus, sehingga terjadi pergeseran posisi
gelombang Arus menjadi tertinggal (Lagging) dari Gelombang Tegangan.
Beberapa contoh Alat Listrik yang termasuk jenis Beban Induktif, antara
lain:
 Motor Listrik
 Mesin Las Listrik
 Transformator (Travo)
 Induktor
 Solenoid Coil
 Lampu Hemat energy
 dan semua alat listrik yang bekerja berdasarkan Induksi

Karena Alat listrik yang termasuk kedalam jenis Beban Induktif dapat
mengakibatkan penurunan nilai Cosphi (Faktor daya), maka rumus daya pada
beban Induktif listrik 1 Phase, adalah:
Rumus:

P = V x I x Cosphi

Dimana:
P: Power atau Daya (Watt)
V: Voltage atau Tegangan (Volt)
I: Intensity atau Arus (Ampere)
Cosphi (Faktor daya) nilai <1

Sedangkan rumus daya untuk Listrik Arus bolak balik 3 Phase, adalah:
Rumus:

P = V x I x Cosphi x akar3

Dimana:
P: Power atau Daya (Watt)
V: Voltage atau Tegangan (Volt)
I: Intensity atau Arus (Ampere)
Cosphi (Faktor daya) nilai <1

c. Beban Kapasitif (C)


Beban Kapasitif adalah suatu alat yang membutuhkan daya listrik, dan
memiliki kemampuan Kapasitansi yaitu kemampuan untuk menyerap dan
menyimpan energi listrik dalam waktu sesaat. Beban Kapasitif
mengkonsumsi/menyerap Daya Aktif, dan mengeluarkan Daya Reaktif, sehingga
alat ini dapat digunakan untuk memperbaiki faktor dalam batasan tertentu.
Beban Kapasitif menyebabkan terhambatnya laju Tegangan, sehingga
terjadi pergeseran posisi gelombang Arus menjadi mendahului (Leading) dari
Gelombang Tegangan.
Alat listrik yang termasuk jenis Beban Kapasitif, adalah Kapasitor
(Kondensator)
Karena Alat listrik yang termasuk kedalam jenis Beban Kapasitif dapat
mengakibatkan perubahan nilai Cosphi (Faktor daya) lebih kecil dari 1,00, maka
rumus daya pada beban Kapasitif listrik 1 Phase, adalah:
Rumus:
P = V x I x Cosphi

Dimana:
P: Power atau Daya (Watt)
V: Voltage atau Tegangan (Volt)
I: Intensity atau Arus (Ampere)
Cosphi (Faktor daya) nilai <1
Sedangkan rumus daya untuk Listrik Arus bolak balik 3 Phase, adalah:
Rumus:

P = V x I x Cosphi x akar3

Dimana:
P: Power atau Daya (Watt)
V: Voltage atau Tegangan (Volt)
I: Intensity atau Arus (Ampere)
Cosphi (Faktor daya) nilai <1
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Beban listrik adalah suatu alat atau benda yang dapat bekerja atau
berfungsi apabila dialiri arus listrik yang berpotensial (dapat bekerja dengan
memanfaatkan energi listrik)
Jenis Beban Listrik AC
 Beban Listrik Tegangan Searah (DC)
 Beban listrik teganagan bolak balik (AC)

3.2 Saran
Semoga materi didalam makalah ini bisa dimanfaatkan dalam kehidupan
tentang perhitungan macam-macam beban listrik dan serta materi lainya. Kritik
dan saran yang membangun kami karapkan dari semua pihak demi kesempurnaan
makalah kami dikemudian hari. Terima kasih
DAFTAR PUSTAKA

https://duniaberbagiilmuuntuksemua.blogspot.co.id/2017/10/mengenal-beban-
resistif-induktif-dan-kapasitif-serta-contohnya.html?m=1

https://kusumadarutp.blogspot.co.id/2016/01/beban-beban-listrik-resistif-induktif-
html?m=1