Anda di halaman 1dari 13

Wudlu Aktifkan Titik-titik Biologis

Wudlu adalah ritual penyucian yang mengutamakan unsur kesehatan. Bagian-bagian yang
dibasuh merupakan titik-titik penting peremajaan tubuh. Di lain pihak juga merupakan pintu
masuk bagi ribuan kuman, virus, dan bakteri. Bagaimana wudlu menangkalnya?

Stimulasi Titik Biologis

Dalam sebuah artikel yang ditulis oleh Dr. Magomedov, asisten pada lembaga General Hygiene
and Ecology (Kesehatan Umum dan Ekologi) di Daghestan State Medical Academy' dijelaskan
bagaimana wudlu dapat menstimulasi/merangsang irama tubuh alami. Rangsangan ini muncul
pada seluruh tubuh, khususnya pada area yang disebut Biological Active Spots (BASes) atau
titik-titik aktif biologis. Menurut riset ini, BASes mirip dengan titik-titik refleksologi Cina.

Bedanya, terang Dr. Magomedov, untuk menguasai titik-titik refleksi Cina dengan tuntas paling
tidak dibutuhkan waktu 15-20 tahun. Bandingkan dengan praktek wudlu yang sangat sederhana.
Keutamaan lainnya, refleksologi hanya berfungsi menyembuhkan sedangkan wudlu sangat
efektif mencegah masuknya bibit penyakit.

Menurut peneliti yang juga menguasai ilmu refleksologi Cina ini, 61 dari 65 titik refleks Cina
adalah bagian tubuh yang dibasuh air wudlu. Lima lainnya terletak antara tumit dan lutut, di
mana bagian ini juga, merupakan area wudlu yang tidak diwajibkan.

Sistem metabolisme tubuh manusia terhubung dengan jutaan syaraf yang ujungnya tersebar di
sepanjang kulit. Guyuran air wudlu dalam konsep pengobatan modern adalah hidromassage
alias pijat dengan memanfaatkan air sebagai media penyembuhan.

Membasuh area wajah misalnya, pijatan air akan memberi efek positif pada usus, ginjal, dan
sistem saraf maupun reproduksi. Membasuh kaki kiri berefek positif pada kelenjar pituitari,
otak yang mengatur fungsi-fungsi kelenjar endokrin (kelenjar yang bertugas mengatur
pengeluaran hormon dan mengendalikan pertumbuhan). Di telinga terdapat ratusan titik
biologis yang akan menurunkan tekanan darah dan mengurangi sakit
Hancurkan Penyusup

Dari sudut pandang pengobatan medis, Mokhtar Salem dalam bukunya Prayers: a Sport for the
Body and Soul (Shalat: Olahraga untuk jasmani dan Rohani) menjelaskan bahwa wudlu bisa
mencegah kanker kulit. Jenis kanker ini lebih banyak disebabkan oleh bahan-bahan kimia yang
setiap hari menempel dan terserap oleh kulit. Cara paling efektif mengenyahkan risiko ini
adalah membersihkannya secara rutin. Berwudlu lima kali sehari adalah antisipasi yang lebih
dari cukup.

Menurut Salem, membasuh wajah meremajakan sel-sel kulit muka dan membantu mencegah
munculnya keriput. Selain kulit, wudlu juga meremajakan selaput lendir yang menjadi gugus
depan pertahanan tubuh. Peremajaan menjadi penting karena salah satu tugas utama lendir
ibarat membawa contoh benda asing yang masuk kepada dua senjata pamungkas yang sudah
dimiliki, manusia secara alami, yaitu limfosit T (sel T) dan limfosit B (sel B).

Keduanya bersiaga di jaringan limfoid dan sistem getah bening dan mampu menghancurkan
penyusup yang berniat buruk terhadap tubuh. Bayangkan jika fungsi mereka terganggu.
Sebaliknya, wudlu meningkatkan daya kerja mereka.

Pintu masuk lain yang tak kalah penting adalah lubang hidung. Dalam wudlu disunatkan
menghirup air dari hidung dan dikeluarkan lewat mulut. Cara ini adalah penangkal efektif ISPA
(Infeksi Saluran Pernapasan Akut), TBC, dan kanker n.asofaring secara dini.

Seorang muslim disarankan mengambil air wudlu tak hanya ketika akan salat, tetapi juga di
waktu yang lain. Misalnya saat hendak membaca Alquran, setelah ziarah ke makam, setelah
menyentuh jenazah, berangkat tidur atau akan azan.

Selain fungsi-fungsi fisiologis, wudlu juga efektif mengendalikan emosi. Setiap kali merasa
ingin marah, seorang muslim disarankan untuk mengm ambil air wudlu untuk mendinginkan
dan menyejukkan hati. Apa pun yang telah diperintahkan oleh Allah tentu memberi banyak
manfaat dan solusi tanpa meninggalkan resiko.

http://groups.yahoo.com/group/Eks_WongTriPolyta/message/2906
Manfaat Wudhu
BAB I
PENDAHULUAN

Berwudhu wajib dilakukan oleh orang yang akan mengerjakan shalat. Berwudhu harus lengkap
syarat-syaratnya, yaitu :
1. Islam.
2. Mumaiz (dapat membedakan baik dan buruk).
3. Tidak berhadas besar.
4. Berwudhu dengan air yang mensucikan dan tidak ada yang menghalangi sampainya air
kekulit. Begitu pula berwudhu harus memenuhi rukun-rukunnya, yaitu: Sesuai Firman Allah
SWT:

         
          
              
         
            
     

6. Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan


shalat, Maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan
sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki,
dan jika kamu junub Maka mandilah, dan jika kamu sakit[403] atau dalam
perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau
menyentuh[404] perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, Maka
bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan
tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi
Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya
bagimu, supaya kamu bersyukur.

[403] Maksudnya: sakit yang tidak boleh kena air.

[404] Artinya: menyentuh. menurut jumhur Ialah: menyentuh sedang


sebagian mufassirin Ialah: menyetubuhi.

Kita perlu mendalami kembali makna perintah berwudhu ini. Wudhu suatu perintah Allah SWT
akan terasa tidak sulit bagi setiap orang yang ingin shalat Tetapi sudahkah kita betul-betul
merasakan manfaat wudhu itu secara lahir dan bathin
BAB II
MANFAAT WUDHU DALAM KONSEP ISLAM

Wudhu merupakan salah satu ‘amaliyah ta’abbudiy sebagai syarat sahnya melaksanakan ibadah
shalat. Prinsip dari pelaksanaan ibadah adalah untuk memelihara agama (hifzhu al-dîn) yang
termasuk salah satu katagori dharûriyah (apabila tidak dipelihara akan merusak eksistensi
agama).Pensyari’atan wudhu didasarkan kepada nash al-Qur’an (Surat al-Maidah ayat 6), al-
Sunnah (Terdapat 2079 hadits yang berkenaan dengan wudhu, di antaranya 378 hadits
berkenaan dengan rukun wudhu dan 762 hadits tentang sunat-sunat wudhu) dan al-ijma’.
Maqâshid al-syarî’ah (tujuan syara’) secara global dalam menetapkan hukum-hukumnya adalah
untuk kemaslahatan hidup manusia, baik di dunia maupun di akhirat.
A. Pengertian Wudhu
Wudhu adalah membasuh bagian tertentu yang boleh ditetapkan dari anggota badan dengan air
sebagai persiapan bagi seorang muslim untuk menghadap Alloh Subhanahu wa Ta’ala
(mendirikan shalat ; Fiqih Wanita hal.41).
B. Akupuntur Wudhu
Tidak semata-mata Allah memerintahkan jikalau bukan berakibat maslahat untuk manusia bila
dikerjakan. Demikian sebaliknya, tidaklah semata-mata Allah melarang sesuatu jikalau bukan
berakibat kemaslahatan bila ditinggalkan. Oleh karena itu, penelitian ini mengungkapkan
maqâshid al-syarî’ah tâbi’ah dan hikmah yang ada di dalam salah satu syari’at Islam, yaitu
wudhu, dari dimensi ilmu akupunktur. Pilosofi wudhu merupakan suatu persiapan mental untuk
mengerjakan shalat. Kesucian dan kesejukan yang ditimbulkan oleh wudhu dapat
membangkitkan konsentrasi dalam pelaksanaan shalat, karena wudhu dapat menstimulir lima
organ panca indra yaitu mata, telinga, hidung, mulut, tangan dan kaki. Para pakar syaraf
(neurologists) telah membuktikan bahwa dengan air wudhu yang mendinginkan ujung-ujung
syaraf jari-jari tangan dan jari-jari kaki berguna untuk memantapkan konsentrasi pikiran.
Terlebih lagi secara keseluruhan dengan ujung-ujung syaraf seluruh anggota wudhu. Pada
anggota badan yang terkena perlakuan kayfiyat wudhu terdapat ratusan titik akupunktur yang
bersifat reseptor terhadap stimulus berupa basuhan, gosokan, usapan, dan tekanan/urutan ketika
melakukan wudhu.

Stimulus tersebut akan dihantarkan melalui meridian ke sel, jaringan, organ dan sistim organ
yang bersifat terapi. Hal ini terjadi karena adanya sistem regulasi yaitu sistem syaraf dan
hormon bekerja untuk mengadakan homeostasis (keseimbangan).Titik-titik akupunktur, suatu
fenomena yang menarik bila dikorelasikan dengan kayfiyat wudhu yang disyari’atkan 15 abad
yang lalu. Semua titik akupunktur memiliki multi indikasi (banyak khasiat) untuk pencegahan
dan pengobatan berbagai macam penyakit. Adapun jumlah titik yang terdapat pada anggota
wudhu sudah teridentifikasi minimal 493 titik, perincian jumlahnya seperti pada tabel berikut:
Anggota Wudhu(rukun dan sunat) JumlahTitik Akupunktur
Wajah 84
Tangan 95
Kepala 64
Telinga 125
Kaki 125
Jumlah 493
Contoh, kayfiyat membasuh kedua telapak tangan sampai pergelangan tangan sebelum
berwudhu dan membasuh tangan sambil Takhlil (menyela-nyela jari). Membasuh kedua telapak
tangan sampai pergelangan tangan dan takhlil merupakan dua kayfiyat sunat wudhu, sementara
membasuh tangan dari batas ujung jari sampai siku merupakan rukun wudhu. Dari ketiga
kayfiyat tersebut sudah teridentifikasi 95 titik akupunktur. Satu diantaranya adalah ketika
melakukan takhlil, diantara sela-sela jari tangan dan kaki terdapat masing-masing satu titik
istimewa (Ba Sie pada sela-sela jari tangan & Ba Peng pada sela-sela jari kaki). Jadi,
keseluruhannya terdapat 16 titik akupunktur. Berdasarkan riset fakar akupunktur, titik-titik
tersebut apabila dirangsang dapat menstimulir bio energi (Chi) guna membangun homeostasis.
Sehingga menghasilkan efek terapi yang memiliki multi indikasi, seperti untuk mengobati
migren, sakit gigi, tangan-lengan merah, bengkak, dan jari jemari kaku.
Menurut AM. Isran, titik pada sela-sela jari tersebut merupakan tombol-tombol pengeluaran
sampah bio listrik.Contoh lainnya adalah menyapu telinga, jumlah hadits mengenai menyapu
telinga lebih dari 30 hadits. Daun telinga banyak dipersarafi oleh sejumlah saraf dan dialiri oleh
sejumlah pembuluh darah (vascularisasi). Pada daun telinga sudah teridentifikasi minimal
sebanyak 125 titik akupunktur (auriculopunktur), yang dapat digunakan sebagai preventif
(pencegahan) dan kuratif (pengobatan) sejumlah penyakit, minimal untuk 125 penyakit.
Pemanfaatan pengobatan melalui titik-titik akupunktur telinga saat ini sangat pesat sekali
penggunaannya baik di Barat (Kanada, Amerika, Perancis, Jerman dan Austria) maupun di
Timur dan Asia seperti Cina, India, Arab dan, Mesir. Ummat Islam, menyapu kedua telinga
setiap kali berwudhu, berarti sudah melakukan aurikulopressur (pijat akupunktur telinga) yang
berimplikasi terhadap kesehatan. Anggota wudhu ada yang masuk kategori rukun dan ada pula
yang sunat. Kedua kategori tersebut dalam perspektif ilmu akupunktur korelasinya sangat
signifikan.
Kemudian, salah satu maqâshid al-syarî’ah tâbi’ah wudhu, sudah jelas diungkapkan secara
eksplisit dalam dalalat al-‘ibarah nash al-Qur’an Surat al-Maidah ayat 6, yaitu untuk
menyucikan atau membersihkan. Sedangkan kesucian atau kebersihan berkorelasi dengan
kesehatan, baik kesehatan jasmani maupun rohani. Tingkat signifikansi korelasi kayfiyat wudhu
dengan kesehatan dalam perspektif ilmu akupunktur, sangat tergantung kepada sejauhmana
optimalisasi pelaksanaan wudhu tersebut sesuai dengan isyarat untuk menyempurnakan wudhu
sebagaimana tuntunan sunnah Nabi Saw. Apabila semakin optimal, berdasarkan perspektif
keilmuan (’ilmu al-yaqîn) sudah barang tentu akan semakin memberikan manfaat kesehatan
secara holistik. Problemanya, kayfiyat wudhu yang bagaimana yang akan memberikan
signifikansi tinggi terhadap kesehatan tersebut Sebab kita dihadapkan kepada beragam madzhab
dalam tata-laksana wudhu. Misalnya, Ibnu ’Arabi dalam kitabnya, Ahkâmu al-Qur’an, telah
menjelaskan kayfiyat mengusap kepala saja sampai terdapat sebelas versi. Di antaranya, cukup
menyapu selembar rambut saja; cukup tiga lembar rambut; menyapu seperempat; menyapu
seluruh kepala; cukup menyapu dua pertiga bagian; cukup menyapu sepertiga bagian; dan
cukup menyapu bagian depan saja.
Makalah ini, secara deskriptif analitis telah menjelaskan alternatif pilihan sebagai solusi dari
problema tersebut. Misalnya, kayfiyat pada tangan dan kaki, arah gosokan sebaiknya dari mana
kemana; frekwensinya berapa kali; dan intensitasnya bagaimana. Demikian halnya dengan
seluruh aktivitas wudhu yang lainnya, baik yang rukun, sunat maupun adab-adab wudhu, telah
dideskrifsikan dalam makalah ini, sebagai analisa dari nash dan pendapat ulama yang
dikorelasikan dengan ilmu kesehatan (ilmu akupunktur khususnya) sebagai pengungkapan
maqâshid al-syarî’ah tâbi’ah wudhu. Selanjutnya, makalah inipun menjelaskan aplikasi
terhadap konsep-konsep nash. Seperti, terahadap konsep ghasala, masaha, dan al-dalk yang
berkorelasi dengan titik-titik akupunktur dan meridian untuk memberikan stimulasi yang
optimal.Selain menjelaskan korelasi wudhu dengan kesehatan jasmani, dijelaskan pula korelasi
wudhu dengan kesehatan rohani. Hikmah wudhu bagi kesucian baik lahiriyah (jasmani) maupun
bathiniyah (rohani) sangatlah tinggi. Wudhu, dapat dijadikan sebagai sarana bertaubat untuk
membersihkan diri dari dosa guna kesucian dan kesehatan rohani.
Hal tersebut didasarkan kepada sejumlah hadits, di antaranya digambarkan bergugurannya dosa
bersamaan dengan jatuh mengalirnya air dari setiap anggota wudhu. Sehingga, wudhu dapat
membangun kecerdasan spiritual (Spiritual Question), kecerdasan emosional (Emotional
Question) dan kecerdasan intelektual (Intelectual Question). Oleh karena itu, dalam makalah ini
wudhu dijelaskan secara terpadu dari dimensi kesehatan holistik.Akhirnya, penelitian yang
bersifat library research ini dengan didukung field research sederhana, mudah-mudahan dapat
memberikan sumbangsih keilmuan yang applicable; menjadi salah satu alternative solusi
memperbaiki kayfiyat wudhu yang berkorelasi dengan kesehatan; dan menjadi inspirasi
penelitian-penelitian berikutnya dalam berbagai perspektif yang lebih mendalam.
C. Wudhu Aktifkan Titik-titik Biologis
“Banyak yang mendengar tapi sedikit yang terpanggil, dan diantara yang terpanggil sedikit pula
yang terpilih”
Wudhu adalah ritual penyucian yang mengutamakan unsure kesehatan. Bagian-bagian yang
dibasuh merupakan titik-titik penting peremajaan tubuh. Di lain pihak juga merupakan pintu
masuk bagi ribuan kuman, virus, dan bakteri. Bagaimana Wudhu menangkalnya
1. Stimulasi Titik Biologis
Dalam sebuah artikel yang ditulis oleh Dr. Magomedov, asisten pada lembaga *General
Hygiene and Ecology*(Kesehatan Umum dan Ekologi) di Daghestan State Medical Academy’
dijelaskan bagaimana Wudhu dapat menstimulasi/merangsang irama tubuh alami. Rangsangan
ini muncul pada seluruh tubuh, khususnya pada area yang disebut Biological Active Spots
(BASes) atau titiktitik aktif biologis. Menurut riset ini, BASes mirip dengan titik-titik
refleksologi Cina
Bedanya, terang Dr. Magomedov, untuk menguasai titik-titik refleksi Cina dengan tuntas paling
tidak dibutuhkan waktu 1520 tahun. Bandingkan dengan praktek Wudhu yang sangat sederhana.
Keutamaan lainnya, refleksologi hanya berfungsi menyembuhkan sedangkan Wudhu sangat
efektif mencegah masuknya bibit penyakit.
Menurut peneliti yang juga menguasai ilmu refleksologi Cina ini, 61 dari 65 titik refleks Cina
adalah bagian tubuh yang dibasuh air Wudhu. Lima lainnya terletak antara tumit dan lutut, di
mana bagian ini juga, merupakan area Wudhu yang tidak diwajibkan.
Sistem metabolisme tubuh manusia terhubung dengan jutaan syaraf yang
ujungnya tersebar di sepanjang kulit. Guyuran air Wudhu dalam konsep
pengobatan modern adalah *hidromassage *alias pijat dengan memanfaatkan air sebagai media
penyembuhan.
Membasuh area wajah misalnya, pijatan air akan memberi efek positif pada usus, ginjal, dan
sistem saraf maupun reproduksi. Membasuh kaki kiri berefek positif pada kelenjar pituitari,
otak yang mengatur fungsi-fungsi kelenjar endokrin (kelenjar yang bertugas mengatur
pengeluaran hormon dan mengendalikan pertumbuhan). Di telinga terdapat ratusan titik
biologis yangakan menurunkan tekanan darah dan mengurangi sakit.
2. Hancurkan Penyusup
Dari sudut pandang pengobatan medis, Mokhtar Salem dalam bukunya Prayers a Sport for the
Body and Soul (Shalat: Olahraga untuk jasmani dan Rohani) menjelaskan bahwa Wudhu bisa
mencegah kanker kulit. Jenis kanker ini lebih banyak disebabkan oleh bahan-bahan kimia yang
setiap hari menempel dan terserap oleh kulit. Cara paling efektif mengenyahkan risiko ini
adalah membersihkannya secara rutin. BerWudhu lima kali sehari adalah antisipasi yang lebih
dari cukup.
Menurut Salem, membasuh wajah meremajakan selsel kulit muka dan membantu mencegah
munculnya keriput. Selain kulit, Wudhu juga meremajakan selaput lendir yang menjadi gugus
depan pertahanan tubuh. Peremajaan menjadi penting karena salah satu tugas utama lender
ibarat membawa contoh benda asing yang masuk kepada dua senjata pamungkas yang sudah
dimiliki, manusia secara alami, yaitu limfosit T (sel T) dan limfosit B (sel B).
Keduanya bersiaga di jaringan limfoid dan sistem getah bening dan mampu menghancurkan
penyusup yang berniat buruk terhadap tubuh. Bayangkan jika fungsi mereka terganggu.
Sebaliknya, Wudhu meningkatkan daya kerja
mereka. Pintu masuk lain yang tak kalah penting adalah lubang hidung. Dalam Wudhu
disunatkan menghirup air dari hidung dan dikeluarkan lewat mulut. Cara ini adalah penangkal
efektif ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut), TBC, dan kanker n.asofaring secara dini.
Seorang muslim disarankan mengambil air Wudhu tak hanya ketika akan salat, tetapi juga di
waktu yang lain. Misalnya saat hendak membaca Alquran, setelah menyentuh jenazah,
berangkat tidur atau akan azan.
Selain fungsifungsi fisiologis, Wudhu juga efektif mengendalikan emosi. Setiap kali merasa
ingin marah, seorang muslim disarankan untuk mengm ambil air Wudhu untuk mendinginkan
dan menyejukkan hati. Apa pun yang telah diperintahkan oleh Allah tentu memberi banyak
manfaat dan solusi tanpa meninggalkan resiko
D. Keajaiban Wudhu Bagi Kesehatan
Seperti halnya banyak ibadah-ibadah lain yang ternyata memiliki dampak positif bagi kesehatan
kita, wudhu pun demikian. Wudhu bisa membantu kita mencegah dari terjadinya berbagai
penyakit kulit.
Rasulullah bersabda, “Barangsiapa berwudhu dengan membaguskan wudhu’nya, maka
keluarlah dosa-dosanya dari kulitnya sampai dari kuku jari-jemarinya”. HR. Muslim.
Rasulullah bersabda, “Sungguh ummatku akan diseru pada hari kiamat dalam keadaan
bercahaya karena bekas wudhu’nya, (Abu Hurairah menambahkan) maka siapa yang mampu
melebihkan panjang sinar pada tubuhnya, maka lakukanlah. (HR. Bukhari dan Muslim).
Ilmu kontemporer menetapkan -setelah melalui percobaan mikroskopi terhadap tumbuhnya
mikroba pada orang yang berwudhu’ secara teratur dan juga kepada yang tidak teratur-
bahwasannya orang yang selalu berwudhu maka mayoritas hidung mereka menjadi bersih, tidak
terdapat berbagai mikroba. Oleh karena itu, adanya mikroba yang menempel pada mereka
hilang sama sekali ketika mereka membersihkan hidung, dibandingkan dengan orang yang tidak
berwudhu’ maka tumbuh pada hidung mereka berbagai mikroba dalam jumlah yang besar yang
termasuk jenis mikroba berbentuk bulat dan berklaster yang sangat berbahaya … dan mikroba
yang cepat menyebar dan berkembang-biak … dan mikroba lainnya yang menyebabkan banyak
terjadinya berbagai penyakit. Dan sudah jelas bahwasannya proses keracunan itu terjadi adanya
perkembangan berbagai mikroba yang berbahaya bagi rongga hidung, kemudian sampai ke
tenggorokan untuk kemudian terjadi berbagai peradangan dan penyakit, apalagi jika sampai
masuk ke peredaran darah!!
Oleh karena itu, disyari’atkan untuk melakukan istinsyaaq (menghirup air ke dalam hidung)
sebanyak 3 kali kemudian menyemburkannya (tetap dengan hidung) setiap kali wudhu. Adapun
berkumur-kumur itu dimaksudkan untuk menjaga kebersihan mulut dan kerongkongan dari
peradangan dan pembusukan pada gusi, serta menjaga gigi dari sisa-sisa makanan yang
menempel gigi. Dan sudah terbukti secara ilmiah bahwa 90% orang yang mengalami kerusakan
gigi jika saja mereka mau perhatian terhadap kebersihan mulutnya ketika dahulu rusak gigi-gigi
mereka, dan adanya pembusukan yang terjadi disebabkan oleh makanan dan air liur dan
bercampur dalam perut dan menuju ke darah. Dan dari darah itulah kemudian menyebar ke
seluruh organ dan kemudian menyebabkan berbagai penyakit.
Dan sungguh, berkumur-kumur akan menyegarkan berbagai organ yang ada di wajah dan
menjadi cerah. Dan uji-coba ini belum pernah dikemukakan oleh para dosen olah raga kecuali
sedikit. Hal ini karena mereka hanya memperhatikan kepada organ-organ tubuh yang besar. Dan
membasuh wajah dan kedua tangan sampai siku, serta kedua kaki memberikan manfaat untuk
menghilangkan debu-debu dan berbagai bakteri, apalagi dengan membersihkan badan dari
keringat dan kotoran lainnya yang keluar melalui kulit.
Dan juga, sudah terbukti secara ilmiah tidak akan menyerang kulit manusia kecuali apabila
kadar kebersihan kulitnya rendah. Sebab manusia apabila lama beraktivitas tanpa membasuh
anggota badanya, maka kulit akan mengalami berbagai peradangan yang menyerang permukaan
kulit, seperti kudis. Dan kudis ini menyerang ujung jari-jari yang sebagian besar tidak dalam
keadaan bersih, sehingga masuklah berbagai mikroba ke dalam kulit.
Oleh karena itu, bertumpuk-tumpuknya peradangan sangat mengundang mikroba untuk
berkembang-biak dan menyebar. Maka, wudhu’ telah mendahului Ilmu Pektrologi modern dan
para pakar yang menggunakan karantina sebagai media untuk mengetahui berbagai mikroba
dan jamur-jamur yang menyerang kulit orang-orang yang tidak suka dengan kebersihan, dimana
kebersihan ini semakna dengan wudhu dan mandi dan dengan uji-coba dan penelitian.
Penelitian dan uji coba ini memberikan manfaat yang lain:
Bahwa kedua tangan banyak membawa mikroba yang terkadang berpindah ke mulut atau
hidung apabila tidak dibasuh. Oleh karena itu, sangat ditekankan untuk membersihkan kedua
tangan terlebih dahulu sebelum melakukan wudhu’. Dan ini menambah jelas kepada kita sabda
Rasulullah:
”Apabila salah seorang diantara kalian bangun dari tudir, maka janganlah mencelupkan kedua
tangannya ke bejana (tempat air) sebelum mencucinya terlebih dahulu tiga kali”
Dan sudah terbukti juga bahwa peredaran darah pada organ tangan bagian atas dan lengan
bawah serta organ-organ bagian bawah seperti kedua kaki dan kedua betis adalah organ-organ
yang paling lemah dibandingkan organ tubuh lainnya karena jauhnya dari pusat peredaran
darah, jantung. Maka apabila kita membasuhnya diserta menggosoknya, maka akan
menguatkan peredaran darah pada organ-organ tersebut sehingga membantu kita menambah
tenaga dan vitalitas. Dan dari itu semua, maka terketahuilah mukjizat disyari’atkannya wudhu’
di dalam Islam.
BAB III
K E S I M P UL A N

Wudhu merupakan salah satu ‘amaliyah ta’abbudiy sebagai syarat sahnya melaksanakan ibadah
shalat.
 Wudhu adalah membasuh bagian tertentu yang boleh ditetapkan dari anggota badan dengan
air sebagai persiapan bagi seorang muslim untuk menghadap Alloh Subhanahu wa Ta’ala
Pilosofi wudhu merupakan suatu persiapan mental untuk mengerjakan shalat. Kesucian dan
kesejukan yang ditimbulkan oleh wudhu dapat membangkitkan konsentrasi dalam pelaksanaan
shalat, karena wudhu dapat menstimulir lima organ panca indra yaitu mata, telinga, hidung,
mulut, tangan dan kaki.
Para pakar syaraf (neurologists) telah membuktikan bahwa dengan air wudhu yang
mendinginkan ujung-ujung syaraf jari-jari tangan dan jari-jari kaki berguna untuk memantapkan
konsentrasi pikiran. Terlebih lagi secara keseluruhan dengan ujung-ujung syaraf seluruh
anggota wudhu.
 Sehingga, wudhu dapat membangun kecerdasan spiritual (Spiritual Question), kecerdasan
emosional (Emotional Question) dan kecerdasan intelektual (Intelectual Question).
Wudhu adalah ritual penyucian yang mengutamakan unsure kesehatan. Bagian-bagian yang
dibasuh merupakan titik-titik penting peremajaan tubuh. Di lain pihak juga merupakan
penangkal pintu masuk bagi ribuan kuman, virus, dan bakteri.
 Menurut peneliti yang juga menguasai ilmu refleksologi Cina ini, 61 dari 65 titik refleks Cina
adalah bagian tubuh yang dibasuh air Wudhu. Lima lainnya terletak antara tumit dan lutut, di
mana bagian ini juga, merupakan area Wudhu yang tidak diwajibkan.
Dari sudut pandang pengobatan medis, Mokhtar Salem dalam bukunya Prayers a Sport for the
Body and Soul (Shalat: Olahraga untuk jasmani dan Rohani) menjelaskan bahwa Wudhu bisa
mencegah kanker kulit. Jenis kanker ini lebih banyak disebabkan oleh bahan-bahan kimia yang
setiap hari menempel dan terserap oleh kulit.
Rasulullah bersabda, “Barangsiapa berwudhu dengan membaguskan wudhu’nya, maka
keluarlah dosa-dosanya dari kulitnya sampai dari kuku jari-jemarinya”. HR. Muslim.
Rasulullah bersabda, “Sungguh ummatku akan diseru pada hari kiamat dalam keadaan
bercahaya karena bekas wudhu’nya, (Abu Hurairah menambahkan) maka siapa yang mampu
melebihkan panjang sinar pada tubuhnya, maka lakukanlah. (HR. Bukhari dan Muslim).
Berkumur-kumur akan menyegarkan berbagai organ yang ada di wajah dan menjadi cerah.
Dan uji-coba ini belum pernah dikemukakan oleh para dosen olah raga kecuali sedikit. Hal ini
karena mereka hanya memperhatikan kepada organ-organ tubuh yang besar.

DAFTAR PUSTAKA

http://qyonglee.multiply.com/journal/item/14

Ilmu kontemporer menetapkan -setelah melalui percobaan mikroskopi terhadap tumbuhnya


mikroba pada orang yang berwudhu’ secara teratur dan juga kepada yang tidak teratur-
bahwasannya orang yang selalu berwudhu maka mayoritas hidung mereka menjadi bersih, tidak
terdapat berbagai mikroba. Oleh karena itu, adanya mikroba yang menempel pada mereka
hilang sama sekali ketika mereka membersihkan hidung, dibandingkan dengan orang yang tidak
berwudhu’ maka tumbuh pada hidung mereka berbagai mikroba dalam jumlah yang besar yang
termasuk jenis mikroba berbentuk bulat dan berklaster yang sangat berbahaya … dan mikroba
yang cepat menyebar dan berkembang-biak … dan mikroba lainnya yang menyebabkan banyak
terjadinya berbagai penyakit. Dan sudah jelas bahwasannya proses keracunan itu terjadi adanya
perkembangan berbagai mikroba yang berbahaya bagi rongga hidung, kemudian sampai ke
tenggorokan untuk kemudian terjadi berbagai peradangan dan penyakit, apalagi jika sampai
masuk ke peredaran darah!!

Oleh karena itu, disyari’atkan untuk melakukan istinsyaaq (menghirup air ke dalam hidung)
sebanyak 3 kali kemudian menyemburkannya (tetap dengan hidung) setiap kali wudhu. Adapun
berkumur-kumur itu dimaksudkan untuk menjaga kebersihan mulut dan kerongkongan dari
peradangan dan pembusukan pada gusi, serta menjaga gigi dari sisa-sisa makanan yang
menempel gigi. Dan sudah terbukti secara ilmiah bahwa 90% orang yang mengalami kerusakan
gigi jika saja mereka mau perhatian terhadap kebersihan mulutnya ketika dahulu rusak gigi-gigi
mereka, dan adanya pembusukan yang terjadi disebabkan oleh makanan dan air liur dan
bercampur dalam perut dan menuju ke darah. Dan dari darah itulah kemudian menyebar ke
seluruh organ dan kemudian menyebabkan berbagai penyakit.

Dan sungguh, berkumur-kumur akan menyegarkan berbagai organ yang ada di wajah dan
menjadi cerah. Dan uji-coba ini belum pernah dikemukakan oleh para dosen olah raga kecuali
sedikit. Hal ini karena mereka hanya memperhatikan kepada organ-organ tubuh yang besar. Dan
membasuh wajah dan kedua tangan sampai siku, serta kedua kaki memberikan manfaat untuk
menghilangkan debu-debu dan berbagai bakteri, apalagi dengan membersihkan badan dari
keringat dan kotoran lainnya yang keluar melalui kulit.

Dan juga, sudah terbukti secara ilmiah tidak akan menyerang kulit manusia kecuali apabila
kadar kebersihan kulitnya rendah. Sebab manusia apabila lama beraktivitas tanpa membasuh
anggota badanya, maka kulit akan mengalami berbagai peradangan yang menyerang permukaan
kulit, seperti kudis. Dan kudis ini menyerang ujung jari-jari yang sebagian besar tidak dalam
keadaan bersih, sehingga masuklah berbagai mikroba ke dalam kulit.

Oleh karena itu, bertumpuk-tumpuknya peradangan sangat mengundang mikroba untuk


berkembang-biak dan menyebar. Maka, wudhu’ telah mendahului Ilmu Pektrologi modern dan
para pakar yang menggunakan karantina sebagai media untuk mengetahui berbagai mikroba
dan jamur-jamur yang menyerang kulit orang-orang yang tidak suka dengan kebersihan, dimana
kebersihan ini semakna dengan wudhu dan mandi dan dengan uji-coba dan penelitian.

Penelitian dan uji coba ini memberikan manfaat yang lain:

Bahwa kedua tangan banyak membawa mikroba yang terkadang berpindah ke mulut atau
hidung apabila tidak dibasuh. Oleh karena itu, sangat ditekankan untuk membersihkan kedua
tangan terlebih dahulu sebelum melakukan wudhu’. Dan ini menambah jelas kepada kita sabda
Rasulullah:

(( ‫)) إذا استيقظ أحدكم من نوميه فل يغمس يده في الناء حتى يغسلها ثلثا‬

Apabila salah seorang diantara kalian bangun dari tidur, maka janganlah mencelupkan kedua
tangannya ke bejana (tempat air) sebelum mencucinya terlebih dahulu tiga kali.

Dan sudah terbukti juga bahwa peredaran darah pada organ tangan bagian atas dan lengan
bawah serta organ-organ bagian bawah seperti kedua kaki dan kedua betis adalah organ-organ
yang paling lemah dibandingkan organ tubuh lainnya karena jauhnya dari pusat peredaran
darah, jantung. Maka apabila kita membasuhnya diserta menggosoknya, maka akan
menguatkan peredaran darah pada organ-organ tersebut sehingga membantu kita menambah
tenaga dan vitalitas. Dan dari itu semua, maka terketahuilah mukjizat disyari’atkannya wudhu’
di dalam Islam.

Sumber: Al-I’jaaz Al-Ilmiy fii Al-Islam wa Al-Sunnah Al-Nabawiyah


http://farakkasari.multiply.com/reviews/item/1

Manfaat Wudlu Kulit merupakan organ yang terbesar tubuh kita yang fungsi utamanya membungkus tubuh
serta melindungi tubuh dari berbagai ancaman kuman, racun, radiasi juga mengatur suhu tubuh, fungsi ekskresi
( tempat pembuangan zat-zat yang tak berguna melalui pori-pori ) dan media komunikasi antar sel syaraf untuk
rangsang nyeri, panas, sentuhan secara tekanan.
Begitu besar fungsi kulit maka kestabilannya ditentukan oleh pH (derajat keasaman) dan kelembaban. Bersuci
merupakan salah satu metode menjaga kestabilan tersebut khususnya kelembaban kulit. Kalu kulit sering kering
akan sangat berbahaya bagi kesehatan kulit terutama mudah terinfeksi kuman.
Dengan bersuci berarti terjadinya proses peremajaan dan pencucian kulit, selaput lendir, dan juga lubang-lubang
tubuh yang berhubungan dengan dunia luar (pori kulit, rongga mulut, hidung, telinga). Seperti kita ketahui kulit
merupakan tempat berkembangnya banya kuman dan flora normal, diantaranya Staphylococcus epidermis,
Staphylococcus aureus, Streptococcus pyogenes, Mycobacterium sp (penyakit TBC kulit). Begitu juga dengan
rongga hidung terdapat kuman Streptococcus pneumonia (penyakit pneumoni paru), Neisseria sp, Hemophilus
sp.
Seorang ahli bedah diwajibkan membasuh kedua belah tangan setiap kali melakukan operasi sebagai proses
sterilisasi dari kuman. Cara ini baru dikenal abad ke-20, padahal umat Islam sudah membudayakan sejak abad
ke-14 yang lalu. Luar Biasa!!

Keutamaan Berkumur Berkumur-kumur dalam bersuci berarti membersihkan rongga mulut dari penularan
penyakit. Sisa makanan sering mengendap atau tersangkut di antara sela gigi yang jika tidak dibersihkan
( dengan berkumur-kumur atau menggosok gigi) akhirnya akan menjadi mediasi pertumbuhan kuman. Dengan
berkumur-kumur secara benar dan dilakukan lima kali sehari berarti tanpa kita sadari dapat mencegah dari
infeksi gigi dan mulut.

Istinsyaq berarti menghirup air dengan lubang hidung, melalui rongga hidung sampai ke tenggorokan bagian
hidung (nasofaring). Fungsinya untuk mensucikan selaput dan lendir hidung yang tercemar oleh udara kotor dan
juga kuman.
Selama ini kita ketahui selaput dan lendir hidung merupakan basis pertahanan pertama pernapasan. Dengan
istinsyaq mudah-mudahan kuman infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dapat dicegah.
Begitu pula dengan pembersihan telinga sampai dengan pensucian kaki beserta telapak kaki yang tak kalah
pentingnya untuk mencegah berbagai infeksi cacing yang masih menjadi masalah terbesar di negara kita.

Secara umum, gerakan-gerakan shalat merupakan perlambang dari kata “Ahmad” yang telah di
sampaikan oleh Nabi Isa As dalam berita gembira tentang Rasulullah SAW yang di sebut “Ahmad” .
Hal ini di abadikan dalam Al-Qur’an Surah Ash-Shaf [61] ayat 6, “Dan aku adalah pemberi kabar
gembira tentang kehadiran seorang utusan setelahku. Dialah “Ahmad.” Berdiri dalam shalat
melambangkan huruf alif, ruku melambangkan huruf ha’, sujud melambangkan huruf mim, dan duduk
tasyahud melambangkan huruf dal.”

Allah SWt, melalui rasul-Nya, telah menurunkan perintah dan larangan yang di dalamnya
mengandung unsur perawatan dan perlindungan lahir dan batin manusia. Dengan demikian, manusia
dapat melaksanakan fungsinya sebagai khalifah Allah SWT di muka bumi. Allah SWT juga telah
mewajibkan shalat sebagai upaya perawatan tubuh dan pengobatan beberapa penyakit seperti yang
akan di jelaskan nanti.

Begitu juga dengan ibadah puasa yang berfungsi merawat organ-organ dalam tubuh manusia,
seperti organ pencernaan, metabolisme, dan pernapasan. Zakat berfungsi menjaga seseorang agar
tidak terjebak dalam sikap dengki, sekaligus membangun semangat tolong-menolong, empati, dan
kasih saying antarsesama manusia. Begitu jugahaji yang jika kita renungkan pelaksanaannya, kita
akan temukan bahwa haji adalah salah satu cara menundukan hawa nafsu dan ambisi-ambisi
negative dalam diri kita. Melempar jumrah, misalnya, tak lebih dari sekedar melempar beberapa batu
ke arah tiang beton, namun hal itu merupakan lambing penghinaan terhadap iblis dan symbol
ketaatan kepada Allah SWT. Selain itu, tujuan sebenarnya dari lempar jumrah adalah menaklukan
ambisi-ambisi negative dalam jiwa manusia.

Manfaat Wudlu Kulit merupakan organ yang terbesar tubuh kita yang fungsi utamanya membungkus tubuh
serta melindungi tubuh dari berbagai ancaman kuman, racun, radiasi juga mengatur suhu tubuh, fungsi ekskresi
( tempat pembuangan zat-zat yang tak berguna melalui pori-pori ) dan media komunikasi antar sel syaraf untuk
rangsang nyeri, panas, sentuhan secara tekanan.
Begitu besar fungsi kulit maka kestabilannya ditentukan oleh pH (derajat keasaman) dan kelembaban. Bersuci
merupakan salah satu metode menjaga kestabilan tersebut khususnya kelembaban kulit. Kalu kulit sering kering
akan sangat berbahaya bagi kesehatan kulit terutama mudah terinfeksi kuman.
Dengan bersuci berarti terjadinya proses peremajaan dan pencucian kulit, selaput lendir, dan juga lubang-lubang
tubuh yang berhubungan dengan dunia luar (pori kulit, rongga mulut, hidung, telinga). Seperti kita ketahui kulit
merupakan tempat berkembangnya banya kuman dan flora normal, diantaranya Staphylococcus epidermis,
Staphylococcus aureus, Streptococcus pyogenes, Mycobacterium sp (penyakit TBC kulit). Begitu juga dengan
rongga hidung terdapat kuman Streptococcus pneumonia (penyakit pneumoni paru), Neisseria sp, Hemophilus
sp.
Seorang ahli bedah diwajibkan membasuh kedua belah tangan setiap kali melakukan operasi sebagai proses
sterilisasi dari kuman. Cara ini baru dikenal abad ke-20, padahal umat Islam sudah membudayakan sejak abad
ke-14 yang lalu. Luar Biasa!!

Keutamaan Berkumur Berkumur-kumur dalam bersuci berarti membersihkan rongga mulut dari penularan
penyakit. Sisa makanan sering mengendap atau tersangkut di antara sela gigi yang jika tidak dibersihkan
( dengan berkumur-kumur atau menggosok gigi) akhirnya akan menjadi mediasi pertumbuhan kuman. Dengan
berkumur-kumur secara benar dan dilakukan lima kali sehari berarti tanpa kita sadari dapat mencegah dari
infeksi gigi dan mulut.
Istinsyaq berarti menghirup air dengan lubang hidung, melalui rongga hidung sampai ke tenggorokan bagian
hidung (nasofaring). Fungsinya untuk mensucikan selaput dan lendir hidung yang tercemar oleh udara kotor dan
juga kuman.
Selama ini kita ketahui selaput dan lendir hidung merupakan basis pertahanan pertama pernapasan. Dengan
istinsyaq mudah-mudahan kuman infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dapat dicegah.
Begitu pula dengan pembersihan telinga sampai dengan pensucian kaki beserta telapak kaki yang tak kalah
pentingnya untuk mencegah berbagai infeksi cacing yang masih menjadi masalah terbesar di negara kita.