Anda di halaman 1dari 8

Indonesia adalah negara yang menganut sistem pemeritahan presidensial dan parlementer yang

ditunjukkan dengan adanya pemerintahan yang menjunjung tinggi demokrasi dalam


melaksanakan sistem pemerintahannya. (baca juga: Ciri Utama Pemerintahan Demokrasi)
Sebagai negara yang mengalami perubahan sistem pemerintahan dari sistem pemerintahan orde
lama, pemerintahan orde baru, dan orde reformasi, pemerintah negara Indonesia telah
menentukan berbagi macam kebijakan yang bertujuan untuk membangun Indonesia sebagai
bangsa yang memiliki stabilitas nasional yang mantap berdasarkan Pancasila. Oleh karena itu,
dalam menjalankan fungsinya, sistem pemerintahan di Indonesia tidak dilakukan secara terpusat
melainkan dilakukan melalui adanya otonomi daerah dimana pemerintah pusat dan pemerintah
daerah membagi peran untuk menetapkan dan menjalankan suatu kebijakan sesuai dengan
wewenangnya masing-masing. Sudah barang tentu dalam menjalankan tugasnya, terdapat
perbedaan wewenang diantara pemerintah pusat dan pemerintah daerah jika dilihat dari UU No.
32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah. Adapun wewenang pemerintah pusat dan
pemerintah daerah dapat dijabarkan sebagai berikut:
Wewenang Pemerintah Pusat
Wewenang yang dimiliki oleh pemerintah pusat berkaitan dengan kebijakan-kebijakan dalam
skala nasional yang mengatur harkat dan kepentingan warga negara Indonesia. Wewenang yang
dimiliki oleh pemerintah pusat sesuai dengan UU No. 32 Tahun 2004 diantaranya:
1. Mengatur Jalannya Proses Politik Luar negeri.
Indonesia adalah negara yang turut serta dalam membangun hubungan internasional dengan
negara-negara luar negeri. Hubungan yang terjalin tidak hanya pada aspek ekonomi maupun
keamanan, tetapi juga dalam aspek politik. Seperti yang kita ketahui, Indonesia menganut sistem
politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif dimana Indonesia turut serta dalam menjaga
perdamaian dunia namun tidak mencampuri urusan negara lain, sebagai berikut:
 Melalui sistem pemerintahan yang ada di Indonesia, pelaksanaan politik luar negeri
dilakukan oleh pemerintah pusat. Segala kebijakan mengenai proses politik luar negeri
diatur oleh pemerintah pusat.
 Jika pemerintah daerah menginginkan suatu hubungan politik dengan negara lain, maka
pemerintah daerah tidak dapat memutuskan proses hubungan politik dengan sendirinya,
namun melalui perantara pemerintah pusat.
Hal ini diperlukan agar wewenang pemerintah daerah dan pemerintah pusat tidak tumpang tindih
dalam hal politik luar negeri. Walaupun politik luar negeri itu berkaitan dengan pemerintah
daerah, hanya pemerintah pusatlah yang berhak menentukan proses terjadinya hubungan politik
ini.
2. Mengatur Bidang Pertahanan Nasional.
Segala sesuatu yang berkaitan dengan pertahanan nasional adalah wewenang Pemerintah Pusat.
Pertahanan dengan skala nasional berkaitan dengan kedaulatan negara Indonesia itu sendiri.
Upaya pemerintah pusat untuk mengatur bidang pertahanan nasional merupakan salah satu upaya
menjaga keutuhan NKRI.
Pemerintah pusat bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk mewujudkan pertahanan
nasional yang stabil dan mantap. Namun, pemerintah daerah tidak memiliki hak untuk mengatur
kebijakan berkaitan dengan pertahanan nasional. Pemerintah daerah hanya mempunyai peran
sebagai pelaksana di lapangan karena hanya pemerintaj daerah yang mengerti bagaimana
menjaga pertahanan daerahnya melalui keberadaan masyarakat yang tinggal di daerah tersebut,
sebagai berikut:
 Dalam pengusulan kebijakan pertahanan nasional, pemerintah daerah berhak mengajukan
usulan terkait dengan usaha daerah untuk mewujudkan pertahanan nasional.
 Usulan yang diajukan oleh pemerintah daerah selanjutnya ditindak lanjuti oleh
pemerintah pusat untuk ditentukan bagaimana proses selanjutnya.
 Namun, dalam mengatur kebijakan yang berkaitan dengan pertahanan nasional,
pemerintah pusat tidak dapat menerapkan kebijakan semena-mena tanpa
mempertimbangkan apa yang menjadi kebutuhan daerah.
3. Mengatur Bidang Keamanan Nasional.
Keamanan negara merupakan sesuatu yang harus dijaga dan diatur oleh pemerintah, baik itu
pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Dalam hal ini, pemerintah pusat lebih mengatur
keamanan yang berskala nasional yang meliputi keamanan nasional di area darat, laut, maupun
udara. Kebijakan pemerintah pusat yang berkaitan dengan keamanan nasional diperlukan untuk
menjaga keamanan nasional dari gangguan pihak dalam dan luar yang dapat menyebabkan suatu
konflik seperti konflik sosial dalam masyarakat, sebagai berikut:
 Dalam menerapkan kebijakannya, pemerintah pusat menggandeng pemerintah daerah
agar pelaksanaan kebijakan yang berkaitan dengan keamanan nasional dapat berjalan
dengan baik.
 Pemerintah pusat tetap harus menggandeng pemerintah daerah karena keamanan daerah
merupakan cikal bakal terwujudnya keamanan nasional.
 Kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh pemerintah daerah yang berkaitan dengan bidang
keamanan diawasi oleh pemerintah pusat agar pelaksanaan kebijakan tersebut tidak
melenceng dari kebijakan keamanan yang dibuat oleh pemerintah pusat.
4. Mengatur Jalannya Proses yang Berkaitan Dengan Kehakiman.
Indonesia adalah negara yang berlandaskan pada hukum dan mempunyai sistem peradilan di
Indonesia. Jalannya proses hukum yang berkaitan dengan kehakiman, diatur oleh pemerintah
pusat. Pengaturan yang dilakukan oleh pemerintah pusat adalah mengatur sistem hukum baik itu
lembaga penegak hukum maupun menentukan siapa yang duduk di lembaga hukum tersebut.
Dalam pelaksanaan pengaturan proses hukum, pemerintah pusat melibatkan pemerintah daerah,
sebagai berikut:
 Pemerintah daerah digunakan oleh pemerintah pusat sebagai tempat dimana proses
kehakiman dan hukum berlangsung.
 Pemeritah pusat menunjuk lembaga peradilan di setiap daerah untuk mewakili
pemerintah pusat dalam menjalankan wewenangnya untuk mengatur proses kehakiman.
 Peranan lembaga peradilan yang berada di daerah-daerah menunjukkan bahwa
pemerintah pusat benar-benar melibatkan pemerintah daerah dalam menjalankan proses
hukum.
Ada kalanya proses hukum dapat diselesaikan melalui lembaga peradilan yang berada di
pemerintahan daerah dan tidak perlu sampai ke pemerintah pusat. Walaupun hal ini dapat terjadi,
pemerintah daerah tidak berhak untuk melakukan pengaturan apapun terhadap proses hukum
yang berkaitan dengan kehakiman.
5. Mengatur Kebijakan Moneter dan Fiskal Nasional.
Perlu kita ketahui, kebijakan moneter dan kebijakan fiskal adalah dua hal yang berbeda.
Kebijakan moneter merupakan suatu proses pengaturan terhadap persedian uang yang dimiliki
oleh negara dalam rangka untuk mencapai tujuan yang ditetapkan oleh negara tersebut.
Kebijakan ini pada dasarnya merupakan kebijakan yang mempunyai tujuan untuk menjaga
keseimbangan internal seperti pertumbuhan ekonomi yang mencakup stabilitas harga pasar dan
keseimbangan eksternal yang mempunyai tujuan untuk mencapai keseimbangan dalam neraca
pembayaran.
Sedangkan kebijakan fiskal sendiri merupakan suatu kebijakan yang dibuat oleh pemerintah
pusat untuk mengarahkan kondisi ekonomi negara melalui proses pengeluaran dan pendapatan
khususnya pajak. Kebijakan fiskal mempunyai tujuan yang berbeda dengan kebijakan moneter.
Kebijakan fiskal lebih bertujuan untuk menstabilkan perekonomian di suatu negara melalui pajak
dan tingkat suku bunga, sebagai berikut:
 Kedua kebijakan tersebut merupakan wewewnang yang hanya berhak dilakukan oleh
pemerintah pusat.
 Kebijakan moneter dan fiskal yang ditetapkan oleh pemerintah pusat diperlukan guna
mengantisipasi dampak globalisasi khususnya di bidang ekonomi.
 Dalam melaksanakan kedua kebijakan tersebut, pemerintah pusat menggandeng
pemerintah daerah sebagai bentuk kerjasama.
Pemerintah daerah berperan sebagai pelaksana dari kebijakan moneter dan fiskal yang telah
ditetapkan oleh pemerintah pusat. Jika pada pelaksanaan kebijakan di tingkat daerah menemui
kendala, pemerintah daerah hanya dapat mengusulkan cara penyelesaian masalah yang ditemui
kepada pemeritnah pusat, bukan menentukan cara penyelesaiannya sendiri.
6. Mengatur Kebijakan yang Berkaitan Dengan Agama.
Segala sesuatu yang berkaitan dengan agama di atur oleh pemerintah pusat dan dilindungi oleh
undang-undang. Seperti yang kita ketahui, agama yang diakui oleh pemerintah Indonesia ada
enam yaitu Islam, Kristen, Katholik, Hindu, Budha, dan Kong Hu Cu. Semua warga negara
Indonesia mempunyai hak untuk memeluk agamanya sesuai dengan keyakinannya masing-
masing, sebagai berikut:
 Masing-masing pemeluk agama berhak untuk menjalankan ibadah sesuai dengan agama
dan keyakinan yang dianutnya.
 Pemerintah pusat sebagai pengatur kebijakan yang berkaitan dengan agama tentunya
mempunyai strategi yang diterapkan sebagai cara merawat kemajemukan bangsa
Indonesia.
 Peran pemerintah daerah dalam kebijakan yang berkaitan dengan agama berkaitan
dengan hal-hal teknis seperti perizinan untuk mendirikan rumah ibadah. Selebihnya,
hanya pemerintah pusatlah yang mempunyai wewenang untuk mengatur.
Wewenang Pemerintah Daerah

Wewenang pemerintah daerah berkaitan dengan kebijakan-kebijakan untuk dilaksanakan oleh


suatu daerah. Wewenang pemerintah daerah yang satu dengan lainnya tentu saja berbeda karena
berkaitan dengan karakteristik daerah yang ada tetapi masih berpegang pada asas-asas
pemerintahan daerah yang ada. Secara umum, wewenang pemerintah daerah satu dengan lainnya
memiliki kesamaan yang sesuai dengan UU No. 32 Tahun 2004. Wewenang tersebut diantaranya:
1. Merencanakan dan Mengendalikan Pembangunan.
Dalam pemerintahan daerah, perencanaan dan pengendalian pembangunan yang terjadi di daerah
merupakan tanggung jawab pemerintah daerah. Pemerintah daerah yang tahu kebutuhan akan
pembangunan dalam berbagai bidang sesuai dengan keinginan masyarakat daerahnya. Adanya
wewenang pemerintah daerah dalam perencanaan dan pengendalian pembangunan adalah bentuk
perwujudan fungsi pemerintah daerah dalam pembangunan. Pemerintah pusat hanya berperan
sebagai pengawas dan pemberi masukan terhadap jalannya pembangunan yang terjadi di
lingkungan pemerintah daerah.
2. Merencanakan, Memanfaatkan, dan Mengawasi Tata Ruang.
Perencanaan, pemanfaatan, dan pengawasan terhadap tata ruang merupakan wewenang dari
pemerintah daerah. Tata ruang yang dimaksud di sini adalah penataan tata kota yang meliputi
penataan infrastruktur yang ada di daerah tersebut. Proses perencanaan, pemanfaat, dan
pengawasa terhadap tata ruang dilakukan oleh pemerintah daerah karena hanya pemerintah
daerah yang tahu bagaimana tata ruang yang cocok dan yang sesuai dengan karakteristik
daerahnya, bukan malah pemerintah pusat yang menentukan bagaiman tata ruang untuk suatu
daerah.
3. Menyelenggarakan Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat.
Penyelenggaraan ketertiban umum dan ketentraman masyarakat merupakan tanggung jawab
pemerintah daerah. Perbedaan karakteristik daerah yang membuat perbedaan tingkat ketertiban
umum dan ketentraman di dalam masyarakatnya. Penyelenggaraan ketertiban umum dan
ketentraman dalam dilakukan melalui adanya struktur organisasi pemeritahan desa yang dapat
mengatur kebijakan-kebijakan daerah untuk ketertiban umum dan ketentraman masyarakat. Oleh
karena itu, demi wujudkan ketertiban umum dan ketetraman di masyarakat, pemerintah daerah
membuat berbagai macam peraturan daerah (perda) sesuai dengan tujuan dan keperluannya
masing-masing.
4. Menyediakan Sarana dan Prasarana Umum.
Pengadaan sarana dan prasarana umum seperti ruang terbuka hijau, sarana transportasi, dan
lainnya merupakan kewenangan pemerintah daerah. Keberadaan sarana dan prasanan umum
diperlukan untuk memehui kebutuhan masyarakat daerah dalam kemudahan akses terhadap
sarana dan prasarana umum. Perbaikan sarana dan prasarana juga merupakan wewenang dari
daerah yang seringkali menemui kendala dalam melakukan perbaikannya. Maka dari itu,
seringkali kita temukan sarana dan prasarana umum milik pemeritnah daerah yang sudah tidak
terawat bahkan terbengkalai. Sarana dan prasarana yang sudah tidak layak tersebut dapat
menjadi penyebab konflik sosial karena adanya perbedaan sarana dan prasarana umum daerah
yang satu dengan yang lain.
5. Menangani Bidang Kesehatan.
Penanganan terhadap bidang kesehatan juga merupakan kewenangan dari pemerintah daerah.
Penangan bidang kesehatan dapat berupa penyediaan sarana dan prasarana kesehatan seperti
rumah sakit atau puskesmas. Tidak hanya itu, penanangan terhadap bidang kesehatan juga
mencakup penyediaan tenaga kesehatan di lingkungan daerah. Secara fakta, penanganan
pemerintah di dalam bidang kesehatan masih tidak merata. Ada beberapa daerah di Indonesia
yang masih kesulitan untuk mencari puskesmas atau rumah sakit terdekat karena letaknya yang
jauh. Melalui adanya kewenangan pemeritnah dalam otonomi daerah, seharusnya penanganan di
bidang kesehatan dapat menjadi lebih baik dan merata demi menjangkau masyarakat daerahnya
masing-masing.
6. Menyelenggarakan Pendidikan dan Mengalokasikan SDM.

Setiap warga negara wajib mengenyam pendidikan minimal sembilan tahun tanpa terkecuali
demi menghasilkan sumber daya manusia yang berpotensi. Oleh karena itu, demi mewujudkan
kebijakan pemerintah pusat terhadap pendidikan, pemerintah daerah mempunyai wewenang
untuk meyelenggarakan pendidikan di daerahnya. Idealnya di suatu daerah terdapat sekolah
dasar (SD/MI) dan sekolah menengah (SMP, SMA/ MTS, MA) agar anak-anak yang terdapat di
dalam komunitas masyarakat dapat bersekolah.
Melalui penyelenggaraan pendidikan, pemerintah daerah diwajibkan untuk melakukan proses
pendidikan sesuai dengan karakteristik daerahnya masing-masing agar anak-anak yang
mengikuti proses pendidikan dapat mengembangkan potensi yang ada di daerahnya. Pemeritah
daerah melalui dinas pendidikan terkait juga mempunyai wewenang untuk merancang sistem
pembelajaran yang menarik sehingga proses pembelajaran yang terjadi di sekolah tidak menjadi
penyebab anak sekolah menjadi malas belajar.
7. Menanggulangi Masalah Sosial.
Masalah-masalah sosial yang terjadi di suatu daerah merupakan tanggung jawab dari pemerintah
daerah. Melalui wewenang yang dimiliki, pemerintah daerah dapat mengeluarkan peraturan
daerah untuk mengurangi terjadinya masalah-masalah sosial yang ada di daerahnya. Peraturan
daerah yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah tentunya didasarkan pada nilai-nilai luhur
Pancasila agar peraturan tersebut tidak bertentangan dengan Pancasila. Selain itu, keberadaan
peraturan daerah merupakan salah satu dasar hukum yang diperlukan untuk penerapan Pancasila
dalam kehidupan khususnya dalam menanggulangi masalah sosial yang ada.
8. Melayani Bidang Ketenagakerjaan.
Setiap masyarakat di suatu wilayah berhak mendapatkan pekerjaan. Oleh karena itu, pemerintah
daerah mempunyai kewenangan dalam menyediakan lapangan pekerjaan untuk menyerap
masyarakat dalam lapangan pekerjaan tersebut. Layanan ketegakerjaan juga dilakukan
pemerintah daerah melalui adanya Dinas Tenaga Kerja, Sosial dan Transmigrasi untuk
memudahkan masyarakat dalam mengurus berkas atau kepentingan lain yang berkaitan dengan
ketenagakerjaan.
9. Memfasilitasi Pengembangan Koperasi dan UMKM.
Keberadaan koperasi dan UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) merupakan aset
pemerintah daerah yang harus dijaga. Perlu kita ketahui, terdapat beberapa jenis-jenis
koperasi sesuai dengan fungsinya masing-masing. Jika dikaitkan dengan pemerintahan daerah,
maka koperasi yang paling umum ditemui adalah koperasi simpan pinjam dimana para pemilik
UMKM dapat melakukan peminjaman modal. Melalui pemeritahan yang dilakukan sekarang,
pengembangan koperasi dan UMKM merupakan tanggung jawab pemerintah daerah. Pemerintah
daerah mempunyai wewenang untuk mengembangkan koperasi daerah dan UMKM sebagai
salah satu pendukung dalam pendapatan daerah melalui pajak. Keberadan UMKM di daerah
perlu difasilitasi oleh pemerintah daerah agar UMKM tersebut dapat berkembang dan
mendatangkan kemajuan bagi daerah tersebut.
10. Mengendalikan Lingkungan Hidup.
Pengendalian lingkungan hidup merupakan wewenang dari pemerintah daerah. Kebersihan
lingkungan hidup dan pemeliharaan sumber daya alam dilakukan oleh pemerintah daerah
bersama-sama dengan masyarakat daerah tersebut. Pemerintah daerah dapat mengeluarkan
peraturan daerah untuk melakukan pengendalian lingkungan hidup agar terjadi keselarasan dan
keseimbangan diantara lingkungan hidup dan perilaku masyarakat di daerah tersebut.
Pengendalian lingkungan hidup yang dilakukan oleh pemerintah daerah tentunya sesuai dengan
karakteristik daerahnya masing-masing dan tidak dapat dipukul rata oleh pemeritah pusat.
Itulah beberapa wewenang yang dimiliki oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah menurut
UU No. 32 Tahun 2004. Wewenang dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah tentunya
berbeda-beda, tetapi tetap mengacu pada stabilitas nasional bangsa dan demi kemajuan
negara Indonesia. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi pembaca sekalian.