Anda di halaman 1dari 12

PEMAKAIAN KONTRASEPSI PADA

PRIA DAN WANITA DALAM


KACAMATA ISLAM

Disusun oleh :
1. Kiki Agustin Setyani (1A2/18)
2. Maharani Yuniar Dewi (1A2/20)
3. Muslikah (1A2/22)
4. Noviana Puspita Sari (1A2/24)
5. Nur Hani Fatul Laili (1A2/26)
6. Rini Sartika (1A2/28)
7. Satya Widha Maheswari (1A2/30)
8. Siti Nur Janah (1A2/32)

POLITEKNIK KEMENKES SEMARANG


TAHUN AJARAN 2013/2014
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan
rahmat serta hidayah-Nya kepada kita, sehingga kami dapat menyelesaikan
makalah yang berjudul “PEMAKAIAN KONTRASEPSI PADA PRIA DAN
WANITA DALAM KACAMATA ISLAM” tanpa suatu halangan apapun.
Dalam penyusunannya, penulis memperoleh banyak bantuan dari berbagai
pihak, karena itu penulis mengucapkan terima kasih kepada:
1. Kedua orang tua dan segenap keluarga besar penulis,
2. Dosen pembimbing,
3. Serta teman-teman yang telah memberikan dukungan, kasih, dan
kepercayaan yang begitu besar.
Dari sanalah semua kesuksesan ini berawal, semoga semua ini bisa
memberikan sedikit kebahagiaan dan menuntun pada langkah yang lebih baik lagi.
Meskipun penulis berharap isi dari makalah ini bebas dari kekurangan dan
kesalahan, namun selalu ada yang kurang. Oleh karena itu, penulis mengharapkan
kritik dan saran yang membangun agar makalah ini dapat lebih baik lagi.
Akhir kata penulis berharap agar makalah ini bermanfaat bagi semua pembaca.

Semarang, 25 September 2013

Tim Penyusun

1
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ..................................................................................... .......1


DAFTAR ISI ................................................................................................... .......2
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang .................................................................................... .......3
B. Rumusan Masalah ............................................................................... .......3
C. Tujuan ................................................................................................. .......3
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Kontrasepsi ........................................................................ .......4
B. Jenis-jenis Kontrasepsi ........................................................................ .......4
C. Sudut Pandang Islam Dalam Masalah Pengendalian Kelahiran ......... .......5
BAB III
PENUTUP
A. Simpulan ............................................................................................. .....10
B. Saran .................................................................................................... .....10
DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................... .....11

2
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Kontrasepsi merupakan sebuah keharusan bagi seseorang yang tidak
menginginkan kehamilan. Mengapa kita membutuhkan Kontrasepsi? Ada
bermacam-macam alasan pribadi yaitu untuk mengatur jumlah dan jarak anak
yang diinginkan, mencegah kehamilan di luar nikah dan mengurangi resiko
terjangkit penyakit hubungan seksual. Secara internasional, kontrasepsi
dibutuhkan untuk membatasi jumlah penduduk dunia dan menjamin
ketersediaan sumber daya alam sehingga menjaga kualitas hidup manusia.
Pemakaian alat kontrasepsi dalam masyarakat bukan merupakan hal yang
baru. Adanya program KB yang ditetapkan pemerintah berkaitan erat dengan
pemakaian kontrasepsi.
Alat-alat kontrasepsi yang sekarang banyak digunakan belum ada pada
zaman Rasul, sehingga belum ditetapkan hukumnya. Bagaimana sebenarnya
hukum penggunaan alat kontrasepsi dalam pandangan Islam? Makalah ini
Insya Allah akan membahas tentang hukum penggunaan alat-alat kontrasepsi,
diantaranya adalah penggunaan Sterilisasi dan IUD.
B. Rumusan Masalah
1. Apakah yang dimaksud dengan kontrasepsi?
2. Apa sajakah macam-macam dari alat kontrasepsi?
3. Bagaimanakah pandangan Islam mengenai pemakaian alat kontrasepsi
bagi pria maupun wanita?
C. Tujuan
Adapun tujuan dari makalah ini antara lain :
1. Untuk mengetahui pengertian dari alat kontrasepsi.
2. Untuk mengetahui macam-macam alat kontrasepsi bagi pria maupun
wanita.
3. Untuk mengetahui hukum penggunaan alat kontrasepsi pada pria maupun
wanita dalam syariat Islam.

3
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Kontrasepsi
Kontrasepsi berasal dari kata ‘kontra’ yang berarti
mencegah/menghalangi, dan ‘konsepsi’ yang berarti pembuahan atau
pertemuan antara sel telur dengan sperma.
Kontrasepsi adalah upaya untuk mencegah terjadinya kehamilan.
Upaya ini dapat bersifat sementara dapat pula bersifat permanen.
Penggunaan kontrasepsi merupakan salah satu variable yang
mempengaruhi fertilisasi.1
Kontrasepsi dapat menggunakan berbagai macam cara, baik dengan
menggunakan hormon, alat ataupun melalui prosedur operasi. Tingkat
efektivitas dari kontrasepsi tergantung dari usia, frekuensi melakukan
hubungan seksual dan yang terutama apakah menggunakan kontrasepsi
tersebut secara benar. Banyak metode kontrasepsi yang memberikan
tingkat efektivitas hingga 99 % jika digunakan secara tepat. Jenis
kontrasepsi yang ada saat ini adalah : kondom (pria atau wanita), pil (baik
yang kombinasi atau hanya progestogen saja), implan/susuk, suntik,
patch/koyo kontrasepsi, diafragma dan cap, IUD dan IUS, serta vasektomi
dan tubektomi.

B. Jenis-jenis Kontrasepsi
1. Kondom
Kondom merupakan jenis kontrasepsi penghalang mekanik.
Kondom mencegah kehamilan dan infeksi penyakit kelamin dengan
cara menghentikan sperma untuk masuk ke dalam vagina.

1
Prawirohardjo, 2006

4
2. Suntikan
Suntikan kontrasepsi diberikan setiap 3 bulan sekali. Suntikan
kontrasepsi diproduksi oleh wanita selama 2 minggu pada setiap awal
siklus menstruasi. mengandung hormon progestogen yang menyerupai
hormon progesterone yang Hormon tersebut mencegah wanita untuk
melepaskan sel telur sehingga memberikan efek kontrasepsi.
3. Implan
Implan atau susuk kontrasepsi merupakan alat kontrasepsi yang
berbentuk batang dengan panjang sekitar 4 cm yang di dalamnya
terdapat hormon progestogen, implan ini kemudian dimasukkan ke
dalam kulit di bagian lengan atas.
4. IUD & IUS
IUD (intra uterine device) merupakan alat kecil berbentuk seperti
huruf T yang lentur dan diletakkan di dalam rahim untuk mencegah
kehamilan, efek kontrasepsi didapatkan dari lilitan tembaga yang ada di
badan IUD. Modifikasi lain dari IUD yang disebut dengan IUS (intra
uterine system), bila pada IUD efek kontrasepsi berasal dari lilitan
tembaga dan dapat efektif selama 12 tahun maka pada IUS efek
kontrasepsi didapat melalui pelepasan hormon progestogen dan efektif
selama 5 tahun.
5. Pil Kontrasepsi
Pil kontrasepsi dapat berupa pil kombinasi (berisi hormon estrogen
& progestogen) ataupun hanya berisi progestogen saja. Pil kontrasepsi
bekerja dengan cara mencegah terjadinya ovulasi dan mencegah
terjadinya penebalan dinding rahim.

Alat-alat konrasepsi lainnya adalah diafragma, tablet vagmat, dan


tiisu yang dimasukkan kedalam vagina. Disamping itu ada cara

5
kontrasepsi yang bersifat tradisional seperti jamuan, urut dan
sebagainya.2

C. Sudut Pandang Islam Dalam Masalah Pengendalian Kelahiran


Mengendalikan kelahiran secara permanen (menghentikan
kelahiran) dengan menggunakan obat-obatan atau dengan cara
pembedahan sangat dilarang dalam Islam. Negara dan masyarakat dilarang
untuk mengambil konsep ini sebagai hukum ataupun menyebarkan konsep
ini oleh karena 2 hal:
1. Konsep ini berasal dari orang-orang kapitalis, yang berasaskan
pemisahan agama dan kehidupan yakni memberikan supremasi dan
keleluasaan kepada manusia dalam segala urusan kehidupannya,
dimana hal ini berarti Sang Pencipta tidak mempunyai peran apapun,
dan ini benar-benar tidak dapat diterima, karena Allah SWT berfirman:
“Tidak ada pencipta dan pembuat aturan selain Dia.” Dan Allah SWT
berfirman:

“Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman


sehingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang
mereka perselisihkan”. (QS. An-Nisaa, 4 : 65).
Allah SWT juga berfirman: “Tidak ada pembuat aturan selain Dia.”

2
Dr. H. Chuzamah, T. Yangro dkk. (ed), Problematika Hukum Islam Kontemporer (Pustaka
Firdaus: Jakarta. 2002), h. 164-165

6
2. Islam menganjurkan dan memerintahkan agar memperbanyak
keturunan dan menjadikan menjaga keturunan sebagai cita-cita yang
tinggi, Islam memberikan serangkaian aturan untuk mempertahankan
keturunan seperti pernikahan dan juga untuk memeliharanya, terkait
firman Allah SWT :

“Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut


kemiskinan. Kamilah yang akan memberikan rezeki kepada mereka
dan juga kepadamu.” (QS. Al-Israa’ 17 : 31).

Keluarga Berencana atau kontrasepsi dapat dilakukan oleh suami atau istri
atau oleh keduanya dengan tujuan tidak mempunyai anak untuk sementara waktu,
entah itu karena alasan kesehatan atau untuk menjaga kesehatan wanita dan
menjaga agar tetap muda ataukah karena suami mengemban tugas yang sangat
penting seperti jihad atau menuntut ilmu dan apabila mengurus anak-anaknya
akan menghambat tugasnya. Oleh karena itu permasalahan kontrasepsi merupakan
masalah yang lebih luas dan lebih kompleks daripada masalah pengendalian
kelahiran dan memperbanyak keturunan.
Syariat telah menegaskan bahwa kontrasepsi sementara dibolehkan laki-
laki dan perempuan sama-sama diperbolehkan untuk menggunakan kontrasepsi
tanpa memperhatikan alasannya, bahkan apabila ia bermaksud untuk tidak
mempunyai keluarga karena hal itu merupakan perbuatan yang mandub.
Sebuah dalil, dilaporkan bahwa seorang laki-laki datang menemui
Rasulullah SAW dan berkata “Aku mempunyai seorang budak yang melayani
kami, aku telah menggaulinya dan aku tidak ingin dia menjadi hamil. Lalu

7
Rasulullah SAW bersabda “Lakukanlah ‘azl jika kamu berkenan, tetapi ingatlah
selalu olehmu, bahwa ia akan mendapatkan apa yang Allah tetapkan padanya.”3
“Kami menggunakan ‘azl4 sewaktu masa Rasulullah SAW sementara Al
Qur’an masih diturunkan”5
Bukhori dan Muslim mengutip dari Said Al Khudri yang melaporkan
“Kami pernah keluar bersama-sama Rasulullah SAW dalam peperangan Bani
Mustholiq tatkala kami memperoleh tawanan dari orang-orang Arab, kami
menginginkan perempuan-perempuan, berat rasanya bagi kami untuk hidup
membujang, kami ingin melakukan ‘azl, kami menanyakan kepada Rasulullah
SAW maka Rasulullah SAW bersabda : “Mengapa tidak kalian lakukan?
Sesungguhnya Allah swt telah menetapkan apa yang Dia ciptakan sampai hari
kiamat.”
Abu Dawud melaporkan bahwa seorang pria berkata : “Aku mempunyai
seorang budak dan aku tidak ingin ia menjadi hamil dan aku mempunyai hasrat
seperti layaknya laki-laki lain, dan aku mendengar orang Yahudi berkata bahwa
‘azl itu dianggap sebagai “pembunuhan kecil”. Maka Rasulullah SAW berkata
“Yahudi itu berbohong, karena Allah jika berkehendak untuk menciptakannya
maka kamu tidak akan bisa mencegahnya”
Oleh karena itu secara tegas syariah menegaskan bahwa ‘azl dengan kata
lain adalah kontrasepsi sementara itu diperbolehkan (mubah). Diperbolehkannya
‘azl karena ada hubungannya dengan maksud kehamilan yang “tidak diinginkan”.
Bagaimanapun kita sebagai kaum yang beriman harus yakin bahwa kita meskipun
melakukan ‘azl atau tidak ataukah memakai alat-alat kontrasepsi, Allah akan tetap
menciptakan sesuatu ataupun yang Dia kehendaki sampai hari kiamat nanti.
Akhirnya salah satu contoh pentingnya pertumbuhan penduduk muslim di
dunia yaitu pertumbuhan penduduk muslim di Palestina, dimana hal itu
merupakan faktor yang terbesar untuk melawan penjajahan Yahudi di Palestina.

3
Dalil yang memperbolehkannya kontrasepsi yakni diambil dari hadits Muslim yang dikutip dari
Jabir
4
‘Azl adalah mengeluarkan sperma laki-laki di luar vagina wanita dengan tujuan untuk mencegah
kehamilan.
5
Bukhori dan Muslim mengutip dari Jabir

8
Robbi Maer Kahana6 menulis dalam bab “The Demographic Devil” yakni bahwa
“pertumbuhan penduduk kaum muslim itu unik. Mereka adalah bangsa termuda di
dunia”
Memang pertumbuhan penduduk muslim bukan saja menjadi perhatian
kaum Yahudi, tapi juga menjadi perhatian seluruh dunia, karena hal itu
merupakan kekuatan yang besar jika mereka melaksanakan aturan-aturan Allah
SWT dan menegakkan dengan sungguh-sungguh kepemimpinan Islam untuk
mengatur dunia dan menyelamatkan manusia dari kemiskinan, penderitaan,
kejahatan dan ketidakadilan. Seperti penderitaan yang dirasakan kaum muslim
sebagai akibat diterapkannya sistem konvensional saat ini sebagai pandangan
hidup bernegara dan bermasyarakat, Islam merupakan rahmat bagi umat manusia,
sebagaimana firman Allah:

“Dan tidaklah kami mengutus kamu (Muhammad) melainkan untuk menjadi


rahmat bagi seluruh umat manusia” (QS. Al Anbiya, 21 : 107)

Sedangkan kontrasepsi permanen, itulah yang dilarang dalam Islam karena


hal itu berkenaan dengan hal “pengebirian” dan Rasulullah SAW melarang para
sahabatnya untuk melakukan kebiri. At Tabrani menceritakan bahwa ada suatu
kabilah Arab datang menemui Rasulullah SAW dan bertanya tentang pengebirian
dan Rasulullah SAW menjawab bahwa hal tersebut dilarang.

6
Pengarang buku “A Thorn In your Eyes”

9
BAB III
PENUTUP

A. Simpulan
Alat kontrasepsi yang dibenarkan menurut Islam adalah yang cara
kerjanya mengatur kehamilan, bersifat sementara (tidak permanen) dan dapat
dipasang sendiri oleh yang bersangkutan atau oleh orang lain yang tidak haram
memandang auratnya (suami) atau oleh orang lain yang pada dasarnya tidak
boleh memandang auratnya tetapi dalam keadaan darurat ia dibolehkan. Selain
itu bahan pembuatan yang digunakan harus berasal dari bahan yang halal, serta
tidak menimbulkan implikasi yang membahayakan (mudlarat) bagi kesehatan.
Alat kontrasepsi yang boleh digunakan di antaranya adalah kondom dan
oral pill. Sterilisasi dan IUD sebaiknya tidak dilakukan kecuali karena alasan
medis yang dipandang darurat.
Penggunaan alat kontrasepsi harus memperhatikan :
a. Cara kerjanya
b. Sifatnya
c. Pemasangannya
d. Implikasi alat kontrasepsi terhadap kesehatan penggunanya.
e. Bahan yang digunakan untuk membuat alat kontrasepsi tersebut.

B. Saran
Bagaimanapun kita sebagai kaum yang beriman harus yakin
bahwa kita meskipun melakukan ‘azl atau tidak ataukah memakai alat-alat
kontrasepsi, Allah akan tetap menciptakan sesuatu ataupun yang Dia
kehendaki sampai hari kiamat nanti.

10
DAFTAR PUSTAKA

http://bidanrhyna.blogspot.com/2012/05/pengertian-kontrasepsi.html
http://www.arrahmah.com/read/2007/05/13/416-hukum-islam-tentang-
kontrasepsi.html
http://hadfi-ibadurrahman.blogspot.com/2012/01/makalah-fiqih-kontemporer-
hukum.html
http://www.arrahmah.com/read/2007/05/13/416-hukum-islam-tentang-
kontrasepsi.html
Zuhdu, Masjfuk. 1997. Masail Fiqhiyah. Jakarta: PT Toko Gunung Agung.
Bakry, Nazar.1994. Problematika Pelaksanaan Fiqh Islam. Jakarta: PT Raja
Grafindo Persada.
Yafie, Ali.1995. Menggagas Fiqh Sosial dari Soal Lingkungan Hidup, Asuransi
hingga Ukhuwi. Jakarta: Mizan.
Al-Rahim ‘Umran, Abd.1997. Islam dan KB. Jakarta: Lentera.
H.Isngadi,Fide.1973.Penjelasan keputusan musyawarah ulama terbatas mengenai
keluarga berencana. Malang: Inspeksi Penerangan Kandepag.

11