Anda di halaman 1dari 3

ASTHMA BRONCHIALE

No. Dokumen :

No. Revisi :
SOP
TanggalTerbit : 05 Maret 2018
Halaman :1/3
La Joni, AMK
UPTD PuskesmasWaho
Nip.197904161999031005
1. Pengertian Penatalaksanaan asthma bronchiale adalah suatu langkah yang
digunakan sebagai dasar pengobatan asthma bronchiale di Puskesmas
Pilangkenceng
2. Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah – langkah petugas untuk
penatalaksanaan asthma bronchiale.
3. Kebijakan 1. SK Kepala UPTD Puskesmas Waho No.440/SK/C/VII/112/03/2018
Tentang Kebijakan Pelayanan Klinis

2. SK Kepala UPTD Puskesmas Waho No.440/SK/A/I/001/03/2018


Tentang Jenis Pelayanan yang disediakan

3. SK Kepala UPTD Puskesmas Waho No.440/SK/C/VII/039/03/2018


Tentang Penyusunan Rencana Layanan Medis

4. SK Kepala UPTD Puskesmas Waho No.440/SK/C/VII/076/03/2018


Tentang Isi Rekam Medis

4. Referensi
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 5 Tahun
2014 Tentang Pedoman Praktek Klinis di Fasiltas Kesehatan Primer
5. Persiapan Alat :
1. Alat tulis 5. Pengukur BB 8. Nebulizer
2. Tensimeter 6. Pengukur TB
3. Stetoskop 7. Termometer
Bahan : Rekam Medik
6. Prosedur 1. Perawat poli menerima rekam medis dari loket
2. Perawat poli memanggil pasien sesuai identitas yang tertera pada
rekam medis.
3. Perawat poli melakukan pemeriksaan TB, BB, Tekanan darah,
pengukuran Nadi, pernapasan dan suhu pasien dan mencatatnya
dalam Rekam medis pasien

1|Asthma Bronchiale
4. Perawat poli memberikan status pasien kepada Dokter poli Umum
5. Dokte rmemeriksa kesesuaian identitas pasien dengan data pada
rekam medis
6. Dokter mendapatkan anamnesis berupa :
Keluhan
Apakah terdapat bising mengi (wheezing), bunyi “ngik-ngik”,
batuk produktif/berdahak terutama malam hari dan sesak napas
atau dada seperti tertekan.
Faktor Resiko
Seperti kelelahan, udara dingin, stress serta menghindari alergen-
alergen seperti debu, asap rokok, makan sea food, dll.
7. Dokter melakukan konfirmasi dengan pemeriksaan fisik dan
menemukan: terdapat bunyi wheezing dengan atau tanpa
menggunakan stetoskop.
8. Dokter menegakkan diagnosis klinis berdasarkan anamnesis dan
pemeriksaan fisik
9. Dokter melakukan penatalaksanaan berupa
 Bronkodilator (melebarkan penyempitan jalan napas) 
Salbutamol : dosis dewasa 3-4 x 4 mg/hari; anak 3-4 x 1-2
mg/hari. Aminofilin : dosis dewasa 3 x 100-200 mg/hari maks
500 mg; anak 5mg/kgBB/kali.
 Antiinflamasi (juga sebagai pencegahan) Kortikosteroid :
Dexamethasone 3 x 0,5 mg/hari
Pada asma sedang dan berat petugas menyarankan pasien
untuk rawat inap dan memberikan obat asma per-inhalasi dan
injeksi, sebagai berikut:
 Asma Sedang : Agonis β 2 secara
nebulisasi/inhalasi/hisap 2,5-5 mg 1-3 kali dalam 1 jam
pertama dilanjutkan tiap 1-4 jam kemudian atau Agonis
β 2 i.m, teofilin 5mg/kgBB iv pelan, deksametason 5 mg
iv, serta oksigen 4 liter/menit
 Asma Berat : Agonis β 2 secara nebulisasi/inhalasi/hisap
diulang3 kali dalam 1 jam pertama diulang 1-4 jam
kemudian, teofilin iv, steroid iv diulang per 8-12 jam,

2|Asthma Bronchiale
Agonis β 2 iv per 6 jam, serta oksigen 4 liter/menit.

10. Dokter melakukan konseling edukasi


11. Dokter melakukan kriteria rujukan
12. Dokter mempersilahkan pasien menuju apotek untuk mengambil
obat jika telah selesai.
13. Dokter mendokumentasikan hasil pemeriksaan dalam Rekam
Medis
7. Bagan Alir
Perawat poli Memanggil Pasien Melakukan
menerima RM sesuai identitas di pemeriksaan
dari loket RM TB,BB,TD,Nadi, RR,
Suhu

Dokter memeriksa Perawat poli memberikan status


kesesuaian identitas kepada dokter
pasien dengan RM

Melakukan Melakukan Pemeriksaan Menegakkan


Anamnesa Fisik Diagnosis

Memberikan Konseling Melakukan


edukasi Penatalaksanaan

Menanyakankeluhandanpo
li yang dituju
Melakukan Kriteria Mempersilahkan pasien
Rujukan menuju Apotek

Mendokumentasikan hasil
pemeriksaan dalam RM

8. Hal-hal yang
perludiperhatikan
9. Unit terkait 1. Loket Pendaftaran
2. Apotik
10. Dokumenterkait
RekamMedik
11. Rekamanhistorisperub No Yang diubah Isi perubahan Tanggalmulai di berlakukan
ahan
1

3|Asthma Bronchiale