Anda di halaman 1dari 2

EMBOLI AIR KETUBAN

Manifestasi klinik

Gejala dan tanda emboli air ketuban melibatkan banyak sistem organ. Dispnu akut atau agitasi
mendadak dan gelisah merupakan gejala penanda umum dan dalam hitungan detik berlanjut
henti jantung.4 Kira-kira 10-50% pasien dengan emboli air ketuban mengalami kejang.
Desaturasi cepat atau hilang/turunnya end tidal CO2 mendadak mungkin terjadi. Pada kasus ini,
tidak ada kejang, tidak ada dispnu akut, atau gelisah. Teriakan mendadak mungkin usaha napas
yang berat diikuti desaturasi yang cepat merupakan gejala dan tanda yang muncul. End tidal
CO2 tidak dapat diukur, karena tidak adanya alat. Tidak lama kemudian terjadi henti jantung
(kolaps kardiovaskuler). Dua dari 3 trias klasik emboli air ketuban sudah terpenuhi pada kasus
ini. Keadaan tersebut sesuai dengan fase awal (initial phase), yaitu hipertensi pulmoner akut
yang menyebabkan dilatasi ventrikel kanan, penurunan cardiac output, dan ventilation/perfusion
(V/Q) mismatch yang menyebabkan desaturasi oksigen.
Pemeriksaan dignostik
a. Gas darah arteri : pO2 biasanya menurun
b. Tekanan vena sentralis dapat meningkat normal, atau subnormal tergantung pada
kuantitas hilangnya darah. Darah vena sentralis dapat mengandung debris selular cairan
amnion.
c. Gambaran koagulasi (fibrinogen, hitung jumlah trombosit, massa protrombin,produk
pecahan fibrin. Dan massa trombo biasanya abnormal menunjukan DIC.
d. EKG dapat memperlihatkan regangan jantung kanan akut
e. Keluaran urin dapat menurun, menunjukan perfusi ginjal yang tidak adekuat.
f. Foto toraks biasanya tidak diagnostic tapi dapat menunjukan infiltrat. Scan paru dapat
memperlihatkan defek perfusi yang sesuai dengan proses emboli paru.
Penanganan medis
Penatalaksaan primer bersifat suportif dan diberikan secara agresif.

a. Terapi awal yaitu memperbaiki cardiac output dan mengatasi DIC.

b. Bila anak belum lahir, lakukan Sectio Caesar dengan catatan dilakukan setelah keadaan
umum ibu stabil.
c. X ray torak menawarkan adanya edema paru dan bertambahnya ukuran atrium kanan dan
ventrikel kanan.

d. Laboratorium: asidosis metabolik (penurunan PaO2 dam PaCO2)

Terapi tambahan:

a. Resusitasi cairan

b. Infuse dopamin untuk memperbaiki cardiac output

c. Adrenalin untuk mengatasi anaflaksis

d. Terapi DIC dengan fresh froozen plasma

e. Terapi perdarahan pasca persalinan dengan oksitosin

f. Segera rawat di ICU.

Sumber

1. Uszynski M, Uszynski W. Heparin and other anticoagulants in amniotic fl uid embolism


(AFE): Literature review and concept of the
2. therapy.Cunningham. Obstetric Williams. penerbit buku kedokteran ECG, Jakarta;2006.

3. IBG Manuaba dkk. Pengantar Kuliah Obstetri. EGC. Jakarta;2006