Anda di halaman 1dari 16

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Puskesmas adalah unit pelayanan kesehatan yang bertanggung jawab

menyelenggarakan pembangunan kesehatan di suatu wilayah kerja dan merupakan

ujung tombak pelayanan kesehatan pemerintah yang berfungsi memberikan pelayanan

kesehatan dasar bagi masyarakat. Puskesmas berperan menyelenggarakan upaya

kesehatan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi

setiap penduduk agar memperoleh derajat kesehatan yang optimal. Dengan demikian

Puskesmas berfungsi sebagai pusat penggerak pembangunan berwawasan kesehatan,

pusat pemberdayaan keluarga dan masyarakat serta pusat pelayanan kesehatan strata

pertama.

Upaya kesehatan yang diselenggarakan di Puskesmas terdiri dari Upaya

Kesehatan Wajib dan Upaya Kesehatan Pengembangan. Upaya kesehatan wajib

merupakan upaya kesehatan yang harus dilaksanakan oleh seluruh puskesmas di

seluruh Indonesia. Upaya ini memberikan daya ungkit paling besar terhadap

keberhasilan pembangunan kesehatan melalui pendekatan Indeks Pembangunan

Manusia ( IPM ) , serta merupakan kesepakatan global maupun nasional.

Setiap manusia pasti mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan dari

bayi sampai menjadi tua. Masa tua merupakan masa hidup manusia yang terakhir,

dimana pada manusia seseorang mengalami kemunduruan fisik, mental dan social

sedikit demi sedikit sehingga tidak dapat melakukan tugasnya sehari-hari lagi. Lansia

banyak menghadapi berbagai masalah kesehatan yang perlu penangan segera dan

terintegrasi.

Lansia atau lanjut usia adalah periode dimana manusia telah mencapai

kemasakan dalam ukuran dan fungsi. Selain itu, lansia juga masa dimana seseorang

1
akan mengalami kemunduran dengan sejalannya waktu. Ada beberapa pendapat

mengenai usia seorang dianggap memasuki masa lansia, yaitu ada yang menetapkan

pada umur 60 tahun, 65 tahun, dan ada juga yang 70 tahun. Tetapi Badan Kesehatan

Dunia (WHO) menetapkan bahwa umur 65 tahun, sebagai usia yang menunjukkan

seseorang telah mengalami proses menua yang berlangsung secara nyata dan

seseorang itu telah disebut lansia.

Secara umum orang lanjut usia dalam meniti kehidupannya dapat dikategorikan

dalam dua macam sikap. Pertama, masa tua akan diterima dengan wajar melalui

kesadaran yang mendalam, sedangkan yang kedua, manusia usia lanjut dalam

menyikapi hidupnya cenderung menolak datangnya masa tua, kelompok ini tidak mau

menerima realitas yang ada (Hurlock, 1996 : 439)

Usia lanjut sering punya masalah dalam hal makanan, antara lain nafsu makan

menurun. Padahal meskipun aktivitasnya menurun sejalan dengan bertambahnya usia,

ia tetap membutuhkan asupan zat gizi lengkap, seperti karbohidrat, protein, lemak,

vitamin, dan mineral. Iapun masih tetap membutuhkan energi untuk menjalankan fungsi

fisiologis tubuhnya.

1.2 TUJUAN

1. meningkatkan Kesehatan Lansia melalui pemberdayaan produktif

2. Melaksanakan senam Lansia agar lansia tetap bugar

1.3 Rumusan Masalah

1. bagaimana melaksanakan posyandu lansia melalui pemberdayaan lansia

1.4 MANFAAT

Manfaat dari pemberdayaan Lansia adalah pengetahuan lansia menjadi

meningkat dan lansia menjadi mandiri, yang menjadi dasar pembentukan sikap dan

dapat mendorong minat atau motivasi mereka untuk selalu mengikuti kegiatan

posyandu lansia sehingga lebih percaya diri dihari tuanya.


2
1.5 SISTEMATIKA PENULISAN

Bab I. Pendahuluan

Bab II. Tinjauan teori

Bab III. Gambaran Umum Pelayanan Puskesmas Lolo

Bab IV ISI (KEGATAN PEMBERDAYAAN LANSIA)

Bab V. Penutup

3
BAB II

TINJAUAN TEORI

2.1 PENGERTIAN

Posyandu lansia adalah pos pelayanan terpadu untuk masyarakat usia lanjut di
suatu wilayah tertentu yang sudah disepakati, yang digerakkan oleh masyarakat
dimana mereka bisa mendapatkan pelayanan kesehatan. Posyandu lansia merupakan
pengembangan dari kebijakan pemerintah melalui pelayanan kesehatan bagi lansia
yang penyelenggaraannya melalui program Puskesmas dengan melibatkan peran serta
para lansia, keluarga, tokoh masyarakat dan organisasi sosial dalam
penyelenggaraannya.
Posyandu lansia merupakan suatu fasilitas pelayanan kesehatan yang berada di
desa-desa yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat khususnya bagi
warga yang sudah berusia lanjut. Posyandu lansia adalah wahana pelayanan bagi
kaum usia lanjut yg dilakukan dari, oleh, dan untuk kaum usia yg menitikberatkan pd
pelayanan promotif dan preventif tanpa mengabaikan upaya kuratif dan rehabilitative.
Posyandu lansia merupakan upaya kesehatan lansia yg mencakup kegiatan yankes yg
bertujuan u/ mewujudkan masa tua yg bahagia dan berdayaguna
Penurunan kondisi fisik lanjut usia berpengaruh pada kondisi psikis. Dengan
berubahnya penampilan, menurunnya fungsi panca indra menyebabkan lanjut usia
merasa rendah diri, mudah tersinggung dan merasa tidak berguna lagi. Masalah
ekonomi yang dialami orang lanjut usia adalah tentang pemenuhan kebutuhan hidup
sehari-hari seperti kebutuhan sandang, pangan, perumahan, kesehatan, rekreasi dan
sosial. Dengan kondisi fisik dan psikis yang menurun menyebabkan lansia kurang
mampu menghasilkan pekerjaan yang produktif.
Di sisi lain mereka dituntut untuk memenuhi berbagai macam kebutuhan hidup
sehari-hari yang semakin meningkat dari sebelumnya, seperti kebutuhan akan
makanan bergizi seimbang, pemeriksaan kesehatan secara rutin, perawatan bagi yang
menderita penyakit ketuaan dan kebutuhan rekreasi. Didalam posyandu lansia ini, para
lansia dilayani dan diberi kemudahan dalam pemeriksaan kesehatan mereka. Mereka
hanya diminta datang tanpa dipungut biaya sama sekali, begitu juga dengan lansia
yang sudah tidak sanggup lagi untuk berjalan jauh akan diantar ke tempat pelayanan
atau dapat juga dilayani dirumah mereka.

4
2.2 Tujuan Posyandu Lansia

Tujuan pembentukan posyandu lansia secara garis besar antara lain :


1. Meningkatkan jangkauan pelayanan kesehatan lansia di masyarakat, sehingga
terbentuk pelayanan kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan lansia
2. Mendekatkan pelayanan dan meningkatkan peran serta masyarakat dan swasta
dalam pelayanan kesehatan disamping meningkatkan komunikasi antara
masyarakat usia lanjut.

Tujuan pengadaan program posyandu lansia yaitu:


1. Meningkatkan jangkauan pelayanan kesehatan lansia di masyarakat, sehingga
terbentuk pelayanan kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan lansia
2. Mendekatkan pelayanan dan meningkatkan peran serta masyarakat dan swasta
dalam pelayanan kesehatan disamping meningkatkan komunikasi antara
masyarakat usia lanjut
3. Supaya kesehatan para lansia terjaga dengan baik dan terkontrol.
Dengan begitu akan menurunnya angka kematian lansia pada usia 50– 65 tahun
Sedangkan inovasi yang akan dilakukan yaitu:

a. Sosialisasi posyandu lansia ke masyarakat dan pendekatan ke keluarga lansia


Adanya sosialisasi ini tentunya sangat mendukung dalam memberikan
pengertian ke masyarakat mengenai pentingnya pos pelayanan terpadu lansia
ini. Serta pendekatan dalam keluarga lansia juga berpengaruh agar keluarga
juga memberikan dukungan untuk lansia supaya memu mengikuti kegiatan
dalam posyandu ini. Selain dukungan tentunya ada usaha dari si anak untuk
mau mengantarkan lansia ke tempat pelayanan. Terlebih lagi sekarang ini
banyak sekali anak–anak yang tidak memperhatikan keadaan orang tuanya
(lansia), yang mereka tau memberikan makan tempat dan pakaian untuk lansia
itu sudah cukup tanpa memberikan adanya pemeriksaan kesehatan dan kondisi
psikis lansia.
b. Jemput lansia atau tangani ditempat Apabila jarak rumah dengan tempat
posyandu jauh dan tidak memungkinkan lansia untuk pergi sendiri serta tidak
ada kerabat yang mengantar, maka lansia tersebut akan dijemput oleh petugas
pelayanan secara gratis. Dengan begitu tidak ada lagi yang dikhawatirkan lansia
bagaimana caranya untuk ketempat posyandu. Sedangkan tangani ditempat
maksudnya adalah petugas mengadakan pelayanan posyandu di rumah lansia
karena tidak mampunya si lansia untk berjalan dalam artian si lansia itu sudah
tidak mampu lagi untuk melakukan kegiatan apa– apa. Jadi, petugas hanya

5
memeriksa tekanan darah, hemoglobin, kandungan putih telur, kandungan gula
dalam air seni serta penyuluhan kesehatan.
c. Pelayanan terpadu tanpa pungutan Posyandu lansia didirikan dan digerakkan
tanpa memungut biaya dari para lansia karena telah ada anggaran dari
pemerintah untuk dana kesehatan masyarakat khususnya lansia. Dengan begitu
posyandu lansia akan dapat menjangkau semua lapisan masyarakat baik lapisan
bawah sekalipun. Pelayanan yang diberikan juga sama rata tidak membeda–
bedakan, karena lansia tergolong mudah tersinggung apabila merasa dia
dibedakan oleh petugas dan itu justru akan memperburuk keadaan emosional si
lansia.
d. Tengok lansia Selain pemeriksaan khusus ditempat posyandu atau di
puskesmas setempat, juga terdapat program menengok kegiatan lansia
dirumah– rumah mereka. Petugas dating kerumah lansia, meneliti apa saja yang
dilakukan oleh lansia dan bagaimana cara keluarga mereka mamperlakukan
mereka dirumah. Untuk mempermudah petugas dalam memberikan tindak lanjut
dari lansia tersebut.

2.3 Sasaran Posyandu Lansia

1. Sasaran langsung
Kelompok pra usia lanjut (45-59 tahun), Kelompok usia lanjut (60 – 69 tahun ),
Kelompok usia lanjut dengan resiko tinggi (70 tahun ke atas)
2. Sasaran tidak langsung
Keluarga dimana usia lanjut berada, organisasi sosial yang bergerak dalam
pembinaan usia lanjut, masyarakat luas

2.4 Pelaksanaan

Pelaksanaan kegiatan dengan menggunakan sistem 5 meja yaitu:


a. Meja 1: Pendaftaran
Mendaftarkan lansia, kemudian kader mencatat lansia tersebut. Lansia yang sudah
terdaftar di buku register langsung menuju meja selanjutnya.
b. Meja 2: Kader melakukan pengukuran tinggi badan, berat badan, dan tekanan
darah
c. Meja 3: Pencatatan (Pengisian Kartu Menuju Sehat)
Kader melakukan pencatatan di KMS lansia meliputi : Indeks Massa Tubuh, tekanan
darah, berat badan, tinggi badan.
d. Meja 4: Penyuluhan

6
Penyuluhan kesehatan perorangan berdasarkan KMS dan pemberian makanan
tambahan.
e. Meja 5: Pelayanan medis
Pelayanan oleh tenaga professional yaitu petugas dari Puskesmas/kesehatan
meliputi kegiatan : pemeriksaan dan pengobatan ringan.

2.5 Pelayanan Posyandu Lansia

Bentuk Pelayanan Posyandu Lansia


Pelayanan Kesehatan di Posyandu lanjut usia meliputi pemeriksaan Kesehatan
fisik dan mental emosional yang dicatat dan dipantau dengan Kartu Menuju Sehat
(KMS) untuk mengetahui lebih awal penyakit yang diderita (deteksi dini) atau ancaman
masalah kesehatan yang dihadapi.
Jenis Pelayanan Kesehatan yang diberikan kepada usia lanjut di Posyandu
Lansia seperti tercantum dalam situs Pemerintah Kota Jogjakarta adalah:
1. Pemeriksaan aktivitas kegiatan sehari-hari meliputi kegiatan dasar dalam
kehidupan, seperti makan/minum, berjalan, mandi, berpakaian, naik turun tempat
tidur, buang air besar/kecil dan sebagainya.
2. Pemeriksaan status mental. Pemeriksaan ini berhubungan dengan mental
emosional dengan menggunakan pedoman metode 2 (dua ) menit.
3. Pemeriksaan status gizi melalui penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi
badan dan dicatat pada grafik indeks masa tubuh (IMT).
4. Pengukuran tekanan darah menggunakan tensimeter dan stetoskop serta
penghitungan denyut nadi selama satu menit.
5. Pemeriksaan hemoglobin menggunakan talquist, sahli atau cuprisulfat
6. Pemeriksaan adanya gula dalam air seni sebagai deteksi awal adanya penyakit gula
(diabetes mellitus)
7. Pemeriksaan adanya zat putih telur (protein) dalam air seni sebagai deteksi awal
adanya penyakit ginjal.
8. Pelaksanaan rujukan ke Puskesmas bilamana ada keluhan dan atau ditemukan
kelainan pada pemeriksaan butir 1 hingga 7. Dan

9. Penyuluhan Kesehatan.
Kegiatan lain yang dapat dilakukan sesuai kebutuhan dan kondisi setempat
seperti Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dengan memperhatikan aspek
kesehatan dan gizi lanjut usia dan kegiatan olah raga seperti senam lanjut usia, gerak
jalan santai untuk meningkatkan kebugaran.

7
Untuk kelancaran pelaksanaan kegiatan di Posyandu Lansia, dibutuhkan, sarana
dan prasarana penunjang, yaitu: tempat kegiatan (gedung, ruangan atau tempat
terbuka), meja dan kursi, alat tulis, buku pencatatan kegiatan, timbangan dewasa,
meteran pengukuran tinggi badan, stetoskop, tensi meter, peralatan laboratorium
sederhana, thermometer, Kartu Menuju Sehat (KMS) lansia

Persoalan yang ada dalam posyandu lansia yang mendesak adanya pemecahan dan
pengembangan didalamnya yaitu:

1. Pengetahuan lansia yang rendah tentang manfaat posyandu Pengetahuan lansia


akan manfaat posyandu ini dapat diperoleh dari pengalaman pribadi dalam
kehidupan sehari-harinya. Dengan menghadiri kegiatan posyandu, lansia akan
mendapatkan penyuluhan tentang bagaimana cara hidup sehat dengan segala
keterbatasan atau masalah kesehatan yang melekat pada mereka.
2. Dengan pengalaman ini, pengetahuan lansia menjadi meningkat, yang menjadi
dasar pembentukan sikap dan dapat mendorong minat atau motivasi mereka untuk
selalu mengikuti kegiatan posyandu lansia
3. Jarak rumah dengan lokasi posyandu yang jauh atau sulit dijangkau jarak posyandu
yang dekat akan membuat lansia mudah menjangkau posyandu tanpa harus
mengalami kelelahan atau kecelakaan fisik karena penurunan daya tahan atau
kekuatan fisik tubuh. Kemudahan dalam menjangkau lokasi posyandu ini
berhubungan dengan faktor keamanan atau keselamatan bagi lansia. Jika lansia
merasa aman atau merasa mudah untuk menjangkau lokasi posyandu tanpa harus
menimbulkan kelelahan atau masalah yang lebih serius, maka hal ini dapat
mendorong minat atau motivasi lansia untuk mengikuti kegiatan posyandu. Dengan
demikian, keamanan ini merupakan faktor eksternal dari terbentuknya motivasi
untuk menghadiri posyandu lansia.
4. Kurangnya dukungan keluarga untuk mengantar maupun mengingatkan lansia untuk
datang ke posyandu Dukungan keluarga sangat berperan dalam mendorong minat
atau kesediaan lansia untuk mengikuti kegiatan posyandu lansia. Keluarga bisa
menjadi motivator kuat bagi lansia apabila selalu menyediakan diri untuk
mendampingi atau mengantar lansia ke posyandu, mengingatkan lansia jika lupa
jadwal posyandu, dan berusaha membantu mengatasi segala permasalahan
bersama lansia.
Sikap yang kurang baik terhadap petugas posyandu Penilaian pribadi atau sikap
yang baik terhadap petugas merupakan dasar atas kesiapan atau kesediaan lansia
untuk mengikuti kegiatan posyandu. Dengan sikap yang baik tersebut, lansia cenderung
untuk selalu hadir atau mengikuti kegiatan yang diadakan di posyandu lansia. Hal ini

8
dapat dipahami karena sikap seseorang adalah suatu cermin kesiapan untuk bereaksi
terhadap suatu obyek. Kesiapan merupakan kecenderungan potensial untuk bereaksi
dengan cara-cara tertentu apabila individu dihadapkan pada stimulus yang
menghendaki adanya suatu respons
2.6 Indikator Keberhasilan
Program ini dapat dikatakan berhasil apabila dapat terpenuhinya indicator–indicator
keberhasilan. Indicator– indicator keberhasilan yang dimaksud yaitu:
1. Kesehatan lansia meningkat yang dapat dibuktikan dengan KMS (Kartu Menuju
Sehat) Lansia
2. Penurunan tingkat kematian usia 50– 65 tahun sampai 70%
3. Lansia yang mengikuti program ini atau lansia yang terdaftar dalam program ini
mencapai 80% setiap desa
Lansia yang mempunyai kadar gula tinggi menjadi relative normal bahkan
berkurang.

9
BAB III

GAMBARAN UMUM UPT PUSKESMAS LOLO

Puskesmas Lolo terletak di bagian timur Puskesmas Lolo denga ketinggian 800-
1000 dlp. Daerah ini beriklim tropis dengan suhu rata-rata sekitar 220 C
Batas-batas wilayah Puskesmas Lolo:
 Sebelah Utara : Jujun Kec. Keliling Danau
 Sebelah Selatan : wilayah kerja Puskesmas Lempur
 Sebelah Timur : wilayah kerja Puskesmas Bukit Kerman
 Sebelah Barat : provinsi Bengkulu
Jarak Puskesmas Lolo dengan Kota sungai penuh:
 42 km
3.1 Luas Wilayah dan Jumlah Desa/Kelurahan
Wilayah administratif puskesmas Lolo terbagi menjadi 9 Desa,
Tabel 2.1
Luas Wilayah dan Jumlah Desa/Kelurahan per Kecamatan di Puskesmas Lolo
Tahun 2016

LUAS
JUMLAH JUMLAH
NO KECAMATAN WILAYAH
DESA KELURAHAN
(KM2)
(1) (2) (3) (4) (5)
1 Pasar Kerman 2463 1
2 Lolo Gedang 3025 1
3 Lolo Hilir 2316 1
4 Muaro Lhulo 3987 1 0
5 Sei Hangat 1016 1
6 Lolo Kecil 1324 1
7 Bintang Marak 1960 1
8 Talang Kemuning 3500 1
9 Tanjung Syam 1700 1

JUMLAH 21292 9
Sumber : Data Demografi Desa Tahun 2016

Dari tabel di atas menunjukkan bahwa Wilayah Puskesmas Lolo memiliki Desa 9

Desa

3.2 VISI UPT PUSKESMAS LOLO

BUKIT KERMAN SEHAT,MANDIRI, DAN BERBUDAYA

10
3.3 MISI PUSKESMAS

1. Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui pemberdayaan masyarakat

2. Meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat dengan

penyediaan sarana pelayanan kesehatan yang merata, bermutu dan terjangkau

3. Meningkatkan kualitas dan kuantitas sumber daya kesehatan serta pemerataan

sumber daya tenaga kesehatan yang paripurna

4. Mewujudkan kemandirian dan peran serta masyarakat dalam pembangunan

kesehatan

11
BAB IV

PEMBERDAYAAN LANSIA AGAR SEHAT DAN MANDIRI

Pemberdayaan lansia merupakan upaya Pendekatan pengambangan yaitu dengan

menggunakan pendekatan social action.Karena program yang ditawarkan sekedar untuk

mengembangkan program yang sudah ada.Untuk lebih menarik obyek dan lebih menginisiatif

supaya lapisan masyarakat juga ikut berpartisipasi pada posyandu lansia ini.Dengan begitu

posyandu lansia dapat melayani para lansia dengan maksimal karena telah matangnya program

yang ada dan adanya inovasi yang menarik dari program tersebut.

Tabel 4.1 Sasaran pra lansia dan lansia

NO DESA SASARAN PRA LANISA DAN LANSIA

UMUR 45-59 UMUR 60-69 UMUR >70


TAHUN TAHUN TAHUN

1 Pasar Kerman 13 24 67 52 22 29

2 Lolo Gedang 79 86 87 93 36 47

3 Lolo Kecil 100 89 28 44 18 29

4 Talang Kemuning 64 78 32 37 13 22

5 Tanjung Syam 40 39 13 16 11 4

6 Lolo Hilir 89 76 62 69 36 38

7 Sungai Hangat 57 47 17 17 4 13

8 Bintang Marak 31 5 10 16 6 8

9 Muaro Lolo 35 28 17 18 4 5

JUMLAH 508 472 333 362 150 195

Strategi yang akan digunakan untuk pengembangan program ini yaitu dengan
Diversification Strategies, dimana program– program yang sudah ada akan diberi
inovasi– inovasi baru supaya lebih menarik. Dan dengan adanya penambahan
layanan–layanan baru supaya posyandulansia dapat menjangkau lansia pada seluruh

12
lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Streategi yang dilaksanakan dapat diperinci
sebagai berikut:
1. Senam lansia

Senam Lansia adalah satu bentuk latihan fisik yang memberikan pengaruh baik

terhadap tingkat kemampuan fisik manusia, bila dilaksanakan dengan baik dan

benar. Senam atau latihan fisik sering diidentifikasi sebagai suatu kegiatan yang

meliputi aktifitas fisik yang teratur dalam jangka waktu dan intensitas tertentu.

Senam merupakan bagian dari usaha menjaga kebugaran termasuk kesehatan

jantung dan pembuluh darah, dan sebagai bagian dari program retabilitas bagi

mereka yang telah menderita(Puslitbang Depkes RI,2003:6).

Senam lansia merupakan bagian dari latihan fisik. Latihan fisik adalah segala

upaya yang dilaksanakan untuk meningkatkan kebugaran jasmani dan kondisi

fisik lansia (Sri Surini, 2003)

2. Pembentukan Kelompok Toga lansia

Tanaman obat keluarga disebut demikian karena Toga adalah singkatan dari

tanaman obat yang berkhasiat sebagai obat dalam rangka memenuhi keperluan

keluarga akan obat-obatan. Kebun tanaman obat atau bahan obat dan

selanjutnya dapat disalurkan kepada masyarakat, khususnya obat yang berasal

dari tumbuh-tumbuhan. Kegatan penamaman toga ini agar lansia tetap

melaksanakan aktifitas fisik nya untuk menjaga kebugaran tubuh

3. Kerajinan Tangan

Kerajinan tangan yang dilakukan oleh para lansia agar dapat berkumpul dan

melaksanakan kegiatan positif adapun kerajinan tangan yang di buat oleh lansia

yaitu , tempat tisu dan pembuatan bros jilbab.

13
BAB V

Penutup

5.1 Kesimpulan
Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Lanjut Usia adalah suatuwadah pelayanan
kepada lanjut usia di masyarakat, yang prosespembentukan dan pelaksanaannya
dilakukan oleh masyarakatbersama lembaga swadaya masyarakat (LSM), lintas
sektorpemerintah dan non-pemerintah, swasta, organisasi sosial dan lain-lain, dengan
menitik beratkan pelayanan kesehatan pada upayapromotif dan preventif. Disamping
pelayanan kesehatan, di PosyanduLanjut Usia juga dapat diberikan pelayanan sosial,
agama, pendidikan,ketrampilan, olah raga dan seni budaya serta pelayanan lain
yangdibutuhkan para lanjut usia dalam rangka meningkatkan kualitashidup melalui
peningkatan kesehatan dan kesejahteraan mereka.Selain itu mereka dapat beraktifitas
dan mengembangkan potensi diri.

5.2 Saran
Untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat terutama para lansia maka perlu
adanya pengembangan dari Posyandu Lansia tersebut dengan mengembangkan
kegiatan Lansia yang lebih Produktif lagi.

14
Lampiran

Pembuatan kerajinan tangan Tempat tisue

Pembuatan Kerajinan Tangan Bros Jilbab

15
Kelompok Toga Lansia

16