Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN PRAKTIKUM PROPERTI MATERIAL

J-03 TITIK NYALA DAN TITIK BAKAR DENGAN CLEVELAND OPEN


CUP

KELOMPOK P4:
Amanda Yohanna : 1706025270
Amirah Syifa : 1706025333
Imelda Meyvita : 1706025453
Kamilah Azzahra : 1706025472
Ade Ambya Piliang : 1706026443

Tanggal Praktikum : 24 November 2018


Nama Asisten : M. Rafky S. Danifaro
Tanggal Disetujui :
Nilai :
Paraf Asisten :

LABORATORIUM STRUKTUR DAN MATERIAL


DEPARTEMEN TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS INDONESIA
DEPOK 2018
J-03 – TITIK NYALA DAN TITIK BAKAR DENGAN CLEVELAND OPEN
CUP

I. TUJUAN PERCOBAAN

Menentukan titik nyala dan titik bakar dari semua jenis hasil minyak bumi kecuali minyak
bakar dan bahan lainnya yang mempunyai titik nyala open cup kurang dari 79 °C. Titik
nyala adalah suhu pada saat terlihat nyala singkat pada suatu titik diatas permukaan aspal.
Titik bakar adalah suhu pada saat terlihat nyala sekurang-kurangnya 5 detik pada suatu titik
diatas permukaan aspal.

II. PERALATAN PERCOBAAN

1. Termometer
2. Cleveland open cup yaitu cawan kuningan
3. Pelat Pemanas, terdiri dari logam, untuk melekatkan cawan Cleveland dan bagian
diatas dilapisi seluruhnya oleh asbes setebal 0,6 cm (1/4”)

4. Sumber Pemanas, Pembakar gas atau tungku listrik, atau pembakar alcohol yang
tidak menimbulkan asap atau nyala disekitar bagian atas cawan.
5. Penahan angin, alat yang menahan angin apabila digunakan nyala sebagai
pemanas.
6. Nyala penguji, yang dapat diatur dan memberikan nyala dengan diameter
3,2 – 4,8 mm dengan panjang tabung 7,5 cm.
III. TEORI

Aspal atau bitumen adalah suatu cairan kental yang merupakan senyawa
hidrokarbon dengan sedikit mengandung sulfur, oksigen, danklor. Aspal akan bersifat
padat pada suhu ruang dan bersifat cair biladipanaskan. Aspal merupakan bahan yang
sangat kompleks dan secarakimia belum dikarakterisasi dengan baik. Kandungan
utama aspal adalah senyawa karbon jenuh dan tak jenuh, alifatik dan aromatic yang
mempunyai atom karbon sampai 150 per molekul. Kandungan utama aspal adalah
senyawa karbon jenuh dan tak jenuh, alifatik dan aromatic yang mempunyai atom
karbon sampai 150 per molekul. Atom-atom selain hidrogen dan karbon yang juga
menyusun aspal adalah nitrogen, oksigen, belerang, dan beberapa atom lain.
Titik nyala adalah suhu saat aspal mulai menyala sekurang – kurangnya 5 detik.
Pemeriksaan dilakukan dengan Cleveland open cup dan perlu diketahui untuk
memperkirakan suhu maksimum atau temperature maksimum pemanasan sehingga
aspal tidak terbakar. Hasil pemeriksaan dipengaruhi oleh tiupan angin dan kecepatan
kenaikan suhu, sehingga untuk membedakan titik nyala dan titik bakar perlu dilakukan
diruangan tidak terlalu terang.Dimaksudkan untuk menentukan titik nyala dan titik
bakar darisemua jenis hasil minyak bumi kecuali minyak bakar dan bahan lainnya yang
mempunyai titik nyala open cup kurang dari 79 º C.
Syarat aspal AC 60/70 titik nyala sebesar minimal 200ºC. Titik bakar aspal, yaitu
angka yang menyatakan besarnya suhu aspal yang dipanaskan ketika dilewatkan nyala
penguji diatas aspal terjadi kilatan api lebih dari 5 detik. Semakin tinggi titik nyala dan
titik bakar aspal, maka aspal tersebut semakin baik. Besarnya nilai titik nyala dan
titik bakar tidak berpengaruh terhadap kualitas perkerasan, karena pengujian inihanya
berhubungan dengan keselamatan pelaksanaan khususnya pada saat pencampuran
(mixing) terhadap bahaya kebakaran
IV. BENDA UJI

a. Panaskan contoh aspal antara 148,9 °Cdan 176 °C sampai cukup cair.
b. Kemudian isilah cawan cleveland sampai garis dan hilangkan (pecahkan)
gelembung udara yang ada pada permukaan cairan.
V. PROSEDUR

1. Mempersiapkan peralatan beserta benda uji yang praktikan perlukan.


2. Memanaskan aspal sampai aspal mencair, diperkirakan suhunya 60℃.
3. Mengisi cawan Cleveland sampai garis dan menghilangkan (pecahan) gelembung
udara yang ada pada permukaan cawan.
4. Meletakkan cawan diatas kompor pemanas tetap dibawah titik tengah-tengah cawan.
5. Meletakkan nyala penguji dengan poros pada jarak 7,5 cm dari titik tengah cawan.
6. Memasang termometer, menyalakan kompor.
7. Mencatat perubahan suhu setiap menit sampai menemukan titik nyala dan titik bakar.
8. Mencatat pada suhu berapa dan berapa menit selang waktu dari titik nyala ke titik
bakar.

VI. DATA PERCOBAAN


Pemeriksaan Titik Nyala dan Titik Bakar Aspal Pemeriksaan Titik Nyala dan Titik
Bakar Aspal (Cleveland Open Cup)

Table 1 Data Percobaan Titik Nyala dan Titik Bakar


No Waktu (menit) Suhu (℃)
1 1 35
2 2 35,5
3 3 35,8
4 4 39
5 5 56
6 6 85
7 7 110
8 8 145
9 9 185
10 10 210
11 11 255
12 12 270
13 13 280
14 14 292
15 15 300
16 16 309
17 17 318
18 18 322
19 19 329
20 20 332
21 21 338
22 22 339
23 23 341
24 24 342
25 25 347
26 26 349

Table 2 Hasil Titik Nyala dan Tititk Bakar


Titik Nyala Titik Bakar
Waktu Waktu
Suhu (°C) Suhu (°C)
(menit) (menit)
28 349 28:05 350

VII. ANALISIS
1. Analisis Percobaan
Praktikum Properti dan Material Titik Nyala dan Titik Bakar dilakukan
pada hari Minggu tanggal 25 November 2018 memiliki tujuan untuk menentukan
titik nyala dan titik bakar dari semua jenis hasil minyak bumi kecuali minyak bakar
dan bahan lainnya yang mempunyai titik nyala open cup kurang dari 79 °C. Titik
nyala adalah suhu pada saat terlihat nyala singkat pada suatu titik diatas permukaan
aspal. Pada praktikum ini, praktikan menggunakan aspal yang telah dipanaskan
antara 148,9 °Cdan 176 °C sampai cukup cair. Kemudian mengisi cawan cleveland
sampai garis dan hilangkan (pecahkan) gelembung udara yang ada pada permukaan
cairan dengan benda uji. Praktikan perlu memperhatikan ketelitian, kemampuan
pengukuran, dan keutuhan alat untuk melakukan pengujian.
Setelah mempersiapkan benda uji, praktikan meletakan cawan diatas pelat
pemanas dan meletakan nyala uji dengan poros jarak 7,5 cm dari tengah cawan.
Kemudian praktikan menempatkan thermometer tegak lurus benda uji dengan 6,4
mm diatas dasar cawan. Setelah menyalakan nyala api praktikan mencatat suhu tiap
menitnya menggunakan stopwatch hingga mendapatkan titik nyala dan titik
bakarnya.

2. Analisis Hasil
Pada praktikum kali ini, data-data yang dihasilkan diolah oleh praktikan
telah dipaparkan pada table 1 dari menit ke 1 sampai menit ke 26. Setiap menitnya
telah dicatat suhunya hingga menemukan titik nyala pada menit ke 26 sebesar
349°C. Dan mendapatkan suhu titik bakar 5 detik setelahnya sebesar 350°C.
Titik nyala dan titik bakar yang didapat memenuhi standar yang ada yaitu
diatas 200°C, sehingga pemanasan maksimum dimana masih dalam batas aman
pengerjaan adalah 349°C dan karakteristik aspal tidak berubah akibat dipanaskan
jika tidak melebihi 350°C. Titik nyala dan titik bakar yang didapat cukup tinggi,
sehingga aspal termasuk aspal yang baik karena semakin tinggi titik nyala dan titik
bakar aspal, maka aspal tersebut semakin baik. Besarnya nilai titik nyala dan
titik bakar tidak berpengaruh terhadap kualitas perkerasan, karena pengujian
berhubungan dengan keselamatan pelaksanaan khususnya pada saat pencampuran
(mixing) terhadap bahaya kebakaran.

3. Analisis Kesalahan
Selama Praktikum dapat terjadi kesalahan sebagai berikut:
a. Kurangnya ketelitian pada saat membaca suhu temperature pada
termometer.
b. Terdapat kekeliruan atau ketidaktepatan waktu, dalam membaca
thermometer untuk tepat setiap 60 detik.

4. Analisis K3
Pada saat praktikum, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan dari segi
keselamatan kerja dan keamanan, diantaranya :
a. Praktikan menggunakan jas lab agar tidak terkena kulit atau pakaian langsung
dari bahan-bahan berbahaya yang terdapat di lab.
b. Praktikan menggunakan sepatu tertutup agar kaki terlindungi dari bahan-bahan
berbahaya yang terdapat di lab.
c. Praktikan menggunakan masker untuk menghindari debu-debu materil agar tidak
terhirup bahan-bahan berbahaya yang terdapat di lab.
d. Praktikan berhati-hati saat menggunakan peralatan praktikum agar tidak terjadi
hal-hal yang membahyakan dan tidak merusak peralatan praktikum.

VIII. KESIMPULAN
1. Praktikan dapat menentukan titik bakar dan titik nyala menggunakan celeland
open cup.
2. Didapat Titik nyala aspal sebesar 349°C
3. Didapat Titik bakar aspal sebesar 350°C
IX. REFERENSI

 Laboratorium Struktur dan Material, Departemen Teknik Sipil, Universitas


Indonesia. Pedoman Praktikum Pemeriksaan Bahan Pekerjaan Jalan.
Modul J-03. Titik Nyala dan Titik Bakar.
 http://sisni.bsn.go.id/SNI 06-2433 - 1991,
Metode pengujian titik nyala dantitik bakar aspal.
Diunduh pada tanggal 20 November 2018
LAMPIRAN

Gambar 1 Cleveland open cup

Gambar 2. Pengambilan Data