Anda di halaman 1dari 25

TREATMENT AIR PADA PT BUANA MEGAH PAPER

Makalah

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah : Utilitas.

Dosen pengampu: Vivi Nurhadianty, ST,. MT.

Disusun Oleh:

Ulul Azmi (145061100111016)


Nadya Churin’ien T. (145061101111012)
R. Dimas Arif H. (145061101111016)
Zaidar Wahida Zia (145061101111030)

PROGRAM STUDI TEKNIK KIMIA


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG

BAB I
PENDAHULUAN

1
Perkembangan industri saat ini tidak hanya meningkatkan kesejahteraan masyarakat
saja, namun juga mampu menimbulkan ekternalitas negatif. Hal ini terjadi karena selain
menghasilkan produk sebagai hasil akhir produksi, industri ini juga menghasilkan limbah dari
sisa kegiatan produksi. Limbah industri akan berdampak negatif bagi lingkungan, jika tidak
dilakukan pengolahan dengan tepat dapat menimbulkan pencemaran lingkungan yang
melewati daya dukung lingkungan sehingga menyebabkan menurunnya kualitas lingkungan
dan selanjutnya dapat membahayakan kehidupan dan kesejahteraan makhluk hidup.
Industri pulp dan kertas merupakan salah satu jenis industri di Indonesia yang
berkembang baik secara kualitas maupun kuantitas, untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri
dan kebutuhan ekspor. Industri pulp dan kertas ini merupakan industri yang menghasilkan
bubur kertas (pulp) dan kertas yang menggunakan kayu sebagai bahan utama proses produksi.
Selain itu, industri ini juga menggunakan bahan baku berupa air dan juga bahan penunjang
produksi berupa senyawa kimia sebagai pelarut atau pemutih seperti H2SO3, dan juga larutan
H2SO3 untuk proses pembentukan bubur kertas dari kayu lapis.
Air merupakan sumber kebutuhan utama makhluk hidup di bumi untuk peredaran
darah, pencernaan, pengaturan suhu, pembuangan, metabolisme, untuk memenuhi kebutuhan
domestik, pembangkit tenaga listrik dan kebutuhan industri. Air dapat diambil dari dalam
tanah, hujan, sungai, laut dan lain sebagainya. Namun saat ini, dengan semakin bertambahnya
jumlah penduduk di bumi maka kebutuhan akan air bersih pun meningkat. Untuk
mendapatkan secara langsung air bersih dari sumbernya sangatlah mustahil, karena daerah
aliran sungainya telah dicemari oleh berbagai faktor, antara lain limbah-limbah pabrik dan
rumah tangga, limbah pertanian, sampah, konversi lahan dan lain.
Di Indonesia mengkonsumsi sebagian besar air yang digunakakan oleh industri pulp
dan kertas karena membutuhkan sejumlah besar air hampir 60 sampai 70 meter kubik rata-rata
untuk menyelesaikan produk. Air akan digunakan dalam seluruh proses dari proses
pembuatan kertas. Pulp dan kertas pabrik menghasilkan air limbah dan limbah padatan dalam
jumlah yang besar, sehingga memberikan sejumlah masalah dalam pengolahan air limbah dan
pembuangan limbah lumpur. Air limbah dan pengelolaan limbah padat di industri pulp dan
kertas untuk pembuatan kertas, ada peningkatan jumlah teknologi untuk menangani dan
strategi inovatif untuk menggunakan kembali air, juga diperlukan solusi yang layak untuk
pengolahan lumpur. Industri pulp dan kertas mengandung kontaminan dalam aliran limbah
yang melibatkan padatan limbah dan sedimen AOX (Absorbable Organic halides) C / BOD
(Chemical atau Biological Oxygen Demand).
Berbagai ahli industri mengatakan bahwa hampir 85 sampai 90% dari air yang
digunakan dalam industri kertas dan pulp sebagai proses air akan menghasilkan air dalam
jumlah besar yang terkontaminasi dan membutuhkan solusi untuk pengolahan air limbah.

2
Pilihan dalam menangani limbah melibatkan pengobatan utama seperti klarifikasi pemisahan
padatan dan materi partikulat dan pengolahan sekunder secara biologis untuk menghapus
bahan organik biodegradable dan mengurangi toksisitas limbah. Selain itu, teknologi
pengolahan tersier seperti filtrasi membran, desinfeksi UV, pertukaran ion, dan karbon aktif
granular juga dapat digunakan untuk lebih mengolah air limbah untuk kualitas yang lebih
tinggi.

BAB II
PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN PABRIK KERTAS AND PULP

3
Kertas berasal dari industri kehutanan dan sumber utama kertas adalah pohon, yang
secara luas digunakan oleh orang dalam masyarakat di seluruh dunia. Kertas memiliki
ruang lingkup yang luas, selain penggunaan langsung dapat diaplikasikan secara luas
seperti penerbitan surat-surat di berbagai industri. Selain itu, juga menghasilkan beberapa
bahan kimia yang akan dihasilkan selama proses pembuatan sebagai produk dari industri
pulp dan kertas. (Muljaningsih, 2010).
Sepanjang sejarah pembuatan kertas dapat dibedakan menjadi dua, yaitu secara
tradisional dan modern, pembuatan kertas secara tradisional telah berlangsung lama di
Thailand dan Cina. Caranya, bahan – bahan mengandung selulose seperti gandum, pati,
atau batang tebu dimasak dalam air dan dicampur abu. Lalu bahan – bahan yang telah
diolah tersebut ditumbuk dengan batang kayu untuk mempermudah pelepasan serat.
Proses ini dikenal dengan sebutan pulping. Sedangkan serat untuk membuat bubur kayu
dinamakan pulp. (Muljaningsih, 2010).
Dalam produksi kertas secara besar – besaran (modern), terdapat dua macam pilp,
yakni pulp mekanis dan pulp kimia. Keduanya sama – sama memakai bahan bau dari
kayu.
a. Pulp mekanis
Pulp mekanis dibuat dengan cara menumbuk atau menggiling selulose. Jenis
pulp ini sangat baik dipergunakan untuk koran kerena mampu menyerap tinta dan
cepat kering. Namun, pulp mekanis sangat lunak dan gampang kehilangan kekuatan
jika basah. Di dalam pulp mekanis terkandung partikel kayu berukuran kecil yang
belum terdusir menjadi serat dan masih tampak oleh mata telanjang. Hasil kertas
berasal dari pulp mekanis ini sering disebut serat kayu (woody).
b. Pulp kimia
Kertas yang terbuat dari serat selulose dikenal paling kuat dan tidak mudah rusak
saat diolah. Pertama, kayu berbentuk batangan dipecah menjadi remah – remah kecil
menggunakan mesin. Setelah itu, dimasak pada suhu bertekanan tinggi bersama
bahan kimia peluluh ikatan antar serat yang mempercepat terbentuknya bubur kayu
(pulp).
Berikut bahan – bahan kimia yang biasa dipakai dalam proses pembuatan pulp
kimia.
- Causatik soda dan sodium sulphate menjadikan serat kasar dan sangat kuat yang
dikenal dengan nama kraft. Karena kekuatannya, bahan ini sangat cocok untuk
kantong dan kotak pengemas barang – barang berat dan elektronik.
- Jenis sulphit misal amonium dan kalsium digunakan untuk menghasilkan serat
halus bahan baku kertas cetak dan tulis berkualitas tinggi. Kertas semacam ini
biasanya dibuat berwarna putih, sangat bagus dan kuat, serta harganya relatif
mahal.
4
(Muljaningsih, 2010).
Industri bubur kayu (pulp) dan kertas di Indonesia masih jauh dari yang diharapkan.
Sekitar 80% kebutuhan kertas masih terus didatangkan dari negara lain. Di Indonesia
pada tahun 1972 terdapat tujuh pabrik kertas, empat buah berada di Jawa dan tiga lainnya
terdapat di luar Jawa. Kapasitas rata –rata 30 ton/hari atau sama dengan 35.330 ton/tahun.
Pada tahun 1981 telah dibangun lima unit parik baru berkapasitas 1.000 ton untuk tiga
shift. (Muljaningsih, 2010).
Salah satu Industri Kertas yang ada di Indonesia yaitu PT Buana Megah Paper dengan
luas industri kurang lebih 90.000 m2, yang berlokasi di Jalan Raya Cangkring Malang KM
40 antara Pasuruan – Sidoarjo, desa Beji, Pasuruan, Jawa Timur Indonesia. Pabrik ini
ramah lingkungan karena menggunakan limbah kertas sebagai bahan bakunya.
Produksinya berupa kertas coklat, putih, dan kertas berwarna. (PT. Buana Megah).

B. PENGERTIAN AIR
Air adalah sumber daya yang sangat penting di dunia, karena tanpa air kehidupan
tidak dapat berlangsung. Air merupakan sumber daya alam yang sangat diperlukan dalam
berbagai aspek kehidupan manusia, baik untuk keperluan domestik, industri maupun
pertanian. ( Murdiyarso, 2003).
Air juga banyak mendapat pencemaran. Berbagai jenis pencemar air berasal dari :
a. Sumber domestik (rumah tangga), perkampungan, kota, pasar, jalan, dan sebagainya.
b. Sumber non-domestik (pabrik, industri, pertanian, peternakan, perikanan, serta
sumber-sumber lainnya.
(Fardiaz, 1992).
Ciri – ciri air yang mengalami polusi sangat bervariasi tergantung dari jenis air dan
polutannya atau komponen yang mengakibatkan polusi. Sebagai contoh air minum yang
terpolusi mungkin rasanya akan berubah meskipun perubahan baunya mungkin sukar
dideteksi, bau yang menyengat mungkin akan timbul pada pantai laut, sungai, dan danau
yang terpolusi, kehidupan hewan air akan berkurang pada air sungai yang terpolusi berat,
atau minyak yang terlihat terapung pada permukaan air laut menunjukkan adanya polusi.
Tanda – tanda polusi air yang berbeda ini disebabkan oleh sumber dan jenis polutan yang
berbeda – beda. Untuk memudahkan pembahasan mengenai berbagai jenis polutan,
polutan air dapat dikelompokkan atas 9 grup berdasarkan perbedaan sifat – sifatnya
sebagai berikut :
1. Padatan
2. Bahan buangan yang membutuhkan oksigen (oxygen-demanding wastesI).
3. Mikroorganisme
4. Komponen organik sintetik
5. Minyak
6. Senyawa anorganik dan mineral
7. Bahan radioaktif
8. Panas
5
(Fardiaz, 1992).
Semua bahan pencemar secara langsung ataupun tidak langsung akan mempengaruhi
kualitas air. Berbagai usaha telah banyak dilakukan agar kehadiran pencemaran terhadap
air dapat dihindari atau setidaknya diminimalkan. (Fardiaz, 1992).
Untuk mengetahui apakah suatu air terpolusi atau tidak, diperlukan pengujian untuk
menentukan sifat – sifat air sehingga dapat diketahui apakah terjadi penyimpangan dari
batasan – batasan polusi air. Sifat – sifat air yang umumnya diuji dapat digunakan untuk
menentukan tingkat polusi air misalnya :
1. Nilai pH, keasaman, dan alkalinitas
2. Suhu
3. Warna, bau, dan rasa
4. Jumlah padatan
5. Nilai BOD/COD
6. Pencemaran mikroorganisme patogen
7. Kandungan minyak
8. Kandungan logam berat
9. Kandungan bahan radioaktif
(Fardiaz, 1992).
Pengertian air bersih menurut Permenkes RI No 416/Menkes/PER/IX/1990 adalah air
yang digunakan untuk keperluan sehari-hari dan dapat diminum setelah dimasak.
Sedangkan pengertian air minum menurut Kepmenkes RI No
907/MENKES/SK/VII/2002 adalah air yang melalui proses pengolahan atau tanpa proses
pengolahan yang memenuhi syarat kesehatan (bakteriologis, kimiawi, radioaktif, dan
fisik) dan dapat langsung diminum. Air baku adalah air yang digunakan sebagai
sumber/bahan baku dalam penyediaan air bersih. (Pynkyawati, 2015).
Sumber air baku yang dapat digunakan untuk penyediaan air bersih yaitu air hujan, air
permukaan (air sungai, air tanah dalam, mata air) (Hartomo, 1994; JICA, 1974; Linsley,
1989; Martin D, 2001; Sutrisno, 2002). Standar kualitas air bersih yang ada di Indonesia
saat ini menggunakan Permenkes RI No. 416/Menkes/Per/IX/1990 tentang Syarat –
Syarat dan Pengawasan Kualitas Air dan PP RI No.82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan
Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air, sedangkan standar kualitas air minum
menggunakan Kepmenkes RI No. 907/MENKES/SK/VII/2002 tentang Syarat-Syarat dan
Pengawasan Kualitas Air Minum. (Pynkyawati, 2015).

C. MACAM – MACAM AIR DALAM INDUSTRI KERTAS DAN PULP


Air proses atau biasa kita kenal sebagai process water memiliki fungsi yang berbeda
satu sama lainnya, oleh karena itu karakter serta spesifikasi air yang diperlukan juga
berbeda satu dengan yang lain, Ada beberapa peralatan proses yang membutuhkan air
secara terus-menerus dan dengan sifat tertentu, seperti:
1. Air proses (Process Water)

6
Untuk Pelarutan bahan, boiler dan destilasi. Kebutuhan process water untuk
boiler, pelarutan bahan , dimana diperlukan air yang terlebih dahulu di oleh melalui
ion exchange untuk meminimalisir timbulnya karat serta sumbatan pada pipa api dan
jalur distribusi uap dan kondensatnya. Produk air yang dihasilkan melalui ion
exchange kemudian disebut sebagai soft water bahkan dapat digunakan untuk
produksi hydrogen diperlukan demineralized water (demin water) agar H2 yang
diproduksi betul-betul 99,9 % murni.
2. Air untuk pendingin (Cooling Water) dan Heat Exchanger
Pada cooling tower, mesin, heat exchanger, condenser dll. Kebutuhan akan air
pendingin (cooling water) bisa di kategorikan kebutuhan umum dalam setiap mesin
penggerak, pengolahan air pendingin biasanya kurang diperhatikan oleh operator
pabrik karena persepsi yang salah dimana setiap air bersuhu rendah bisa digunakan.
Tetapi mereka lupa bahwa air pendingin disalurkan melalui pipa-pipa yang
diameternya terkadang cukup kecil, panjang dan melingkar-lingkar sehingga rawan
terhadap karat dan sumbatan tentunya
3. Air Sanitasi untuk kebutuhan domestik dan umum.
Air Sanitasi adalah air yang akan digunakan sebagai air untuk keperluan
domestik seperti memasak, toilet dan cuci-cuci lain biasanya digunakan air dari
sumber terdekat seperti Perusahaan air Minum (PAM) lokal maupun dari sumber
sumur dalam. Pengolahan biasanya dilakukan secara terbatas seperti penjernihan dan
aerasi terutama untuk mengurangi kadar besi yang biasanya berasosiasi dengan air dari
sumber sumur dalam (artesis).

D. SUMBER AIR DALAM INDUSTRI KERTAS


Dalam memenuhi kebutuhan air, suatu industri pada umumnya menggunakan air
sumur, air sungai, air danau maupun air laut sebagai sumber untuk mendapatkan air.
Sebagai salah satu Pabik Paper and pulp, PT Buana Megah Paper menggunakan sumber
air yang digunakan berasal dari sumur dalam (artesis) serta air sungai Bangil dimana
sebagai cadangan digunakan pasokan air dari penyedia jasa pengolahan air di Pasuruan
(PT Buana Megah Paper).

7
Gambar 2.1 denah lokasi PT Buana
Raw water yang di suplai dari PT Buana Megah Paper adalah air yang telah
diproses (treated water). Air bersih ini ditampung dalam bak, kemudian dialirkan ke
penyaring pasir (sand filter) untuk menyaring kotoran-kotoran halus yang masih ada
dalam air. Air dari sand filter dialirkan kedalam dua bak penampung Filtered Water
Storage Tank dan Portable Water Storage Tank. Dengan menggunakan pompa raw
water intake dialirkan ke tempat penampungan (cooling water storage tank).

Sumur Artesis Filtered Water


Bak Storage Tank
Pengendapan Sand Filter
Gambar 2.2 : Diagram alir pengolahan air
Air dari Sunagai Portable Water
Bangil Storege Tank

Gambar 2.3 : unit sedimentasi air umpan dan limbah PT Buana

8
Kandungan Sumber Air :
1. Air Artesis
Analisis secara Fisika :

9
10
Analisis secara Kimia

11
2. Air PDAM
Kandungan air PDAM Pasuuan di sesuaikan dengan aturan PERATURAN
MENTERI KESEHATAN Nomor : 416/MEN.KES/PER/IX/1990

12
3. Air Sungai Bangil
Menurut PemKab Kabupaten Pasuruan (Dinas Pengairan Kabupaten
Pasuruan), sungai bangil memilikik kandungan logam dan mineral yang tinggi seperti

13
Ca2+, Mg2+, Na2+, HCO3-, Fe2+,(Fe paling besar) selain dari pada kandungan
lumpur dan mikroorganisme seperti E-coli, salmonela, dan dan Streptococcus faecalis.

Air yang diperlukan di lingkungan pabrik digunakan untuk :


a. Air Proses
Air Proses digunakan pada neutralizer dan pencuci dan air pendingin pada reactor :
Tabel 2.1 Syarat- syarat air pendingin dan air proses

No Parameter Satuan Persyaratan Maximum

Once through Closed System


System
o
1 Suhu C - -

2 Ph Unit 5,0 – 8,2 8,5 – 9,75

3 Daya Hantar Listrik - - -


o
4 Total Kesadahan D 15 15

5 Kesadahan Ca ppm, CaCO3 200 200

6 Kesadahan Mg ppm,CaCO3 200 200

7 P alkalinity ppm,CaCO3 - -

8 Total alkalinity ppm,CaCO3 500 20

No Parameter Satuan Persyaratan Maximum

9 Kadar Sulfat ppm,SO4 680 200

10 Silikat ppm,SiO2 50 50

11 Kadar Besi ppm,Fe - 0,5

12 Kadar aluminium ppm,Al - 0,1

13 Kadar manganese ppm,Mn - 0,5

14 Padatan tersuspensi Ppm 5000 100

15 Padatan terlarut Ppm 1000 500

16 Total padatan Ppm 6000 600

17 Kadar bicarbonal ppm,HCO3 600 24

14
18 COD Ppm 75 75

19 Oksigen terlarut ppm,O2 - 0

20 Kadar CO2 ppm,CO2 - 0

21 Stability index - 6,5 – 7,0 6,0 – 7,0

(sumber :Ir,Diana A. MS, 2000)

b. Air Umpan Boiler


Tabel 2.2 Syarat-syarat air umpan boiler

No Parameter Satuan Persyaratan Maximum

0-150 150-700 700-1500


o
1 Suhu C - - -

2 Ph Unit 8-10 8,2-10 8,2-9

3 Daya Hantar Listrik - - - -


o
4 Kesadahan D 1,12 0 0

5 Kadar bicarbonate ppm,CaCO3 50 5 0

6 Total alkalinity ppm,CaCO3 140 70 40

7 Kesadahan Ca/Mg ppm,CaCO3 0 0 0

8 Kadar Chlorida ppm,CaCO3 0 0 0

9 Kadar Sulfat ppm,SO4 0 0 0

10 Kadar silikat ppm,SiO2 30 10 0,7

11 Kadar karbonat ppm,d 200 40 20

12 Kadar Hidroksida ppm,OH 50 30 15

13 Kadar Amonium ppm,NH4 0,1 0,1 0,1

14 Kadar H2S ppm,H2S 5 0 0

15 Kadar besi ppm,Fe 1 0,2 0,05

16 Kadar aluminium ppm,Al 5 0,1 0,01


15
17 Kadar Mangan ppm,Mn 0,3 0,1 0,01

18 Padatan tersuspensi Ppm 20 5 0

19 Padatan terlarut Ppm 700 150 50

20 Total padatan Ppm 720 155 50

21 Oksigen terlarut ppm, O2 1,4 0 0

22 Stability index - 6-7 6-7 6-7

23 Kadar tembaga ppm,Cu 0,5 0,05 0,05

(sumber:Sukartinah,1992;VECOM Ltd,2003)

c. Air Sanitasi
Air sanitasi digunakan untuk kebutuhan air minum, laboratorium, kantor dan
perumahan.

Tabel 2.3 Syarat-syarat air minum

Parameter Satuan Syarat Keterangan


Max yang Max yang
Fisika
Dianjurkan Diijinkan
o
Temperatur C Temp air alam Temp air alam

Bau Tdk berbau Tdk berbau

Rasa Tidak berasa Tidak berasa

Kekeruhan Mg SiO2/l 5 25

Residu terlarut Mg/l 500 1500

Daya hantar listrik Micromholan 400 1250 Ref 2

Kimia

Ph 6,5-8,5 6,5-8,5 Nilai


antara(range)

Kalsium (Ca) mg/lt 75 200

16
Magnesium mg/lt 30 150

Kesadahan mg/lt 350 - Min 10, ref 2

Barium (Ba) mg/lt Nihil 0,05

Parameter Satuan Persyaratan Maximum

Besi (Fe) mg/lt 0,1 1

Mangan (Mn) mg/lt 0,05 0,5

Tembaga (Cu) mg/lt Nihil 1

Seng (Zn) mg/lt 1 15

Krom heksavalen mg/lt Nihil 0,05

Kadmium (Cd) mg/lt Nihil 0,01

Raksa total (Hg) mg/lt 0,0005 0,001

Timbal (Pb) mg/lt 0,1

Arsen (As) mg/lt Nihil 0,05

Selenium (Se) mg/lt Nihil 0,01

Sianida (CN) mg/lt 0,05

Sulfida (S) mg/lt Nihil Nihil

Fluorida (F) mg/lt 1,5 Minimum


0,5

Klorida (Cl) mg/lt 200 600

Sulfat (SO4) mg/lt 200 400

Fosfor (P) mg/lt 0,3 2 Ref 2

Amoniak, NH3-N mg/lt Nihil Nihil

Nitrit(NO2-N) mg/lt Nihil Nihil

Nilai permanganat mg/lt Nihil 10

Senyawa aktif mg/lt

17
Biru metilen mg/lt Nihil 0,5

Fenol mg/lt 0,001 0,002

Minyak&lemak mg/lt Nihil Nihil

Karbon kloroform mg/lt 0,04 0,5


ekstrak

PCB mg/lt Nihil Nihil

Bakteriologi

Coliform total MPN/100 ml Nihil Nihil

Coliform total MPN/100 ml 5 Nihil Ref 2

Parameter Satuan Persyaratan maximum

Coli total MPN/100 ml Nihil Nihil Ref 2

Kuman-kuman

Patogenik/parasitik Nihil Nihil

Radioaktifitas

Aktifitas beta total pCi/l - 100

Strontium pCi/l - 2

Radium 226 pCi/l - 1

Pestisida mg/l Nihil Nihil

(Sumber: Metode penelitian air, Alaert Sumestri & KemenKes)

E. UNIT PENGOLAHAN AIR


Kebutuhan air suatu pabrik dapat diperoleh dari sumber air yang ada disekitar pabrik
dengan mengolahnya terlebih dahulu agar memenuhi syarat untuk digunakan. Pengolahan
tersebut dapat meliputi pengolahan secara fisik dan kimia, dengan menambahkan
desinfektan maupun dengan penggunaan ion exchanger. Mula-mula raw water
diumpankan kedalam tangki kemudian diaduk dengan putaran tinggi sambil diinjeksikan
bahan-bahan kimia :
 Alum, berfungsi sebagai flokulan
 Koagulan acid, berfungsi untuk mengatur pH pada kisaran 6,4 – 6,7
 Kalsium hipoklorit atau Cl2 cair, berfungsi sebagai desinfektan.
18
Setelah keluar dari tangki, air akan dimasukkan kedalam clarifier dimana floc-floc
yang terbentuk diendapkan secara gravitasi sambil diaduk dengan putaran rendah.
Lumpur yang diendapkan di-blow down sedangkan air yang keluar akan dialirkan
kedalam bak penampungan sementara.
Selanjutnya air diumpankan ke sand filter. Di sand filter ini, air dari tempat
penampungan yang kemungkinan masih mengandung partikel-partikel kotoran yang
halus disaring, kemudian ditampung dalam dua buah tangki, yaitu :
 Filtered Water Storage Tank, berfungsi untuk menampung air yang digunakan untuk
keperluan make up air pendingin, air hidran dan umpan unit demineralisasi air.
 Portable Water Storage Tank, berfungsi menampung air yang digunakan untuk
keperluan sehari-hari
Koagulant acid

alum Filtered water


Cl2 Asam
koagulan storage Tank
Bak Penampungan Sand Filter

Portable water
storage Tank

Gambar 2.4. Blok diagram pengolahan air

1. Unit Demineralisasi Air


Sumber air yang digunakan oleh PT Birana Megah Paper berasal dari air
sumur dan air sungai yang mengandung garam mineral seperti Ca2+, Mg2+, Na2+,
HCO3-,Cl- dan lain-lain. Sehingga dengan adanya unit demineralisasi berfungsi untuk
menghilangkan garam-garam mineral tersebut dengan menggunakan resin. Produk
air yang diperoleh adalah air bebas mineral yang akan diproses lebih lanjut menjadi
air umpan ketel (Boiler Feed Water). Demineralisasi air diperlukan karena BFW
harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :

1. Tidak menimbulkan kerak pada kondisi steam yang dikehendaki maupun pada
tube heat exchanger, karena hal ini dapat mengakibatkan turunnya efisiensi
operasi, dan kerusakan pada alat.
2. Bebas dari gas-gas yang dapat menimbulkan korosi terutama gas O2 dan CO2.

Air dari filtered water storage tank diumpankan ke carbon filter yang
berfungsi untuk menghilangkan gas khlorin, warna, bau dan zat-zat organik lainnya.
19
Air yang keluar dari carbon filter diharapkan mempunyai pH sekitar 7,0 – 7,5.
Selanjutnya air tersebut diumpankan kedalam ion exchanger.

a. Cation Exchanger
Cation Exchenger merupakan suatu silinder baja tegak berisi resin yang
mengandung ion H+. Fungsinya adalah untuk menangkap kation dalam air dan
menggantikannya denan ion H+. Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut :

Mn+ + nRH nRM + nH+

(logam) (resin)

Ion logam Mn+ digantikan oleh ion H+ dari resin sehingga air yang dihasilkan
akan bersifat asam dengan pH 3,2-3,3. Apabila pH air yang keluar melebihi
batas yang diperbolehkan, berarti resin yang ada telah jenuh dan perlu
diregenerasi. Regenerasi dilakukan dengan mengalirkan larutan asam sulfat dan
dilakukan dalam tiga tahap, yaitu back wash, regenerasi dengan menggunakan
bahan kimia asam sulfat dan pembilasan dengan air demin. Setelah dikontakkan
dengan Cation Exchanger, air kemudian diumpankan ke Anion Exchanger.

b. Anion Exchanger
Setelah berkontak dengan cation exchanger, air akan bersifat asam. Sehingga
dalam anion exchanger ini anion-anion yang ada di dalam air akan ditukar
dengan gugus hidroksi (OH-) dengan menggunakan resin anion exchanger,
untuk menghilangkan anion-anion mineralnya. Kemungkinan jenis anion yang
ditemukan adalah HCO3-, CO32-, Cl-, NO- dan SiO32-. Air yang keluar dari unit ini
diharapkan mempunyai pH sekitar 8,6-8,9 dan selanjutnya dikirim ke unit
demineralized water storage sebagai tempat penyimpanan sementara sebelum
diproses lebih lanjut sebagai BFW. Reaksi yang terjadi adalah :

Xn- + n ROH- nRX + n OH-

Reaksi ion exchanger ini berlangsung selama ion hydrogen dan ion hidroksil
menggantikan ion-ion dalam air (kation atau anion). Tetapi proses ini ada
batasnya, sehingga apabila resin material ini telah jenuh maka perlu
diregenerasi, sebagai regenerant digunakan larutan NaOH 4% dengan reaksi
sebagai berikut :

20
RnX + n NaOH n R-OH + n NaX

Untuk menyempurnakan kerja kedua unit penukar ion di atas, maka air dari
Anion Exchanger selanjutnya dialirkan ke unit Mixed Bed Exchenger untuk
mencegah kemungkinan sisa-sisa kation dan anion yang masih lolos. Unit ini
berupa vessel dengan isi resin penukar ion negatif dan positif yang telah
dicampur. Air yang keluar dari sini mempunyai pH 6,1 – 6,2. Kemudian produk
air berupa BFW ini ditampung dalam demineralized water storage tank sebelum
dilakukan proses lebih lanjut.

Filtered water Cation Anion Mixed bed Demineralized

storage tank Exchenger Exchanger Storage tank


Exchanger

Boiler Feed
Water

Gambar 2.5 Blok diagram proses demineralisasi

2. Unit Air Umpan Ketel


Air yang telah melewati demineralisasi masih mengandung gas-gas terlarut
terutama oksigen dan karbon dioksida. Gas-gas tersebut harus dihilangkan dari air
karena dapat menimbulkan korosi. Gas-gas tersebut dihilangkan dalam suatu
deaerator.

Gambar 2.6 Deaerator

21
Pada deaerator ditambahkan bahan-bahan berikut :

 Hidrazin yang berfungsi mengikat oksigen berdasarkan reaksi berikut :

2N2H2 + O2 2N2 + 2H2O

Nitrogen sebagai hasil reaksi bersama-sama dengan gas lain dihilangkan


melalui stripping uap bertekanan rendah. Biasanya juga ditambahkan katalis
yaitu hydroquinone.

 Larutan ammonia yang berfungsi mengontrol pH.


Air yang keluar dari deaerator pH-nya sekitar 8,5 – 9,5.
Keluar dari deaerator, kedalam air umpan ketel kemudian diinjeksikan larutan
posfat (NaH2PO4.H2O) untuk mencegah terbentuknya kerak silika dan kalsium
pada steam drum dan boiler tube. Sebelum diumpankan ke boiler, air terlebih
dahulu diberi dispersan.

Demineralizer
NaH2PO4.H2O
Dispersan
water storage
tank
Lar. NH3
Dearator Penampungan Boiler

Hidrazin

Gambar 2.7 Blok Diagram pengolahan air umpan ketel

3. Unit Air Pendingin


Air pendingin adalah air limbah yang berasal dari aliran air yang digunakan
untuk penghilangan panas dan tidak berkontak langsung dengan bahan baku, produk
antara dan produk akhir Air pendingin harus terbebas dari sifat-sifat sebagai berikut:
a. tidak korosif
b. tidak menimbulkan kerak
c. tidak mengandung mikroorganisme yang dapat menimbulkan lumut.
22
Untuk mengatasi hal diatas, maka ada beberapa pengendalian untuk mengatasi
permasalahan diatas, yaitu sebagai berikut:

a) Pengendalian korosif dilakukan dengan cara menambahkan bahan kimia yang


berfungsi sebagai inhibitor (penghambat), yaitu orto fosfat.
b) Pembentukan kerak dipengaruhi oleh jumlah padatan terlarut yang ada di air.
CaCO3 merupakan kerak yang sering ditemui pada sistem air pendingin dan
terbentuk jika kadar Ca dan alkalinitas air terlalu tinggi. Dapat dikendalikan
dengan menambahkan fosfat.

c) Pertumbuhan tidak terkontrol dari mikroba yang dapat menimbulkan


pembentukan deposit, fouling, corrosion, dan scale. Dapat dikendalikan dengan
menyaring air masukan yang selektif terhadap mikroba atau menambahkan
biosida oksidasi (klorin dan bromin).

Fosfat Orto fosfat

Filtered water
Tangki air pendingin Jaket pendingin Reaktor
storage tank

Gambar 2.8. Blok Diagram Pengolahan air pendingin

23
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Dalam industri Pabrik Pulp dan Kertas yang mana dalam makalah ini membahas
PT Buana Megah Paper, terdapat beberapa macam proses pengolahan air yang
digunakan untuk mengolah Raw Water yang ada, seperti pengendapan (sedimentasi),
koagulasi, flokulasi, dan filtrasi. Sumber air yang diperoleh berasal dari air sumur
artesis dan air Sungai Bangil yang mana masih memerlukan treatment khusus sebelum
dapat digunakan menjadi salah satu Raw Material dalam pembuatan kertas.
Adapun unit pengolahan air yang ada pada PT Buana Megah Paper mencakup
Unit Demineralisasi Air, Unit Air Umpan Ketel, dan Unit Air Pendingin. Pada Unit
Demineralisasi Air berfungsi untuk menghilangkan mineral-mineral yang terkandung
dalam air. Terdapat beberapa tahapan di sini, seperti filtrasi dan ion exchange yang akan
menghasilkan Boiled Feed Water. Pada Unit Air Umpan Ketel berfungsi untuk
menghilangkan gas-gas terlarut agar tidak terjadi korosi. Sedangkan Unit Air Pendingin
digunakan untuk penghilangan panas.

B. Daftar Pustaka

Aziz, Bakry. Banda Aceh http://www.slideshare.net/BakryAM/modul-3-koagulasi (page


7-8)
Chandra. Budiman. 2006. Ilmu Kedokteran & Komunitas. Jakarta : Kedokteran EGC.
Europian. Commision. 2001. Best Available Technique in Pulp & Paper Industry.
Europa : IPPC.

24
Fardiaz. Srikandi. 1992. Polusi Air & Udara. Yogyakarta : Penerbit Kanisius.
IC Control. Boiler Water Dissolved Oxygen Control: 1-800-265-9161. Orangeville.
KEMENKES. 1990. Syarat – syarat & Pengawasan Kualitas Air. Jakarta :
PERATURAN MENTERI KESEHATAN.
Muljaningsih. Sri. 2010. Membuat Kertas Daur Ulang Berwawasan Lingkungan.
Jakarta : Pustaka Pembangunan Swadaya Nusantara.
Murdiyarso. Daniel. 2003. Konvensi Perubahan Iklim. Jakarta : PT Kompas Media
Nusantara.
NALCO. 2009. Cooling Water Treatment. USA: Nalco Company.
Peraturan Pemerintah RI No. 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan
Pengendalian Pencemaran Air
PT. Buana Megah. http://www.buanamegah.com/.
Pynkywati. Theresia., Wahadamaputera. Shirley. 2015. Utilitas Bangunan Modul
Plumbing. Jakarta Timur : Griya Kreasi.
SanJose Goverment. 2002. Guideline for managing Water in Coling System. Sanjose :
Sanjose Goverment.
Saputra, Ade Kurniawan. 2008. Penggunaan Deaerator dan Economizer Sebagai
Instrument Pendukung dalam Pemanasan Air pada Proses Kerja Boiler.
Teknologi Instrumen Pabrik: Universitas Sumatera Utara. Medan.
Sari, Diana Evita. Boiled Feed Water (Plant 36). LNG Academy, Gas Processing.
http://www.academia.edu/11399896/Water_Tratment_Plant (page8-9)
Sosrodarsono,T. Dan K. Takeda. 2006. Hidrologi untuk Perairan. Jakarta.
Vecom. 2006. Boiller Water Treatment. USA : Vecom Marine.
Veolia. 2015. Water Solution for Pulp & Paper Industries. France : Veolia Water
Technologies.

25