Anda di halaman 1dari 2

Latar Belakang

Kelapa sawit mengandung energi dan vit A yang tinggi namun kandungan proteinnya
rendah. Sebagian orang menemukan larva BSF di tumpukan buah kelapa sawit yang telah
membusuk. Beberapa peternak maggot telah mencoba memberikan buah kelapa sawit yang busuk
sebagai pakan untuk maggot. Hasil yang didapat memang menunjukkan hasil yang cukup bagus.
Namun hasil tersebut masih dikatakan bias atau rancu dikarenakan belum dilakukan uji coba
menggunakan buah kelapa sawit busuk sepenuhnya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui jumlah, bobot, serta performa larva BSF yang diberikan pakan kelapa sawit busuk.

Hipotesis
1. Larva yang dihasilkan gemuk karena buah kelapa sawit busuk mengandung energi yang
tinggi
2. Larva lebih berwarna kekuningan karena buah kelapa sawit busuk mengandung vit A
yang tinggi
3. Meski gemuk, larva tidak sepadat larva BSF yang di berikan pakan dengan protein yang
cukup
4. Secara uji kualitas, larva tidak mencapai protein kasar 50%

Alat:
1. Box
2. Wadah penetasan
3. Semprotan
4. Sarung tangan karet
5. Golok
6. Timbangan
7. Thermohigrometer
8. Formulir
9. Alat tulis

Bahan:
1. Telur 1 gram
2. Air bersih
3. Buah kelapa sawit busuk 8kg
Langkah kerja:
1. Cacah 1 kg buah kelapa sawit busuk menggunakan golok
2. Masukkan cacahan kelapa sawit ke dalam box
3. Letakkan 1 gram telur di atas wadah dan taruh di dalam box
4. Cek setiap hari untuk mencatat suhu dan kelembabannya ( 28-30oC , 55-60%)
5. Siram sedikit air dengan semprotan dan lakukan pengadukan setiap hari
6. Pada hari ke 8,10,dan 12 dilakukan penambahan cacahan kelapa sawit busuk sebanyak
2kg
7. Pada hari ke 14 lakukan penambahan cacahan kelapa sawit busuk sebanyak 1kg
8. Pada hari ke 15 panen larva dan lakukan penimbangan
9. Pada hari ke 8 hingga ke 15 dilakukan pengukuran Panjang larva dan di dokumentasikan
10. Setelah itu dilakukan juga penimbangan 1 gram larva sebanyak berapa ekor