Anda di halaman 1dari 5

Nama : Egi Ghifari Maulana

NIM : 15715004

Ventilated Improved Pit (VIP) Latrine

Pada tahun 1970, VIP ini dikembangkan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat
di negara negara berkembang. Pada awalnya sistem ini disebut “Blair Latrine” dimana desain
dan nama dari sistem toilet ini dibuat dan ditunjukkan kepada Peter Morgan dari Blair Research
Laboratory. Seiring berjalannya waktu, bekerjasama dengan World Bank akhirnya sistem ini
disebut dengan VIP dan digunakan secara universal oleh masyarakat di dunia.

VIP adalah singkatan dari Ventilated Improved Pit yang merupakan salah satu sistem
desain toilet, yang mana menggabungkan fitur fitur untuk menambah aspek sanitasi dan
kesehatan dari sebuah toilet.

Sistem VIP menghasilkan aliran udara yang terus menerus melalui pipa ventilasi.
Aliran udara dari ventilasi menghilangkan bau dari tinja , membantu proses pembusukan tinja
dengan proses pengeringan, dan bertindak sebagai mekanisme kontrol lalat yang sangat efektif.
Meskipun sederhana, VIP yang dirancang dengan baik dapat benar-benar tidak menghasilkan
bau dari tinja, dan lebih nyaman untuk digunakan dibandingkan beberapa teknologi toilet
berbasis air lainnya.

Tinja disimpan ke dalam lubang kemudian mengalami proses kimia yang kompleks
dan reaksi biologis yang akhirnya menyebabkan humus berbahaya seperti padatan. Selama
proses ini isi pit volume nya terus berkurang dan relatif lubang toilet yang kecil dapat memiliki
masa kerja yang panjang atau bahkan bertahan selamanya.
Cara kerja VIP Latrine

Ventilasi yang berkelanjutan dicapai oleh


pergerakan udara di bagian atas pipa ventilasi
yang menyebabkan efek venturi, dan oleh
sinar matahari yang memanaskan pipa
ventilasi dan menyebabkan efek konveksi.

Selain ventilasi dari lubang menghilangkan


bau tinja, tetapi juga memastikan bahwa setiap
lalat tertarik tidak ke toilet tetapi ke arah bau
yang keluar dari atas pipa ventilasi, di mana
terdapat kawat kawat yang mencegah lalat
masuk.

Penelitian menunjukkan berkurangnya sebesasr 99% lalat pada tempat tempat yang terdapat
lalat. Menghilangkan vektor primer (lalat) memungkina menguranngi secara baik transmisi
potensi resiko dari kesehatan masyarakat.

Tanah organik lebih diutamakan daripada tanah mineral, dengan digaris bawahi
bahwa tanah tanah di dalam lubang berkontribusi untuk mengurai limbah dengan dibantu oleh
tanah alam yang mengandung mikroorganisme. Selain mengandung mikroorganisme,
terkandung juga bakteri bakteri patogen.

Proses kompos akan terjadi secara alami dengan adanya sejumlah mikroorganisme
yang sehat, akan tetapi dapat dibantu dengan penambahan sejumlah karbon dalam bentuk
bahan bahan organik kering seperti sebuk geraji, rantin atapun jerami. Komposting akan
menaikkan suhu beberapa derajat, kenaikan suhu ini membantu menghancurkan bakteri bakteri
patogen.

Dalam populasi dimana penyakit dan infeksi parasit tidak biasa terjadi , hal ini akan
membuat menjadi tidak biasa ditemukannya kehadiran parasit dan patogen dalam limbah fekal.
Bagaimana pun, penting untuk memperhatikan limbah dengan baik dan membiarkan nya dalam
waktu tertentu untuk melewati potensi patogen untuk mati sebelum limbah itu dianggap aman.
Dalam suhu iklim, kebanyakan bakteri patogen akan hancur dalam 3 sampai 4 bulan tapi Who
merekomendasikan sampai 12 bulan. Limbah mungkin akan aman diatasi atau digunakan
sebagai pupuk.
Menaikkan Ph material limbah akan membatu dalam menghancurkan patogen. pH sebesar 9
untuk periode 6 bulan akan menghancurkan kebanyakan organisme patogen, penambahan
sejumlah serbuk kayu akan menaikkan Ph limbah yang mana akan membantu membunuh
bakteri patogen.
CUBLUK KEMBAR

Cubluk kembar adalah dua buah


sumuran untuk menampung dan
merembeskan limbah dari kakus yang
dibuat dengan cara menggali tanah dan
digunakan secara bergantian;

Cubluk kembar dapat digunakan untuk


daerah dengan kepadatan penduduk < 50
jiwa/ha dan memiliki tinggi muka air
tanah > 2 m dari dasar cubluk . Pemakaian
lubang cubluk pertama dihentikan setelah
terisi 75% dan selanjutnya lubang cubluk
kedua dapat disatukan. Jika lubang cubluk
kedua terisi 75%, maka lumpur tinja yang
ada di lubang pertama dapat dikosongkan
secara manual dan dapat digunakan untuk
pupuk tanaman .Setelah itu lubang cubluk
dapat difungsikan kembali.

Jika tersedia lahan yang cukup maka dapat dibangun dua buah lubang (cubluk
kembar). Bila satu lubang penuh harus ditutup dan dibiarkan selama paling sedikit 1 (satu)
tahun agar lumpur kering untuk selanjutnya dapat dipakai untuk kesuburan tanah (pupuk
organik). Selain cubluk kembar, dapat pula berupa cubluk tunggal, yang sebenarnya sama
penggunaannya hanya lubang satu, karena pertimbangan biaya dimana dengan membangun
satu cubluk, pembangunan cubluk yang kedua dapat ditangguhkan sampai pada saat
diperlukan. Namun demikian tempat untuk cubluk kedua tersebut harus disediakan dan jangan
digunakan untuk bangunan permanen. Cubluk relatif lebih murah, lebih mudah dibangun dan
dipelihara sendiri apabila dibandingkan dengan tangki septik.
Daftar Pustaka
http://pustaka.pu.go.id/new/istilah-bidang-detail.asp?id=593

http://www.bellatrines.co.nz/how_it_works.html