Anda di halaman 1dari 6

BAB III

TAHAP PERENCANAAN

A. Analisa Aspek Perencanaan

1. Aspek Fungsional

Bangunan yang direncanakan sebagai rumah tinggal bertingkat ini

direncanakan senyaman mungkin dan memiliki fasilitas-fasilitas yang

ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dari penghuni rumah. Jumlah

pengguna dalam perencanaan pembangunan rumah tinggal bertingkat adalah

1 buah keluarga yang terdiri dari bapak, ibu, 2 orang anak. Dengan fasilitas

ruangan yang cukup besar menambah kenyamanan dalam berumah tangga.

Ruangan tersebut meliputi : Ruang Tamu, Kamar Tidur Utama, Kamar

Mandi , Ruang bebas , Tempat Cuci & Jemur, Dapur , Ruang Makan, dan

Garasi berada di lantai 1. Kegiatan keluarga tidak hanya berada di lantai 1,

maka dari itu di rencanakan Ruang Keluarga, Kamar Tidur Anak Pertama

dan Kedua, Kamar Mandi, dan Kamar Pembantu pada lantai 2 untuk

mempermudah dan menambah kenyamanan penghuni untuk kegiatan di

lantai 2.
2. Aspek Arsitektural

Bentuk fasade bangunan ini adalah tropis modern. Bentuk modern

dipilih karena mengikuti perkembangan zaman saat ini yang kontemporer,

yaitu mengutamakan bentuk yang mudah dan elegan tetapi tetap serasi serta

indah. Di samping itu, rumah ini juga memiliki konsep tropis yang

menyesuaikan keadaan geografis di wilayah Indonesia. Adanya jendela di

tiap ruang merupakan salah satu cara dalam penataan sirkulasi udara dan

manajemen cahaya pada masing-masing ruang. Elevasi lantai hingga

plafond rumah ini juga cukup memaksimalkan volume udara yang ada

dalam ruang agar sebisa mungkin memberi kenyamanan hunian pada

penghuninya. Pemilihan warna yang cocok dengan iklim Indonesia dan juga

menilai dari aspek lingkungan sekitar, artinya bangunan tersebut harus

serasi dan seimbang dengan bangunan di sekitarnya. Perencanaan

pembangunan rumah tinggal dua lantai yang mengacu pada desain tropis

modern ini tentunya tidah lepas dari aplikasi batu alam. Salah satunya

penggunaan lantai granit sebagai lantai utama bangunan ini. Lahan hijau

pada bangunan ini 47.36% dari total luas lahan bangunan ini. Lahan taman

yang ada pada bagian depan dan belakang bangunan ini di sediakan guna

memberi ruang hijau pada penghuni.


3. Aspek Tata Ruang

Penempatan ruang tamu di depan akan memberikan kenyamanan bagi

penghuni untuk menemui tamu yang berkunjung, selain itu ruang tamu yang

menghadap taman akan lebih memberikan kesan sejuk dan menyatu dengan

alam bagi tamu, ataupun penghuninya. Penempatan Ruang Tidur Utama

berada di lantai 1 agar suatu ketika penghuni Ruang Tidur Utama dalam hal

ini orang tua tidak perlu naik turun untuk mendapat akses dengan lantai 1

yang khusus nya memiliki ruang gerak lebih banyak dibandingkan pada

lantai 2. Ruang makan yang terletak di sebelah dapur untuk memudahkan

pada saat penyajian makanan untuk penghuni rumah. Selain itu penempatan

Ruang Makan, Dapur ,dan Ruang Tamu yang terbuka memberikan kesan

yang luas bagi penghuninya. Dilengkapi dengan ruang bebas yang mengisi

celah ruang yang tersedia antara Ruang Tamu dengan Ruang Makan agar

tetap memiliki aspek fungsional.

Penempatan Ruang Keluarga yang berada di lantai 2 bangunan untuk

lebih menghangatkan suasana keluarga dalam bercengkerama, berkumpul,

dan bersantai yang bebas dari suasana diluar rumah. Penempatan Ruang

Tidur Anak yang berada di lantai 2 agar tidak terganggu dengan tamu pada

saat jam belajar. Kamar mandi berada di lantai 1 & 2 agar pada saat

kegiatan rumah tangga berada di lantai 2 tidak harus turun ke lantai 1 untuk

akses ke kamar mandi.


4. Aspek Pencahayaan dan Sirkulasi Udara

Bangunan ini menghadap ke arah selatan, sehingga sinar matahari

pagi akan menyinari bagian kiri rumah ini. Penerangan pada pagi hari

diperoleh dari akses jendela dan bouven. Penerangan ini diambil dari

pencahayaan alami yang memanfaatkan sinar matahari. Pada prinsipnya,

ruangan dengan lubang pencahayaan yang tetap, semakin ke dalam semakin

menurun intensitas cahaya yang diterima.

Penerangan pada malam digunakan penerangan dengan lampu pijar

hemat energi. Penerangan ini utamanya diambil dari penerangan buatan

yaitu dengan penggunaan lampu pijar hemat energi dengan kualitas yang

telah ditentukan.

Dalam perencanaan instalasi listrik harus dibuat sedemikian rupa

dengan memperhatikan beberapa faktor yaitu :

 Intensitas penerangan yang dibutuhkan

 Biaya instalasi

 Pemakaian energy

 Pemeliharaan

Untuk sirkulasi udara pada perencanaan rumah tinggal ini akan

memanfaatkan fungsi jendela dan ventilasi, kegunaan ventilasi yang ada

sangat cukup untuk sirkulasi udara, sehingga tercipta rumah yang sehat.

Karena ventilasi ini memaksimalkan pertukaran udara dalam ruang.


5. Aspek Bahan Bangunan

Bahan-bahan yang digunakan untuk bangunan tersebut harus sesuai

dengan standar ketentuan pada Rencana Anggaran Biaya serta Rencana

Kerja dan Syarat. Dapat juga digunakan alternatif material lain yang tidak

jauh berbeda dengan ketentuan yang ada.

Adapun spesifikasi bahan yang digunakan dalam perencanaan ini

adalah :

a. Pasir Muntilan

b. Semen Gresik

c. Tembok menggunakan pasangan batu-bata

d. Kusen dan daun pintu menggunakan kayu bengkirai

e. Cat kayu menggunakan cat plitur

f. Cat dinding menggunakan cat dinding Propan

g. Penutup lantai kamar mandi menggunakan Asia Tile ( 30x30 )

h. Penutup lantai utama Granit ( 60 x 60 )

i. Dinding kamar mandi keramik Platinum (20x60 )

j. Keramik teras keramik Platinum ( 60 x 60 )

k. Plafond menggunakan gypsum board , Calciboard

l. Untuk penutup atap menggunakan atap genting keramik Kanmuri

Mileno
6. Aspek Struktur Bangunan

Di Indonesia bangunan dua lantai pada umumnya menggunakan

konstruksi beton bertulang sebagai struktur untuk menopang bangunan yang

ada diatasnya. Pertimbangan penggunaan beton bertulang adalah keawetan

dan kekuatan dari struktur beton bertulang. Dimensi struktur beton

bertulang akan dihitung dalam perhitungan perencanaan.

Bangunan rumah tinggal ini direncanakan dua lantai dengan

menggunakan struktur sebagai berikut

a. Bangunan bawah menggunakan pondasi footplat dan pondasi lajur

dari batu belah.

b. Dinding menggunakan pas.batu bata ½ bata.

c. Kusen pintu dan jendela menggunakan kayu kamper ukuran 6/12 cm.

d. Sloof, kolom, balok, plat lantai, tangga dan ringbalk menggunakan

beton bertulang dengan spesifikasi tertentu. (K300)

e. Plafond dengan menggunakan rangka kayu dengan finishing dan list

motif dari gypsum.

f. Konstruksi kuda-kuda dengan menggunakan konstruksi kayu

bengkirai dengan bentang 7 m.

g. Penutup atap menggunakan genteng keramik Kanmuri Mileno.