Anda di halaman 1dari 5

TUGAS K3 DAN KESEHATAN LINGKUNGAN

Dosen Ampu : Dr. HERBIWANTI. MS

TANAH LONGSOR DI WILAYAH KERJA


UPTD PUSKESMAS XIII KOTO KAMPAR I

OLEH :
Cici Ariesta Sari
NIM. 1805024

PROGRAM STUDI MAGISTER


KESEHATAN MASYARAKAT
STIkes HANG TUAH PEKANBARU
KOTA PEKANBARU
2018
TANAH LONGSOR DI WILAYAH KERJA
UPTD PUSKESMAS XIII KOTO KAMPAR I

A. LATAR BELAKANG
Bila kita mengamati kejadian di bumi pertiwi, maka kita akan mengetahui
berapa banyak peristiwa alam, khususnya bencana alam yang menimpa
Indonesia. Mulai dari banjir, tanah longsor, gempa bumi, gunung), dan
lainnya. Indonesia sangat berpotensi mengalami itu semua. Dan dari beberapa
jenis bencana alam yang telah disebutkan, tanah longsor merupakan salah
satu bencana alam yang sering terjadi di Indonesia. Tanah longsor sering
terjadi ketika musim penghujan tiba, dimana wilayah Indonesia sedang
gencar dilanda hujan.
Kejadian tanah longsor merupakan salah satu isu lingkungan global. Di
indonesia sering terjadi bencana tanah longsor, dikarenakan perubahan cuaca
atau iklim di Indonesia seperti halnya musim kemarau yang panjang dan
disusul dengan musim hujan yang tidak ada hentinya. Salah satu faktor
penyebab iklim musim di Indonesia ini juga pola hidup manusia yang
melebihi kemampuan alam dan perubahan arah angin yang melintasi
Indonesia. Rotasi bumi dan revolusi bumi juga mempengaruhi perubahan
iklim khususnya di Indonesia. Bentuk permukaan Bumi khususnya di
Indonesia yang banyak pegunungan ini juga menjadi salah satu faktor
penyebab longsor.

B. PENGERTIAN TANAH LONGSOR


Longsor merupakan terkikisnya daratan oleh air resapan karena penahan
air berkurang. Longsor sendiri adalah sebuah peristiwa geologi yang biasa terjadi
karena pergerakan tanah dengan berbagai tipe dan jenis yang bermacam – macam.
Salah satu contoh jenisnya seperti jatuhnya bebatuan atau gumpalan besar di
tanah. Dilihat secara umum kejadian tanah longsor disebabkan oleh dua faktor
yaitu faktor pemicu dan faktor pendorong. Faktor yang mempengaruhi kondisi
material itu sendiri disebut faktor pendorong. Sedangkan faktor yang
menyebabkan bergeraknya material disebut faktor pemicu. Meskipun penyebab
utama kejadian longsor adalah gravitasi yang mempengaruhi suatu lereng yang
curam, namun ada beberapa faktor lainnya yang juga berpengaruh.

C. PENYEBAB TANAH LONGSOR


Peristiwa tanah longsor yang terjadi dimana saja pasti mempunyai alasan atau
penyebab. Adanya tanah longsor karena disebabkan oleh beberapa hal
tertentu. Hal- hal yang menyebabkan terjadinya tanah longsor bisa
dikarenakan peristiwa alami maupun hal- hal yang disebabkan oleh manusia.
Beberapa penyebab terjadinya tanah longsor antara lain adalah:
1. Erosi tanah
2. Gempa bumi
3. Gunung meletus
4. Getaran
5. Tingginya curah hujan
6. Hancurnya bebatuan
7. Tumpukan sampah
8. Hutan gundul
9. Lereng atau tebing yang terjal
10. Lahan di tebing
11. Tanah tidak datar
12. Longsoran lama

D. DAMPAK TANAH LONGSOR


Dampak negatif terjadinya longsor yaitu :
1. Korban jiwa
Masyarakat akan merasa kesulitan ketika bencana tanah longsor, karena
terjadi secara mendadak dan kadang kala tidak ada gejala akan terjadinya
bencana tersebut. Kebanyakan bencana alam terjadi di dunia ini memakan
korban jiwa, salah satunya bencana tanah longsor ini.
2. Kehilangan tempat tinggal
Hal yang juga akan dialami oleh masyarakat adalah kehilangan tempat
tinggal. Rumah masyarakat yang disekitar terasering sebenarnya menjadi
perhatian khusus, karena kemungkinan besar rawan longsor. Penyebab
utama hal tersebut, karena tanah yang dekat dengan lereng itu mudah
mengalami pergeseran setiap waktu. Pergeseran tanah di daerah lereng
terjadi tidak hanya pada musim hujan, namun di musim kemarau pula.
3. Terputusnya transportasi
Jalur transportasi yang berada disekitar perbukitan, lembah, hutan dan
pegunungan itu sering terjadi pengalihan jalur karena terjadi bencana
longsor.
4. Rusaknya sanitasi lingkungan
Sanitasi atau pembudayaan hidup bersih ini menjadi perihal utama
masyarakat untuk menjaga keutuhan planet bumi ini dari bencana alam.
Salah satu bentuk sanitasi ini adalah menjaga saluran air dan pengedalikan
pencemaran air untuk mengurangi kerusakan sanitasi lingkungan.
Masyarakat sekitar juga perlu belajar tentang sumber daya alam yang
dapat diperbaharui dan tidak dapat diperbaharui agar teringat akan
pentingnya air untuk melangsungkan kehidupan.
5. Timbulnya berbagai macam bibit penyakit
Tanah longsor juga berpotensi menimbulkan berbagai macam bibit
penyekit. Timbulnya bibit penyakit sebenarnya tidak hanya terjadi pada
tanah longsor saja, namun juga berbagai macam bencana alam. Ketika
pemukiman warga terkena bencana, maka mereka akan mengungsi. Ah,
ditempat pengungsian tersebut biasanya muncul banyak penyakit.

E. KEJADIAN TANAH LONGSOR DI WILAYAH KERJA


Saya bekerja di UPTD Puskesmas XIII Koto Kampar I Kec. XIII Koto
Kampar. Puskesmas mempunyai empat wilayah kerja yaitu desa Tanjung Alai,
desa Batu Bersurat, desa Balung dan desa Binamang. Puskesmas saya terletak
berbatasan dengan provinsi Sumatera Barat. Dimana disepanjang jalur wilayah
kerja di salah satu desa yaitu desa tanjung alai sangat rawan untuk terjadinya
tanah longsor. Terjadinya longsor ini diakibatkan oleh ulah masyarakat yang
mengikis tebing dan adanya perkebunanan di sekitar tebing. Bisa dikatakan setiap
tahun akan longsor yang mana bisa berakibat terputusnya jalan transportasi antara
Riau dan Sumatera Barat sehingga perekonomian akan menjadi tersendat, alur
perekonomian mulai terputus, seorang produsen tidak dapat memproduksi barang
dagangannya lagi. Masyarakat yang awalnya nyaman dalam melaksanakan
aktivitas sehari-hari akan berubah drastis menjadi tidak tenang, karena
keselamatannya terancam oleh bencana longsor ini. Mereka menjadi ragu ketika
akan melakukan aktivitas seperti biasanya, apalagi ketika cuaca yang sudah
berawan hitam dan ada tanda-tanda akan hujan lebat.

F. PENANGGULANGAN TANAH LONGSOR


Tanah longsor dapat dicegah apabila kita melakukan beberapa upaya
diantaranya sebagai berikut:
1. Tidak membuat sawah di lereng
2. Tidak mendirikan bangunan di tebing
3. Tidak menebang pohon di lereng
4. Tidak memotong tebing secara tegak lurus
5. Tidak mendirikan bangunan di sekitar sungai
6. Melakukan upaya preventif
7. Membuat terasering
8. Melakukan penyuluhan kepada masyarakat