Anda di halaman 1dari 27

EVALUASI PROGRAM PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN

PENYAKIT ISPA
“Menggunakan Metode Toronto”
Evaluasi ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah
Manajemen Promosi Kesehatan

Dosen : Tuti Surtimanah, MKM

Disusun oleh:
Bintang Fathan Noorfarijan (BK.115.004)
Irna Rohmawaty (BK.115.013)
Jajang Hendrawan (BK.115.014)
Moni chyntia

S1 KESEHATAN MASYARAKAT
STIKES BHAKTI KENCANA BANDUNG
2018
KATA PENGANTAR

Dengan nama Allah yang maha pengasih dan maha penyayang. Segala puji dan
syukur bagi Allah swt yang dengan ridho-Nya saya dapat menyelesaikan laporan
Evaluasi ini dengan baik dan lancar. Sholawat dan salam tetap kami panjatkan kepada
junjungan kita Nabi besar Muhammad saw dan untuk para keluarga, sahabat dan
pengikut-pengikutnya yang setia mendampingi beliau. Terima kasih kepada keluarga,
dosen , dan teman-teman yang terlibat dalam pembuatan makalah ini yang dengan do'a
dan bimbingannya makalah ini dapat terselesaikan dengan baik dan lancar.
Mungkin dalam perencanaan ini masih banyaknya kekurangan dan keterbatasan
dalam penyelesaian serta adanya faktor penghambatan dalam pengengerjaannya dengan
pengetahuan yang kami miliki. Dengan demikian kami berharap semoga “Evaluasi
Promkes Menggunakan Metode Toronto” yang telah kami susun dapat memberikan
manfaat pada kita semua.
Tidak ada gading yang tak retak, demikian pula makalah ini, oleh karena itu saran
dan kritik yang membangun tetap kami nantikan dan saya harapkan demi kesempurnaan
makalah ini.

Bandung, Desember 2018

ii
DAFTAR ISI

Kata Pengantar ................................................................................................................ ii


Daftar Isi............................................................................................................................ iii
BAB I PENDAHULUAN ................................................................................................. 1
1.1 Latar Belakang ............................................................................................................. 1
1.2 Tujuan .......................................................................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN .................................................................................................. 3
2.1 Phase 1 ......................................................................................................................... 3
2.2 Phase 2 ......................................................................................................................... 6
2.3 Phase 3 ........................................................................................................................ 7
2.4 Phase 4 ....................................................................................................................... 11
2.5 Phase 5 ....................................................................................................................... 15
2.6 Phase 6 ....................................................................................................................... 20
BAB III PENDAHULUAN ............................................................................................. 23
3.1 Kesimpulan ................................................................................................................ 23
3.2 Saran .......................................................................................................................... 24

iii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Pembangunan kesehatan merupakan upaya yang dilaksanakan oleh
semua komponen bangsa. Pembangunan kesehatan bertujuan untuk
meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan untuk hidup sehat
bagi setiap orang. Dampak yang diharapkan terjadi peningkatan derajat
kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya (Sistem Kesehatan
Nasional, 2009).
Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan penyebab utama
morbiditas dan mortalitas penyakit menular di dunia. Angka mortalitas
ISPA mencapai 4,25 juta setiap tahun di dunia (Najmah, 2016). ISPA juga
merupakan salah satu penyebab utama kunjungan pasien di Puskesmas
(40%- 60%) dan rumah sakit (15%-30%) (Kemenkes RI, 2012). Tingkat
mortalitas sangat tinggi pada bayi, anak-anak, dan orang lanjut usia,
terutama di negaranegara dengan pendapatan perkapita rendah dan
menengah (WHO, 2007).
ISPA disebabkan karena bakteri, virus, jamur dan rickettsia (Najmah,
2016). Bakteri yang dapat menyebabkan ISPA paling banyak ialah
Haemophilus influenza dan Streptoccocus pneumonia. Selain itu,
terjadinya ISPA juga dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu, gizi buruk;
polusi udara dalam ruangan (indoor air pollution); BBLR; kepadatan
penduduk; kurangnya imunisasi campak; dan kurangnya pemberian ASI
eksklusif (Kemenkes RI, 2012).
Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Nanjungmekar adalah salah
satu organisasi kesehatan fungsional yang berada di wilayah Kabupaten
Bandung. Puskesmas Nanjungmekar adalah salah satu puskesmas jaringan
dari UPT puskesmas Rancaekek. Wilayah kerja Puskesmas Nanjungmekar
meliputi 5 desa yang terdiri dari desa Nanjungmekar, Haurpugur,
Cangkuaang, bojongsalam, dan sangiang.

1
Penyakit ISPA di wilayah kerja puskesmas Nanjungmekar termasuk
kedalam 10 besaran penyakit yang pertama. Sebanyak 7.627 jiwa atau
sebanyak 38,40% ( profil kesehatan Puskesmas Nanjungmekar, 2017 )
Oleh sebab itu perlu diadakannya evaluasi program kesehatan penyakit
ISPA di puskesmas Nanjung mekar.

1.2 Tujuan
1. Untuk memonitoring program kegiatan yang berlangsung.
2. Untuk meningkatkan dan memperbaiki program yang belum berjalan
dengan baik.
3. Untuk membuat laporan evaluasi atau pertanggung jawaban terhadap
kegiatan yang berlangsung. Dengan menentukan :
a. Untuk mengklarifikasi program kegiatan.
b. Untuk mengevaluasi keterlibatan stakeholder.
c. Untuk mengevaluasi sumber daya yang terlibat pada kegiatan program
yang dilakukan.
d. Untuk mennetukan disain evaluasi yang digunakan untuk mengevaluasi
program pelaksanaan kegiatan.
e. Untuk menentukan metode evaluasi yang sesuai dengan program
kegiatan yang telah direncanakan.

2
BAB II
PEMBAHASAN

KONSTRUKSI LANGKAH EVALUASI PROMOSI KESEHATAN


MASYARAKAT
(Model Toronto University)

STEP 1 : KLARIFIKASI PROGRAM


1.1 Mendefinisikan Tujuan Umum Program
1.2 Mendefinisikan Sasaran / Partisipan Program
1.3 Mendefiniskan Tujuan Khusus
1.4 Mendefinisikan kegiatan program dan output
1.5 Merumuskan indikator program terukur
1.6 Memastikan prasyarat evaluasi terpenuhi

Lembar Kerja 1 : Klarifikasi Program


Nama Organisasi : Puskesmas Nanjungmekar
Nama Program : Pencegahan dan penanggulangan penyakit ISPA
Deskripsi singkat program : Program ini merupakan program kegiatan mengenai
pencegahan dan penanggulangan penyakit ISPA dengan memberdayakan masyarakat
dalam upaya pemberantasan penyakit ISPA.
Tujuan Umum:
Masyarakat mau dan mampu mencegah penularan dan menanggulangi penyakit ISPA
Sasaran Program:
1. Sasaran Primer: Pasien ISPA, keluarga pasien ISPA, masyarakat yang berisiko
ISPA
2. Sasaran sekunder: Tokoh agama, tokoh masyarakat (RT,RW, Kader)
3. Sasaran tersier: Kepala dan Petugas promkes puskesmas Jejaring dan UPT yang
berpengaruh terhadap kegiatan yang akan dilakukan,petugas kelurahan atau desa,

3
kepala kecamatan dan sasaaran lain yang akan memberikan kebijkan-kebijakan
perihal program/kegiatan yang akan dilaksanakan.
Tujuan Khusus Outcomes Jangka Panjang: Indikator:
1. Memelihara kesehatan diri dan keluarga 1. Tidak munculnya penyakit ISPA
agar terhindar dari penyakit. baru
2. Menjaga kebersihan dan kesehatan 2. Meningkatnya pengetahuan dan
lingkungan rumah. kemamuan masyarakat dalam
mencegah penyakit ISPA dengan
meningkatkan kesegaran dan daya
tahan tubuh masyarakat dalam
memproteksi peyakit ISPA
3. Terpeliharanya kebersihan rumah
serta tercukupinya oksigen dan
ventilasi masyarakat dalam
menghindari penularan penyakit
ISPA
Tujuan Khusus Outcomes Jangka: Indikator:
1. Menjalankan PHBS khususnya indikator 1. Hadirnya masyarakat pada
tidak merokok di dalam rumah. kegiatan penyuluhan kesehatan yag
2. Menghindari/ melindungi diri dari diadakan.
pencemaran udara. 2. Meningkatnya pengetahuan dan
perubahan perilaku masyarakat
mengenai Tidak merokok di dalam
rumah dan memakai alat pelindung
diri dari pencemaran udara
sehingga :
a. Menurunnya angka kejadian
penyakit ISPA
b. Meningkatnya derajat

4
kesehatan masyaraka Nanjung
Mekar
c. Menurunya risiko penularan

Outputs: Indikator:
1. Menjalankan PHBS khususnya indikator 1. Masyarakat dan anggota kelurga
tidak merokok di dalam rumah. tidak melakukan kegiatan
2. Menghindari/ melindungi diri dari merokok di dalam rumah.
pencemaran udara
2. Masyarakat menggunakan apd
untuk terhindar dari pencemaran
udara.

Kegiatan : Indikator:
1. Penyuluhan kesehatan mengenai 1. Masyarakat hadir mengikuti
pencegahan ISPA dan kegiatan penyuluhan dan
penanggulangannya pendidikan kesehatan mengenai
2. Melatih dan mendidik karang taruna desa pencegahan ISPA dan
sehat dan kader untuk bisa melakukan penanggulangannya yang
upaya promotive demi mencegah suatu diselenggarakan
penyakit. Khususnya penyakit ISPA 2. Karangtaruna desa sehat dan
kader turut serta mengikuti
pelatihan untuk bisa melakukan
upaya promotive yang telah di
tentukan

5
STEP 2 : MELIBATKAN STAKEHOLDERS (ENGAGE STAKEHOLDERS)
2.1 Definisikan siapa stakeholder
2.2 Kumpulkan data / informasi untuk memahami minat dan harapan stakeholders,
rumuskan apa minat / harapan stakeholders terhadap evaluasi yang akan
dilakukan.
2.3 Tentukan kapan dan dalam bentuk apa melibatkan partisipasi stakeholders
2.4 Mengembangkan pertanyaan evaluasi atas dasar minat dan harapan
stakeholders
Lembar Kerja Tahap 2
Stakeholders Minat / harapannya Kapan, dimana dilibatkan
Kepala bagian Program Diharapkan dapat menjadi Dilakukan hanya awal
Penyakit Menular (Dari tolak ukur untuk program dan akhir kegiatan.
Dinkes Kabupaten selanjutnya
Bandung)
Kepala Puskesmas UPT Diharapkan dapat menjadi Dilakukan diawal Prose
program khusus untuk dan di akhir kegiatan
mengurangi Penyakit ISPA
Kepala Puskesmas Diharapkan dapat menjadi Dilakukan di semua
Jejaring program rutinan untuk proses kegiatan
mengurangi Penyakit ISPA
Kepala desa Diharapkan dapat Dilakukan di awal ,prosel
meningkatkan kinerja dan akhir kegiatan
perangkat desa dibidang
kesehatan
Ketua RW Diharapkan warganya Dilakukan di semua
dapat melakukan upaya proses kegiatan
pencegahan dan
penanggulangan khususya
penyakit ISPA

6
Pertanyaan Evaluasi (rumuskan)
1. Apakah program ini dapat menjadi tolak ukur untuk program selanjutnya?
2. Apakah program ini dapat menjadi program khusus untuk mengurangi Penyakit
ISPA?
3. Apakah program ini dapat menjadi program rutinan untuk mengurangi Penyakit
ISPA?
4. Apakah program ini dapat meningkatkan kinerja perangkat desa dibidang
kesehatan?
5. Dapatkah warga melakukan upaya pencegahan dan penanggulangan khususya
penyakit ISPA?

STEP 3 : MENENTUKAN SUMBER DAYA (ASSESS RESOURCES)


3.1. Tentukan staf dan sumber daya yang tersedia
3.2. Menentukan jumlah biaya yang dialokasikan untuk evaluasi
Lembar Kerja Tahap 3 : Menilai Sumberdaya
1. Staff
Jumlah Jumlah
Jenis Sumber Daya yang yang Status
dibutuhkan tersedia
1. Staff fasilitator focus group:
a. Petugas Promkes Dapat
b. Pelatih, pembina tim 2 2 Terlaksana
kader dan karang taruna 3 5 Dapat
desa sehat Terlaksana
c. Petugas pelayanan 10 14 Dapat
pendukung Terlaksana

2. Staff Data entry 1 1 Dapat terlaksana


3. Staff Penyuratan 1 1 Dapat terlaksana

7
4. Staff pewawancara 2 2 Dapat terlaksana
5. Staff analisis data 2 2 Dapat terlaksana
6. Staff penulis laporan 1 1 Dapat terlaksana
7. Staff pengelolahan data 1 1 Dapat terlaksana
8. Staff penulis pertanyaan 1 1 Dapat terlaksana

2. Informasi
No. Jenis informasi Penanggung Jawab
1. Evaluasi perencanaan Nama : Jajang Hendrawan
Nomor telepon : 0897654321
Alamat : Rt.01/Rw.03 ds. Haurpugur
kecamatan Rancaekek kabupaten Bandung
Penunjuk Lokasi

2. Evaluasi Proses Nama : Nurul Bashiroh


Nomor telepon : 0834567890
Alamat : Rt.01/Rw.03 ds. Nanjungmekar
3. Evaluasi Hasil Nama : Moni Chintya
Nomor telepon : 0876578910
Alamat : Rt.02/Rw.05 ds.Cangkuang
kecamatan Rancaekek kabupaten Bandung

3. Peralatan - Equipment
Aspek Kebutuhan Jumlah yang Status
tersedia
1. Komputer dengan : Tersedia
a. Word Procesing Ada dibutuhkan Sesuai kebutuhan
Software

8
(aplikasi Tersedia
pengolah kata)
b. Statistical Ada dibutuhkan Sesuai kebutuhan
Analysis Tersedia
Software (SPSS)
c. Photocopier 1 2 Tersedia
d. Printer 1 5 Tersedia
e. Telephones 1 3 Tersedia
f. Ruang Group 1 2 Tersedia
g. Tape recorder 2 3 Tersedia
h. Video recorder 3 4 Tersedia
2. Persediaan
(Supplies) :
a. Kertas untuk Sesuai kebutuhan Menyesuaikan Tersedia
cetak kuesioner Sesuai kebutuhan dengan kebutuhan Tersedia
b. Amplop Menyesuaikan Tersedia
c. Amplop kirim Sesuai kebutuhan dengan kebutuhan Tersedia
ulang Menyesuaikan Tersedia
d. Perangko Sesuai kebutuhan dengan kebtuhan Tersedia
e. Clipboards Sesuai kebutuhan Tersedia

4. Sumber daya apa yang tersedia untuk melaksanakan evaluasi?


Jumlah
Aspek Kebutuhan Yang Status
Tersedia
Biaya yang Kegiatan Rp. Kekurangan dana
dibutuhkan keseluruhan 5.000.000,- dapat di

9
penanggulangan minimalisir dengan
dan pencegahan melakukan
penyakit ISPA lobbying bersama
dengan jumlah stakeholder dan
biaya Rp. masyarakatnya
1.975.000,- sendiri.
Staf terampil yang Dapat dilaksanakan
diperlukan : sesuai kebutuhan
1. Statistika 1 orang 2 Orang
epidemiolog 4 orang 4 Orang
ical

2. Promkes

Dukungan Seksi bidang 2 orang Dukungan mitra


Organisasi Mitra penyakit menular organisasi menjadi
dinkes kota 2 orang salahsatu acuan
Bandung pelakasanaan
Puskesmas UPT dengan melihat
dan Jejaring kebijakan yang
dikeluarkan.
Peralatan dan lain- LCD Terpenuhi Tersedia dan
lain Proyektor mempermudah
Penggandaan kegiatan.
media
Laptop
Gedung kegiatan
Alat tulis kerja
Relawan untuk Ormas 1 Dukungan dari
evaluasi ormas

10
memperlancar
kegiatan yang
dilaksanakan
Waktu Sebelum 1 bulan 3 minggu Menggunakan
mebutuhkan metode kuantitatif
informasi sehingga dapat
mengeneraliasikan
informasi/data yang
ada.
Waktu evaluasi 1 tahun 1 tahun Evaluasi dilakukan
selama proyek seblum, saat dan
sesudah kegiatan
berlangsung selama
satu periode yang
ditentukan dalam
perencanaan (1
tahun).

STEP 4 : DISAIN EVALUASI (DESIGN THE EVALUATION)


4.1 Memilih tipe evaluasi yang akan dilakukan
4.2 Menyusun disain kerangka evaluasi
4.3 Penetapan etika dan confientiality : Informed concent, kerahasiaan

Lembar Kerja Tahap 4 :


4.1 Tipe Evaluasi yang akan dilakukan.
Tipe Evaluasi Paling
Uraian Desain
Cocok
Cross sectional Mengevaluasi program kegiatan dengan melihat prevalensi,
distribusi, maupun hubungan penyakit dan paparan dengan

11
mengamati status paparan, penyakit atau outcome lain
secara serentak pada individu- individu dari suatu populasi
pada suatu saat.
Post test pre test Melihat hasil test dari sebelum di adakannya penyuluhan
dan sesudah adanya penyuluhan

4.2 Menyusun disain kerangka evaluasi


Faktor Hasil
Lama waktu implementasi 1 tahun ( Januari 2019- Desember 2019 )
Tahapan pengembangan Pengembangan program berjalan sesuai tahapan
program mode Toronto Univercity.
Tipe evaluasi yang sudah Tipe evaluasi yang sudah ada atau sudah dilakukan
dilakukan untuk masalah yang hampir sama adalah :
1. Cross sectional

2. Post test pre test

Ketersediaan Sumber Daya 1. Sumber daya manusia/staff terpenuhi sehingga


program kegiatan berjalan sesuai apa yang
direncanakan.

2. Sumber daya dana diatasi oleh stake holder dan


masyarakat.

Minat Stakeholder Minat stakeholder mempengaruhi keberlangsungan


program kegiatan

4.3.1 Uraikan Etika evaluasi


Etika Evaluasi terdiri dari 4 hal yaitu :
a. Kerahasiaan hasil evaluasi

12
Hasil evaluasi yang di lakukan hanya dikaji dengan pihak pihak terkait
atau stakeholders demi menjaga penyalahgunaan informasi oleh pihak
yang tidak bertanggung jawab.
b. Keamanan evaluasi
Hasil evaluasi di lakukan sesuai dengan metode dan prosedur yang
dilakukan oleh pihak yang mengevaluasi program yang telah berjalan
dan dilaksanakan
c. Interpretasi hasil evaluasi
Hasil evaluasi di interpretasikan setiap kali evaluasi dilakukan
d. Penggunaan Evaluasi
Hasil evaluasi di kaji laku di lakukan sebagai keberhasilan program
selanjutnya agar berjalan lebih baik

4.3.2 Informed concent


LEMBAR PERMOHONAN MENJADI RESPONDEN
Assalamu’alaikum Wr.Wb.
Yang terhormat Bapak/Ibu
Saya yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama :
Institusi : Puskesmas Nanjungmekar
Pada kesempatan ini saya mohon kesediaan Bapak dan Ibu untuk
berkenan menjadi responden dari evaluasi program pencegahan dan
penaggulangan penyakit ISPA.
Data yang diperoleh dari hasil evaluasi ini nantinya hanya akan digunakan
untuk keberhasilan program selanjutnya.
Wassalamu’alaikum Wr.Wb.
Bandung, Desember 2019
Team Evaluasi

13
LEMBAR PERSETUJUAN MENJADI RESPONDEN

Saya yang bertanda tangan di bawah ini:


No. Responden :
Jenis Kelamin :P/L
Usia :
Menyatakan bersedia menjadi responden dalam evaluasi Program pencegahan
dan penanggulangan penyakit ISPA. Evaluasi ini dilakukan oleh team
evaluasi puskesmas Nanjungmekar.
Demikian surat pernyataan ini saya buat, tanpa ada paksaan dari pihak
manapun.
Bandung, Desember 2019

Responden Team Evaluasi

(....................................) (……..………………..)

14
STEP 5 : MENENTUKAN METODE YANG SESUAI (DETERMINE
APPROPRIATE METHODS OF MEASUREMENT AND PROCEDURES)
Lembar Kerja Tahap 5 : Memilih Metode Pengumpulan Data.
5.1 Menentukan metode pengumpulan data
Tentukan jenis instrumen yang akan dipakai. Buat instrumen dengan menyusun
kisi-kisi penyusunan instrumen terlebih dahulu.
Alat instrument evaluasi yang dilakukan untuk program pencegahan dan
pengendalian penyakit ISPA yakni menggunakan kuesioner tertutup, lembar
chek-list. Selain itu alat / instrumen yang digunakan adalah instrument
dokumentasi, serta instrument observasi mengenai program yang berjalan sesuai
yang telah direncanakan.
No. Jenis Instrumen
1. Kuesioner tertutup dengan skala bertingkat
2. Wawancara
3. Lembar check list
4. Observasi dengan alat dokumentasi

5.2 Review program dan pertimbangkan dalam penentuan metode :


Review Program dan Pertimbangkan :
1. Berapa banyak biya yang Rp. 5.000.000,-
tersedia?

2. Berapa banyak sumberdaya Sumberdaya internal yang bertugas


internal media? berjumlah 7 petugas kesehatan yang
terdiri dari :
1. Petugas Promkes 2 orang
2. Pelatih, pembina tim kader dan
karang taruna desa sehat, 3 orang
3. Petugas pelayanan pendukung 10
Orang

15
3. Siapa target populasi? Target populasi dalam program kegiatan
adalah masyarakat yang ada dibawah
cakupan Puskesmas cipadung dengan
sampel target :
1. Sasaran Primer : Pasien ISPA,
keluarga pasien ISPA,
masyarakat yang berisiko ISPA

2. Sasaran Sekunder : Tokoh


agama, tokoh masyarakat
(RT,RW, Kader)

3. Sasaran Tersier : Kepala dan


Petugas promkes puskesmas
Jejaring dan UPT yang
berpengaruh terhadap kegiatan
yang akan dilakukan,petugas
kelurahan atau desa, kepala
kecamatan, dan sasaaran lain
yang akan memberikan
kebijkan-kebijakan perihal
program/kegiatan yang akan
dilaksanakan.

4. Apa cara terbaik untuk Dengan mengadakan forum diskusi dan


berkomunikasi dengan responden sharing pendapat mengenai kegiatan
potensial? dan hal-hal akibat dari masalah yang
dihadapi responden.
5. Metode apa yang akan Metode kuantitatif dapat menjelaskan
memberikan respon rate yang suatu masalah tetapi menghasilkan
tinggi dengan target populasi generalisasi. Sealin itu dapat

16
utama? menggunakan metode consensus
building dengan menjelaskan konteks
atau ide gagasan yang harus dilakukan
untuk mengatasi masalah yang ada.
6. Metode apa yang akan memberi Metode yang sesuai bagi target populasi
kenyamanan atau sesuai bagi adalah metode kualitiatif open ended
mereka? survey question karena tidak ada yang
saling ditutupi dengan kata lain saling
terbuka.
7. Metode apa yang paling sesuai Kualitatif experiment paling tepat untuk
dengan jadwal waktu yang program kegiatan tersebut, dikarenakan
tersedia? ada waktu yang cukup lama untuk
melakuakn perlakuan terhadap masalah
yang dihadapi populasi target.
8. Metode apa yang dapat diterima? Metode kuantitatif dapat diterima
karena hasil dapat di generalisasi.
Atau metode in depth interview dapat
menghasilkan data yang lebih banyak
dan dapat diterima.
9. Metode apa yang sesuai dengan Metode kualitatif discussion groups.
staff/sumberdaya? Karena selain menghemat waktu, tidak
memerluka sumberdaya yang begitu
banyak.
10. Metode pengumpulan data apa Kualititif experimental method tepat
yang terbaik bagi proyek ini? untuk program ini karena dapat
memberikan bahasa, kontex serta
hubungan ide terhadap maslah yang
terjadi dengan menambahkan perlakuan
untuk emlihat ada atau tidaknya

17
hubungan atau perubahan.

5.3 Pilihlan disain sampling. Tipe sampling apa yang dipilih ?


Desain Sampling
Tipe sampling apa yang dipilih? Simple Random Sampling
Mengapa disain tersebut dipilih? 1. Karena setiap sampel dalam populasi
memiliki kesempatan yang sama untuk di
survey.

2. Karena kelebihan teknik sampling ini


adalah pelaksanaannya mudah.

Berapa banyak orang yang akan Sampel diambil dengan cara undi sebanyak
diukur? 𝑁 13.284
=
Sampel di hitung dengan rumus slovin 1 + 𝑁(𝑑)2 1 + 13.284(0,05)2
13.284
=
13.285(0,05)2
13.284
= = 399,9
33,2125
400 orang dari 54 RW Puskesmas
Nanjungmekar.

Pertimbangkan :
 Berapa jumlah target populasi?
Target populasi yaitu seluruh KK yang ada di wilayah kerja Puskesmas
Nanjung Mekar yang berjumlah 13.284
 Berapa biaya yang disediakan ?
Biaya yang di sediakan yaitu sebesar Rp. 5.000.000,-
 Apakah diperlukan melihat sub kelompok ?
Diperlukan melihat sub kelompok karena terkait program pencegahan dan
penanggulangan penyakit ISPA yang berarti ada satu kelompok yang sehat

18
dan ada juga satu kelompok yang menderita ISPA terkait penanggulangan
penyakit tersebut.
 Berapa % dari populasi didalam sub kelompok ?
7.627
Pengidap ISPA 𝑥 100% = 16 %
47.289

39662
Warga yang tidak mengidap ISPA 𝑥 100% = 83,87 %
47.289

 Dimana dan bagaimana sampel akan diambil ?


Sampel diambil di seluruh wilayah Puskesmas Nanjung Mekar terdiri dari
lima desa

Ringkasan Disain Evaluasi


Minat stakeholders Program Minat stakeholder mempengaruhi program
kegiatan yang dilaksanakan.
Disain evaluasi Disain evaluasi yang digunakan tepat guna
sesuai dengan masalah / program kegiatan
yang dilaksanakan.
Tujuan Khusus Program Tujuan khusus dari program pencegahan dan
penanggulangan penyakit ISPA berjalan
dengan baik dan sesuai tujuan yang telah
direncakan sebelum program dilaksanakan.
Indikator Sukses Angka penyakit ISPA menurun.
90% Masyarakat Nanjung mekar tahu cara
memproteksi dan mencegah diri dari penyakit
ISPA.
Pasien ISPA sadar diri terhadap penyakitnya.
Masayarakat dan keluarga mampu menjadi
pengawas pasien ISPA.
Metode Pengukuran Metode pengukuran tepat sesuai dengan
aspek yang diukur.
Pengukuran Jadwal Waktu Jadwal waktu kegiatan yang dilaksanakan

19
tidak melebihi waktu yang telah direncakan
(Sesuai).

STEP 6: MENGEMBANGKAN RENCANA KERJA, BIAYA DAN JADWAL


EVALUASI (DEVELOP THE WORK PLAN, BUDGET AND TIMELINE FOR
EVALUATION)
Lembar Kerja Tahapan 6 :
Pengembangan rencana kerja, biaya dan jadwal waktu evaluasi

Tugas Penanggung-jawab Biaya / Waktu Jadwal diharapkan


Staf
Disain evaluasi Petugas puskesmas Seminggu setelah
pelaksanaan
Pengembangan Petugas puskesmas Berjalannya program
instrumen pengukuran
Tes pilot instrumen Petugas puskesmas Setelah pengumpulan
pengukuran data
Revisi instrumen Petugas puskesmas Jika terdapat kesalahan
pengukuran data
Pengumpulan data Petugas puskesmas Tepat waktu
Pengolahan data Petugas puskesmas Tepat waktu
Analisis data Petugas puskesmas Tepat waktu
Penulisan laporan Petugas puskesmas Tepat waktu
Diseminasi hasil Petugas puskesmas Tepat waktu

Penentuan biaya.
No. Kegiatan Aspek Volume Unit Cost Jumlah Biaya
Pembiayaan (Rp.)
1. Observasi awal Transportasi 2 orang Rp. 100.000,- Rp.200.000,-

20
kegiatan evaluasi petugas
2. Rapat bulanan Alat tulis 1 paket Rp. 75.000,- Rp.75.000,-
evaluasi kerja x 12 = Rp.
900.000
Konsumsi 25 buah Rp. 5000,- Rp. 125.000,-
snack x 12 = Rp.
1.500.000
3. Perekapan data setiap Alat tulis 1 paket Rp. 75.000,- Rp. 75.000,- x
3 bulan kerja 4 = Rp.
300.000
Konsumsi 25 buah Rp. 10.000,- Rp. 250.000,-
x 4 = Rp.
1.000.000
4. Pemaparan hasil Transportasi 4 orang Rp. 200.000,- Rp.800.000,-
evaluasi tamu
undangan
Alat tulis 1 paket Rp. 75.000,- Rp. 75.000,-
kerja
Konsumsi
1.Makan 30 buah Rp. 12.000,- Rp. 360.000,-
berat
2.Snack 30 buah Rp.6000,- Rp. 180.000,-
Jumlah Rp.
5.315.000,-

Penyusunan jadwal
No Kegiatan Jan Fe Ma Apri Me Jun Juli Agu Se okt Nov De
b rt l i i st pt s
1. Observasi 

21
awal
kegiatan
2. Rapat            
bulanan
Evaluasi
rutin
3. Perekapan    
data setiap
3 bulan
rutin
4. Pemaparan 
hasil
evaluasi

22
BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan

1. Program ini bernama pencegahan dan penanggulangan penyakit ISPA,


merupakan program kegiatan mengenai pencegahan dan penanggulangan
penyakit ISPA dengan memberdayakan masyarakat dalam upaya
pemberantasan penyakit ISPA yang berada dalam naungan puskesmas Nanjung
mekar kabupaten Bandung. Program ini bertujuan agar masyarakat mampu
mengendalikan penularan dan pengobatan penyakit ISPA.
2. Stakeholder yang berperan dan memilliki minat dalam kegiatan tersebut adalah
kepala bagian Program Penyakit Menular (Dari Dinkes Kab Bandung), Kepala
Puskesmas UPT, Kepala Puskesmas jejaring, kepala desa haurpugur, Ketua
RW Kp. Cabok Kaler, serta Ketua/seksi bidang kelompok berantas ISPA.
3. Staff yang menjalankan kegiatan program sesuai dengan staff/sumberdaya
yang telah ada dalam perencanaan sebelumnya, namun ada staff atau
sumberdaya tambahan untuk mengolah data dan lain sebagainya.
4. Desain evaluasi yang digunakan dalam program ini menggunakan Cross
sectional desain, Mengevaluasi program kegiatan dengan melihat
Mengevaluasi program kegiatan dengan melihat prevalensi, distribusi, maupun
hubungan penyakit dan paparan dengan mengamati status paparan, penyakit
atau outcome lain secara serentak pada individu- individu dari suatu populasi
pada suatu saat. Metode pengumpulan data agar memberikan respon rate yang
tinggi dengan target populasi utama yakni dengan metode kuantitatif
dikarenakan dapat menjelaskan suatu masalah tetapi menghasilkan
generalisasi.
5. Tipe sampling dalam program kegiatan ini adalah simple random sampling
dengan undian sesuai dengan criteria yang telah ditentukan bersama. Sampel
yang diambil dengan cara undi sebanyak 400 orang dari 54 RW .

23
B. Saran
Diharapkan dengan adanya dokumen evaluasi program kegiatan ini, dapat menjadi
salahsatu bahan pertimbangan untuk melanjutkan kegiatan atau memperbaiki aspek
kegiatan yang seharusnya diperbaiki dalam rangka melanjutkan program kegiatan
agar berjalan dengan efektif.

24