Anda di halaman 1dari 3

ROKOK

Rokok adalah silinder dari kertas berukuran panjang antara 70 hingga


120 mm (bervariasi tergantung negara) dengan diameter sekitar 10 mm yang berisi daun-
daun tembakau yang telah dicacah. Rokok dibakar pada salah satu ujungnya dan dibiarkan
membara agar asapnya dapat dihirup lewat mulut pada ujung yang lainnya. Rokok biasanya
dijual dalam bungkusan berbentuk kotak atau kemasan kertas yang dapat dimasukkan
dengan mudah ke dalam kantong.

Rokok, pertama kali digunakan oleh orang suku asli Amerika. Seperti, Suku Indian,
Suku Maya, dan Suku Aztec. Dengan bahan utama dari rokok tersebut adalah tembakau.
Orang-orang suku tersebut, merokok dengan cara membakar daun tembakau lalu dihisap
dengan pipa panjang. Kegiatan ini biasanya dilakukan pada saat beberapa suku memulai
pertemuan dengan tujuan agar antar suku saling mempererat hubungan satu sama lain.
Adapun kegunaan lain dari tembakau yang dimanfaatkan oleh orang-orang suku asli
Amerika sebagai obat-obatan dan persembahan untuk dewa-dewa mereka pada saat itu.
Sampai akhirnya pada abad ke-16, Christoper Columbus dan rombongannya datang ke
benua Amerika. Dan bertemu dengan orang suku asli Amerika, lalu rombongan dari
Christoper Columbus pun diperkenalkan dengan rokok. Lalu mereka tertarik dengan budaya
menghisap rokok dari suku asli Amerika ini, dan menyebarluaskan dari benua asal
Christoper Columbus, Benua Eropa. Lalu rokok masuk ke Indonesia. Tetapi masih belum
jelas bagaimana sejarah rokok bisa masuk ke Indonesia. Namun dalam catatan sejarah rokok
di Indonesia, orang yang terkenal dalam merperkenalkan rokok ini adalah Haji Djamahari.
Beliau adalah orang pertama yang dipercaya memperkenalan rokok di Indonesia. Tetapi
rokok yang diperkenalkannya sampai luas di Indonesia sedikit berbeda dengan aslinya. Haji
Djamahari menambahkan minyak cengkeh dalam rokoknya tersebut, karna sebelumnya dia
mengeluh sakit pada dadanya ketika merokok tanpa campuran minyak cengkeh tersebut.
Rokok inipun laris manis dipasaran Indonesia, adapun nama panggilan dari temuan rokok
Haji Djamahari ini yaitu rokok “Kretek”. Dinamakan rokok “Kretek”, itu karna saat
membakar rokok ini cengkeh yang terkandung di dalamnya memunculkan bunyi ‘kretek’.

Sudah diketahui rokok adalah cincangan tembakau yang dibentuk seperti silinder, lalu
dibakar dan dihisap cara penggunaanya. Adapun kandungan bahan kimia dalam rokok yang
kini sudah banyak beredar di pasaran yaitu ;

 Nikotin, kandungan yang menyebabkan perokok merasa rileks, zat ini juga dapat
membuat perokok menjadi kecanduan. Nikotin berasal dari daun tembakau.
 Tar, yang terdiri dari lebih dari 4.000 bahan kimia yang mana 60 bahan kimia di
antaranya bersifat karsinogenik.
 Sianida, senyawa kimia yang mengandung kelompok cyano.
 Benzene, juga dikenal sebagai bensol, senyawa kimia organik yang mudah terbakar dan
tidak berwarna.
 Cadmium, sebuah logam yang sangat beracun dan radioaktif.
 Metanol (alkohol kayu), alkohol yang paling sederhana yang juga dikenal sebagai metil
alkohol.
 Asetilena, merupakan senyawa kimia tak jenuh yang juga merupakan hidrokarbon
alkuna yang paling sederhana.
 Amonia, dapat ditemukan di mana-mana, tetapi sangat beracun dalam kombinasi
dengan unsur-unsur tertentu.
 Formaldehida, cairan yang sangat beracun yang digunakan untuk mengawetkan mayat.
 Hidrogen sianida, racun yang digunakan sebagai fumigan untuk membunuh semut. Zat
ini juga digunakan sebagai zat pembuat plastik dan pestisida.
 Arsenik, bahan yang terdapat dalam racun tikus.
 Karbon monoksida, bahan kimia beracun yang ditemukan dalam asap buangan mobil
dan motor.

Meskipun demikian, hanya tar dan nikotin saja yang dicantumkan dalam bungkus rokok.
Tetapi tidak menapik kemungkinan terdapat dampak yang terjadi karna adanya rokok.
Berikut dari dampak positif dari rokok:
 Sebagai alat pelarian seseorang saat sedang terjadi masalah pada diri seseorang
tersebut.
 Sebagai alasan ‘basa-basi’ untuk saling berkontak sosial antar sesama manusia.
 Sebagai bahan lapangan kerja bagi buruh tembakau.
Sedangkan dampak negatifnya adalah:
 Menyebabkan gangguan pada pernapasan
 Menyebabkan gangguan pada organ paru-paru
 Menyebabkan gangguan pada jantung
 Menyebabkan gangguan kehamilan,
 Dan lain sebagainya.
Setelah dilihat dari dua sisi dampak yang ada pada rokok, dapat dilihat banyak dampak
negatif dari pada dampak positifnya. Maka dari itu rokok sepatutnya perlu diantisipasi
keberadaannya. Dimulai dari memakai masker apabila berada dekat dengan orang perokok
aktif dan berusaha menjauh dari orang perokok aktif. Sehingga dengan melakukan hal itu
setidaknya bagi orang-orang perokok pasif dampaknya agak sedikit berkurang.

Tapi melihat zaman sekarang bahkan anak-anak yang ada dibawah umur ada yang
sudah merokok. Maka dari itu sebaiknya kita sebagai makhluk sosial sebaiknya memberikan
edukasi tentang apa itu rokok, apa saja dampak-dampak yang diberikan apabila merekok,
memberikan banyangan juga efek samping jangka panjang apabila sudah merokok dari usia
dini. Sehingga bahaya dari rokok perlahan-lahan mulai menghilang seiring waktu. Dan bagi
perokok aktif sebaiknya diberikan terapi agar memulai mengurangi kebiasaannya untuk
merokok. Tapi bila kegiatan-kegiatan tersebut tidak terlalu gencar dilaksanakan, maka hasil
yang didapatkanpun tidak sesuai harapan.
Maka dari itu kesimpulan dari semua yang telah dibahas, merokok sepatutnya perlu
dihindari. Karna setelah dilihat untuk jangka panjangnya akan berbahaya bagi si perokok
“aktif”, maupun perokok “pasif”. Sehingga sebaiknya hindarilah rokok. Memang ada sisi
kerugian yang didapat karna para buruh tembakau akan mengalami kesulitan dimasa yang
akan datang, tetapi sebaiknya para buruh tebakau diarahkan untuk bisa memulai usaha
yang baru. Dengan awal seperti mengikuti kursus UKM atau lain sebagainya. Dan bangsa
Indonesia pun diharakan akan bebas dari bahaya rokok.

Nama : Mutiara Amania

NIM : 06081381621064
Sumber :
 https://id.wikipedia.org/wiki/Rokok
 http://aneh2unik.blogspot.co.id/2011/09/sejarah-dan-asal-usul-rokok-perokok.html
 http://kishi-kun.blogspot.co.id/2011/11/sejarah-awal-rokok.html
 http://asixpoel.blogspot.co.id/2009/10/rokok-masuk-indonesia.html