Anda di halaman 1dari 2

BAB I

PENDAHULUAN

Kanker merupakan salah satu jenis penyakit tidak menular yang angka
kejadiannya memiliki kecenderungan meningkat pada setiap tahunnya1. Data WHO
pada tahun 2010 menyebutkan bahwa kanker menempati urutan nomor dua sebagai
penyebab kematian terbanyak, berada di bawah penyakit kardiovaskuler2. Kanker
payudara menempati urutan pertama sebagai jenis kanker yang paling umum
diderita oleh perempuan di dunia. Kanker payudara memiliki kontribusi sebesar
25% dari total kasus baru kanker secara keseluruhan yang terdiagnosis pada tahun
20123.

Kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker yang sering terjadi pada
perempuan di Indonesia. Kanker payudara memiliki kontribusi sebesar 30% dan
merupakan jenis kanker yang paling mendominasi di Indonesia, mengalahkan
kanker leher rahim atau kanker serviks yang berkontribusi sebesar 24%2.

Kanker payudara sering ditemukan di seluruh dunia dengan insidens relatif


tinggi, yaitu 20% dari seluruh keganasan. Dari 600.000 kasus kanker payudara baru
yang didiagnosis setiap tahunnya. Sebanyak 350.000 di antaranya ditemukan di
negara maju, sedangkan 250.000 di negara yang sedang berkembang.4
Diperkirakan, kematian akibat kanker di dunia mencapai 4,3 juta per tahun dan 2,3
juta di antaranya ditemukan di negara berkembang. Jumlah penderita baru per tahun
5,9 juta di seluruh dunia dan 3 juta di antaranya ditemukan di negara sedang
berkembang.

Gejala permulaan kanker payudara sering tidak disadari oleh penderita sehingga
banyak penderita yang berobat dalam keadaan lanjut. Hal ini yang menyebabkan
tingginya angka kematian kanker tersebut. Padahal, pada stadium dini kematian
akibat kanker masih dapat dicegah. Bila penyakit kanker payudara ditemukan
dalam stadium dini, angka harapan hidupnya (life expectancy) tinggi, berkisar

1
antara 85 s.d. 95%. Namun, dikatakannya pula bahwa 70--90% penderita datang ke
rumah sakit setelah penyakit parah, yaitu setelah masuk dalam stadium lanjut.5