Anda di halaman 1dari 1

Indoneia sudah Memasuki musim penghujan nih...

setidaknya angka penyakit DBD


(Demam Berdarah Dengue) semakin meningkat karena penyakit demam berdarah
ini kebanyakan muncul pada musim penghujan.

Apa itu DBD? Apa saja gejalanya? Bagaimana proses penularannya? Dimana
tempat potensial berkembangbiaknya? Dan bagaimana cara untuk mencegahnya?,
semua pertanyaan tersebut akan saya jelaskan pada siaran sore hari ini.

Apa itu DBD? DBD adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue
dari nyamuk Aedes Aegypti.

Apa saja gejalanya? Biasanya gejala awal ditandai dengan demam tinggi yang
berlangsung 2 - 7 hari yang tak kunjung sembuh. Selain itu juga disertai dengan
menurunnya jumlah trombosit dan peningkatan hematokrit.

Bagaimana proses penularannnya?


Biasanya proses penularan dari penyakit ini bertempat di tempat-tempat umum yang
ramai akan berkumpulnya orang-orang seperti perumahan padat penduduk,
lingkungan pasar, sekolah, puskesmas/rumah sakit, terminal dan masih banyak lagi.

Lalu dimanakah tempat potensial berkembangbiaknya nyamuk aedes aegypti


ini? Kebanyakan dari tempat berkembangbiaknya berada pada tempat-tempat
penampungan air yang biasa digunakan sehari-hari seperti kamar mandi/WC, bak
mandi, ember dan lain-lain. Selain itu juga pada benda-benda bekas seperti botol air
mineral, tempat minum burung, pot bunga dan lain-lain.

Dan yang terakhir, bagaimana cara untuk menanggulanginya?Hingga saat ini


belum ada vaksin yang bisa menangkal DBD, namun beberapa
langkah pencegahan penyakit ini dapat dilakukan, seperti :

 Mensterilkan rumah dengan semprotan pembasmi nyamuk,


 Menaburkan serbuk abate di bak penampungan air agar jentik-jentik nyamuk mati,
 Memasang kawat anti nyamuk di seluruh ventilasi rumah,
 Memasang kelambu di kasur,
 Melaksanakan kegiatan 3M, yaitu mengubur sampah non-organik yang dapat
menampung air hujan, menutup bak penampungan air, dan menguras bak
penampungan air minimal 1 kali seminggu untuk mencegah timbulnya jentik-jentik
nyamuk.