Anda di halaman 1dari 32

BAB I

Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
Lingkungan yang sehat dapat memberikan efek terhadap kualitas kesehatan. Kesehatan
seseorang akan menjadi baik jika lingkungan yang ada di sekitarnya juga baik. Begitu juga
sebaliknya, kesehatan seseorang akan menjadi buruk jika lingkungan yang ada di sekitarnya
kurang baik. Dalam penerapan hidup bersih dan sehat dapat dimulai dengan mewujudkan
lingkungan yang sehat. Lingkungan yang sehat memiliki ciri-ciri tempat tinggal (rumah) dan
lingkungan sekitar rumah yang sehat.
Hidup bersih dan sehat dapat diartikan sebagai hidup di lingkungan yang memiliki standar
kebersihan dan kesehatan serta menjalankan pola/perilaku hidup bersih dan sehat. Lingkungan
yang sehat dapat memberikan efek terhadap kualitas kesehatan. Kesehatan seseorang akan
menjadi baik jika lingkungan yang ada di sekitarnya juga baik. Begitu juga sebaliknya, kesehatan
seseorang akan menjadi buruk jika lingkungan yang ada di sekitarnya kurang baik. Dalam
penerapan hidup bersih dan sehat dapat dimulai dengan mewujudkan lingkungan yang sehat.
Lingkungan yang sehat memiliki ciri-ciri tempat tinggal (rumah) dan lingkungan sekitar rumah
yang sehat.
Salah satu kebutuhan penting akan kesehatan lingkungan adalah masalah air bersih,
persampahan dan sanitasi, yaitu kebutuhan akan air bersih, pengelolaan sampah yang setiap hari
diproduksi oleh masyarakat serta pembuangan air limbah yang langsung dialirkan pada
saluran/sungai. Hal tersebut menyebabkan pandangkalan saluran/sungai, tersumbatnya
saluran/sungai karena sampah. Pada saat musim penghujan selalu terjadi banjir dan
menimbulkan penyakit.

1
1.2 Rumusan Masalah
Adapun permasalahan yang dibahas dalam makalah ini adalah :
1. Apa itu Kesehatan Lingkungan ?
2. Bagaimana Kebijakan dan Legalitas Kesehatan Lingkungan ?
3. Bagaimana trend dan isu masalah kesehatan lingkungan dan penanggulangannya ?
4. Apa bagian-bagian dari dasar dasar kesehatan lingkungan ?
5. Apa saja penyakit – penyakit yang diakibatkan dari kesehatan lingkungan ?

1.3 Tujuan Penulisan


Tujuan penyusun dalam makalah ini adalah:

1. Memenuhi salah satu tugas mata ajar IDK VII


2. Makalah ini dibuat bertujuan memberikan bekal, tuntunan dalam menjalani hidup sesuai
dengan metode kesehatan.
3. Memahami dasar-dasar kesehatan lingkungan dan penyakit-penyakit yang di akibatkan oleh
kesehatan lingkungan.

2
BAB II
Pembahasan

2.1 Pengertian Kesehatan Lingkungan


Kesehatan lingkungan adalah ilmu & seni dalam mencapai keseimbangan, keselarasan dan
keserasian lingkungan hidup melalui upaya pengembangan budaya perilaku sehat dan
pengelolaan lingkungan sehingga dicapai kondisi yang bersih, aman, nyaman, sehat dan sejahtera
terhindar dari gangguan penyakit, pencemaran dan kecelakaan, sesuai dengan harkat dan
martabat manusia. (Sudjono Soenhadji, 1994 )
Kesehatan lingkungan adalah suatu kondisi lingkungan yang mampu menopang
keseimbangan ekologis yang dinamis antara manusia dan lingkungan untuk mendukung
tercapainya realitas hidup manusia yang sehat, sejahtera dan bahagia. (Himpunan Ahli Kesehatan
Lingkungan)
Kesehatan lingkungan adalah Ilmu dan seni untuk mencegah pengganggu, menanggulangi
kerusakan dan meningkatkan/memulihkan fungsi lingkungan melalui pengelolaan unsur-
unsur/faktor-faktor lingkungan yang berisiko terhadap kesehatan manusia dengan cara
identifikasi, analisis, intervensi/rekayasa lingkungan, sehingga tersedianya lingkungan yang
menjamin bagi derajat kesehatan manusia secara optimal. (Tri Cahyono, 2000)
Kesehatan lingkungan adalah suatu keseimbangan ekologis yang harus ada antara manusia
dengan lingkungannya agar dapat menjamin keadaan sehat dari manusia.

2.2 Kebijakan dan Legalitas Kesehatan Lingkungan


Sehubungan dengan kebijakan dan strategi kesehatan, sudah banyak inovasi yang
ditawarkan di banyak area, seperti perencanaan tenaga kerja manusia, gizi, imunisasi, suplai air,
obat generik, pembiayaan pelayanan kesehatan dan pengelolaan kesehatan daerah. Pelaksanaan
kebijakan "angka pertumbuhan nol" pada pegawai negeri telah mempengaruhi (secara
merugikan) pengerahan dokter-dokter untuk bekerja di pusat kesehatan milik pemerintah. Untuk
mengatasi masalah ini, DepKes menawarkan rencana untuk mengontrak para dokter, yang tidak
menjamin keamanan pekerjaan (job security), oleh karena itu menjadi tidak menarik. Di tahun

3
1992 dikeluarkan hukum kesehatan yang menjabarkan peranan pemerintah di bidang kesehatan
selama dekade mendatang dan memberikan dasar-dasar bagi peraturan kesehatan lainnya.
Hukum jaminan sosial juga dikeluarkan di tahun 1992 yang mengharuskan perusahaan dengan
lebih dari 10 pegawai untuk memberikan pegawainya semacam benefit kesehatan.

2.3 Trend dan Isu Masalah Kesehatan Lingkungan dan


Penanggulangannya

Pemerintah Indonesia menekankan bahwa pengembangan SDM adalah bagian yang


penting bagi pembangunan nasional. Prioritas juga diberikan untuk meningkatkan kesehatan dan
pendidikan. Dalam upayanya untuk meningkatkan pembangunan pelayanan kesehatan,
pemerintah mengenali peranan sektor swasta, terutama dalam menyediakan pelayanan kesehatan
di tingkat sekunder dan tersier, yang dapat mengurangi investasi pemerintah yang besar dalam
sarana kesehatan yang mahal. Meningkatnya perannya sektor swasta dalam kesehatan akan
menimbulkan pertanyaan yang berhubungan dengan akses dan ekuitas, walaupun sarana swasta
diharuskan untuk menyediakan subsidi pelayanan kepada fakir miskin. Situasi ini akan menjamin
pengenalan akan mekanisme pengaturan yang efektif. Perubahan lembagaonal yang besar juga
akan dibutuhkan dalam DepKes.
Kebijakan angka pertumbuhan nol pada pegawai untuk mengoptimalkan efisiensi telah
diadopsi oleh sektor publik. Ini akan memberikan efek negatif pada pelayanan kesehatan karena
akan membatasi kemampuan mereka dalam membuka sarana baru dan menyediakan pelayanan
yang lebih banyak. Pemerintah terus berusaha untuk meningkatkan pengaturan desentralisasi,
terutama di tingkat daerah dan kota praja, yang membutuhkan koordinasi yang dekat dengan
pusat apabila pelaksanaan rencana HFA diberlakukan.
Pembangunan kesehatan di Indonesia telah memperbaiki status kesehatan secara signifikan.
Namun, masalah dan batasan yang ada mempengaruhi pembangunan yang lebih lanjut menuju
Indonesia Sehat 2010.

Trend Dalam Status Kesehatan

Tingkat harapan hidup

4
Tingkat harapan hidup pada saat kelahiran diperkirakan adalah 67,86 tahun untuk laki-laki
dan wanita (CBS). Proyeksi penduduk 1995-2005 (2000) akan mengakibatkan peningkatan
jumlah orang yang berusia lebih tua dan peningkatan insiden dari penyakit degeneratif. Ini akan
mengakibatkan kenaikkan pada anggaran belanja kesehatan. Pendekatan yang menyeluruh untuk
mengupayakan status kesehatan dan memperbaiki harapan hidup telah dilaksanakan dengan
keluarga sebagai titik pusatnnya. Tugas ini diberikan kepada direktorat pengupayaan kesehatan
keluarga yang berada di dalam DepKes.

Mortalitas

Angka kematian bayi (AKB) menurun dari 74,2 per 1000 kelahiran dalam tahun 1981-1991
menjadi 52,5 per 1000 kelahiran yang hidup dalam tahun 1987-1997, angka kematian balita dari
107 menjadi 70,6 per 1000 kelahiran yang hidup, dan angka kematian maternal dari 450 dalam
tahun 1985-1986 menjadi 390 per 100.000 kelahiran yang hidup dalam tahun 1989-1994.
Beberapa faktor termasuk pelayanan imunisasi, partisipasi masyarakat, pertumbuhan ekonomi di
daerah pedesaan, upaya dan pendidikan kesehatan, berkembangnya kesadaran masyarakat, dan
perbaikan sarana dan pelayanan kesehatan, telah mempengaruhi terhadap perubahan yang
signifikan dalam mortalitas. Hambatan yang ada dalam mengurangi kematian termasuk:
meningkatnya urbanisasi, kemiskinan, dan banyaknya daerah yang terpencil dan pulau-pulau
yang kecil yang menyebabkan sulitnya untuk berkomunikasi. Rencana selanjutnya akan
menekankan kerjasama intra-sektoral, partisipasi masyarakat, dan penyerahan kekuasaan untuk
tingkat propinsi dan tingkat yang lebih rendah.

Morbiditas

Beberapa perubahan yang signifikan terhadap morbiditas telah terjadi sejak evaluasi HFA
yang kedua. Jumlah kasus kusta yang baru telah menurun dari 41.649 di tahun 1995 menjadi
11.387 di tahun 1999. Pengenalan dan perluasan dari terapi berbagai macam obat (multidrug
therapy) mungkin telah mencegah penyebaran kusta, dengan harapan untuk menghapuskannya di
masa yang akan datang. Kegiatan pengawasan malaria telah memberikan efek yang minimal
pada insiden malaria, dengan jumlah kasus yang menurun dari 1.668.504 di tahun 1992 menjadi
1.518.140 di tahun 1995. Penemuan kasus dan perawatan telah diintensifikasikan, tetapi yang

5
menjadi hambatan utama adalah resistansi terhadap obat P. falciparum, kesulitan transportasi,
dan terbatasnya dana. Prevalansi tuberkulosis juga mengalami peningkatan sejak evaluasi yang
kedua, yang disebabkan oleh pelayanan yang terbatas dari program pencegahan, tingginya
tingkat orang yang keluar dari perawatan, dan resistansi terhadap berbagai macam obat.
Perhatian utama akan diberikan pada penggunaan metode DOTS, yang diperkirakan memiliki
tingkat kesembuhan sebesar 85%. Setelah luasnya pelayanan imunisasi, insiden polio diharapkan
akan turun secara signifikan. Di tahun 1995, pengawasan polio yang lebih baik diperkenalkan,
dengan diagnosa yang didukung oleh hasil laboratorium. Menurunnya kasus neonatal tetanus
diselidiki antara tahun 1992-1995 (807 menjadi 390), yang disebabkan oleh meningkatnya
pelayanan imunisasi, pengawasan yang lebih baik, dan peningkatan dari ruang praktik yang
bersih dan higienis. Penurunan yang dramatis pada angka kesakitan campak dari 91.645 kasus di
tahun 1992 menjadi 37.594 kasus di tahun 1995, dan pada poliomyelitis dari 148 menjadi 14
kasus, yang dikarenakan oleh tingginya pelayanan imunisasi, pengamatan yang intensif, dan
pencegahan perjangkitan.

Disabilitas

Survey nasional telah memperkirakan prevalansi kebutaan adalah 1,47% (1996). Penyebab
utama dari kebutaan ini adalah katarak dengan prevalansinya 1,02%. Rencana selanjutnya akan
membutuhkan kegiatan perawatan mata utama yang terpadu dimasukkan ke dalam pembangunan
PHC, dan juga mendirikan program "pelayanan penghapusan katarak" yang lengkap. Untuk
masalh disabilitas, pendekatan rehabilitasi yang berbasis komunitas telah diterapkan dan
dilaksanakan di Jawa Tengah dengan tujuan untuk diperluas. Hambatan yang utama adalah
kurangnya SDM dan sumber keuangan. Tindakan selanjutnya untuk disabilitas adalah untuk
meningkatkan kebijakan kesehatan dan mengembangkan koordinasi yang lebih baik dengan
badan non-pemerintah dan sektor swasta.

Masalah Kesehatan Lingkungan

Sebagai salah satu negara berkembang dengan jumlah penduduk lebih dari 200 juta jiwa,
masalah kesehatan lingkungan di Indonesia menjadi sangat kompleks terutama di kota-kota
besar. Hal ini diakibatkan oleh beberapa hal :

6
1. Urbanisasi Penduduk

Terjadi Perpindahan penduduk dalam jumlah besar dari desa ke kota. lahan pertanian pun
semakin berkurang, sehingga orang-orang di desa berduyun-duyun datang ke kota untuk mencari
pekerjaan yang baru. di samping itu, kota juga karena kota mempunyai daya tarik bagi
masyarakat pedesaan.

2. Tempat Pembuangan Sampah

Sistem penglolahan sampah saat ini masih dilakukan dengan sistem dumping tanpa ada
pengolahan lebih lanjut. Sistem ini seperti ini memrlukan lahan yang sangat luas yang akhirnya
dapat menimbulkan pencemaran ; udara, air, tanah.

3. Penyediaan Sarana Air Bersih

Berdasarkan survey, hanya sekitar 60% penduduk Indonesia yang mendapatkan air bersih
dari PDAM, terutama untuk penduduk perkotaan. Selebihnya masih menggunakan air sumur
atau sumber lain.

4. Pencemaran Udara

Tingkat pencemaran di Indonesia sudah melewati ambang batas normal terutama di kota-
kota besar akibat gas buang kendaraan bermotor dan ditambah lagi dengan Indistri.

5. Pembuangan Limbah Industri dan Rumah Tangga

Hampir semua limbah jenis ini dibuang ke badan air. Akibatnya, Kualitas air sungai
menurun

Penanggulangan Masalah Kesehatan Lingkungan

Hidup bersih dan sehat dapat diartikan sebagai hidup di lingkungan yang memiliki standar
kebersihan dan kesehatan serta menjalankan pola/perilaku hidup bersih dan sehat. Lingkungan
yang sehat dapat memberikan efek terhadap kualitas kesehatan. Kesehatan seseorang akan
menjadi baik jika lingkungan yang ada di sekitarnya juga baik. Begitu juga sebaliknya, kesehatan
seseorang akan menjadi buruk jika lingkungan yang ada di sekitarnya kurang baik. Dalam
penerapan hidup bersih dan sehat dapat dimulai dengan mewujudkan lingkungan yang sehat.

7
Lingkungan yang sehat memiliki ciri-ciri tempat tinggal (rumah) dan lingkungan sekitar rumah
yang sehat

2.4 Dasar-Dasar Kesehatan Lingkungan


Ruang lingkup Kesehatan Lingkungan :

1. Penyediaan air minum

2. Pengolahan air buangan dan pengendalian pencemaran

3. Pengelolaan sampah padat

4. Pengendalian vector

5. Pencegahan dan pengendalian pencemaran tanah dan ekskreta manusia

6. Hygiene makanan

7. Pengendalian pencemaran udara

8. Pengendalian radiasi

9. Kesehatan kerja

10. Pengendalian kebisingan

11. Perumahan dan permukiman

12. Perencanaan daerah perkotaan

13. Kesehatan lingkungan transportasi udara, laut dan darat

14. Pencegahan kecelakaan

15. Rekreasi umum dan pariwisata

16. Tindakan sanitasi yang berhubungan dengan epidemic, bencana, kedaruratan

17. Tindakan pencegahan agar lingkungan bebas dari risiko gangguan kesehatan

8
(WHO, 1979)

2.4.1 Rumah Sehat


Rumah pada dasarnya merupakan tempat hunian yang sangat penting bagi kehidupan setiap
orang. Rumah tidak sekedar sebagai tempat untuk melepas lelah setelah bekerja seharian, namun
didalamnya terkandung arti yang penting sebagai tempat untuk membangun kehidupan keluarga
sehat dan sejahtera. Pengertian rumah sehat adalah rumah yang dapat memenuhi kebutuhan
rohani dan jasmani secara layak sebagai suatu tempat tinggal atau perlindungan dari pengaruh
alam luar. Rumah yang sehat dan layak huni tidak harus berwujud rumah mewah dan besar
namun rumah yang sederhana dapat juga menjadi rumah yang sehat dan layak dihuni Rumah
sehat adalah kondisi fisik, kimia, biologi didalam rumah dan perumahan sehingga
memungkinkan penghuni atau masyarakat memperoleh derajat kesehatan yang optimal. Untuk
menciptakan rumah sehat maka diperlukan perhatian terhadap beberapa aspek yang sangat
berpengaruh antara lain :
1. Sirkulasi udara yang baik.
2. Penerangan yang cukup.
3. Air bersih terpenuhi.
4. Pembuangan air limbah diatur dengan baik agar tidak menimbulkan pencemaran.
5. Bagian-bagian ruang seperti lantai dan dinding tidak lembab serta tidak terpengaruh
pencemaran seperti bau, rembesan air kotor maupun udara kotor.
Rumah Sehat Bebas Nyamuk
a. Beri pencahayaan alami yang cukup pada rumah. Nyamuk sangat menyukai untuk bersarang
di lingkungan yang lembab, dingin dan gelap. Upayakan agar desain rumah memiliki
pencahayaan alami yang dibuat cukup besar sehingga mampu memberi akses sinar matahari
ke dalam ruangan.
b. Hilangkan genangan air yang bisa jadi tempat berkembang biak. Buanglah sampah dan
barang-barang bekas seperti kaleng, tong, pot, baskom, ember yang bisa menjadi tempat
berkembang biak nyamuk. Ingatlah bahwa nyamuk betina akan bertelur di dalam air yang
tergenang. Telur-telur ini akan berkembang menjadi larva dan kemudian berubah menjadi
bentuk dewasa dalam 10 hari.

9
Kuras bak mandi minimal seminggu sekali untuk mencegah telur nyamuk menetas menjadi
larva. Berilah beberapa ekor ikan di kolam taman sebagai predator alami larva nyamuk. Jika
Anda memang tidak bisa menghilangkan genangan air tersebut, maka masukkan bubuk abate
sesuai petunjuk untk mencegah larva berkembang menjadi nyamuk dewasa.
c. Ubah kebiasaan menggantung baju dalam jangka waktu lama. Jangan dibiasakan untuk
menggantung baju-baju di gantungan (terutama di belakang pintu) dalam waktu lama. Selain
menimbulkan kesan kurang rapi, juga bisa menjadi tempat hunian yang nyaman bagi nyamuk.
Gantunglah baju didalam lemari gantung dan berilah pengharum semacam kapur barus dsb.
d. Pasang tirai/kasa nyamuk. Untuk mencegah nyamuk memasuki nyamuk, Anda sebaiknya
memasang tirai nyamuk pada lubang-lubang ventilasi, jendela atau pintu. Pada saat ini sudah
banyak produk tirai nyamuk modern dari berbagai merk, yang bisa dipasang secara praktis
dan pemasangannya akan menjadi menjadi bagian dari interior penghias ruangan yang
menarik.
e. Pangkas tanaman yang terlalu rimbun. Tanaman-tanaman yang berdaun rimbun di sekitar
rumah memang akan memberi suasana teduh, segar dan alami. Akan tetapi sebaliknya lokasi
tersebut juga akan menjadi hunian yang disukai nyamuk. Pangkaslah daun-daun yang terlalu
rimbun secara berkala untuk mencegah menjadi tempat hunian nyamuk.
f. Tanamlah tanaman yang tidak disukai nyamuk. Ternyata tidak semua tanaman disukai oleh
nyamuk. Beberapa jenis tanaman justru memiliki aroma yang sangat dibenci nyamuk,
misalnya tanaman Lavender, Akar Wangi, Geranium, Zodia dan Selasih. Boleh dicoba untuk
menanam tanaman tersebut di sekitar rumah Anda, siapa tahu ternyata bisa jadi cara ampuh
mengusir nyamuk.
g. Pasang perangkap nyamuk. Ada baiknya Anda memasang perangkap nyamuk, yang bisa
berfungsi untuk menarik perhatian nyamuk, menangkap dan membunuhnya. Banyak literatur
di internet yang memberikan informasi tentang cara membuat alat perangkap nyamuk secara
mudah.
h. Gunakan obat anti nyamuk yang aman. Nah, jika cara-cara di atas ternyata belum maksimal,
gunakan obat anti nyamuk di rumah Anda. Ada berbagai jenis dan merk, mulai dari jenis obat
nyamuk bakar, obat nyamuk semprot, elektrik hingga berupa cream/lotion. Pilihah obat anti
nyamuk yang aman bagi kesehatan Anda sekeluarga, dan bacalah petunjuk pemakaian secara
seksama sebelum menggunakannya.

10
Cara Memillih Rumah Sehat :
a) Rumah harus difungsikan sebagai tempat terapi fisik dan mental seluruh penghuni rumah.
Rumah harus sehat sehingga penghuni rumah jadi ikut sehat. Dengan segala keterbatasan
anggaran uang dan lahan, berbagai desain rumah hemat yang sehat, produktif, dan ramah
lingkungan mulai ditawarkan, dan itu tidak selalu harus mahal, asalkan tahu kiat-kiatnya.
b) Keluarga yang hendak membeli rumah akan lebih bijaksana jika memilih rumah tumbuh atau
rumah tingkat siap pakai. Sebab, setelah dihitung-hitung, peningkatan rumah standar menjadi
rumah tingkat biayanya tetap lebih besar ketimbang membeli rumah tumbuh atau rumah
tingkat sejak awal. Perhatikan pula kualitas dan struktur bangunan rumah.
c) Luas lahan dan anggaran biaya yang terbatas mendorong penghuni rumah untuk
mengoptimalkan fungsi rumah. Penggabungan fungsi-fungsi ruang mulai dari carport, teras,
dan taman depan menjadi ruang tamu umum sekaligus tempat nongkrong anak-anak. Ruang
tamu keluarga dan ruang makan sekaligus ruang bermain anak-anak. Penyatuan ruang makan,
dapur, teras, dan taman belakang yang membatasi ruang cuci dan menjemur pakaian.
d) Rumah sehat akan semakin berfungsi baik dengan didukung taman yang menghadirkan
suasana alami yang sejuk dan teduh. Rumah taman akan menyatukan seluruh ruangan dan
bangunan rumah dengan lingkungan sekitar. Dominasi warna hijau akan memberikan suasana
tenang dan nyaman. Selingan aromatik tanaman dan warna-warni tanaman berbunga dan atau
berdaun indah akan menambah keceriaan dan kehangatan rumah.
e) Kehadiran kolam air yang berisikan ikan dan tanaman air yang berupa kolam yang besar,
tempayan atau gerabah, hingga kolam akuarium dilengkapi tanaman air seperti teratai, papirus
atau eceng gondok, dan sereh, dapat pula memberikan ketenangan.

2.4.2 Air Bersih


Air Bersih yaitu air yang dipergunakan untuk keperluan sehari-hari dan kualitasnya
memenuhi persyaratan kesehatan air bersih sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang
berlaku dan dapat diminum apabila dimasak.
Air minum harus steril (steril = tidak mengandung hama penyakit apapun). Sumber-sumber
air minum pada umumnya dan di daerah pedesaan khususnya tidak terlindung sehingga air
tersebut tidak atau kurang memenuhi persyaratan kesehatan. Untuk itu perlu pengolahan terlebih
dahulu.
Pengolahan air untuk diminum dapat dikerjakan dengan 2 cara, berikut:

11
1. Menggodok atau mendidihkan air, sehingga semua kuman¬kuman mati. Cara ini
membutuhkan waktu yang lama dan tidak dapat dilakukan secara besar-besaran.
2. Dengan menggunakan zat-zat kimia seperti gas chloor, kaporit, dan lain-lain. Cara ini dapat
dilakukan secara besar¬besaran, cepat dan murah.
Agar air minum tidak menyebabkan penyakit, maka air tersebut hendaknya diusahakan
memenuhi persyaratan-persyaratan kesehatan, setidaknya diusahakan mendekati persyaratan
tersebut. Air yang sehat harus mempunyai persyaratan sebagai berikut:
1) Syarat fisik
Persyaratan fisik untuk air minum yang sehat adalah bening (tak berwarna), tidak berasa,
suhu dibawah suhu udara diluarnya sehingga dalam kehidupan sehari-hari. Cara mengenal air
yang memenuhi persyaratan fisik ini tidak sukar.
2) Syarat bakteriologis
Air untuk keperluan minum yang sehat harus bebas dari segala bakteri, terutama bakteri
patogen. Cara untuk mengetahui apakah air minum terkontaminasi oleh bakteri patogen adalah
dengan memeriksa sampel (contoh) air tersebut. Dan bila dari pemeriksaan 100 cc air terdapat
kurang dari 4 bakteri E. coli maka air tersebut sudah memenuhi syarat kesehatan.
3) Syarat kimia
Air minum yang sehat harus mengandung zat-zat tertentu didalam jumlah yang tertentu
pula. Kekurangan atau kelebihan salah satu zat kimia didalam air akan menyebabkan gangguan
fisiologis pada manusia. Sesuai dengan prinsip teknologi tepat guna di pedesaan maka air minum
yang berasal dari mata air dan sumur dalam adalah dapat diterima sebagai air yang sehat dan
memenuhi ketiga persyaratan tersebut diatas asalkan tidak tercemar oleh kotoran-kotoran
terutama kotoran manusia dan binatang. Oleh karena itu mata air atau sumur yang ada di
pedesaan harus mendapatkan pengawasan dan perlindungan agar tidak dicemari oleh penduduk
yang menggunakan air tersebut.

2.4.3 Kakus
Jamban atau kakus merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia. Pembuatan jamban
merupakan usaha manusia untuk memelihara kesehatan dengan membuat lingkungan tempat
hidup yang sehat. Dalam pembuatan jamban sedapat mungkin harus diusahakan agar jemban
tidak menimbulkan bau yang tidak sedap. Selain itu, kontruksi yang kokoh dan biaya yang
terjangkau perlu dipikirkan dalam membuat jamban.

12
Jenis dan Macam Bentuk dan Model WC Kakus / Toilet Tempat Buang Air Besar / Pup -
Kakus Empang, Cubluk, Kimia dan Leher Angsa :
1) Kakus Empang / Kali / Sungai
Kakus empang adalah kakus yang didirikan atau dibangun di atas aliran atau kubangan air
seperti sungai, kali, danau, waduk, parit dan lain sebagainya. Model kakus jenis ini sangat tidak
direkomendasikan karena akan mencemari air lingkungan sekitar yang akan menimbulkan bibit
penyakit.
2) Kakus Cubluk
Kakus cubluk adalah kakus yang tempat penampungan tinja berada di bawah orang yang
buang air besar. WC kakus cubluk ada cubluk kering dan cubluk basah yang keduanya masih
banyak ditemukan di daerah pedesaan yang air tanah berada pada kedalaman yang dalam.
3) Kakus Leher Angsa
Model kakus leher angsa adalah wc kakus yang bentuknya melengkung mirip leher angsa
yang banyak digunakan di seluruh dunia. Toilet jenis ini bisa benbentuk wc jongkok dan wc
duduk tergantung selera. WC ini dapat mencegah bau dan keluar masuk binatang sehingga
menjadi kakus yang paling baik dan sehat karena disertai septic tank / sepiteng / penampung tinja
yang aman dari kontaminasi ke lingkungan sekitar dan jaraknya bisa disesuaikan dengan situasi
dan kondisi lokasi yang ada.
4) Kakus Kimia
Kakus kimia adalah tempat buang air besar yang menggunakan zat kimia untuk membunuh
virus, bakteri dan kuman. Biasanya wc ini berada pada wc portable / mobile pada bis, kereta api /
krl, pesawat terbang, dan lain-lain.

Dalam mengelola tempat pembuangan kotoran manusia yang baik perlu diperhatikan
berbagai hal yang dapat mencemari lingkungan sekitar kita sehingga dapat menimbulkan
masalah kesehatan, estetika, lingkungan, dan sebagainya.
a. Memiliki Pijakan / Lantai yang Kuat
Lantai sebaiknya tertutup ubin, semen, beton atau bahan lain yang kuat bila diinjak. Jangan
sampai alas wc kakus jebol saat digunakan sehingga akan membuat masalah baru.
b. Lengkap Dengan Peralatan dan Perlengkapan WC

13
Sediakan berbagai barang keperluan wc pada umumnya seperti sabun, ember atau tempat
penampungan air, kertas tisu, dan air bersih.
c. Tertutup dan Terlindung dengan Baik
Buat WC sebisa mungkin tertutup dengan lubang ventilasi yang memadai tetapi sulit untuk
diintip orang dari luar. Selain itu perlu disediakan kunci pintu tempat buang air besar agar aman
daring tangan jahil. Lindungi pemakai tempat buang hajat agar terlindung dari panas terik
matahari dan rintik hujan.
d. Berada di Lokasi / Tempat yang Baik
Bangun atau letakkan wc kakus / toilet pada tempat yang tidak menganggu pemandangan
orang yang melintas di tempat tersebut. Pastikan tidak akan menimbulkan bau tidak sedap dan
tempatnya tidak mudah menjadi sarang kuman penyakit yang merugikan kesehatan manusia.

2.4.4 Sampah dan Air Limbah


Sampah
Sampah adalah suatu materi sisa yang tidak diinginkan setelah proses berakhir. Sampah
adalah bahan padat atau cairan yang tidak dipergunakan lagi dan dibuang. Berdasarkan Undang-
Undang No. 18 Tahun 2008, sampah adalah sisa kegiatan sehari-hari manusia dan/atau proses
alam yang berbentuk padat. Menurut Kamus Istilah Lingkungan , “Sampah adalah bahan yang
tidak mempunyai nilai atau tidak berharga untuk maksud biasa atau utama dalam pembikinan
atau pemakaian barang rusak atau bercacat dalam pembikinan manufaktur atau materi
berkelebihan atau ditolak atau buangan”. Sedangkan kata Bapak Dr. Tandjung, M.Sc. , “Sampah
adalah sesuatu yang tidak berguna lagi, dibuang oleh pemiliknya atau pemakai semula”.
Sumber Sampah
Berdasarkan sumbernya sampah dibedakan atas:
1. Sampah Manusia
Sampah manusia adalah hasil-hasil pencernaan manusia, seperti feses dan urin.
2. Sampah Nuklir
Sampah nuklir merupakan hasil dari fusi nuklir dan fisi nuklir yang menghasilkan uranium
dan thorium yang sangat berbahaya bagi lingkungan hidupdan juga manusia.
3. Sampah dari Pemukiman

14
Umumnya sampah rumah tangga berupa sisa pengolahan makanan, perlengkapan rumah
tangga bekas, kertas, kardus, gelas, kain, sampah kebun/halaman, dan lain-lain.
4. Sampah dari Pertanian dan Perkebunan
Sampah dari kegiatan pertanian tergolong bahan organik, seperti jerami dan sejenisnya.
Sebagian besar sampah yang dihasilkan selama musim panen dibakar atau dimanfaatkan untuk
pupuk. Untuk sampah bahan kimia seperti pestisida dan pupuk buatan perlu perlakuan khusus
agar tidak mencemari lingkungan. Sampah pertanian lainnya adalah lembaran plastik penutup
tempat tumbuh-tumbuhan yang berfungsi untuk mengurangi penguapan dan penghambat
pertumbuhan gulma, namun plastik ini bisa didaur ulang.
5. Sampah Alam
Sampah yang diproduksi di kehidupan liar diintegrasikan melalui proses daur ulang alami,
seperti halnya daun-daun kering di hutan yang terurai menjadi tanah.
6. Sampah Konsumsi
Sampah konsumsi merupakan sampah yang dihasilkan oleh pengguna barang, dengan kata
lain adalah sampah-sampah yang dibuang ke tempat sampah.
7. Sampah dari Sisa Bangunan dan Konstruksi Gedung
Sampah yang berasal dari kegiatan pembangunan dan pemugaran gedung ini bisa berupa
bahan organik maupun anorganik. Sampah Organik, misalnya: kayu, bambu, triplek. Sampah
Anorganik, misalnya: semen, pasir, spesi, batu bata, ubin, besi dan baja, kaca, dan kaleng.
8. Sampah dari Perdagangan dan Perkantoran
Sampah yang berasal dari daerah perdagangan seperti: toko, pasar tradisional, warung,
pasar swalayan ini terdiri dari kardus, pembungkus, kertas, dan bahan organik termasuk sampah
makanan dan restoran. Sampah yang berasal dari lembaga pendidikan, kantor pemerintah dan
swasta biasanya terdiri dari kertas, alat tulis-menulis (bolpoint, pensil, spidol, dll), toner foto
copy, pita printer, kotak tinta printer, baterai, bahan kimia dari laboratorium, pita mesin ketik,
klise film, komputer rusak, dan lain-lain. Baterai bekas dan limbah bahan kimia harus
dikumpulkan secara terpisah dan harus memperoleh perlakuan khusus karena berbahaya dan
beracun.
9. Sampah dari Industri
Sampah ini berasal dari seluruh rangkaian proses produksi (bahan-bahan kimia
serpihan/potongan bahan), perlakuan dan pengemasan produk (kertas, kayu, plastik, kain/lap

15
yang jenuh dengan pelarut untuk pembersihan). Sampah industri berupa bahan kimia yang
seringkali beracun memerlukan perlakuan khusus sebelum dibuang.
Komposisi Sampah
Berdasarkan komposisinya, sampah dibedakan menjadi dua, yaitu:
1. Sampah Organik
Sampah yang mudah membusuk seperti sisa makanan, sayuran, daun-daun kering, dan
sebagainya. Sampah ini dapat diolah lebih lanjut menjadi kompos. Sampah Organik terdiri dari
bahan-bahan penyusun tumbuhan dan hewan yang diambil dari alam atau dihasilkan dari
kegiatan pertanian, perikanan atau yang lain.
2. Sampah Anorganik
Sampah yang tidak mudah membusuk, seperti plastik wadah pembungkus makanan, kertas,
plastik mainan, botol dan gelas minuman, kaleng, kayu, dan sebagainya. Sampah ini dapat
dijadikan sampah komersil atau sampah yang laku dijual untuk dijadikan produk lainnya.
Sampah Anorganik berasal dari sumber daya alam tak terbarui seperti mineral dan minyak bumi,
atau dari proses industri.
Pengelolaan Sampah
Pengelolaan sampah adalah pengumpulan, pengangkutan, pemrosesan, pendaur-ulangan,
atau pembuangan dari material sampah. Pengelolaan sampah juga dilakukan untuk memulihkan
sumber daya alam . Pengelolaan sampah bisa melibatkan zat padat , cair , gas , atau radioaktif
dengan metoda dan keahlian khusus untuk masing masing jenis zat.
Praktek pengelolaan sampah berbeda beda antara Negara maju dan negara berkembang ,
berbeda juga antara daerah perkotaan dengan daerah pedesaan , berbeda juga antara daerah
perumahan dengan daerah industri. Pengelolaan sampah yg tidak berbahaya dari pemukiman dan
institusi di area metropolitan biasanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, sedangkan
untuk sampah dari area komersial dan industri biasanya ditangani oleh perusahaan pengolah
sampah.
Metode pengelolaan sampah berbeda beda tergantung banyak hal , diantaranya tipe zat
sampah , tanah yg digunakan untuk mengolah dan ketersediaan area.

16
Metoda Pembuangan

Pembuangan sampah pada penimbunan darat termasuk menguburnya untuk membuang


sampah, metode ini adalah metode paling populer di dunia. Penimbunan ini biasanya dilakukan
di tanah yg ditinggalkan , lubang bekas pertambangan , atau lubang lubang dalam. Sebuah situs
penimbunan darat yg di desain dan di kelola dengan baik akan menjadi tempat penimbunan
sampah yang hiegenis dan murah. Sedankan penimbunan darat yg tidak dirancang dan tidak
dikelola dengan baik akan menyebabkan berbagai masalah lingkungan , diantaranya angin
berbau sampah , menarik berkumpulnya Hama , dan adanya genangan air sampah. Efek samping
lain dari sampah adalah gas methan dan karbon dioksida yang juga sangat berbahaya. (di
bandung kandungan gas methan ini meledak dan melongsorkan gunung sampah)

Karakter desain dari penimbunan darat yang modern diantaranya adalah metode
pengumpulan air sampah menggunakan bahan tanah liat atau pelapis plastik.Sampah biasanya
dipadatkan untuk menambah kepadatan dan kestabilannya , dan ditutup untuk tidak menarik
hama (biasanya tikus). Banyak penimbunan samapah mempunyai sistem pengekstrasi gas yang
terpasang untuk mengambil gas yang terjadi. Gas yang terkumpul akan dialirkan keluar dari
tempat penimbunan dan dibakar di menara pemabakar atau dibakar di mesin berbahan bakar gas
untuk membangkitkan listrik.

Pembakaran/pengkremasian

Pembakaran adalah metode yang melibatkan pembakaran zat sampah. Pengkremasian dan
pengelolaan sampah lain yg melibatkan temperatur tinggi baisa disebut "Perlakuan panas".
kremasi merubah sampah menjadi panas, gas, uap dan abu.

Pengkremasian dilakukan oleh perorangan atau oleh industri dalam skala besar. Hal ini bsia
dilakukan untuk sampah padat , cari maupun gas. Pengkremasian dikenal sebagai cara yang
praktis untuk membuang beberapa jenis sampah berbahaya, contohnya sampah medis (sampah
biologis). Pengkremasian adalah metode yang kontroversial karena menghasilkan polusi udara.

Pengkremasian biasa dilakukan dinegara seperti jepang dimana tanah begitu terbatas
,karena fasilitas ini tidak membutuhkan lahan seluas penimbunan darat.[[Sampah menjadi energi
(waste-to-energy)|Sampah menjadi energi atau energi dari sampah adalah terminologi untuk

17
menjelaskan samapah yang dibakar dalam tungku dan boiler guna menghasilkan
panas/uap/listrik.Pembakaran pada alat kremasi tidaklah selalu sempurna , ada keluhan adanya
polusi mikro dari emisi gas yang keluar cerobongnya. Perhatian lebih diarahkan pada zat dioxin
yang kemungkinan dihasilkan di dalam pembakaran dan mencemari lingkungan sekitar
pembakaran. Dilain pihak , pengkremasian seperti ini dianggap positif karena menghasilkan
listrik , contoh di Indonesia adalah rencana PLTSa Gede Bage di sekitar kota Bandung.

Metode Daur-ulang

Proses pengambilan barang yang masih memiliki nilai dari sampah untuk digunakan
kembali disebut sebagai daur ulang.Ada beberapa cara daur ulang , pertama adalah mengambil
bahan sampahnya untuk diproses lagi atau mengambil kalori dari bahan yang bisa dibakar utnuk
membangkitkan listik. Metode metode baru dari daur ulang terus ditemukan dan akan dijelaskan
dibawah.

Pengolahan kemabali secara fisik

Metode ini adalah aktivitas paling populer dari daur ulang , yaitu mengumpulkan dan
menggunakan kembali sampah yang dibuang , contohnya botol bekas pakai yang dikumpulkan
kembali untuk digunakan kembali. Pengumpulan bisa dilakukan dari sampah yang sudah
dipisahkan dari awal (kotak sampah/kendaraan sampah khusus), atau dari sampah yang sudah
tercampur.

Sampah yang biasa dikumpulkan adalah kaleng minum aluminum , kaleng baja
makanan/minuman, Botol HDPE dan PET , botol kaca , kertas karton, koran, majalah, dan
kardus. Jenis plastik lain seperti (PVC, LDPE, PP, dan PS) juga bisa di daur ulang.Daur ulang
dari produk yang komplek seperti komputer atau mobil lebih susah, karena harus bagian
bagiannya harus diurai dan dikelompokan menurut jenis bahannya.

Pengolahan biologis

Material sampah organik , seperti zat tanaman , sisa makanan atau kertas , bisa diolah
dengan menggunakan proses biologis untuk kompos, atau dikenal dengan istilah

18
pengkomposan.Hasilnya adalah kompos yang bisa digunakan sebagi pupuk dan gas methana
yang bisa digunakan untuk membangkitkan listrik.

Contoh dari pengelolaan sampah menggunakan teknik pengkomposan adalah Green Bin
Program (program tong hijau) di Toronto, Kanada, dimana sampah organik rumah tangga ,
seperti sampah dapur dan potongan tanaman dikumpulkan di kantong khusus untuk di
komposkan.

Pemulihan energi

Kandungan energi yang terkandung dalam sampah bisa diambil langsung dengan cara
menjadikannya bahan bakar, atau secara tidak langsung dengan cara mengolahnya menajdi
bahan bakar tipe lain. Daur-ulang melalui cara "perlakuan panas" bervariasi mulai dari
menggunakannya sebakai bahan bakar memasak atau memanaskan sampai menggunakannya
untuk memanaskan boiler untuk menghasilkan uap dan listrik dari turbin-generator. Pirolisa dan
gasifikasi adalah dua bentuk perlakukan panas yang berhubungan , dimana sampah dipanaskan
pada suhu tinggi dengan keadaan miskin oksigen. Proses ini biasanya dilakukan di wadah
tertutup pada Tekanan tinggi. Pirolisa dari sampah padat mengubah sampah menjadi produk
berzat padat , gas, dan cair. Produk cair dan gas bisa dibakar untuk menghasilkan energi atau
dimurnikan menjadi produk lain. Padatan sisa selanjutnya bisa dimurnikan menjadi produk
seperti karbon aktif. Gasifikasi dan Gasifikasi busur plasma yang canggih digunakan untuk
mengkonversi material organik langsung menjadi Gas sintetis (campuran antara karbon
monoksida dan hidrogen). Gas ini kemudian dibakar untuk menghasilkan listrik dan uap.

Metode penghindaran dan pengurangan

Sebuah metode yang penting dari pengelolaan sampah adalah pencegahan zat sampah
terbentuk , atau dikenal juga dengan "pengurangan sampah". Metode pencegahan termasuk
penggunaan kembali barang bekas pakai , memperbaiki barang yang rusak , mendesain produk
supaya bisa diisi ulang atau bisa digunakan kembali (seperti tas belanja katun menggantikan tas
plastik ), mengajak konsumen untuk menghindari penggunaan barang sekali pakai (contohnya
kertas tissue) ,dan mendesain produk yang menggunakan bahan yang lebih sedikit untuk fungsi
yang sama.

19
Air Limbah

Definisi dari limbah B3 berdasarkan BAPEDAL (1995) ialah setiap bahan sisa (limbah)
suatu kegiatan proses produksi yang mengandung bahan berbahaya dan beracun (B3) karena sifat
(toxicity,flammabi lity, reactivity, dan corrosivity) serta konsentrasi atau jumlahnya yang baik
secara langsung maupun tidak langsung dapat merusak, mencemarkan lingkungan, atau
membahayakan kesehatan manusia.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 18/1999 Jo.PP 85/1999, limbah didefinisikan


sebagai sisa atau buangan dari suatu usaha dan/atau kegiatan manusia. Limbah adalah bahan
buangan tidak terpakai yang berdampak negatif terhadap masyarakat jika tidak dikelola dengan
baik. Air limbah industri maupun rumah tangga (domestik) apabila tidak dikelola dengan baik
akan menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan.

Penyakit yang terkait erat dengan dampak air limbah dapat diklasifikasikan menjadi
penyakit non infektius dan infektius. Penyakit non infektius adalah penyaakit aakibat
pencemaran limbah industry yang mengandung logam-logam berat. Penyakit infektius adalah
penyakit akibat pencemaran limbah rumah tangga yang mengandung mikroorganisasi, seperti
bakteri, virus, dan parasit.

Pencegahan dan penanggulangan dampak air limbah terhadap kesehatan dapat dilakukan
dengan mengidentifikasi jenis limbah, mengetahui dampaknya terhadap kesehatan, dan cara
pengolahannya. Pada saat ini, industry berkembang dengan pesat. Hal itu dapat menyebabkan
penurunan kualitas lingkungan. Penurunan kualitas lingkungan tersebut diakibatkan tidak
terkendalinya pembuangan limbah dan emisi gas dari kegiatan industry. Limbah dari kegiatan
industry dapat berupa limbah cair, gas, dan padat.

Usaha Penanggulangan Limbah

1. Melarang pembuangan sampah-sampah rumah tangga keselkan (parit), sungai, danau


dilaut,dan sampah itu harus dibuang pada tempat-tempat yang telah ditentukan.

20
2. Setiap perusahaan minyak diwajibkan memiliki peralatan yang dapat membendung
tumpukan minyak dan kemudian menyedot kembali, dengan demikian tumpukan minyak
tidak akan melebar luas dan mengurangi adanya limbah rumah tangga. Menetapkan Baku
mutu lingkungan adalah batas kadar yang diperkenankan bagi zat atau bahan
3. Pencemar terdapat di lingkungan dengan tidak menimbulkan gangguan terhadap makhluk
hidup,tumbuhan atau benda lainnya

2.5 Penyakit-Penyakit Akibat Kesehatan Lingkungan


Penyakit yang berkaitan dengan rumah
Rumah yang tidak sehat dan juga perilaku tidak sehat dapat menyebabkan dan menularkan
penyakit bagi penghuninya, seperti sakit batuk-batuk, pilek, sakit mata, demam, sakit kulit,
maupun kecelakaan.
Kebiasaan tidur beramai-ramai dalam satu kamar tidur atau terlalu padat penghuni adalah
kebiasaan tidak baik dalam rumah, karena dapat menularkan penyakit dengan cepat. Biasanya
bila salah seorang menderita batuk dan pilek maka semua yang tidur bersama-sama dengan
orang tersebut akan tertular sakit batuk dan pilek. Penyakit-penyakit lain yang dapat menular
akibat tidur ramai-ramai yaitu sakit mata, kulit, batuk darah (TB).
Merokok adalah kebiasaan yang sangat tidak sehat bagi perokok tersebut, apalagi
dilakukan di dalam rumah maka akibatnya dapat mengenai penghuni rumah lainnya. Asap yang
dikeluarkan dari rokok mengandung zat yang sifatnya racun bagi tubuh dan dapat mennyebabkan
sakit kanker, jantung dan gannguan janin pada ibu hamil.
Dapur merupakan tempat kegiatan untuk mengolah, menyiapkan dan menyimpan makanan,
kegiatan memasak sering dilakukan oleh ibu-ibu sambil menggendong anaknya yang masih
kecil. Tanpa disadari bahwa menggendong anak sambil memasak merupakan perilaku tidak sehat
terutama untuk sang anak karena dapat terkena asap dapur yang berasal dari pembakaran bahan
bakar (minyak, kayu, arang, daun, batu bara). Dari kegiatan memasak sambil menggendong anak
dapat terkena sakit saluran pernafasan seperti batuk-batuk.
Menjamah makanan tanpa cuci tangan pakai sabun terlebih dahulu adalah sangat
berbahaya karena di tangan terdapat banyak kotoran setelah tangan melakukan banyak
kegiatan. Kegiatan manusia sebagian besar menggunakan tangan, sehingga tangan dapat
menjadi sumber penularan penyakit. Penyakit yang dapat ditularkan melalui tangan antara
lain diare, kecacingan, keracunan, sakit kulit dan lain-lain.

21
Secara ringkas keadaan rumah yang tidak sehat dapat menjadi sumber penularan penyakit
seperti terlihat pada alur penularan penyakit dibawah ini.

Diagram Penularan Penyakit Terkait Rumah Tidak Sehat

Rumah TIdak Sehat

22
Merokok, Tidur Masak dan Serangga, Barang
Batuk, Berdesakan Gendong Tikus Berbahaya dan
Berdesakan Anak Beracun

Sakit Batuk, Sakit Kulit Sakit Mata Gangguan Kecelakaan


Pilek dan Gigitan Keracunan
TBC

Makan/ Hinggap
di makanan tersaji

Sisa makanan
dimakan manusia

Sakit Perut

Penyakit yang berhubungan dengan air ( Air limbah )


Jenis penyakit yang berhubungan dengan air antara lain sakit perut, diare, sakit kulit, sakit
mata, kecacingan, demam berdarah, malaria, kaki gajah (filariasis), dan lain-lain :

23
a. Sakit perut dan Diare
Sakit perut dan diare disebabkan karena mengkonsumsi air yang telah tercemar kotoran,
baik yang berasal dari sampah, tinja, atau kotoran hewan.
Alur penularan penyakit perut dan diare melalui air dapat dijelaskan pada diagram gambar
dibawah ini.

Kotoran Sampah, Masuk ke air Air tercemar Sakit perut,


Tinja, Kotoran hingga air diminum diare
Hewan, Air Limbah, tercemar
Tanah/debu

b. Sakit kulit
Sakit kulit disebabkan karena menggunakan air yang telah tercemar kotoran, baik yang
berasal dari sampah, tinja, atau kotoran hewan untuk mandi atau mencuci baju, sehingga kotoran
menempel di badan.
Alur penularan penyakit kulit melalui air dapat dijelaskan pada diagram dibawah ini.

Kotoran Sampah, Masuk ke air Mandi dan Sakit Kulit


Tinja, Kotoran hingga air Mencuci
Hewan, Air Limbah, tercemar dengan air
Tanah/debu tercemar

c. Sakit mata

24
Sakit mata disebabkan oleh masuknya kuman penyakit ke mata yang salah satunya melalui
air yang kotor, yang digunakan untuk mandi atau mencuci muka.
Alur penularan penyakit mata melalui air dapat dijelaskan pada diagram dibawah ini.

Kotoran Sampah,
Tinja, Kotoran Masuk ke air Mandi, Cuci Sakit Mata
Hewan, Air Limbah, hingga air Muka dengan
Tanah/debu tercemar air tercemar

d. Kecacingan
Kecacingan dapat terjadi karena mengkonsumsi air yang telah tercemar kotoran manusia
atau binatang karena didalam kotoran tersebut terdapat telur cacing.
Alur penularan penyakit kecacingan melalui air dapat dijelaskan pada diagram dibawah ini.

Kotoran Tinja, Masuk ke air Konsumsi


Kotoran Hewan hingga air air yang
tercemar tercemar Kecacingan

e. Malaria
Nyamuk malaria berkembang biak di air yang tergenang, oleh karena itu bila ada air yang
menggenang harus dialirkan agar tidak ada nyamuk yang bertelur di tempat tersebut. Tempat
bertelur nyamuk malaria antara lain di sawah, kolam, danau, terutama di daerah pantai.

Alur penularan penyakit malaria melalui air dapat dijelaskan pada diagram dibawah ini

25
Air Nyamuk Nyamuk
Tergenang bertelur dan dewasa
Menetas mencari
makan

Nyamuk Menghisap Nyamuk dewasa


mencari air darah orang menghisap darah
tergenang sehat orang sakit malaria
untuk bertelur

Orang sehat
menjadi sakit
malaria

f. Demam Berdarah Dengue (DBD)


Tempat berkembang biak nyamuk demam berdarah yaitu di air yang tergenang dan jernih.
Untuk mencegahnya, air yang menggenang harus dialirkan agar tidak ada nyamuk yang bertelur
di tempat tersebut.
Menutup tempat penyimpanan air dan mengurasnya minimal seminggu sekali agar telur
yang berada di tempat air tersebut tidak sempat menetas menjadi nyamuk. Mengubur barang
bekas yang dapat menampung air. Upaya pencegahan tersebut di atas dikenal dengan istilah 3M
yaitu menutup, menguras, mengubur.

Alur penularan penyakit demam berdarah dapat dijelaskan pada diagram dibawah ini

26
Air Tergenang Nyamuk Nyamuk
bertelur dan dewasa
menetas mencari makan

Nyamuk Menghisap Nyamuk dewasa


mencari air darah orang menghisap darah
tergenang sehat orang sakit DBD
untuk bertelur

Orang sakit
menjadi sakit
DBD

g. Kaki Gajah (Flariasis)


Penyakit kaki gajah (Elephantiasis) disebabkan oleh cacing filaria yang menyumbat
pembulur darah sehingga mengakibatkan pembengkakan. Cacing filaria terdapat didalam tubuh
nyamuk culex yang biasa berkembang biak di air kotor yang tergenang seperti got, comberan,
dan rawa. Untuk mencegahnya yaitu mengalirkan air agar tidak ada nyamuk yang bertelur di
tempat tersebut.

Alur penularan penyakit kaki gajah dapat dijelaskan pada diagram dibawah ini

27
Air Limbah Nyamuk Nyamuk
bertelur dan dewasa
Menetas mencari makan

Nyamuk Nyamuk Nyamuk dewasa


mencari air mengggigit menghisap darah
tergenang orang sehat orang sakit filaria
untuk bertelur

Nyamuk
mencari air
tergenan untuk
bertelur

Penyakit yang berhubungan dengan sampah

a. Sakit perut dan diare


Sakit perut dan diare disebabkan karena mengkonsumsi makanan atau minum air yang
telah tercemar kotoran dari sampah, baik yang berasal dari sampah.
b. Sakit kulit
Sakit kulit disebabkan karena menggunakan air yang telah tercemar kotoran, baik yang
berasal dari sampah, tinja, atau kotoran hewan untuk mandi atau mencuci baju, sehingga kotoran
menempel di badan.

c. Sakit mata

28
Sakit mata disebabkan oleh masuknya kuman penyakit ke mata yang salah satunya melalui
air yang kotor, kena sampah dan digunakan untuk mandi atau mencuci muka.
d. Kecacingan
Kecacingan dapat terjadi karena mengkonsumsi air yang telah tercemar kotoran manusia
atau binatang karena didalam kotoran tersebut terdapat telur cacing.
e. Demam berdarah
Tempat berkembang biak nyamuk demam berdarah yaitu di air yang tergenang dan jernih.
Untuk mencegahnya bila ada air yang menggenang harus dialirkan agar tidak ada nyamuk yang
bertelur di tempat tersebut.
Menutup tempat penyimpanan air dan mengurasnya minimal seminggu sekali agar telur
yang berada di tempat air tersebut tidak sempat menetas menjadi nyamuk. Mengubur barang
bekas yang dapat menampung air. Upaya pencegahan tersebut di atas dikenal dengan istilah
3M+, yaitu menutup, menguras, mengubur dan menggunakan racun serangga bila diperlukan.
f. Kecelakaan
Kecelakaan bisa terjadi akibat pembuangan sampah yang tidak benar, seperti membuang
kulit pisang dapat menyebabkan orang yang menginjak terpeleset. Membuang benda tajam
(pecahan gelas/kaca, paku, duri, dll) sembarangan dapat menyebabkan orang yang menginjak
terluka. Membuang sampah di tempat sampah dengan benar dapat menghindari kecelakaan .
Penyakit yang berhubungan dengan kakus dan tinja/kotoran manusia
a. Diare/sakit perut
Sakit diare atau dikenal masyarakat dengan sebutan mencret sering diderita oleh
masyarakat baik anak-anak maupun orang dewasa. Pada umumnya sakit diare disebabkan oleh
makan makanan atau minum minuman yang tidak bersih. Kotoran manusia merupakan suber
kuman penyakit yang apabila mengotori makanan atau minuman maka orang yang memakan
atau meminumnya dapat menjadi sakit.
b. Kecacingan
Tinja manusia dan kotoran hewan banyak mengandung telur cacing yang dapat tertelan
masuk ke dalam tubuh manusia sehingga menjadi kecacingan. Satu ekor cacing dapat bertelur
lebih dari 100.000 telur. Cacing dalam tubuh perlu makan yang diambil dari sari makanan yang
ada di usus manusia.

29
Penyakit kecacingan selain disebabkan masuknya telur cacing kedalam mulut dapat pula
disebabkan karena masuknya larva cacing (cacing yang baru menetas) ke dalam tubuh melalui
kulit. Biasanya larva cacing menembus kulit kaki yang tidak memakai alas kaki atau sepatu.

30
BAB III
Penutupan
3.1 Kesimpulan
Kesehatan lingkungan adalah suatu keseimbangan ekologis yang harus ada antara manusia
dengan lingkungannya agar dapat menjamin keadaan sehat dari manusia.
Lingkungan yang sehat dapat memberikan efek terhadap kualitas kesehatan. Hidup bersih
dan sehat dapat diartikan sebagai hidup di lingkungan yang memiliki standar kebersihan dan
kesehatan serta menjalankan pola/perilaku hidup bersih dan sehat. Lingkungan yang sehat dapat
memberikan efek terhadap kualitas kesehatan. Kesehatan seseorang akan menjadi baik jika
lingkungan yang ada di sekitarnya juga baik.
Interaksi manusia dengan lingkungan hidupnya merupakan suatu proses yang wajar
danterlaksana sejak manusia itu dilahirkan sampai akhir hidupnya. Hal ini membutuhkan daya
dukung lingkungan untuk kelangsungan hidupnya.
Masalah lingkungan hidup sebenarnya sudah ada sejak dahulu, masalah lingkungan hidup
bukanlah masalah yang hanya dimiliki atau dihadapi oleh negara-negara maju ataupun negara-
negara miskin, tapi masalah lingkungan hidup adalah sudah merupakan masalah dunia dan
masalah kita semua.

3.2 Saran
Setelah mempelajari semua tentang kesehata lingkungan, diharapkan mahasiswa dapat
lebih memahami dan dapat mengaplikasikannya dalam dunia kerja maupun dalam kehidupan
sehari - hari.

31
Daftar Pustaka

Soekidjo.Notoatmodjo.2003.Ilmu Kesehatan Masyarakat.Jakarta:Rineka Cipta

Dr.Sosro.Husodo.2001.Kesehatan Lingkungan dan Kesehatan.Bandung:Geger sunten


http://opegello.blogspot.com/2010/04/jenis-dan-macam-bentuk-dan-model-wc.html

http://opegello.blogspot.com/2010/04/syarat-membuat-wc-kakus-atau-tempat.html

http://www.iptek.net.id/ind/warintek/?mnu=6&ttg=5&doc=5d1

http://sanitasi.or.id/index.php?option=com_content&view=article&id=255:tujuh-syarat-
membuat-jamban-sehat&catid=55:artikel&Itemid=125

http://putraprabu.wordpress.com/2008/10/10/penyakit-berbasis-lingkungan/

32